
Rencana
Andi kaget sewaktu melihat isi pesan LINE itu. Sudah lama yang pesan seperti itu tidak pernah ia dapatkan lagi. Terakhir kali setahun yang lalu. Mungkin saja kali ini sudah terjadi masalah yang besar.
Forum ini biasanya dibuka kalau ada masalah darurat aja. Yang pastinya ga ada hubungannya dengan guru ataupun pelajaran. Ini murni berisi murid-murid dari kelas 10 sampai kelas 12.
Ia langung berlari ke kelas Nanang. Felix dan Agus juga sedang ada di sana. Masing-masing dari mereka megangin handphone dengan serius karena sama-sama sudah membaca pesan LINE itu.
"Beneran Antophosfer dibuka lagi?" tanya Andi sama mereka.
"Nggak mungkin pesan LINE ini bohongan. Ini bukan mainan," kata Felix dengan serius.
Agus angkat bicara, "Kita harus siap-siap. Kita kelompok yang dipandang. Wajib join forum kali ini."
"Bener, kita harus ikut kaya tahun yang lalu," kata Andi.
Nanang kembali teringat kejadian waktu itu. Sewaktu dirinya di-ruqiyah sama bapaknyya sendiri gara ikutan yang kaya beginian untuk pertama kali.
Sementara itu, Pram berlari menuju kelas Kevin. Sebenarnya dia sudah ingin benar-benar bersih dari yang seperti ini. Tapi, entah kenapa hatinya tidak bisa menolak pesan yang baru saja ia lihat.
Kevin sama kelompoknya sedang mainin gitar di belakang kelas. Mereka langsung berhenti tatkala melihat Pram di depan pintu kelas. Kembali teringat masa lalu yang mecahin pertemanan mereka berdua.
"Ngapain lo sini lagi? Lo bilang lo mau tobat, kan? Tobat aja sana." Kevin langsung mendekat. Nadanya tinggi membuat suasana kelas sedikit mencekam.
__ADS_1
"Gua ke sini bukan karena lo, gua ke sini karena gua masih ingat sama kelompok gua."
"*** lo ya!!" Kevin berlari ke arah Pram. Namun, masih bisa ditahan sama temen-temennya.
"Anto dibuka lagi. Gua tau kita keluar dari Anto karena kita iri seluruh anggota Anto milih Anak Amak daripada kita," kata Pram dengan santai.
Kevin langsung ga bisa bicara apa-apa. Memang lama mereka udah putus hubungan sama organisasi yang ngegabungin semua brengsek sekolah. Cuma gara-gara mereka benci sama Anak Amak yang jadi pahlawan waktu itu.
"Dari mana lo tau?" tanya Kevin.
"Lo baca LINE ini. Kalian udah nge-block akunnya, kan? Gua belum."
Kevin langsung membaca isi pesan itu. Dia benar-benar ga percaya. Sudah lama dia ga denger kata-kata itu.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua menunggu sekolah benar-benar kosong lalu mereka lansung berkumpul di labor lama yang sekarang udah jadi gudang. Cukuplah untuk menampung mereka semua.
Kevin, Andi, dan Arman memang dipilih jadi perwakilan dari masing-masing angkatan. Merekalah yang ngumpulin semua berandalan sekolah buat ikutan. Rata-rata yang ikut sih anak IPS. Anak IPA juga ada, cuma ga banyak.
Ketua Forum berdiri di depan. Dia dipilih sama senior mereka dulu. Gerry Armando, anak 12 IPS 3. Panggilannya dugong. Kata orang-orang dia main futsalnya kaya dugong/lembu laut yang lagi berenang. Dia ga ada mihak sama kelompok apapun. Berdiri sendiri, namun yang paling berani.
"Selamat datang di Antophosfer. Kita ada kerjaan berat kali ini. Mohon perwakilan angkatan maju ke depan," kata Dugong si Ketua Forum.
Kevin, Andi dan Arman maju. Kevin dan Andi udah ada pengalaman dengan hal beginian. Lain hal dengan Arman, ini baru pertama kalinya dia ngikutin Forum.
__ADS_1
"Ada apa sih? Langsung aja bilang. Ga usah bacot. Tangan gua dah gatal nih." Kevin langsung nyosor aja.
"Sabar dulu, kalian bener-bener siap, kan?" tanya Gerry sama anggota Forum.
"SIAP!!!" semua ngejawab.
"Kita diajakin tawuran sama anak SMK sebelah. Kalau kita ga datang, mereka yang datangin sekolah," kata Dugong lagi.
Semuanya berbisik satu sama lain. Mereka langsung ngedit sekolah mana yang udah ngajakin tawuran.
"Anjing!!! Bukannya kita udah damai sama mereka," protes Andi pada Dugong.
"Bener, itu setahun yang lalu waktu Forum dibuka sama senior kita. Tapi sekarang lain, anak kelas 12 yang udah dibikin mampus sama Anak Amak ga ikhlas. Mereka ngajakin lagi."
"Jadi ini balas dendam sama Anak Anak Amak gitu? Trus ngapain kita ikut. Biar kita ikut, biar mereka aja yang nyelesein masalah mereka," kata Kevin sambil nunjukin Andi dan Anak Amak yang lain.
Andi naik emosi jadinya. Dia langsung ngedeketin Kevin. Tapi untung aja Dugong nahan mereka berdua.
"Masalah khususnya memang Anak Anak Amak sama angkatan kelas 12 mereka, tapi Anak Amak tetap temen-temen kita yang wajib kita lindungi."
"Kampret, temen kata lo?" kata Kevin lagi. Nih anak memang nyolot banget. Ga pernah ikhlas kalau ada Anak Amak.
"Seterah lo. Kalau lo sama anggota lo ga mau ikut, biar gua sama yang lain yang maju tampa kalian!" jawab Dugong dengan keras.
__ADS_1
Kevin ga bisa bicara apa-apa. Dia langsung keluar ruangan.
***