Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
130. Jodoh Pilihan Papa


__ADS_3

Di kediaman Adiguna.


Adiguna nampak sedang menggendong cucunya. Nampak kebahagiaan terpancar di mata dan wajahnya. Sedangkan Anjani nampak sedang memakan buah-buahan.


"Sayang, apa kamu tidak berniat mencarikan ayah untuk anakmu?"tanya Adiguna.


"Pa, aku rasanya trauma dengan pernikahan. Pertama aku menikah dengan orang yang tidak mencintai ku. Tapi waktu itu aku memang masih terlalu manja, egois dan memaksakan kehendak. Jadi wajar jika pernikahan ku gagal,"


"Di pernikahan kedua aku menikah dengan orang yang tidak mencintai ku dan tidak aku cintai. Aku sudah berusaha mencintai nya, memperbaiki diri dan berusaha menjadi istri yang baik. Tapi nyatanya bukan cinta yang aku dapat tapi hanya sebagai tempat pelampiasan nafsu,"


"Sekarang aku takut untuk kembali berumah tangga, pa! Aku trauma, aku takut tidak bahagia,"ujar Anjani dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu sudah dua kali menikah dengan orang yang tidak mencintaimu, sayang. Bagaimana jika kali ini kamu menikah dengan orang yang mencintaimu?"tanya Adiguna nampak serius.


"Pa, aku sudah dua kali gagal berumah tangga, dua kali menjadi janda. Dan sekarang aku juga sudah memiliki anak, mana ada laki-laki yang mencintai ku dan mau menikah dengan ku, pa?!"cetus Anjani.


"Bagaimana jika ada laki-laki yang mencintai mu, menerima mu apa adanya dan juga mau menjadi ayah dari anakmu?"tanya Adiguna serius.


"Mana ada laki-laki seperti itu, pa?"tanya Anjani sambil tersenyum menggelengkan kepalanya pelan. Menganggap apa yang dikatakan oleh papanya itu tidak mungkin.


"Ada, Sandy dari dulu mengagumimu dan mencintai mu,"ucap Adiguna penuh keyakinan.


"Dia itu terlalu baik, pa. Aku tidak pantas bersanding dengan orang sebaik dia,"sahut Anjani menghela nafas panjang.


"Bagaimana jika dia mau menikah dengan mu? Apakah kamu mau menerimanya menjadi teman hidup mu?"tanya Adiguna.


"Pa..."


"Sayang, putramu membutuhkan orang tua yang lengkap. Dia butuh figur seorang ayah! Selama ini papa melihat kalau Sandy mencintai mu. Papa yakin dia pasti mau menikah dengan mu. Dia itu memang bukan orang yang berada, tapi dia pria yang baik. Papa yakin kamu akan bahagia hidup dengan nya,"ucap Adiguna memotong kata-kata Anjani.


"Baiklah, terserah papa. Kali ini aku akan menurut pada papa. Aku akan menerima jodoh pilihan papa,"ucap Anjani pasrah.


"Baiklah jika kamu setuju, papa akan menanyakan nya pada Sandy,"sahut Adiguna nampak antusias.


"Tapi aku mohon, papa jangan memaksanya. Aku tidak mau dia menikah dengan ku karena papa memaksanya. Aku tidak mau masa lalu ku dengan Alva terulang lagi. Aku memaksanya untuk menikah dengan ku dan akhirnya aku tidak bahagia,"ucap Anjani.


"Tidak. Papa tidak akan melakukan itu," sahut Adiguna.


***


Keesokan harinya, Adiguna datang ke perusahaannya lebih pagi dan langsung memanggil Sandy ke ruangan nya.

__ADS_1


"Tuan, apa ada hal mendesak yang harus saya kerjakan?" tanya Sandy sopan.


"Duduklah!"titah Adiguna mengisyaratkan agar Sandy duduk di depannya yang hanya dibatasi oleh meja kerjanya.


Sandy duduk di depan Adiguna dengan tegang karena Adiguna jarang menyuruhnya duduk jika tidak ada sesuatu yang sangat serius yang harus dibahas.


"San, bolehkah saya bertanya?"tanya Adiguna yang semakin membuat Sandy tegang karena Adiguna tidak pernah meminta ijin jika akan bertanya padanya. Tapi kali ini Adiguna meminta ijin untuk bertanya.


"Tentu saja boleh Tuan, saya akan menjawab semua yang anda tanyakan semampu saya,"ucap Sandy berusaha tetap tenang.


"Tapi kali ini aku ingin kamu menjawab dengan jujur tanpa menutupi apapun dari saya,"ucap Adiguna menatap Sandy dengan intens.


"Iya Tuan. Saya akan menjawab dengan jujur semua pertanyaan Tuan nanti,"jawab Sandy yakin.


"Kamu berjanji?!"tanya Adiguna meyakinkan bahwa Sandy akan menjawab dengan jujur semua pertanyaan yang akan dia ajukan.


"Saya berjanji, Tuan,"ucap Sandy mantap.


"Apakah kamu mencintai anak saya?"tanya Adiguna.


