
"Vidio?! Vidio panas apa maksud kamu?!" tanya Anjani.
"Lihatlah ini.!!"ucap Alva menunjukkan sebuah Vidio kepada Anjani.
"I..ini...?!"ucap Anjani tergagap, bibirnya terasa kelu matanya membulat saat melihat video di handphone Alva. Dengan tangan yang tremor, Anjani berusaha menghapus video itu.
"Percuma kamu menghapus video itu, karena aku masih punya salinannya,"cibir Alva.
"Ka..kamu ?! Jadi kamu orang yang telah menjebak aku malam itu?!"tuduh Anjani.
"Aku bukan orang rendahan yang suka menggunakan cara kotor semacam itu,"ucap Alva menampik tuduhan dari Anjani.
"Lalu kalau bukan kamu, siapa yang menjebak aku malam itu?!"tanya Anjani dengan tubuh bergetar.
"Mana aku tahu? Yang pastinya bukan aku orangnya. Sekarang kamu tinggal pilih, mau bercerai baik-baik dengan ku atau aku akan membuat mu berhenti dari dunia entertainment dengan cara yang memalukan?!" ancam Alva seraya mengambil handphone nya dari Anjani.
"Baiklah, aku akan bercerai dengan mu secara baik-baik,"ucap Anjani pasrah.
"Bagus, dan aku harap kamu tidak akan menganggu keluarga ku. Jika kamu mencoba menganggu keluarga ku..."
"Aku tahu.! Aku tidak akan menganggu keluarga mu!"sergah Anjani memotong kata-kata Alva dengan wajah yang sangat kesal kemudian meninggalkan ruangan Alva tanpa sepatah kata pun.
"Dasar, anak manja! Untung saja Ferdi selalu mengawasi perempuan itu dan berhasil mendapatkan video itu,"gumam Alva kemudian tersenyum simpul.
***
Satu bulan kemudian.
Anjani dan Alva resmi bercerai. Adiguna tidak dapat melakukan apapun untuk membuat perusahaan yang di pimpin oleh Alva bangkrut. Nyatanya Disha malah menjadi pemegang saham terbesar di perusahaannya.
Jika Adiguna berulah maka Disha bisa mempengaruhi pemegang saham, dan juga perusahaan yang lain untuk tidak berinvestasi dan bekerja sama dengan perusahaannya lagi, mengingat Disha mempunyai banyak saham di berbagai perusahaan.
Sedangkan Anjani yang kartu as-nya sudah dipegang Alva pun juga tidak dapat berkutik. Hingga akhirnya perceraian nya dengan Alva berjalan dengan lancar dan cepat.
Sedangkan Bramantyo masih sibuk menggali informasi tentang Disha dan tidak mau mengajak anak dan menantunya tinggal bersamanya. Ratih sudah sering kali membujuk Bramantyo agar mengajak anak dan menantu mereka untuk tinggal bersama mereka, tapi Bramantyo tetap keukeh dengan pendiriannya.
Akhirnya Ratih mengalah dengan bolak-balik ke apartemen Alva dan Disha untuk bertemu dan bermain dengan cucunya. Bahkan Ratih sering sekali menginap di apartemen Alva dan Disha, membuat Bramantyo menjadi kesal.
__ADS_1
Sesekali Bramantyo berkunjung ke apartemen Alva dan Disha jika merindukan cucunya. Walaupun Bramantyo belum bisa menerima Disha sebagai menantunya, namun Bramantyo sangat menyayangi cucunya.
Hari ini Riky telah memerintahkan seluruh karyawan untuk berkumpul di pelataran perusahaan yang luas. Setelah sebulan libur bekerja, hari ini Disha mulai kembali bekerja sebagai sekretaris Alva. Mereka berangkat bersama dalam satu mobil hingga saat Disha keluar dari mobil Alva, semua orang yang sedang berkumpul di pelataran perusahaan pun kagum akan kecantikan Disha.
Disha berpenampilan baru tanpa menggunakan kacamata tebal dan kawat giginya. Pakaiannya tertutup namun tidak dapat menyembunyikan lekukan tubuhnya yang seksih. Alva dan Disha pun berjalan kearah podium yang telah disiapkan oleh Riky.
"Siapa perempuan yang bersama Tuan Rendra itu? Cantik sekali!"
"Lihatlah, bahkan Tuan Rendra berjalan sambil meluk pinggang perempuan itu!"
