Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
153. Tanggung Jawab


__ADS_3

Pagi menyapa, Anjani pun mulai mengerjapkan matanya dan mendapati tempat di sisinya sudah kosong. Senyum terukir di wajah nya saat mengingat apa yang terjadi semalam. Sesaat kemudian Anjani teringat akan bayinya, Anjani pun menoleh ke arah box bayi. Namun belum sempat Anjani beranjak ingin melihat putranya.


"Ceklek"suara pintu kamar mandi terbuka dan mengalihkan pandangan Anjani.


Sandy keluar dengan rambut yang masih agak basah dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Anjani susah payah menelan salivanya saat melihat dada bidang suaminya, belum lagi barisan roti sobek milik suaminya yang tersusun sempurna.Anjani jadi kembali teringat akan pergulatan panas mereka semalam.


"𝙔𝙖 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙖𝙣𝙣.. 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖𝙞 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙢𝙗𝙪𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙞𝙣𝙙𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙩𝙪𝙥𝙞 𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙪?"batin Anjani.


Sandy menyadari bahwa Anjani telah bangun dan sedang menatapnya, namun Sandy mengulum senyum, pura-pura tidak mengetahuinya agar tidak terjadi kecanggungan seperti beberapa hari lalu saat dirinya mencuri ciuman dari Anjani.


Dengan santai Sandy mengambil pakaian dalam almari pakaian hingga Anjani dapat melihat punggung lebar Sandy.


Kemudian Sandy masuk lagi ke dalam kamar mandi.


"𝙔𝙖 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙖𝙣𝙣...𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣? 𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙩𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙠𝙪? 𝘼𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞,"batin Anjani yang tersadar karena mendengar pintu kamar mandi yang di tutup.


"𝘼𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙜𝙪𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙠𝙪 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙚𝙙𝙞𝙥 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙩 𝙠𝙪,"batin Sandy.


Sandy senyum-senyum sendiri saat mengingat mata Anjani tidak berkedip karena melihat tubuhnya.Tak lama kemudian, Sandy keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap dan juga rapi.


"Kamu sudah bangun?"tanya Sandy menatap Anjani yang sudah memakai bathrobe dan turun dari ranjang.


"Di mana Ruzain, kak?"tanya Anjani tanpa menjawab pertanyaan Sandy.


"Tadi dia bangun dan nampaknya haus. Karena kamu masih tidur, aku memberinya susu formula dan sekarang Ruzain sedang bersama papa,"ucap Sandy seraya berjalan mendekati Anjani.


"Maaf, aku jadi merepotkan kakak,"ucap Anjani merasa tidak enak hati karena yang seharusnya mengurus Ruzain adalah dirinya, tapi dia malah bangun kesiangan.


"Aku yang harusnya minta maaf karena kamu jadi kelelahan karena aku,"ucap Sandy.


"Kakak ngomong apa, sich? Sudah menjadi kewajiban ku untuk melayani kakak,"ucap Anjani menunduk dengan wajah bersemu merah.


"Bersihkan diri mu! Aku akan turun duluan,"ucap Sandy kemudian mengecup puncak kepala Anjani dan keluar dari kamar itu.


"𝙄𝙞𝙞𝙝..𝙢𝙖𝙣𝙞𝙨 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙨𝙞𝙘𝙝, 𝙙𝙞𝙖!!"batin Anjani dengan senyum yang terukir di wajahnya masuk ke dalam kamar mandi.


"𝙄𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙧𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙘𝙞𝙪𝙢 𝙥𝙞𝙥𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙙𝙞, 𝙖𝙥𝙖𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙧 𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙩𝙪... 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠... 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙞𝙩𝙪. 𝘼𝙠𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙘𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙜,"batin Sandy yang berjalan keluar kamar dengan wajah yang cerah.


"Pagi, pa, Her!'sapa Sandy duduk di salah satu kursi yang mengitari meja makan.

__ADS_1


"Pagi, Nak!"sahut Darmawan tersenyum tipis melihat pagi ini wajah putranya tampak berseri-seri. Sedangkan Hery hanya diam tidak menanggapi sapaan dari Sandy.


Tak lama kemudian Anjani turun dengan wajah yang terlihat lelah. Semalam Sandy tidak hanya melakukan nya sekali, tapi beberapa kali. Sandy yang baru pertama kali merasakan nikmatnya berhubungan suami-istri jadi susah untuk menahan diri untuk tidak mengulangi percintaan mereka hingga mereka baru terlelap saat subuh menjelang.


Hery menatap Anjani, giginya mengatup kuat dan tangannya mengepal saat tanpa sengaja melihat beberapa tanda merah keunguan terlihat di leher Anjani.


"𝘿𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞. 𝙏𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙠𝙪,"batin Hery.


***


Di perusahaan Bramantyo Group.


"Tuan, hari ini ada meeting di dua tempat. Saya dan Nyonya akan meeting dengan klien lama kita, dan Tuan meeting dengan klien baru kita,"ucap Riky seraya menyerahkan beberapa berkas.


"Kenapa tidak meeting di satu tempat saja sich, Rik!"protes Alva.


"Mana bisa Tuan, saya dan Nyonya akan meeting di perusahaan xx dengan para pemegang saham. Sedangkan Tuan meeting di sebuah restoran. Saya tidak dapat memprediksi berapa lama rapat akan berlangsung. Jika kami sudah selesai, kami akan segera menyusul Tuan,"jelas Riky panjang lebar.


