
"Trisha?"tanya Alva mengernyitkan dahinya,"Mau apa dia ingin bertemu dengan ku?"tanya Alva.
"Mana aku tahu?"sahut Disha seraya mengangkat kedua bahunya.
"Aku tahu,"ucap Alva tersenyum smirk.
"Apa?"tanya Disha dengan ekspresi yang tidak dapat diartikan.
"Kita akan mencoba ranjang baru ini,"bisik Alva kemudian menyesap leher Disha.
"Al..!! Aku sedang libur!!"pekik Disha.
Alva menghentikan aksinya kemudian merenggangkan pelukannya dan menatap wajah istrinya itu.
"Kamu tidak sedang bercanda kan, sayang?!"tanya Alva menyelidik menatap manik mata istrinya untuk mengetahui istrinya berbohong atau tidak.
"Buat apa aku berbohong?"tanya Disha membuat Alva membuang nafas kasar.
"Kenapa harus sekarang sich, sayang,"keluh Alva.
"Sabar ya, sayang!"ucap Disha dengan suara yang dibuat semenggoda mungkin.
"Sayang, jangan menggodaku!"keluh Alva membuat Disha tertawa melihat wajah suaminya yang tadinya nampak bahagia dan penuh semangat, tiba-tiba berubah menjadi kusut.
"Kamu suka sekali melihat penderitaan suamimu,"ucap Alva bersungut-sungut.
"Iiihhh... gemesin dech! Kamu tambah lucu kalau lagi ngambek,"ucap Disha mencubit hidung Alva yang mancung.
"Aku akan balas dendam jika kamu sudah selesai nanti,"ucap Alva memegang tangan Disha dengan senyum smirknya.
***
Di sebuah kafe.
"Apa ada hal penting, hingga kamu ingin bertemu dengan ku?"tanya Riky pada Ferdi.
"Ini menyangkut gadis yang kamu perintahkan untuk ku selidiki,"jawab Ferdi setelah meminum kopinya.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan semua informasi tentang Yessie?"tanya Riky.
"Tentu saja sudah. Tidak sulit mencari informasi tentang gadis pujaan hati mu itu,"ucap Ferdi membanggakan kemampuannya.
__ADS_1
"Benarkah? Apa hasilnya?"tanya Riky antusias.
"Dia gadis yang ramah dan tidak banyak tingkah, baik dan taat pada orang tuanya. Selama hidupnya dia belum pernah berpacaran atau pun jalan dengan seorang pria, kecuali dengan keluarganya dan teman-teman perempuannya,"jelas Ferdi membuat hati Riky menjadi senang.
"Sudah ku duga dia adalah gadis baik-baik. Nyonya Disha tidak mungkin menjerumuskan aku dengan menjodohkan aku pada gadis yang tidak baik,"ucap Riky dengan wajah yang nampak bahagia.
"Kamu tidak ingin tahu kenapa dia tidak pernah berpacaran dan betah menjomblo?"tanya Ferdi.
"Memangnya kenapa dia tidak pernah berpacaran? Apa alasan dia menjomblo?"tanya Riky.
"Aku juga nggak tahu,"jawab Ferdi enteng.
Riky menghembuskan nafas kasar,"Ku kira kamu tahu, mangkanya bicara seperti tadi. Katanya kamu bisa diandalkan untuk mencari informasi?"dengus Riky.
"Ya aku kan nggak tahu apa alasan dia tidak pernah pacaran. Yang aku tahu, tidak ada informasi yang menyebutkan dia pernah pacaran atau dekat dengan seorang pria,"
"Dia hanya keluar dengan orang-orang tertentu saja dan sepertinya tidak pernah keluar rumah jika tidak ada keperluan,"sahut Ferdi.
"Apa aku harus bertanya pada Nyonya soal ini? Nyonya kan sudah bersahabat lumayan lama sama dia,"ucap Riky.
"Menurut ku itu ide yang bagus juga,"sahut Ferdi.
"Mungkin karena belum ada yang membuatnya tertarik, cinta bertepuk sebelah tangan, memang belum menginginkan seorang sebagai pendamping, masih ingin mengejar cita-cita atau mungkin yang lebih parahnya karena trauma,"ujar Ferdi.
"Menurut mu Yessie dalam kasus yang mana?"tanya Riky.
"Aku nggak tahu,"jawab Ferdi.
"Kalau trauma mungkin nggak?"tanya Riky.
"Dia kan nggak pernah punya pacar, nggak mungkin pernah patah hati, jadi nggak mungkin juga lah kalau dia trauma,"ucap Ferdi tidak sependapat dengan Riky.