"Degh"spontan Sandy menatap Adiguna dengan jantung yang rasanya hampir berhenti berdetak.


Sedangkan Adiguna menatap manik mata Sandy seolah ingin mencari kebenaran di mata itu.


"Saya hanya ingin jawaban ya atau tidak. Dan kamu harus menjawabnya sebagai seorang pria sejati. Kamu sudah berjanji akan menjawab dengan jujur tanpa menutupi apapun,"cecar Adiguna.


Akhirnya Sandy mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap Adiguna sebagai seorang pria sejati.


"Ya. Saya memang sudah lama mencintai Nona Anjani, tapi saya tahu diri. Saya tahu saya tidak pantas untuk mencintai Nona Anjani. Maafkan saya Tuan, saya tidak bisa menentukan kemana hati saya akan singgah dan berlabuh,"jawab Sandy tegas.


Adiguna tersenyum mendengar jawaban dari Sandy. Menurut Adiguna Sandy adalah pemuda yang baik, cerdas, dapat dipercaya dan diandalkan. Karena itu Adiguna menjadikan Sandy sebagai asisten pribadinya sekaligus sebagai orang kepercayaannya.


"Jika boleh saya bertanya, kenapa kamu mencintai putri saya?"tanya Adiguna.


"Saya tidak tahu kenapa saya menyukai Nona. Tapi dulu Nona pernah menolong saya saat ada orang yang mencuri dan melemparkan barang curiannya kepada saya, hingga saya hampir dipukuli masa. Jika waktu itu Nona tidak menolong saya dan menjadi saksi jika saya tidak bersalah, saya pasti sudah babak belur di hajar warga,"


"Sejak saat itu saya menyukai Nona dan memperhatikan Nona secara diam-diam hingga saya melamar pekerjaan di sini juga karena saya ingin sering melihat Nona,"jawab Sandy jujur.


"Apa sampai sekarang kamu masih mencintai putri saya?"tanya Adiguna.


"Masih, Tuan,"jawab Sandy.

__ADS_1


"Walaupun putri saya sudah menjanda dua kali dan memiliki anak?"


"Iya,"jawab Sandy jujur.


"Bagaimana jika saya menikahkan kamu dengan putri saya, apa kamu mau?"


"Degh"


"Apa?!"tanya Sandy. Rasanya Sandy tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Jika kamu masih mencintai putri saya dan mau menerima putri saya dengan segala kekurangannya dan mau menjadi ayah untuk putranya, maka saya akan menikahkan kamu dengan putri saya. Apa kamu mau menikah dengan putri saya?" tanya Adiguna tegas.


"Saya mau, Tuan. Tapi bagaimana dengan Nona? Apa Nona mau menikah dengan orang biasa seperti saya? Dan apa Tuan tidak malu menerima saya yang hanya orang biasa ini masuk kedalam keluar Tuan,"tanya Sandy nampak tegang.


"Saya tidak akan lagi memandang seseorang dari harta benda, tapi kali ini saya akan memandang seseorang dari ketulusan hati nya.Jika putri saya mau menikah dengan kamu, apa kamu juga mau menikah dengan putri saya?"tanya Adiguna lagi.


"Iya, saya mau Tuan,"jawab Sandy tegas. Ada secercah harapan dan kebahagiaan di dalam hatinya.


"Kamu yakin mau menikah dengan putri saya yang notabene sudah menjanda dua kali dan memiliki seorang putra?"tanya Adiguna meyakinkan.


"Saya mencintai Nyonya dengan tulus. Saya akan menerima Nona apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan nya. Karena saya juga manusia yang punya banyak kekurangan,"jawab Sandy.


"Baiklah, kita akan mencari hari yang baik untuk pernikahan kalian. Kalian akan menikah secara agama dan hukum. Tapi apakah kamu tidak keberatan jika kalian menikah secara sederhana dan tidak dirayakan secara besar-besaran?"tanya Adiguna.


"Itu tidak masalah, Tuan. Yang penting sah di mana agama dan hukum, itu sudah cukup bagi saya,"jawab Sandy.


"Baiklah, kita akan mengatur segalanya agar secepatnya kalian bisa menikah,"ucap Adiguna terlihat bahagia.


Adiguna yakin, Sandy adalah orang yang tepat untuk putrinya. Dan Adiguna juga yakin bahwa kali ini putrinya akan bahagia jika menikah dengan Sandy. Sedangkan Sandy sendiri tidak menyangka jika Adiguna mau menerimanya sebagai menantunya.


Wanita yang selama ini diam-diam dia cintai akan bisa dimilikinya. Bahkan membayangkan nya saja Sandy tidak berani karena perbedaan status sosial mereka yang terlalu jauh berbeda.


"𝐒𝐚𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐧𝐣𝐢 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐢 𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐮𝐥𝐮𝐬 𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐍𝐨𝐧𝐚. 𝐒𝐚𝐲𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚,"


batin Sandy.


...🌟"Cinta itu tidak memandang miskin atau kaya, semua orang memilikinya....


...Cinta datang bukan karena kesempurnaan, tapi cinta hadir karena kekaguman dan rasa nyaman."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2