Alfa membuang nafas kasar kemudian menatap Riky,"Jaga istriku baik-baik! Jangan biarkan laki-laki lain mendekati istri ku!"titah Alva.


"Tuan tenang saja, saya akan menjaga Nyonya baik-baik. Tuan tuch yang seharusnya jaga diri baik-baik, klien yang anda temui itu saya dengar punya wajah yang cantik. Jangan sampai anda menyetujui kerjasama itu hanya karena melihat calon partner kerja anda cantik!" tukas Riky.


"Kamu pikir aku akan tertarik dengan perempuan lain selain istri ku?!"sergah Alva.


"Perhatian yang seperti apa maksud mu?" tanya Alva tidak mengerti.


"Perhatian dengan membukakan mobil saat mereka akan masuk mobil, atau menarik kursi mereka saat mereka akan duduk. Mungkin bagi Tuan itu adalah cara Tuan menghormati perempuan, tapi bagi mereka, itu adalah tanda kalau Tuan menyukai mereka,"jelas Riky panjang lebar.


"Begitu kah?"tanya Alva yang nampak masih belum begitu percaya.


"Kalau Tuan tidak percaya, Tuan boleh mencobanya! Dan saya pastikan bakal ada lagi pelakor yang bakal ngerecokin rumah tangga Tuan lagi,"tukas Riky kesal.


"Apa kamu itu sudah tidak waras, hingga memberikan saran seperti itu kepada ku?Buat apa aku mencoba hal yang bisa mengundang keributan di dalam rumah tangga ku?"sergah Alva.


"Saya tadi kan bilang, jika anda tidak percaya anda boleh mencobanya. Tapi kalau anda percaya dengan kata-kata saya, ya anda jangan mencobanya,"tukas Riky. nampak acuh.


"Ya sudah, kalian siapkan saja semuanya,"titah Alva.


"Baik, Tuan,"sahut Riky kemudian keluar dari ruangan Alva bertepatan dengan Disha yang akan masuk ke dalam ruangan Alva.

__ADS_1


"Rik, nanti aku satu mobil saja ya, sama kamu,"ucap Disha.


"Iya, Nyonya,"sahut Riky kemudian Disha masuk ke ruangan Alva dan Riky berjalan menuju ke ruangannya.


"Sayang, ini yang harus kamu bawa nanti. Sebaiknya kamu baca dulu! Aku tidak tahu berapa lama aku dan Riky akan mengikuti meeting itu. Nanti setelah kami selesai kami akan menyusul mu,"ujar Disha sambil meletakkan sebuah map di atas meja Alva.


Alva membuka map itu dan mulai membacanya,"Sayang, kamu mau kemana?"tanya Alva saat Disha akan melangkah pergi.


"Aku mau ke toilet sayang,"ucap Disha kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan pribadi Alva yang tersembunyi di ruangan itu.


"Ceklek"


"Nona, Anda tidak boleh masuk sembarangan kedalam ruangan Pak Rendra,"suara itu terdengar saat pintu ruangan itu terbuka bersamaan seorang perempuan yang meringsek masuk ke dalam ruangan itu.


"Ada apa ini?"tanya Alva nampak raut tidak suka di wajahnya.


"Pak, perempuan ini memaksa masuk,"ucap karyawan itu nampak takut.


"Keluar lah, biar aku bicara dengannya," ucap Alva datar.


"Baik, Pak,"sahut karyawan itu kemudian keluar dari ruangan itu dan kemudian menutup pintu ruangan itu.


"Ada apa? Kenapa kamu kemari? Aku merasa tidak ada urusan apapun di antara kita. Jadi untuk apa kamu datang kemari?"tanya Alva datar.


"Aku meminta pertanggung jawaban dari mu?"


"Pertanggung jawaban? Pertanggung jawaban apa maksud mu? Kita tidak punya urusan apapun sebelumnya. Jadi pertanggung jawaban apa yang kamu minta?"tanya Alva dengan tatapan tajam.


"Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan padaku!"


"Aku merasa tidak melakukan apapun padamu. Lalu kenapa kamu meminta pertanggung jawaban dari ku?!"ketus Alva.


"Kamu telah membuat kesucian yang aku jaga selama ini direnggut!!"


...🌸🌸🌺🌸🌸...


𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙞𝙣 𝙪𝙥𝙙𝙖𝙩𝙚 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖. 𝙏𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨, 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙥𝙖-𝙖𝙥𝙖.𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙡𝙞𝙠𝙚, 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣, 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙖𝙝, 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙫𝙤𝙩𝙚-𝙣𝙮𝙖.


𝘼𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙠𝙚𝙠𝙪𝙧𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙡𝙞𝙨 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧𝙨 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙝𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠𝙞 𝙣𝙮𝙖.

__ADS_1


𝙏𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧, 𝙮𝙖?! 𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙞𝙞𝙞𝙝!! 𝙎𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙡𝙞𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣-𝙉𝙮𝙖, 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙧𝙚𝙯𝙚𝙠𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙤𝙠𝙖𝙝. 𝘼𝙖𝙢𝙞𝙞𝙣. 🙏🙏🙏🙏🙏💖💖💖💖💖


To be continued


__ADS_2