
"Ka..kamu berdarah?"tanya Riky menatap Yessie yang ada dalam gendongannya.
"Hah.?!"ucap Yessie melihat kearah sprei. Dan benar saja, di sana ada bercak noda darah. Dengan wajah yang memerah karena malu, Yessie langsung berusaha turun dari gendongan Riky kemudian berlari ke kamar mandi.
Riky nampak menatap pintu kamar mandi yang tertutup dengan ekspresi yang tidak bisa digambarkan.
"Kenapa dia? Kenapa tiba-tiba langsung berlari ke kamar mandi? Dan darah itu?"gumam Riky menatap pintu kamar mandi dan sprei yang terkena noda bergantian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh, ya ampun..!!! Memalukan sekali, sich! Kenapa harus datang malam ini juga, sich? Harusnya kan lusa. Terus sekarang harus bagaimana? Aku tidak punya pembalut, pakaian dalam dan juga baju. Masa iya aku harus diam di dalam kamar mandi?!"gumam Yessie sambil membersihkan diri.
Dengan menahan rasa malu Yessie membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya saja. Dia melihat Riky yang langsung menatap nya.
"Kamu kenapa?"tanya Riky.
"Kak, aku..aku butuh pakaian, pembalut dan pakaian dalam,"ucap Yessie seraya menunduk dan langsung kembali menutup pintu kamar mandi.
"Hah.?! Jadi dia datang bulan? Huff..nasib...nasib.!! Jadi ini yang dikatakan Tuan Muda? Huhh..aku benar-benar puasa,"gerutu Riky.
Riky kemudian mengambil pakaian dari dalam lemari yang sudah disiapkannya setelah memesan kamar itu tadi pagi dan segera memakainya. Riky meraih kunci mobil dan juga handphonenya. Sambil berjalan keluar kamar Riky menghubungi seseorang.
Yessie tidak berani keluar dari dalam kamar mandi karena semua pakaian nya sudah kotor dan tidak mungkin dia memakai baju pengantinnya lagi. Lagi pula percuma saja dia memakai baju jika dia tidak memakai pembalut.
"Setelah hampir setengah jam Riky pergi, akhirnya Riky kembali dengan membawa beberapa paper bag yang berisi pakaian dan juga pembalut untuk Yessie. Riky pun langsung berjalan menuju kamar mandi.
Tok! Tok! Tok!
"Yes, ini pakaian kamu. Aku gantung di handle pintu,"ucap Riky setelah mengetuk pintu kemudian menggantungkan paper bag yang dia bawa tadi lalu segera menjauh dari kamar mandi agar Yessie tidak malu.
__ADS_1
"Iya, kak. Terimakasih,"sahut Yessie dari dalam kamar mandi nampak tersenyum bahagia.
Perlahan Yessie membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya melihat keluar sebentar lalu segera mengambil paper bag yang digantung oleh Riky di handle pintu kemudian segera menutup pintu itu lagi.
"Syukurlah akhirnya aku mendapatkan pakaian dan juga pembalut,"gumam Yessie setelah melihat isi beberapa paper bag yang diberikan oleh Riky.
"Apa kak Riky membelinya sendiri?" gumam Yessie lagi sambil tersenyum dan segera membersihkan diri kembali kemudian memakai pembalut dan pakaian nya.
Dengan menahan rasa malu, Yessie perlahan membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya.Yessie melihat lampu utama sudah dimatikan dan hanya lampu tidur saja yang menyala. Riky nampak sudah berbaring diatas ranjang dan menutup matanya.
"𝘼𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙢𝙖𝙣𝙙𝙞, 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞-𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙆𝙖𝙠 𝙍𝙞𝙠𝙮 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧𝙖𝙣?𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙍𝙞𝙠𝙮 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧, 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙡𝙪 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖,"batin Yessie.
Perlahan Yessie berjalan mendekati ranjang kemudian dengan hati-hati membaringkan tubuhnya di samping Riky. Yessie memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Riky yang tidur terlentang. Bibir nya menyunggingkan senyum yang manis.
"Tampan sekali! Aku tidak percaya bisa menikah dengan mu Kak Riky. Maaf karena aku tidak bisa melayani mu di malam pertama kita. Tapi aku janji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu, semampu diri ku,"gumam Yessie dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya yang cantik, menatap wajah tampan suami yang baru dinikahinya itu.
Tubuh Yessie terasa sangat lelah, setelah seharian ini menjadi ratu sehari di acara pernikahannya, belum lagi harus berdiri di pelaminan cukup lama karena banyaknya tamu undangan dari golongan pebisnis, sanak saudara dan juga rekan kerjanya di Bramantyo Group. Seluruh karyawan Bramantyo Group datang ke pesta pernikahan nya.
