
Disha sedang berada di ruangan Alva untuk menyerahkan beberapa dokumen yang harus di tandatangani oleh Alva.
"Al, ini dokumen-dokumen yang harus kamu tandatangani. Aku sudah memisahkan, mana yang harus segera ditangani dan mana yang bisa di pending untuk besok,"jelas Disha.
"Sebentar sayang aku masih mengecek file yang dikirimkan oleh Riky,"ucap Alva yang masih fokus pada laptopnya.
"Sini biar aku periksa, kamu tandatangani dulu dokumen-dokumen itu,"ucap Disha kemudian mengambil alih laptop Alva dan memeriksa file yang ada di laptop suaminya sambil membungkukkan badannya, di sebelah Alva duduk.
"Tok..tok..tok.."suara pintu ruangan yang di ketuk.
"Masuk!"ucap Alva.
"Ceklek,"pintu ruangan itu pun terbuka.
"Kamu.?! Kamu bekerja di sini Yu?"pertanyaan pria yang baru masuk itu seketika menghentikan aktivitas sepasang suami-isteri yang sedang sibuk bekerja itu
Seketika Alva dan Disha langsung mengalihkan tatapan mata mereka kepada pria yang baru masuk itu
"𝐃𝐢𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢..𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐛𝐞𝐝𝐞 𝐛𝐚𝐡 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢?"batin Alva mengumpat
"𝐌𝐚𝐦𝐩𝐮𝐬 𝐚𝐤𝐮, 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢? 𝐀𝐥𝐯𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐫𝐚𝐡 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢,"batin Disha.
"Anda ke sini ada keperluan apa?"tanya Alva dengan wajah datarnya.
"Perkenalkan, saya Hery Darmawan, putra dari Bapak Darmawan dari HD Group,"ucap Hery ramah dan penuh senyuman, mengulurkan tangannya pada Alva untuk berjabat tangan sambil melirik Disha.
Ya, pria yang baru masuk ke dalam ruangan kerja Alva itu adalah Hery, pacar Disha yang sampai sekarang belum pernah diputuskan. Alva yang mengetahui Hery melirik Disha pun merasa geram dan langsung menyambut uluran tangan Hery.
"Perkenalkan, saya Alvarendra Bramantyo,"ucap Alva sedikit meremas tangan Hery, hingga Hery terhenyak dan beralih menatap Alva.
"Ach..iya saya sudah mendengar tentang anda dari papa saya,"ucap Hery sambil menarik tangan kanannya kemudian mengelusnya dengan tangan kirinya, lumayan sakit karena remasan Alva.
"Disha, tolong kamu bawa dokumen yang sudah saya tandatangani ke ruangan Riky,,"ucap Alva datar.
"Iya, Pak,"sahut Disha, segera membawa dokumen yang sudah ditandatangani oleh Alva ke ruangan Riky.
"Silahkan duduk Tuan Hery!"ucap Alva kemudian mengetik sesuatu di layar handphone nya setelah itu menatap Hery.
__ADS_1
Alva berusaha bersikap tenang seperti biasanya menghadapi Hery, pacar istrinya yang sampai sekarang belum ada kata putus.
Sedangkan Disha yang sedang berjalan menuju ruangan Riky menerima pesan dari Alva lalu menghela nafas berat.
"Tok..tok..tok..."Disha mengetuk pintu ruangan Riky.
"Masuk!"sahut Riky dari dalam ruangannya.
"Pak ini dokumen yang sudah ditandatangani Pak Rendra.
"Oh iya, terimakasih Nyonya,"ucap Riky tersenyum manis pada Disha, sedang Disha hanya memutar bola matanya malas kemudian duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Riky membuat Riky mengernyitkan keningnya.
Disha sudah diberi tahu oleh Alva bahwa Riky sudah mengetahui bahwa dia dan Alva adalah suami-istri. Karena itu Disha tidak terkejut saat Riky memanggilnya dengan sebutan 'Nyonya' saat mereka hanya berdua.
"Apa ada yang Nyonya butuhkan?" tanya Riky yang melihat Disha malah duduk di kursi didepan meja kerjanya.
"Tidak ada, Pak,"sahut Disha mulai memainkan gadget nya
"Maaf, tapi kenapa Nyonya tidak kembali ke meja kerja Nyonya?"tanya Riky yang merasa tidak mengerti dengan tingkah Disha yang tidak seperti biasanya.
Disha menatap Riky, menghela nafas panjang kemudian menunjukkan sebuah pesan di WhatsApp Disha yang pesannya,"Diam di ruangan Riky, dan jangan keluar dari sana sebelum aku suruh" dan nama pengirimnya adalah Alien. Itulah pesan yang dibaca Riky di ruang chat WhatsApp Disha.
