
Di area kedatangan penumpang sebuah bandara.
"Pa, ma!"sambut Radeva kepada kedua orang tuanya.
"Apa kabar, sayang?"tanya Ghina.
"Baik, ma,"sahut Radeva memeluk Ghina kemudian memeluk Mahendra.
Ke tiga orang itu pun masuk ke dalam mobil dengan Radeva duduk di belakang kemudi, Mahendra duduk di samping kemudi dan Ghina duduk di bangku penumpang bagian belakang.
"Kita makan siang dulu ya, pa, ma?! Kalian pasti belum makan. Aku akan menceritakan semuanya nanti setelah kita makan siang,"ucap Radeva dan kedua orang tuanya itu pun menyetujui nya.
Sebenarnya Mahendra dan Ghina sangat penasaran kenapa Radeva meminta mereka datang ke negara yang sudah puluhan tahun mereka tinggalkan itu. Namun Radeva tidak mengatakan apapun pada mereka. Radeva hanya mengatakan bahwa Trisha membuat ulah lagi dan Radeva tidak bisa mengatasinya.
Radeva bahkan meminta kedua orang tuanya untuk merahasiakan tentang kedatangan mereka ke negara itu kepada Trisha. Dan hal itu membuat mereka semakin penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh putri angkat mereka itu.
Setelah tiba di sebuah restoran, mereka memesan private room. Setelah masuk dan duduk di private room restoran itu, mereka pun segera memesan makanan, kemudian menikmati makan siang mereka dengan obrolan ringan.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, akhirnya Radeva pun memulai pembicaraan tentang masalah apa yang dilakukan oleh Trisha di negara itu.
"Pa, ma, sebelumnya aku minta maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa menjadi kakak yang baik untuk Trisha seperti yang papa dan mama harapkan. Ini semua juga karena kelalaian ku hingga peristiwa ini terjadi,"ujar Radeva menghela nafas panjang.
"Katakan apa yang telah dilakukan adikmu di negara ini, Dev! Jangan membuat papa dan mama semakin penasaran dan tidak tenang,"tuntut Mahendra.
"Trisha menyukai putra dari Tante Ratih, teman lama mama dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Alva. Apalagi dengan alasan mama sudah berjanji dengan Tante Ratih jika mama dan Tante Ratih akan menjodohkan anak- anak mereka,"ucap Radeva.
"Dari mana kalian tahu jika mama dan Tante Ratih berjanji menjodohkan anak-anak kami?"tanya Ghina.
"Dari Trisha, dan Trisha bilang, mama yang telah mengatakan itu pada Trisha,"jawab Radeva.
"Tapi mama tidak pernah mengatakan hal itu pada Trisha. Apa mungkin Ratih yang mengatakan hal itu? Tapi kami sudah sepakat untuk tidak membahas lagi soal perjodohan itu,"ucap Ghina yang merasa tidak pernah mengatakan soal perjodohan itu pada Trisha.
__ADS_1
"Tapi Trisha mengatakan bahwa mama sendiri yang mengatakan soal hal itu kepada Trisha, ma,"sahut Radeva.
"Tidak Dev, mama tidak pikun. Mama tidak pernah mengatakan hal itu pada Trisha.Tapi memang saat mama membahas soal itu dengan Tante Ratih mu, tiba-tiba Trisha muncul membawakan minuman untuk kami dan kami langsung berhenti bicara soal hal itu,"jelas Ghina.
"Anak itu memang pandai mengarang cerita,"celetuk Mahendra,"Jadi apa yang dilakukan Trisha pada anak Tante Ratih mu?"tanya Mahendra.
"Trisha berusaha menjatuhkan dan mempermalukan harga diri istri Alva di manapun dia mempunyai kesempatan.Aku sudah berusaha semampu ku untuk mengendalikan Trisha. Dari menasehati, menegur, mengancamnya, bahkan aku membayar orang untuk mengawasi nya,"
"Disha, istri Alva, sangat mencintai Alva. Butuh pengorbanan dan kesabaran yang besar hingga dia bisa hidup bahagia bersama Alva seperti sekarang ini,"
"Demikian pula Alva, dia bahkan mengalihkan seluruh kekayaan yang dimilikinya pada Disha untuk melindungi sekaligus untuk membuktikan cintanya pada Disha,"
"Namun semua itu tidak menyurutkan obsesi Trisha untuk memiliki Alva. Trisha bersekongkol dengan mantan pacar Disha yang notabene masih mencintai Disha. Dan sayangnya dia berhadapan dengan orang yang salah.Hingga akhirnya senjata Trisha dan mantan pacar Disha menjadi bumerang bagi mereka sendiri," Radeva menghela nafas panjang kemudian melanjutkan ceritanya.