Tak lama setelah terdengar dengkuran halus dari Yessie, Riky yang ternyata berpura-pura tidur pun membuka matanya. Riky menoleh ke arah Yessie dan melihat gadis disampingnya itu sudah tidur dengan senyum di bibirnya.
Setelah meminta pihak hotel mengganti sprei saat Yessie berada di dalam kamar mandi, Riky sengaja pura-pura tidur agar Yessie tidak merasa malu dan canggung atas kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu. Riky yakin Yessie pasti merasa sangat malu dan dugaannya tepat.
Perlahan Riky memiringkan tubuhnya menghadap Yessie yang juga menghadap kearah nya. Bibir Riky melengkung ke atas menampilkan senyuman menatap gadis yang baru hari ini menjadi istrinya.
"Apa kamu begitu bahagia menikah dengan ku, hingga senyuman di bibir mu tidak memudar walaupun kamu sedang terlelap? Aku juga bahagia sekali jika kamu memang benar-benar bahagia menikah dengan ku,"
"Aku harap kita bisa hidup bahagia sampai maut memisahkan kita. Karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup ku," gumam Riky sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Yessie.
__ADS_1
Perlahan Riky meraih tubuh Yessie kemudian mendekapnya dengan perasaan bahagia, walaupun malam pertama nya gagal.
"Ternyata memeluk guling hidup lebih menyenangkan daripada memeluk guling yang terbuat dari kapas atau bulu angsa," gumam Riky kemudian memejamkan matanya dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
Pagi menyapa sepasang pengantin baru nampak masih terlelap karena kelelahan. Bukan kelelahan karena menghabiskan malam pertama mereka dengan kegiatan panas, tapi kelelahan karena pesta pernikahan yang begitu meriah dan dihadiri banyak tamu undangan yang tidak ada habisnya.
Yessie nampak menggeliat kemudian mencari posisi yang nyaman dalam keadaan masih mengantuk. Matanya masih enggan untuk terbuka. Merasakan guling yang sangat nyaman, hangat dan harum yang sedang dipeluknya.
Riky yang sekarang tidur terlentang pun merasa terganggu saat merasakan pergerakan dari Yessie yang membuat nya terbangun. Masalahnya bukan dirinya saja yang terbangun, tapi sesuatu dibawah sana ikut terbangun karena memang setiap pagi bangun.
Yessie menggeliat mencari posisi nyaman dengan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Riky dan menggosok gosokkan hidungnya di ceruk leher Riky membuat tubuh Riky meremang.
Tidak cukup sampai di situ, paha Yessie dengan nakalnya menimpa sesuatu dibawah sana yang sudah terbangun. Dan parahnya, sesekali Yessie menggerakkan pahanya diatas benda tumpul milik Riky yang semakin menegang.
"𝙎𝙝𝙞𝙞𝙩𝙩..!! 𝘾𝙤𝙗𝙖𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙘𝙖𝙢 𝙖𝙥𝙖 𝙞𝙣𝙞? 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙛𝙧𝙪𝙨𝙩𝙖𝙨𝙞 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙣𝙘𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙠𝙖𝙢𝙣𝙮𝙖. 𝙄𝙣𝙞 𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙞𝙠𝙨𝙖. 𝘼𝙣𝙙𝙖𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙤𝙖 𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙟𝙞𝙧, 𝙪𝙡𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙗𝙧𝙖 𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜-𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙖. 𝙎𝙝𝙞𝙞𝙩𝙩..!!" umpat Riky dalam hati menahan hasraatnya yang semakin naik.
Karena sudah tidak tahan lagi akhirnya Riky memberanikan diri menelentangkan Yessie yang masih terlelap dengan perlahan. Dengan jantung yang berdetak kencang dan hasraat yang semakin naik, Riky mencium bibir Yessie lembut.
Yessie yang merasa ada sentuhan di bibirnya pun perlahan terbangun dari tidurnya dan dirinya yang biasanya tidur sendiri itu sangat terkejut bukan kepalang saat mendapati seseorang sedang mengungkung dan melum mat bibir nya.
"Akhh..!!"pekik Yessie spontan mendorong tubuh Riky dan menendang sesuatu milik Riky dibawah sana yang sudah sangat keras.
"Auwh!! Shiitt!!"pekik Riky yang terjatuh dari ranjang karena dorongan dan tendangan dari Yessie sambil meringis memegangi bagian inti tubuhnya yang terasa nyeri karena mendapatkan tendangan di pagi hari.
"Kak Riky?!" pekik Yessie saat menyadari orang yang didorong dan di tendangnya adalah suami yang baru kemarin dinikahinya.
...🌟"Ujian terberat bagi manusia adalah ujian menahan hawa naff suu dan amarah."🌟...
__ADS_1
..."Nana 17 Oktober"...
To be continued