"Trauma kan tidak selalu karena kita yang pernah mengalaminya. Bisa saja dari orang-orang terdekat, ataupun orang lain,"ucap Riky beralasan dan menurut Ferdi masuk akal.
"Iya juga, sich. Benar apa yang kamu katakan.Tapi bukannya kamu sendiri belum pernah berpacaran ya? Apa kamu juga trauma?"tanya Ferdi yang baru teringat jika Riky juga belum pernah berpacaran.
"Iya, ya?! Kenapa aku jadi lupa kalau aku juga belum pernah berpacaran?!"sahut Riky nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Huhh..nggak berkaca kamu! Sekarang aku tanya, apa alasanmu sampai saat ini belum memiliki pacar? Jangan-jangan kamu nggak laku! Atau jangan-jangan kamu suka main pedagang pedangan, ya?"tanya Ferdi curiga.
"Sembarangan, mana ada orang setampan aku tidak laku, apalagi suka main pedang-pedangan! Aku masih normal tau!"jawab Riky seraya bersungut-sungut.
__ADS_1
"Lalu apa alasan mu belum punya pacar sampai sekarang?"tanya Ferdi.
"Kenapa kamu jadi mengintrogasi aku?" tanya Riky balik.
"Ya siapa tahu ada kesamaan alasan kenapa kalian sama-sama belum pernah berpacaran,"sahut Ferdi.
"Iya juga ya?!"sahut Riky nampak berpikir.
"Coba katakan alasanmu kenapa sampai sekarang belum berpacaran!"perintah Ferdi.
"Aku tidak pernah berpacaran karena dulu aku hanya ingin fokus dengan pendidikan sekaligus karena aku minder. Aku minder karena aku orang yang tidak punya, mana ada cewek yang mau sama gembel,"jelas Riky.
"Kamu telah menyelesaikan pendidikan dan mempunyai pekerjaan. Menurut ku , empat tahun yang lalu kamu sudah cukup mapan. Kenapa baru sekarang kamu mencari pacar?"tanya Ferdi.
"Aku ingin memperbaiki perekonomian orang tuaku dan menyekolahkan adik-adik ku. Setelah orang tuaku sudah sanggup memenuhi kebutuhan keluarga kami, dan aku sudah punya banyak tabungan, aku baru akan mencari jodoh, itu cita-cita ku dulu. Lagian selama ini belum ada gadis yang bisa menarik hati ku,"jelas Riky.
"Tidak ku sangka, ternyata kamu anak yang berbakti juga, ya!"sahut Ferdi.
"Orang tuaku membesarkan aku dengan penuh kasih sayang dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk ku, jadi wajar jika aku sedikit membalas kasih sayang mereka padaku,"
"Jadi menurut mu, apa alasan Yessie hingga sampai sekarang belum punya pacar?"tanya Riky kembali pada pokok pembahasan awal.
"Entahlah, tapi kalau masalah ingin membantu perekonomian keluarganya , kurasa bukan.Walaupun tidak kaya, tapi keluar Yessie bisa di bilang cukup. Mungkin belum ada yang cocok,"sahut Ferdi.
"Huhh.. jawaban kamu tidak memuaskan," dengus Riky.
"Ya sudah, kamu coba saja bertanya pada Nyonya. Aku cabut dulu, udah malem," ucap Ferdi bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan kafe itu.
"Sepertinya aku memang harus bertanya pada Nyonya Disha," gumam Riky dan akhirnya Riky pun ikut meninggalkan kafe itu.
Selama mengenal Disha, Riky memang merasa Disha enak diajak diskusi dalam segala hal. Riky sudah menganggap Disha sebagai sahabatnya sendiri. Riky sering meminta pendapat pada Disha jika merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Dan selama ini, saran Disha memang selalu efektif untuk mengatasi masalah Riky.
Riky sering meminta saran tentang hal-hal kecil untuk keluarganya dari sekedar memilihkan pakaian untuk keluarganya atau pun tentang adik-adiknya, terutama tentang kedua adik perempuannya. Sebagai seorang pria, Riky kurang tahu tentang apa yang disukai perempuan, jadi Riky selalu meminta saran dari Disha.
Dan nyatanya semua saran dari Disha yang dilaksanakan Riky, membuat adik-adiknya menjadi semakin menyayangi, menghormati, dan menurut pada Riky. Karena itu, kali ini Riky sudah mantap untuk meminta saran dari istri majikannya itu.Majikannya yang telah membuat kehidupan perekonomian keluarganya jauh lebih baik.
...🌟"Jomblo bukan karena nggak laku, tapi karena jodohnya belum ketemu dan pasti akan datang tepat waktu."🌟...
..."Nana 17 Oktober "...
To be continue
__ADS_1