"Aku dengar Tuan Rendra sudah resmi bercerai dengan Nona Anjani sang foto model itu,"
"Ini jauh lebih cantik dari Nona Anjani,"
"Bahkan selama menikah dengan Nona Anjani, Tuan Rendra tidak pernah bersikap mesra seperti itu,"
"Boro-boro dirangkul pinggangnya, jalan berdampingan saja tidak pernah,"
"Nggak nyangka, Tuan Rendra yang selama ini acuh pada perempuan, bisa semesra itu,"
Itulah bisik-bisik para karyawan yang sedang berkumpul di pelataran perusahaan Bramantyo Group. Dan akhirnya mereka semua diam saat Alva, Disha dan Riky telah naik ke podium.
"Selamat pagi semuanya! Hari ini, saya ingin menyampaikan sebuah kabar sekaligus memperkenalkan wanita yang ada disamping saya ini. Selama satu tahun lebih kalian sudah bekerja bersama wanita yang ada disebelah saya ini yang bekerja sebagai sekretaris saya,"ucap Alva yang membuat semua karyawan itu bingung karena setahu mereka sekretaris Alva adalah Disha, berbeda dengan perempuan yang ada dihadapan mereka.
"Saya mengucapkan terimakasih karena selama istri saya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan ini, kalian memperlakukan dia dengan baik,"
"Perkenalkan, ini adalah istri saya, Ayudisha Alvarendra. Wanita yang telah saya nikahi sekitar dua tahun yang lalu dan telah melahirkan seorang putra yang tampan untuk saya. Sekaligus pemegang saham terbesar di Bramantyo Group,"
"Demikian kiranya yang ingin saya sampaikan dan saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Silahkan kembali ke tempat kerja kalian masing-masing," ucap Alva.
Pernyataan Alva itu spontan membuat karyawan di Bramantyo Group terkejut sekaligus tidak percaya. Mereka tidak menyangka bahwa sekretaris yang selama ini mereka pandang katrok ternyata sangat cantik jika tanpa kacamata dan kawat gigi.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Disha sang sekretaris itu ternyata adalah istri penerus Bramantyo Group sekaligus menanam saham terbesar di Bramantyo Group. Sedangkan Yessie dan Icha yang sudah mengetahui semuanya pun tidak terkejut lagi dan malah sangat senang dengan penampilan Disha yang sekarang.
Siang harinya.
"Hai Dis! Tambah cantik saja!"puji Yessie.
__ADS_1
"Eh Bu bos masih mau makan di kantin, nich!"ledek Icha bercanda.
"Ish.. kalian ini seperti baru kenal dengan ku sehari dua hari saja,"ketus Disha membuat Yessie dan Icha tertawa.
"Perhatian semuanya! Aku meminta agar kalian tidak perlu merubah sikap kalian padaku, aku tidak suka! Jika kalian merubah sikap atau panggilan kalian padaku, aku akan meminta pada suamiku agar gaji kalian dipotong. Jadi bersikaplah seperti biasanya,"ucap Disha pada karyawan yang ada di kantin.
Akhirnya para karyawan yang ada di tempat itu pun memperlakukan Disha seperti biasanya. Bahkan mereka semakin kagum dan menghormati Disha karena sikap Disha itu.
"Wahh..kami semakin respect sama kamu Dis!"ucap Icha.
"Iya, Dis. Kami benar-benar kagum dengan kerendahan hati mu,"timpal Yessie.
"Udah.. biasa aja kali!"ucap Disha.
"Non, Disha. Ini makanan kesukaan Non Disha. Hari ini gratis buat Non Disha,"ucap orang yang biasa berjualan di kantin perusahaan itu.
"Jangan gitu, Pak. Saya akan membayar seperti biasanya. Bapak kan juga nyari uang buat anak dan istri di rumah,"ucap Disha tersenyum manis.
"Non baik sekali,"ucap pria paruh baya itu.
"Ya sudah, saya makan dulu ya Pak,"ucap Disha.
Setelah itu akhirnya banyak yang memberikan Disha makanan tapi ditolak secara halus oleh Disha. Karena Disha tidak mungkin makan terlalu banyak yang akan membuat perutnya sakit.
"Dis, hari Minggu bisa jalan sama kita nggak? Udah lama nich kita nggak jalan bareng,"tanya Icha.
"Ntar aku tanyakan sama PakSu, boleh apa enggak,"sahut Disha.
"Dis, kemarin aku ketemu sama mantan kamu si Hery. Dia maksa aku buat ngasih nomor telepon kamu,"ucap Yessie yang membuat Disha dan Icha seketika menghentikan aktivitas makannya.
"Terus kamu kasih??"
...🌟"Sekeras apapun kamu ingin memiliki seseorang, jika dia bukan jodohmu, maka kamu tidak akan pernah bisa memiliki nya." 🌟...
..."Nana 17 Oktober "...
To be continued
__ADS_1