
"Siapa orang yang ingin bos dan Tuan Riky jebak?"tanya anak buah Ferdi.
"Hery dan Trisha,"jawab Ferdi.
"Oke bos, akan kami laksanakan,"sahut anak buah Ferdi bersemangat.
"Oke, aku tunggu hasilnya,"sahut Ferdi.
Anak buah Ferdi berjalan dengan penuh semangat dan senyuman. Anak buah Ferdi mengantarkan minuman pada Alva dan Disha lalu menatap Trisha dengan tersenyum dan mengangguk kecil.Trisha yang melihat itu pun tersenyum menyeringai.
"𝐁𝐚𝐠𝐮𝐬, 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫,"batin Trisha.
Tak lama kemudian, anak buah Ferdi yang lain memberikan minuman bercampur obat yang diberikan oleh Trisha kepada Trisha dan Hery.
"𝐊𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐛𝐚-𝐭𝐢𝐛𝐚 𝐩𝐮𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢? 𝐋𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐚𝐤𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐤𝐞 𝐤𝐚𝐦𝐚𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐮 𝐩𝐞𝐬𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐣𝐚,"batin Trisha kemudian berjalan menghampiri Radeva.
"Kak, aku akan pergi ke kamar hotel yang sudah aku pesan. Kepalaku sakit sekali," ucap Trisha sambil memijit batang hidungnya.
Radeva menatap adiknya,"Ayo kakak antar!" ucap Radeva kemudian mereka berjalan menuju lift.
Di dalam lift, Trisha nampak bersandar pada dinding ruangan yang berbentuk persegi itu sambil memijit pangkal hidung nya. Radeva pun memperhatikan Trisha.
"Apa sakit sekali?"tanya Radeva.
"Iya, kak,"sahut Trisha singkat.
Setelah keluar dari lift, Radeva langsung membawa Trisha ke kamar yang sudah di pesan oleh Trisha dan membantu Trisha untuk berbaring.
"Apa perlu kakak temani?"tanya Radeva. "Kakak akan mengambil obat untuk mu,"imbuh Radeva.
"Tidak usah kak, aku hanya ingin tidur,"ucap Trisha yang sudah memejamkan matanya dan tak lama kemudian sudah tertidur.
"Cepat sekali dia tidur,"gumam Radeva kemudian keluar dari kamar itu dan memesan kamar lain yang tidak jauh dari kamar Trisha.
Di sisi lain, Hery juga merasa kepalanya semakin lama semakin pusing. Akhirnya Hery pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang sudah di pesannya.
"Bagaimana? Apa semua berjalan dengan lancar?" tanya Riky pada Ferdi di tempat yang tidak terlalu ramai.
"Aman. Sementara ini mereka akan tertidur pulas dan setelah bangun nanti, kita akan menonton adegan dewasa secara live,"ucap Ferdi tersenyum smirk.
"Bagus. Jangan lupa untuk merekam adegan panas mereka. Siapa tahu bisa kita gunakan suatu hari nanti,"ucap Riky tersenyum smirk.
Ferdi memicingkan mata menatap Riky penuh kecurigaan,"Jangan bilang kamu ingin menonton adegan panas mereka?"tanya Ferdi.
"Enggak lah!"sahut Riky.
"Yakin?"tanya Ferdi.
__ADS_1
"Enggak!"ucap Riky kemudian mendekat kepada Ferdi dan berbisik,"Enggak salah lagi!"ucap Riky kemudian tergelak sendiri.
"Ish..dasar!"ucap Ferdi menggelengkan kepalanya,"Kalau kamu mau, kita nonton live lewat laptop ku. Aku sudah memesan kamar di hotel ini,"imbuh Ferdi.
"Serius?"tanya Riky.
"Dua rius. Kita nonton bareng.Kan kamu bilang Nyonya dan Tuan akan menginap juga kan, di hotel ini?"tanya Ferdi.
"Iya,"sahut Riky,"Itu, mereka sepertinya juga sudah akan masuk ke kamar mereka,"ucap Riky saat melihat Alva dan Disha sudah mulai beranjak dari tempat duduk mereka.
"Ayo kita ke kamar ku!"ajak Ferdi.
***
"Sayang, kita istirahat, yuk!"ajak Alva.
"Istirahat? Istirahat di mana?"tanya Disha.
"Tentu saja di kamar, sayang,"ucap Alva.
"Ya sudah, ayo kita pulang!"ajak Disha.
"Buat apa pulang. Kita akan menginap di hotel ini saja,"sahut Alva.
"Sayang, kenapa harus menginap di hotel, sich?! Kita kan bisa pulang,"protes Disha.
"Ish...genit! Sok tahu!"ucap Disha.
"Aku sudah menghitung nya. Dan hari ini kamu pasti sudah selesai,"ucap Alva.
Disha memicingkan matanya menatap Alva,"Kau menghitung nya?"tanya Disha.
"Tentu saja. Aku tidak ingin kamu bohongi,"ucap Alva seraya tersenyum misterius.
'Ish..dasar!"celetuk Disha.
