Suami Berkedok Atasan

Suami Berkedok Atasan
105. Karma


__ADS_3

"Jadi kamu berselingkuh dengan pria itu? Dan karena itu kamu ingin berpisah dengan ku?"tanya Hery yang tiba-tiba muncul dengan wajah merah padam.


Anjani sempat terkejut saat mendengar suara yang sangat dikenalnya namun detik kemudian bersikap biasa saja dan malah mengacuhkan Hery dengan meminum air mineral dari dalam tasnya.


Hery ingin membeli baju di mall itu dan tidak sengaja melihat Anjani yang dipeluk oleh Sandy, namun tidak melihat saat Anjani ditabrak anak kecil tadi. Apalagi saat Sandy membantu Anjani untuk duduk, Hery benar-benar merasa tidak suka. Karena itu Hery segera menghampiri Anjani dan tiba di depan Anjani saat Sandy sudah ke toilet.


"Kamu dengan tidak apa kataku?!"geram Hery merendahkan suaranya agar tidak menjadi perhatian para pengunjung mall. Menatap tajam pada Anjani.


"Memangnya kenapa jika aku mencari pengganti mu? Toh kamu juga tidak mencintai aku,"ucap Anjani ketus tanpa mau memandang wajah Hery.


"Pulang!"perintah Hery dengan mengatupkan giginya menahan emosi.


"Aku mau pulang dengan Sandy,"ucap Anjani tanpa menatap Hery.


"Kau..!!"geram Hery langsung menarik tangan Anjani dengan kasar.


"Auwh..!! Sakit..!!"pekik Anjani.


"Pulang!!"bentak Hery dengan cepat berjalan menarik Anjani karena emosi.


Anjani yang sedang hamil besar pun kesulitan mengikuti langkah Hery yang menarik dan mencengkram tangannya dengan kuat.


"Apa yang kamu lakukan?!!"bentak Disha yang tiba-tiba muncul.


"Ayu.!!"ucap Hery yang langsung berhenti dan menatap Disha yang tiba-tiba mencengkram tangan Hery yang menarik paksa Anjani.


"Lepaskan!!"bentak Disha menatap tajam pada Hery dan membuat pengunjung mall itu mulai memperhatikan mereka.


Hery melepaskan tangan Anjani.Tangan Anjani nampak membiru karena cengkraman Hery. Anjani meringis menahan sakit sambil memegang perutnya.


"Ayu.!"panggil Hery nampak bingung harus berkata apa pada wanita yang menjadi pujaan hatinya itu.


"Kamu tidak apa-apa?"tanya Disha pada Anjani dengan wajah khawatir.


"Iya,"jawab Anjani berbohong, sebenarnya perutnya terasa sakit karena berjalan cepat ditarik Hery tadi. Namun Anjani tidak mau terlihat lemah dihadapan Disha apalagi Hery.

__ADS_1


"Pria macam apa kamu itu? Kenapa kamu menyakiti wanita yang sedang mengandung anakmu?! Lihat, karena ulah mu tangan Anjani menjadi biru seperti ini!" bentak Disha yang merasa geram dengan kelakuan Hery.


"Nona.!"panggil Sandy menghampiri Anjani.


"Ayo kita pulang, San!"ajak Anjani seraya memegang lengan Sandy.


"Berhenti.!"ucap Hery yang kembali geram melihat kedekatan Anjani dan Sandy.


"Aku suami mu, bukan dia!!"bentak Hery.


"Kamu memang suamiku tapi suami yang tidak mencintaiku dan tidak pernah berusaha mencintai ku. Kamu suami yang suka mengejar-ngejar istri orang,"ucap Anjani meluapkan isi hatinya.


"Kau .."


"Apa?!"bentak Anjani memotong kata-kata Hery," Benar kan apa yang aku katakan? Kamu mati-matian mengejar Disha. Coba kamu tanyakan pada Disha, apakah dia mencintai mu?"tanya Anjani tersenyum sinis pada Hery.


"Tidak, aku tidak pernah mencintai Hery. Aku hanya mencintai suamiku. Tidak sekalipun terlintas di pikiran ku untuk menerima Hery sebagai pendamping hidup ku. Percayalah padaku, Anjani!"ucap Disha menatap Anjani.


"Ayu.."ucap Hery dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Anjani.!!"bentak Hery.


"Dengar Hery! Sekali lagi aku tegaskan!Aku tidak pernah mencintai mu dan aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku untuk mu. Jangan pernah berharap aku akan menerima cinta mu apalagi menjadi istri mu!"ucap Disha tegas.


"Ish..drama apalagi ini? Sombong sekali wanita katrok itu menolak laki-laki tampan itu.Seperti apa sich suaminya hingga dia menolak mentah-mentah pria tampan itu?!"gumam gadis yang tadi ingin membeli tas yang sama dengan Disha yang tidak lain adalah Trisha, iku melihat keributan itu.


