
"Aku..aku hamil?! Tidak..ini tidak mungkin!!"gumam Anjani kemudian melihat hasil testpack lain dan ternyata hasilnya sama.
"Kenapa harus seperti ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang?"gumam Anjani dalam isak tangisnya. Tubuhnya yang terasa lemas luruh ke lantai, kepalanya terasa pusing.
"Apa aku harus minta pertanggung jawaban dari pria brengseek itu? Apa aku harus memberi tahu papa tentang hal ini? Aku harus bagaimana?"gumam Anjani sesenggukan bercucuran air mata.
"Aku tidak mungkin melenyapkan janin dalam kandungan ku ini. Tapi sekarang aku harus bagaimana?!"tanya Anjani pada dirinya sendiri.
***
Di apartemen Disha dan Alva.
"Sayang, aku mau menyusui Kaivan dulu. Aku sudah membuat kopi untuk mu,"ucap Disha yang sedang menggendong Kaivan.
"Oke,"sahut Alva kemudian mengecup pipi Disha dan Kaivan bergantian.
"Tok.. tok..tok.."suara pintu kamar Alva yang diketuk Bik Inah.
"Ceklek "
"Ada apa Bik?"tanya Alva.
"Di ruang tamu ada Tuan Ferdi, Tuan,"jawab Bik Inah.
"Baiklah, saya akan menemuinya,"sahut Alva.
"Baik Tuan, saya permisi,"ucap Bik Inah.
"Sayang, aku akan menemui Ferdi dulu,"pamit Alva setelah berada di dekat Disha yang sedang menyusui Kaivan.
"Iya,"sahut Disha.
Alva kemudian keluar dari kamarnya dan menghampiri Ferdi yang berada di ruang tamu.
"Tuan,"sapa Ferdi saat melihat Alva mendekatinya.
"Apa ada hal penting?"tanya Alva to the point.
"Ini soal Tuan Hery, Tuan,"ucap Ferdi yang membuat Alva menghela nafas panjang.
"Kita ke ruang kerja ku saja,"ajak Alva kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya diikuti Ferdi.
"Apa lagi ulah pria tidak tahu malu itu?"tanya Alva to the point.
"Anda lihat ini!"ucap Ferdi menyodorkan handphonenya pada Alva.
Alva melihat postingan Hery di media sosial, posting foto-foto Hery dengan Disha dari SMP sampai SMA. Semua postingan itu diberi caption.
__ADS_1
"Saat lomba cerdas cermat bersama kekasih tercinta,"
"Makan eskrim bersama kekasih tercinta,"
"Makan siang bareng kekasih tercinta,"
"Merayakan kelulusan bersama kekasih tercinta,"
Dan itu hanya beberapa caption dari banyaknya caption yang ditulis oleh Hery di setiap postingannya yang dibaca oleh Alva. Postingan-postingan itu benar-benar membuat Alva naik darah.
Postingan-postingan dari Disha masih SMP sampai sekarang dan dari Disha masih menggunakan kawat gigi dan kacamata tebal sampai saat Disha yang sekarang sudah cantik.
Apalagi postingan paling akhir yang terpampang wajah Disha yang cantik tanpa kacamata dan kawat gigi nampak sedang berciuman dengan Hery benar-benar membuat Alva hampir saja membanting handphone Ferdi, jika Ferdi tidak mengingatkan Alva.
"Arghh... dasar pria brengseek!! "pekik Alva mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menyunggar rambutnya dengan sepuluh jarinya.
"Tuan jangan marah pada nyonya, karena postingan saat nyonya tidak lagi menggunakan kacamata tebal dan kawat gigi itu semuanya adalah editan. Saya sudah memeriksanya dan menyelidikinya semalam,"jelas Ferdi.
"Berani sekali si brengseek itu mengedit foto istri ku!"umpat Alva.
"Apa perlu saya hack akun orang itu, Tuan?"tanya Ferdi.
"Tidak perlu. Tapi hari aku ingin bertemu dengan dia secara pribadi. Tolong kamu atur!"pinta Alva.
"Baik, Tuan,"sahut Ferdi kemudian pergi setelah Alva menyuruhnya.
Sementara itu di kamar Disha.
"Dertt..dertt..derrt..."suara handphone Disha diatas nakas. Disha pun segera meraih handphonenya dan segera menerima panggilan telepon itu setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.
"Halo Cha?"sahut Disha.
"Dis, kamu lihat postingan-postingan matan kamu di media sosial tidak? Itu nggak asli kan? Kamu nggak selingkuh dengan mantan mu itu kan?"tanya bertubi-tubi.
