Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
244. Harus Stop


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi oleh Icha telah tiba di pekarangan rumahnya. Icha segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Supir pribadinya membawa box kue masuk kedalam rumah dan meletakkan nya di dapur. Sedangkan Icha langsung masuk ke dalam kamarnya dan bergegas membersihkan diri. Senyuman bahagia masih terus mengembang di bibirnya. Sudah tidak sabar rasanya bertemu dengan suaminya.


"Jam berapa dia akan pulang? Dia cuma bilang akan pulang sore, tapi tidak mengatakan jam berapa akan sampai di rumah,"gumam Icha seraya menggosok tubuhnya.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Icha segera memakai baju yang menurutnya bagus. Icha ingin terlihat cantik di mata suaminya. Setelah memakai baju dan sedikit memoles wajahnya, Icha nampak sibuk memperhatikan penampilan nya di depan kaca meja riasnya.


"Ceklek"pintu kamar itu terbuka, Icha menoleh ke arah pintu dan mama Icha pun muncul dari balik pintu.


"Wahh...cantik nya anak mama!"puji mama Icha seraya memutari Icha yang mengenakan dress selutut bermotif bunga sakura. Terlihat cantik, elegan dan anggun. Gaun itu adalah gaun branded yang dibelikan oleh Disha saat mereka pergi ke mall.


"Make-up ku udah pas, belum , ma?"tanya Icha meminta pendapat mamanya.


"Sudah, sudah cantik,"ucap mama Icha," Oh iya, mama tadi ke sini ingin meminjam hair dryer sama kamu,"sambung mama Icha.


"Ini, ma. Pakai aja, aku udah selesai, kok,"ujar Icha, kemudian menyerahkan hair dryer pada mamanya.


"Ya sudah mama bawa dulu ke kamar mama, ya? Nanti setelah selesai langsung mama kembalikan,"ucap mama Icha.


"Iya, ma,"sahut Icha, namun pandangannya langsung beralih saat mendengar ada notifikasi pesan masuk di handphonenya,"Issh.. banyak sekali pesan spam, sich!,"gerutu Icha saat mendapati pesan spam yang masuk di nomornya. Untuk beberapa saat, Icha kembali membuka pesan-pesan yang dikirimkan Radeva selama mereka berpisah beberapa hari ini. Icha nampak senyum-senyum sendiri membaca obrolan nya dengan Radeva.


"Kangen nya!"gumam Icha seraya menatap foto pernikahannya dengan Radeva yang dijadikan nya sebagai wallpaper di handphonenya. Icha memasang earphone di telinga untuk mendengarkan lagu-lagu favorit nya dan meletakkan handphonenya, kemudian mengoleskan losion di tangannya.


"Ceklek"suara pintu kamar Icha terdengar terbuka, namun Icha yang tengah mendengar kan musik lewat earphone itu pun tidak mendengar jika ada yang masuk ke dalam kamarnya, dan terus mengoleskan losion ke tubuhnya.


'Greb" tiba-tiba ada yang memeluk Icha dari belakang, membuat Icha terhenyak dan langsung menoleh kesamping saat merasakan ada hembusan napas yang hangat di lehernya.


"Cup" Icha seketika membulatkan matanya karena saat menoleh, tiba-tiba bibirnya langsung dicium oleh seseorang. Reflek, Icha langsung memundurkan wajahnya.


"Kakak!"pekik Icha terlihat sangat senang saat melihat Radeva, Icha melepaskan earphone nya dan langsung memeluk Radeva.

__ADS_1


"Aku merindukan mu,"ucap Radeva seraya membalas pelukan Icha. Icha tidak menyahuti namun pipinya memerah dalam dekapan Radeva, mengeratkan pelukannya, menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya, sedang kan Radeva nampak mengecup puncak kepala Icha beberapa kali.


"Apa kamu akan memelukku seperti ini sampai pagi dengan posisi berdiri seperti ini?"bisik Radeva di telinga Icha, setelah beberapa saat masih berpelukan dalam posisi berdiri.


Icha pun perlahan melepaskan pelukannya, kemudian mendongak menatap suaminya,"Maaf!"ucapnya canggung, menatap wajah suaminya yang tersenyum menatapnya.


Radeva mengelus kepala Icha,"Kenapa meminta maaf, hemm?"tanya Radeva. "Tubuhku rasanya lengket sekali, aku membersihkan diri dulu, ya?"ucap Radeva kemudian mengecup pipi Icha sekilas dan berlalu ke kamar mandi, pipi Icha tampak merona, tersenyum memegangi kedua pipinya seraya menggeleng- ngelengkan kepala nya, merasa sangat bahagia dengan kepulangan Radeva.


Icha keluar dari kamarnya, berniat membuatkan minuman untuk Radeva. Namun bertemu mamanya yang ada di dapur.


