
Preman Belum Pensiun
Dua tahun yang lalu, tepat ketika wanita berinisal MJ berpacaran dengan seorang pria yang dikenalnya melalui jejaring media sosial pesbuk. Jadi kan ceritanya MJ waktu itu masuk group PJBO gitu buat jualan kucing, eh si cowok ternyata yang jadi pembeli. Usut punya usut, si cowok jatuh cinta lewat poto profil MJ, dan memutuskan membeli kucing MJ. Itung-itung dia juga pingin pelihara kucing.
COD-an mereka berakhir dengan perkenalan yang lebih jauh. Waktu COD-nya memang di Indoapril sambil minuk kopi, tapi lama kelamaan si cowok berani nge-chat MJ hingga mereka merencakan sebuah pertemuan.
Perasaan si cowok semakin menjadi-jadi semenjak pertemuan kedua tersebut. Selanjutnya, intensitas pertemuan mereka semakin sering dan berakhir dengan sebuah hubungan yang spesial, yaitu berpacaran.
Awal dari kisah asmara mereka baik-baik saja. Si cowok bersikap seperti cowok baik pada umumnya: romantis, lembut, kadang dingin juga kalau lagi malam. Yaiyalah malam-malam tentu aja dingin. Namun, selang setahun mereka berpacaran, hubungan mereka sedikit mengalami penyimpangan yang tentu saja Author enggak bakal nyebutin penyimpangannya apa aja. Kalian pasti paham.
Sudah jatuh, eh ditimpa buah dada pula ..................
Bukannya nangka, thor?
Suka-suka saya, dong.
Sudah jatuh, eh ditimpa buang nangka pula. Perselingkuhan yang dilakukan si cowok, mengakibatkan MJ marah hingga terjadi perkelahian antara pelakor dan MJ. Skor satu kosong didapati oleh MJ yang membuat pelakor menjadi ngos-ngosan. Akhirnya mereka putus dan tidak bakal nyambung lagi.
Perkelahian mereka semakin menjadi-jadi, hingga berujung dengan kesakithatian si cowok. Si cowok tersakiti, walaupun dia juga menyakiti, makanya jadi cowok jangan suka begini. Sakit hatinya tersebut menjadi alasan si cowok buat nyebarin video skandal ia dan mantannya tersebut. Alhasil, jadi viral di OA-OA bokep di LINE dan di berbagai macam group pertemanan di LINE.
"Jadi gue mesti ngapain?" tanya Andi kepada MJ. MJ udah berlinangan air mata. Sementar itu, Andi sedikit deg-degan ternyata orang yang ada di video kemarin sedang ada di depannya.
Thor, kenapa pake inisial, sih?
Biasanya dia memang dipanggil MJ.
Oh ....
"Pokoknya gue mau video itu terhapus di sekolah dia!" jawab MJ dengan sedikit memaksa.
"Eh, lo kira gue hekel profesional yang bisa gitu aja apus video lo di setiap hape anak di sekolahnya?" tanya Andi. Dia menjadi kesal karena permintaan MJ sedikit memaksa.
"Bukan gitu, bro." Dugong menyentuh bahu Andi. "Gue milih lo buat tugas ini karena lo yang punya link dengan orang terkuat di sana. Dengan itu, dia bisa nyuruh anggotanya buat maksain setiap siswa yang punya video itu untuk dihapus. Sama dengan sekolah kita. Gue nyuruh perwakilan Antophosfer di setiap kelas buat ngelakuin itu."
"Emang sekolahnya di mana?" tanya Andi.
"SMK-nya Memet ....."
Walaupun ragu, ia akhirnya menyetujui untuk mengemban tugas ini. Kan enggak berat-berat amat, cuma bilang ke Memet, selebihnya bakalan jadi tugas anggotanya Memet. Jelek-jelek gitu, Memet memang jadi orang panutan nomor satu di SMK-nya. Banyak orang yang mau mengikuti Memet karena kepemimpinannya, selain itu Memet juga dekat dengan senior-senior terdahulu.
Sepulang sekolah, Andi menarik Felix buat ikutan ke SMK-nya memet. Andi agak takutan kalau sendiri, soalnya mereka pernah punya hubungan yang buruk, walaupun membaik akhir-akhir ini. Selain itu, anak SMK-nya Memet paling sensitif sama anak sekolah lain. Ditambah lagi dengan wajah-wajah sangar anak SMK.
__ADS_1
"Kenapa harus gue?" tanya Felix.
"Yaelah, gitu amat lo. Agus sama Nanang lagi dihukum bersihin WC," balas Andi.