"Ya sudah, ayo ke kamar!"ajak Alva seraya merangkul Disha menuju kamar hotel yang sudah di pesankan oleh Riky.
"Kita mandi bareng, yuk!"ucap Alva setelah masuk ke dalam kamar hotel. Alva melepaskan pakaiannya dan melemparnya asal. Disha hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.
Setelah melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer nya, Alva langsung menghampiri Disha yang baru saja melepaskan aksesoris yang dikenakan nya.
"Sayang, lepaskan dulu jam tangan mu!" titah Disha saat Alva sudah menyentuh resleting bajunya.
Alva pun menurut, dan setelah melepaskan jam tangan nya, Alva langsung melepaskan gaun yang dipakai oleh Disha. Setelah gaun itu terlepas, Alva pun segera menggendong tubuh ramping Disha yang kini hanya mengenakan dalaman saja.
Alva menggendong Disha ke kamar mandi dan mendudukkan Disha ke dalam bathtub yang sudah terisi air dan juga bunga yang memenuhi bathtub. Alva kemudian ikut masuk ke dalam bathtub. Hendak melepaskan pakaian Disha yang masih tersisa.
__ADS_1
"Sayang, aku bisa sendiri,"ucap Disha tapi tidak dihiraukan oleh Alva dan tetap membatu Disha melepaskan pakaian dalam nya.
Di kamar lain.
Nampak Ferdi dan Riky sedang duduk di sofa sambil memakan cemilan.
"Lihat Rik, sebentar lagi tontonan live adegan dewasa nya akan segera di mulai,"ucap Ferdi saat melihat ada pergerakan dari Hery melalui laptop nya.
"Wah.. sudah mulai, ya?"tanya Riky mulai ikut memperhatikan layar laptop Ferdi.
Di sebuah kamar, Hery nampak mulai mengerjabkan matanya menyesuaikan matanya dengan cahaya di ruangan itu.
"𝐊𝐞𝐩𝐚𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐩𝐮𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢. 𝐀𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢, 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐚𝐝𝐢 𝐭𝐢𝐛𝐚-𝐭𝐢𝐛𝐚 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐮𝐬𝐢𝐧𝐠?"batin Hery seraya memijit kepalanya hingga Hery merasakan ada pergerakan di ranjang tempat nya berbaring.
"Sssst..kenapa kepalaku pusing sekali,"terdengar suara pelan di sebelah Hery hingga membuat Hery menoleh dan mendapati seorang gadis yang sedang berbaring di sebelah nya.
"Kau?! Apa yang kamu lakukan di kamar ku?"tanya Hery yang segera bangkit dari tempatnya berbaring dan duduk menghadap gadis yang masih berbaring di sampingnya.
"Kau?! Kamu ngapain di kamar ku?"tanya gadis yang tidak lain adalah Trisha ikut bangkit dan duduk.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu ada di kamarku?sergah Hery.
"Ini kamarku, bukan kamarmu!"cetus Trisha setelah menatap ke sekeliling kamar itu.
"Apa kamu sengaja menjebak ku? Kamu ingin tidur dengan ku?"tuduh Hery yang tubuhnya mulai terasa panas.
"Jangan sembarangan! Mana sudi aku tidur dengan mu?!" ketus Trisha yang juga nampak mulai kepanasan.
"Kamu berpura-pura ingin bekerja sama dengan ku untuk menjebak Ayu, hanya karena ingin menjebak ku dan ingin naik keranjang ku. Jika kamu ingin tidur dengan ku, kamu tidak perlu berpura-pura bekerja sama dengan ku untuk menjebak Ayu,"ujar Hery yang tubuhnya terasa semakin panas.
"Cih..mana sudi aku tidur dengan mu! Aku hanya akan menyerahkan diri ku pada Kak Alva. Bukan kepada sembarang laki-laki, apalagi laki-laki brengseek seperti mu yang hobi celap-celup sana sini. Najis!! Jangan kan tidur dengan mu, melihat mu saja aku jijik,"sergah Trisha yang tubuhnya juga terasa semakin panas.
Hery merasa tersinggung dengan ucapan Trisha, walaupun apa yang dikatakan oleh Trisha adalah benar. Tapi ekspresi jijik yang ditunjukkan oleh Trisha membuat Hery menjadi marah.
"Oh iya, kamu ternyata sudah tahu kalau aku adalah laki-laki brengseek. Akan aku tunjukkan seberapa brengseek nya aku,"kata Hery kemudian dengan cepat mulai melepaskan pakaian nya.
Di kamar Ferdi.
"Wah.. bener-bener brengseek si Hery itu,"ucap Riky di dalam kamar Ferdi.
"Sepertinya adegan dewasanya akan segera di mulai,"ucap Ferdi kemudian Ferdi dan Riky pun tertawa bersamaan.
Di kamar Trisha.
"Mau apa kamu?!"pekik Trisha yang melihat Hery tanpa ragu apalagi malu, melepaskan pakaian nya dengan cepat dan melemparkan nya ke sembarang arah.
Goyang jempolnya dong, buat dukung author biar semangat update!🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
To be continued