"Trisha ingin menjebak Alva dan Disha dengan menggunakan obat perang sang agar Trisha bisa memiliki Alva dan mantan pacar Disha bisa memiliki Disha. Namun Alva membalikkan keadaan hingga Trisha dan mantan pacar Disha yang bernama Hery malah berakhir tidur bersama di kamar hotel,"
"Aku meminta agar mereka menikah, tapi Trisha menolaknya mentah-mentah. Karena itulah, aku meminta papa dan mama ke mari. Maafkan Radeva, ma, pa!"ucap Radeva menundukkan kepalanya.
Sedangkan Mahendra dan Ghina secara bersamaan menghela nafas panjang dan memijit pelipis mereka setelah mendengar cerita Radeva yang panjang dan lebar itu.
"Jawaban orang yang bernama Hery itu juga yang membuat aku semakin bimbang, pa,"sahut Radeva.
"Maksud kamu?"tanya Mahendra tidak mengerti dengan kata-kata Radeva.
"Jawaban pria itu membuat aku benar-benar geram, pa. Dia bilang keputusan mereka akan dinikahkan atau tidak terserah pada kita, karena apapun keputusan nya dia tidak merasa dirugikan,"jawab Radeva dengan dada yang terasa sesak.
"Kurang ajar! Pria macam apa dia itu?!" sarkas Mahendra seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Karena itu, aku tidak berani mengambil keputusan. Lagi pula bukan hak ku mengambil keputusan untuk hidup Trisha. Papa dan mama lah yang berhak untuk mengambil keputusan itu,"ucap Mahendra.
"Baiklah, kita akan membicarakan hal ini dengan Trisha dan keluarga pria itu. Sekarang kita akan menginap di mana?"tanya Mahendra kembali bersikap tenang meskipun hatinya merasa kesal.
__ADS_1
"Aku menyewa sebuah apartemen untuk tempat tinggal kita sementara waktu disini, pa,"sahut Radeva.
"Untuk malam ini, mama ingin menginap di rumah Ratih,pa. Sekalian mama ingin bertemu dengan anak dan menantu Ratih,"celetuk Ghina.
"Baiklah. Jika mereka mengijinkan, kita akan menginap di sana,"sahut Mahendra.
"Jadi papa dan mama belum ingin menginap di apartemen ku?"tanya Radeva.
"Kita lihat saja nanti, Dev. Jika kami tidak jadi menginap di sana, kami akan menghubungi mu untuk menjemput kami," sahut Mahendra.
"Dan jangan dulu memberitahu adikmu jika kami sudah berada di sini,"imbuh Ghina.
"Baiklah, ma ,pa. Apa papa dan mama ingin aku antar sekarang?"tanya Radeva.
"Iya, sayang. Mama jadi penasaran seperti apa anak dan menantunya Ratih,"ucap Ghina antusias.
"Putra Tante Ratih tampan, ma. Dan menantunya juga sangat cantik,"sahut Radeva.
"Apa kamu menyukai istri anak teman mama itu?"tanya Ghina seraya memicingkan matanya pada Radeva.
"Ke....Kenapa mama berpikiran seperti itu?"tanya Radeva gugup.
"Karena selama ini kamu tidak pernah memuji kecantikan seorang wanita. Apalagi dengan jawaban mu yang gugub tadi saat mama menanyakan kamu menyukainya atau tidak,"celetuk Ghina.
"Sebelum aku tahu jika dia sudah memiliki suami, aku memang sempat menyukainya, ma.Tapi setelah aku tahu jika dia sudah memiliki suami dan bahkan mereka saling mencintai, aku langsung mengubur perasaan ku itu, ma,"jawab Radeva jujur, karena percuma saja dia berbohong, mamanya pasti akan tahu.
"Kenapa kamu bisa sampai menyukai?" tanya Ghina.
"Aku tidak tahu, ma. Tapi aku melihat matanya seperti mata almarhum nenek. Dan menurut ku, wajahnya juga mirip dengan nenek, ma,"jawab Radeva.
"Benarkah? Aku semakin penasaran dengan wanita itu,"ucap Ghina.
__ADS_1
"Ya sudah, kita pergi ke sana sekarang, ma. Papa juga jadi penasaran,"timpal Mahendra.
To be continued