"Cha, mama tadi mau mengembalikan hair dryer kamu, tapi pas mama lihat suamimu pulang, mama nggak jadi ke kamar kamu. Takut menganggu orang yang lagi kangen-kangenan,"ucap mama Icha sambil nyengir.


"Issh..apaan sich, ma!"ucap Icha dengan pipi yang merona.


"Kok, kamu malah keluar kamar, Cha? Bukannya menemani suamimu yang baru saja pulang,"ujar mama Icha.


"Ah iya, benar. Udah cepat buatkan minuman untuk suamimu!"titah mama Icha.


"Iya, ma,"sahut Icha langsung membuat jus yang diracik dari campuran beberapa macam buah. Setelah selesai, Icha pun langsung membawanya ke kamarnya.


Icha masuk kedalam kamar nya bertepatan dengan Radeva yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk kecil yang digunakan Radeva untuk mengeringkan rambutnya.


"Kak, aku buatkan jus untuk kakak,"ucap Icha seraya meletakkan segelas jus buah itu di atas nakas.


Tiba-tiba Radeva memeluk Icha dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya itu, membuat tubuh Icha mematung dan meremang. Aroma wangi sabun dan sampo yang digunakan Radeva menguar begitu segar di indera penciuman Icha.


"Aku kangen banget sama kamu,"ucap Radeva kemudian membalikkan tubuh Icha agar menghadap ke arahnya,"Kamu kangen nggak sama aku?"tanya Radeva seraya merapikan anak rambut Icha dan menyelipkannya ke belakang telinga Icha.


"Kangen,"ucap Icha menundukkan kepalanya dengan pipi yang nampak merona.

__ADS_1


Radeva tersenyum memegang dagu Icha dengan jari telunjuk dan jari jempolnya, kemudian mengangkatnya agar Icha menatap nya. Radeva menatap lekat manik mata Icha, perlahan menunduk dan memiringkan kepalanya.


Sesaat kemudian, dua benda kenyal itupun bersentuhan, perlahan keduanya pun memejamkan mata mereka. Dengan lembut Radeva memagut bibir istrinya, tangan kanannya perlahan menyelusup di balik rambut Icha yang tergerai, memegang tengkuk Icha untuk memperdalam ciumannya. Tangan kiri Radeva memeluk pinggang Icha untuk mengikis jarak di antara mereka, sedangkan Icha mencengkram bathrobe yang dikenakan oleh Radeva.


Radeva melum matt, menggigit kecil bibir Icha, membuat Icha membuka mulutnya sehingga dengan mudah Radeva menerobos ke dalam mulut Icha, mengakses semua yang ada di dalam mulut Icha. Dua insan yang masih amatiran dalam berciuman itu pun mencoba saling mengimbangi.


Decapan demi decapan bibir pun terdengar, napas keduanya nampak memburu, dan melepaskan tautan bibir mereka saat mereka mulai kesulitan untuk bernapas. Menghirup oksigen dengan serakah dengan tatapan yang masih saling mengunci kemudian kembali menyatukan bibir mereka, mereguk rasa manis dari bibir pasangannya.


Ciuman yang semakin lama semakin panas dan bergelora, membuat keduanya sama-sama merasakan kegelisahan yang aneh, menginginkan sesuatu yang lebih dan lebih. Tanpa melepaskan ciumannya Radeva membimbing Icha ke arah ranjang dan perlahan duduk melepaskan tautan bibir mereka sejenak untuk mengirup oksigen, kemudian kembali menautkan bibir mereka, seolah belum juga menemukan kepuasan dari sana.


Perlahan Radeva menurunkan resleting dress yang dikenakan Icha, mengusap lembut punggung Icha dengan bibir yang masih saling bertautan. Radeva menurunkan dress yang dikenakan oleh Icha hingga bahu mulus dan dua bukit kembar yang tertutup kain berwarna pink milik Icha pun terlihat.


Radeva membaringkan tubuh Icha di ranjang dengan.napas memburu dan tubuh yang terasa panas. Radeva menarik tali bathrobe yang dikenakannya hingga...


"Tok! Tok! Tok!"


"Cha, Dev, makan malam sudah siap! Ayo makan bersama! Kami tunggu di ruang makan, ya!"terdengar suara mama Icha dari balik pintu.


"Iya, ma,"sahut Icha dengan wajah yang nampak memerah.


Radeva membuang napas kasar dengan raut wajah masam, tidak jadi menarik tali bathrobe nya.


"Em, kita makan malam dulu ya, Kak!"ucap Icha masih dengan wajahnya yang memerah bangkit dari ranjang dan membenahi pakaiannya yang hampir terlepas.


"Hemm,"sahut Radeva tanpa semangat.


"𝙃𝙖𝙞𝙨𝙝..𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙤𝙣, 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙩𝙤𝙥 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣,"gerutu Radeva dalam hati, wajah nya masam, menatap miris pada sesuatu dibawah sana yang sudah berdiri dengan tegak, kemudian beranjak dari tempat tidur dan mengambil pakaiannya di lemari.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2