"Postingan apa? Siapa yang selingkuh?"tanya Disha balik, masih mendekap Kaivan yang sedang menyusu.
"Mantan kamu itu memosting kamu dari masa-masa SMP, SMA sampai foto terbaru kamu yang nggak pakai kacamata dan kawat gigi. Dan yang lebih parahnya dia juga memposting wajah kamu yang tanpa kacamata dan kawat gigi sedang berciuman dengan dia,"jelas Icha menggebu-gebu.
"Apa? Yang bener Cha?"tanya Disha dengan suara yang lumayan tinggi.
"Oek..oek...oek..."Kaivan kaget dan berhenti menyusu kemudian menangis karena kaget mendengar suara Disha.
"Cup..cup..cup.. sayang! Kaivan kaget ya? Maafkan mama ya, sayang? Udah, cup, jangan nangis lagi! Ayo minum ASI lagi!!"ucap Disha berusaha menenangkan Kaivan dengan cara menyusui Kaivan. Dan setelah beberapa saat akhirnya Kaivan pun akhirnya diam dan kembali menyusu.
"Halo Cha! Sorry, aku tadi kaget, jadinya Kaivan menangis gara-gara mendengar suara ku. Btw kamu serius dengan ucapan kamu tadi?"tanya Disha masih tidak percaya.
"Aku nggak bercanda, Dis. Sekarang aku tanya, kamu nggak selingkuh kan sama mantan kamu yang brengseek itu?"tanya Icha memastikan.
__ADS_1
"Issh...mana mungkin aku selingkuh? Apalagi sama si Hery. Aku mencintai suamiku, apalagi sekarang kami sudah punya anak,"sahut Disha.
"Huff...kamu harus siap-siap beri penjelasan sama suami kamu, Dis! Bisa berabe tuch urusannya gegara si pebinor,"ujar Icha.
"Iya Cha, kamu benar,"sahut Disha.
"Ya sudah, aku tutup dulu,ya? Aku udah mau berangkat kerja, nich!"ucap Icha.
"Iya Cha, makasih!"ucap Disha.
"Sama-sama, Dis,"jawab Icha kemudian sambungan telepon pun diakhiri.
"Benar-benar si Hery itu! Nggak berhenti lagi ngejar-ngejar aku. Harus aku apakan tuch orang biar nggak menganggu keluarga ku lagi,"gumam Disha.
Disha menatap Kaivan yang masih asyik menyusu dengan perasaan amburadul setelah melihat postingan-postingan Hery di media sosial.
"Bagaimana caraku menjelaskan pada Alva jika dia tahu tentang postingan Hery di media sosial?!"gumam Disha menghela nafas panjang.
"Ceklek"pintu kamar terbuka dan Alva muncul dari balik pintu.
"Kaivan masih belum selesai menyusu, sayang?"tanya Alva seraya menghampiri Disha.
"Belum, sayang. Sepertinya dia sangat lapar,"sahut Disha.
Alva memegang jari-jari mungil Kaivan kemudian mencium pipi gembil putranya yang masih menyusu itu.
"Anak papa lapar banget, ya?"tanya Alva pada Kaivan yang tidak mungkin bisa di jawab oleh Kaivan.
"Al..."kata Disha menggantung, bingung harus bagaimana mengatakan soal Hery kepada Alva.
"Ada apa?"tanya Alva penasaran.
"Tapi kamu janji dulu tidak akan marah dengan apa yang aku sampaikan nanti, ya?!"pinta Disha.
Alva mengernyitkan keningnya mendengar permintaan dari istrinya itu kemudian menghela nafas panjang"Aku akan berusaha,"sahut Alva.
"Hery membuat ulah lagi,"ucap Disha hati-hati.
" Membuat ulah? Maksudnya?"tanya Alva tidak ingin menebak-nebak.
"Hery memosting foto lama kami dan bahkan foto baruku. Dan yang lebih parahnya dia mengedit foto ku. Tapi aku bersumpah, sebelum aku melahirkan Kaivan, aku tidak pernah memperlihatkan wajah asli ku kepada siapapun selain padamu, Al. Hery pernah melihat wajah ku saat aku kelas satu SMP saja. Dan kemarin waktu kita bertemu dengan dia semalam, Al," ucap Disha hati-jati.
Alva menatap Disha dengan intens dengan ekspresi yang datar membuat Disha jadi gelisah.
"Apa kamu pernah berciuman dengan pria brengseek itu?"tanya Alva menatap tajam pada Disha.
...🌟"Dalam sebuah hubungan perlu, kejujuran, keterbukaan dan kepercayaan agar bisa meraih kebahagiaan." 🌟...
__ADS_1
..."Nana 17 Oktober "...
To be continued