"Dari Tuan anda,"ucap Disha dengan wajah cemberut.
"Maksud Nyonya, Tuan Alva?"tanya Riky penasaran.
"Iya,"ucap Disha masih dengan wajah yang cemberut.
"Puff...ha .ha..ha..."tiba-tiba Riky tertawa terbahak bahak membuat Disha Herman..eh heran karena merasa tidak ada yang lucu dengan apa yang mereka bicarakan.
"Kenapa Bapak tertawa?"tanya Disha.
"Nyonya menamai Tuan Alva dengan nama Alien?"tanya Riky sambil berusaha menahan tawanya.
"Iya,"jawab Disha singkat.
"Oh ya ampun..baru kali ini saya tahu kalau Tuan mempunyai nama panggilan kesayangan dari Nyonya," ucap Riky menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum,"Lalu kesalahan apa yang Nyonya perbuat hingga Nyonya dikurung di ruangan saya?"tanya Riky penasaran.
__ADS_1
"Tanya saja pada Tuan anda itu. Sudah, kerjakan saja tugas anda,"jawab Disha kemudian kembali memainkan gadget nya.
Riky melihat Disha yang tidak mau diganggu pun berusaha kembali fokus pada pekerjaan nya. Setelah hampir satu jam di ruangan Riky, akhirnya Disha pamit ke toilet.
Alva dan Hery telah selesai dengan pembicaraan mereka dan Hery pun akhirnya keluar dari ruangan Alva.
"Ayu.!!"panggil Hery saat melihat Disha berjalan sambil menunduk menuju ruangan Riky, setelah kembali dari toilet.
"𝐌𝐚𝐦𝐩𝐮𝐬 𝐚𝐤𝐮..!!! 𝐁𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐢𝐧𝐢? 𝐁𝐢𝐬𝐚 𝐧𝐠𝐚𝐦𝐮𝐤 𝐬𝐢 𝐚𝐥𝐢𝐞𝐧. 𝐌𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐛𝐮𝐫 𝐩𝐮𝐧 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐦𝐛𝐚𝐭,"batin Disha.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"tanya Disha sopan.
"Come on... Ayu, jangan berbicara dan bersikap formal seperti itu,"ucap Herry.
Maaf, ini di kantor, jika tidak ada yang penting saya pamit, saya harus bekerja,"ucap Disha mencoba menghindari Hery.
"Tunggu, Yu.!! Kenapa kamu selalu menghindari aku seperti ini?"tanya Hery yang nampak kecewa.
Sementara itu Riky yang mendengar ada suara berisik di luar ruangannya pun keluar dari ruangannya kemudian melihat Disha dan seorang pria yang berdiri sekitar enam meter dari tempatnya berdiri. Para karyawan yang lain pun ikut mendengarkan pembicaraan Disha dan Hery itu tanpa berani mengeluarkan sepatah katapun.
"Saya sudah memiliki suami, karena itu saya ingin menjaga jarak dengan lelaki lain. Saya tidak mau nantinya terjadi kesalahpahaman antara saya dan suami saya. Jadi saya mohon jauhilah saya,"ucap Disha kemudian mulai melangkah pergi meninggalkan Hery.
"Tapi bahkan kita belum putus Yu," ucap Hery mengejar Disha. Sedangkan Disha yang mendengar kata-kata Hery itu pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hery.
"Maaf, saya lupa. Mulai hari ini kita putus dan jangan dekati saya lagi, karena saya adalah wanita yang sudah bersuami ,"ucap tegas.
"Akhirnya aku jadi mantan,"ucap Hery tersenyum getir,"Tapi setidaknya kita tetap bisa menjadi teman kan Yu?"tanya Hery penuh harap.
"Bagi saya anda adalah mantan yang akan sulit untuk saya jadikan teman. Maaf, saya permisi,"ucap Disha langsung membalikkan tubuhnya ingin berjalan menjauhi Hery.
"Tunggu dulu Yu.!!"ucap Hery langsung mencengkram tangan Disha.
"Lepaskan Tuan.!!"pekik Disha berusaha melepaskan cengkraman tangan Hery di pergelangan tangannya.
"Tidak, sebelum kita bicara,"kekeuh Hery.
"Lepaskan wanita itu Tuan Hery Darmawan.!!"
__ADS_1
...🌟"Lebih baik jadi jomblo sebelum menikah, dari pada punya pacar yang akhirnya menjadi mantan yang akan menjadi bayangan kelam untuk masa depan."🌟...
To be continued