Sedangkan Hery yang mendengar kata-kata Disha merasa hatinya begitu sakit sekaligus malu karena di depan umum Disha mengatakan penolakan nya pada Hery.


"Aku tidak perduli lagi dia mau mencintai siapa. Setelah anak yang aku kandung ini lahir aku akan bercerai dengan nya,"ucap Anjani menatap wajah Disha.


"Jangan coba-coba melakukan itu!"geram Hery.


"Untuk apa kamu mempertahankan rumah tangga kita jika kamu tidak mau berusaha mencintai ku?! Aku tidak mau lagi hidup dengan orang yang tidak mencintaiku. Jadi, walaupun kamu tidak setuju aku akan tetap menggugat cerai padamu,"ucap Anjani tegas.


"Dasar istri tidak tahu diri! Kamu ingin mempermalukan suamimu di depan umum!"geram Hery lalu mendekati Anjani dan kembali menarik tangan Anjani dengan kasar hingga...

__ADS_1


"Bugh.!!"Sandy yang sudah lama tidak suka dengan sikap Hery yang suka berkata kasar pada Anjani pun emosinya tidak dapat dikendalikan lagi saat melihat Anjani diperlakukan dengan kasar oleh Hery hingga mendaratkan bogem mentah pada Hery.


Sedangkan pengunjung mall semakin banyak yang melihat keributan itu termasuk rombongan Disha. Para bodyguard Disha terus waspada untuk melindungi rombongan Disha.


"Kau. !! Berani sekali kau memukul ku!"sergah Hery tidak terima.


"Laki-laki yang tidak bisa menghargai wanita seperti anda memang pantas diberi pelajaran,"ucap Sandy tegas.


"Kamu ingin merebut istri ku? Kamu ingin jadi pebinor, hah?!"sergah Hery.


"Jika Nona Anjani mau menerima saya sebagai pendamping hidupnya, dengan senang hati dan sepenuh hati saya akan menjaga dan melindunginya serta membahagiakannya. Akan saya jadikan dia ratu di hati dan di rumah saya,"


"Saya tidak akan pernah menyakitinya baik secara lahir maupun batin. Karena saya bukan pecundang yang memanfaatkan kelemahan wanita, seperti anda!" ucap Sandy dengan wajah serius.


"Kau.!! Berani sekali kamu mengatakan itu padaku! Aku tidak akan membiarkan istriku menjadi milikmu!"ucap Hery emosi.


"Tapi aku sudah tidak ingin lagi menjadi istrimu. Aku akan bercerai dengan mu dan menikah dengan Sandy. Dia lelaki yang baik, selalu memperhatikan aku dan selalu ada disaat aku butuhkan. Tidak seperti kamu, suami yang tidak bertanggung jawab!"ucap Anjani menatap sinis pada Hery.


"Sekarang kamu baru tahu kan bagaimana sakitnya jika istrimu disukai dan diinginkan pria lain?"ucap Riky mencibir.


"Kau.!! Tidak usah ikut campur urusan orang lain!"sergah Hery.


"Itu adalah karma! Kamu selalu berusaha merebut istri orang dan sekarang istri mu pun direbut orang. Dan mirisnya, istri mu malah terang-terangan ingin berpisah dari mu dan ingin menikah dengan orang lain. Pembalasan Tuhan ternyata lebih kejam. CK.ck..ck...malang sekali nasibmu,"cibir Riky kemudian menertawakan Hery.


"Kau..!!"geram Hery yang kehabisan kata-kata.


"Kenapa? Apa yang aku katakan benar bukan? Kamu dengan segala cara ingin merebut Nyonya Disha dari suaminya. Padahal jelas-jelas kamu tahu jika mereka saling mencintai. Jadi, terimalah karma mu! Karma karena telah menjadi pebinor, perebutan istri orang,"ucap Riky merasa menang.


"Sudah, Rik! Hery, cinta itu tidak bisa dipaksakan. Kamu tidak akan pernah bisa bahagia jika kamu hidup dengan orang yang tidak mencintaimu. Anjani, sebaiknya kamu pulang! Kamu nampaknya sudah lelah. Tidak baik jika ibu hamil kelelahan,"ucap Disha kemudian pergi dari tempat itu bersama rombongan nya.


"Ayu.!!"pekik Hery tapi tidak di hiraukan oleh Disha.


...🌟"Berusaha mencintai orang yang mencintaimu mungkin akan berbuah bahagia, tapi mencintai orang yang sudah jelas tidak mencintaimu hanya akan membuat hatimu akhirnya terluka."🌟...


..."Nana 17 Oktober "...

__ADS_1


To be continued


__ADS_2