Andi X Sarah

Andi X Sarah
10. Ternodai


__ADS_3

Ternodai


Seluruh mall merasa getaran yang hebat. TNI AU mulai menerbangkan segala armada terbaiknya, termasuk Armada Band yang lagi konser di dekat situ. Seluruh warga diungsikan, kecuali Andi sendiri. Bangunan-bangunan roboh tak tersisa.


Plis ini udah berlebihan ...


Tidak sampai beberapa langkah mereka ninggalin mall itu, tiba-tiba badan Sarah menghijau bertransformasi menjadi huluk. Ia membuka baju dan kembali menyisakan satu celana pendek robek-robek. Kutangnya yang susah banget dibuka, langsung dirobek aja. Nanti kan bisa beli lagi di zalada. Dia meloncat tujuh meter. Sementara itu pesawat TNI AU yang tadi terbang menyerang, cuma bisa jadi lalat bagi Sarah.


Plis ini berlebihan lagi.


Andi abis dipukulin sampe tumpeh-tumpeh di mobil. Sarah ga kasih ampun, Andi yang jadi loyo dan minta ampun. Sarah memang perkasa hingga Andi aja ga sanggup ngelawan.


Kejadian itu membuat Sarah kepikiran sepanjang malam. Sarah keinget terus dengan kalimat Andi yang ngatain kalau dia adalah pacar Andi. Masa cowok begituan pacaran sama dia. Jangankan mendekat, ngelihat muka Andi aja Sarah udah jijik.


Sarah mencetin peliharaan Pou di handphone Andi yang tadi ia pinjamin. Dia tekan kuat-kuat seakan itu muka Andi.


"Ow...Ow...Ugh...Aghh...ahh,"


"Anjing kok kaya gini suara Pou-nya," kata Sarah sewaktu mencetin badan di game Pou.


Tiba-tiba Sarah mendapatkan ide untuk melihat LINE Andi yang belum dia log out. Rada-rada jijik gitu dia membuka LINE-nya. Palingan isinya hasil PDKT-an sama banyak cewek.


Astajimmmm, dasar cabull!!!


Betul saja, Sarah melihat berbagai OA-OA yang unbarokah berjejer di timeline. Lagi ngeshare berbagai macam makanan malam jumat bagi Andi. Setelah itu, Sarah melihat group-nya Anak Amak. Di sana juga ga jauh beda sama di timeline. Isinya bacolan lagi.

__ADS_1


"Isenginlah, hahahahaha," tawa Sarah udah kaya setan yang baru ngasut sepasang kekasih buat khilaf. Saking senangnya, dia ngelihatnya sambil kayang.


Sorry yaa, sebenarnya gua bener-bener GAY.


Dengan senyum licik Sarah mencet tombol send di timeline. Trus dia ketawa ampe kedengeran tetangga sebelah. "HAHAHAHAHAHAH, Okhh.....okhh....okhhh," Sarah batuk-batuk.


Keesokan harinya ...


Andi lagi jalan di koridor kelas. Biasa, anak hitz biasanya jalannya agak songong dari yang lain. Baju dikeluarin, parfum naujubilah harum banget, badan sok ditegapin gitu, nyandang tas hanya dengan satu bahu saja, pokoknya keren deh. Bikin mimisan semua cewek yang ga sengaja ngelihat dia.


Tapi ada yang aneh, setiap laki-laki yang berpapasan dengan Andi selalu lari trus nutupin pantat gitu. Ga hanya satu dua orang, tapi semua cowok, apalagi orang satu angkatan. Andi jadi heran kenapa mereka begitu semua tatkala dirinya lewat.


"Apaan sih nutupin pantat. Emang mau gua sodok?" geram Andi sama cowok-cowok itu.


"Ada masalah apa lo sama gua ampe nutupin pantat gitu? Mau gua sodok lo?" tanya Andi sama cowok itu.


"Ampun bang, jangan sodok gua. Gua masih normal trus masih punya masa depan. Pliss," pinta cowok itu. Andi ngelepasin gitu aja, dia aneh ngelihat cowok itu. Trus dia lari masih dengan nutupin pantat.


"Anjing lo ya, untung adik kelas aja lo."


Andi pergi ke kelas buat letakin tasnya dulu, baru dia ke kelas Nanang. Biasanya anak Anak Amak yang lain udah nongkrong di situ sambil liat anime Boruto terbaru.


"Woi, orang-orang pada gila semua, ya" kata Andi sama anak Anak Amak yang lain.


Agus udah was-was takut diterkam lagi sama Andi. Dia nutupin pantatnya, dia takut juga disodok. Dia agak ke sudut biar tidak di dekat Andi.

__ADS_1


"Gua ga percaya sama lo, ini beberan, Ndi?" tanya Felix. Si sipit itu juga nutupin pantatnya. "Kita tidur bareng waktu malam minggu itu bukan berarti apa-apa kan sama lo, kan?"


"Apaan sih? Lo lo pada ngapain nutupin pantat?" protes Andi kepada mereka dengan wajah penasaran.


Nanang rada-rada ga sanggup ngelanjutin kalimatnya. Dengan masih tangan menutupi pantat, dia berbicara, "Lo beneran ....."


"Apaan sih? Kasih tau gua dong. Dari ujung sekolah, sampe sini, semua orang nutupin pantat semua. Lagi boker di celana, ya?" Andi masih sanggup-sanggupnya bercanda dalam keadaan ini.


"Gua ga mau jadi korban lo lagi. Gua bener-bener harus ke Komnas Anak," kata Agus sambil berlari keluar. "Mama anakmu ternodai ...."


Andi garuk-garuk kepala. Pusing ngelihat tingkah para pejabat sekolah ini. "Sebenarnya apa yang terjadi?"


Felix ngeluarin HP-nya trus dikasih sama Andi yang penasaran. "Lo beneran GAY, Ndi? Ini bukan lo yang buat, kan?" Felix ngelihatin isi timeline dari akun LINE Andi.


Andi liatin isi timeline yang absurd naujubilah. Dia ga pernah buat yang beginian. Apalagi yang berhubungan sama kaum pelangi.


"ANJIIINGG!!!!! Siapa yang buat, nih?"


"Lo, siapa lagi? Emang ada yang berani megang HP lo selain lo sendiri? Nyokap lo aja ga bisa make HP beginian."


Dengan cepat Andi mengingat kalo dia ngasih handphone-nya pada Sarah trus dia belum log out dari LINE. Dia juga belum login di handphone satunya lagi.


"Ini kerjaan Sarah!!! Bukan gua!!!" Andi ngepalin tangannya.


***

__ADS_1


__ADS_2