"Lah, emangnya mereka ngapain?" tanya Felix lagi.
Andi menghidupkan motor supra maut modifikasi di parkiran. Suara knalpot kalengan berbunyi memekakkan telinga. Pak satpam udah harap maklum sama suara knalpot motor maut Andi, namun enggak sama anak-anak cewek di sekitar Andi. Semuanya pada nutupin telinga.
"Mecahin kaca kelas." Andi memundurkan motor mautnya. "Gimana enggak pecah, batu dilemparin ke sana."
"Ada-ada aja kerjaannya. Kaya enggak ada kerjaan lain."
Andi dan Felix berangkat berdua menggunakan motor supra maut yang aduhai tiada duanya. Walaupun sudah tua, motor Andi masih kencang dan selalu di depan. Kayanya Andi lebih sayang motor daripada mobil yang sering dia bawa. Motor kan enggak banyak biayanya, paling cuma ganti oli dan spare part lainnya. Itu pun enggak semahal mobil.
Motor Andi melewati daerah kekuasaan anak-anak SMK-nya Memet. Preman Belum Pensiun atau sering disebut dengan Prebep merupakan nama dari kelompok yang dipimpin oleh Memet. Sistim keberandalan di SMK mereka berbeda jauh dengan di SMA-nya Andi. Di sekolah Andi keberandalan tertinggi dipegang oleh Antophosfer sebagai yang menyatukan seluruh anak berandal di sekolah. Kalau di SMK mereka, yang megang sekolah ialah kelompok terkuat. Sekarang ini dipegang oleh Prebeb.
"Kita kok diliatin terus, ya?" tanya Felix ketika melihat banyak anak SMK yang melihat buruk kepada mereka.
"Yaa ... biasa anak SMK permesinan. Jangan lo balas, bisa-bisa kita dikejar. Motor gue bakalan kalah cepet sama motor mereka."
Andi berbelok ke sebuah kedai tongkrongan. Terlihat hanya beberapa orang yang duduk di sana sembari merokok. Padahal, kedai ini selalu banyak diisi oleh anak-anak Prebeb kalau udah pulang sekolah.
Suara motor Andi menarik perhatian seisi kedai. Seorang pria jangkung dengan tubuh yang berotot terlihat berdiri. Mulutnya masih terpasang rokok malrobo merah yang bikin sakit tenggorokan. Rambutnya udah agak panjangan dikit. Ia adalah Memet, saingan menjadi orang tertampan sewaktu mereka masih bocah ingusan.
Walaupun udah baikan, Andi tetap aja deg-degan kalau lagi seperti ini. Tatapan teman-teman Memet menambah keringat dingin Andi. Felix menyuruh Andi buat maju dulua. Soalnya di antara mereka, Andi lah yang memiliki nyali yang lebih.
Biar kelihatan keren dan sangar, Andi mengambil kotak rokonya di kantong. Eh waktu dicek, ternyata udah habis. Terpaksa Andi berbisik pelan ke Felix buat minta rokok.
"Bro, ada rokok ga?" Andi menyolek paha Felix. "Biar kelihatan seram gitu di depan mereka."
---____---- Felix memasang wajah datar kepada Andis sembari membuka kotak rokoknya.
"Ada hal yang mau gue bicarain," balas Andi.
Memet menangguk. Ia mempersilahkan Andi buat duduk di meja domino tersebut.
"Rapat penting," ucap Memet kepada salah satu temannya. Terlihat temannya tersebut mengerti dengan apa yang dikatakan Memet.
"Mpok, kopi saringnya dua!" teriak teman Memet tersebut.
*****, dikasih kopi .... Memet kaya raja di sini.
Wajah Andi yang agak heran kembali dipasang menjadi serius buat menjaga image keren nya.
"Sebelum kita bicara serius, gue mau bilang sesuatu." Memet mendekatkan wajahnya yang serius. "Beneran Tami lagi dideketin seseorang?"
__ADS_1
Wajah Andi yang lagi serius, kini bertambah serius mendengar hal itu. "Apa??? Gue enggak tahu. Ngapain lo nanya dia?"
"Jadi gini ... gue suka sama di─"
"HAHAHAHAHAHAH ..... LO SUKA SAMA DIA???? HAHAHAHA."
"Jangan gede-gede ***!!!" Memet memukul tangan Andi. "Temen gue bisa tahu nih."
"Dulu lo ngincar Sarah, sekarang Tami. Lo tahu kan kita udah temenan sama Tami itu dari kecil?"
Memet mengangguk. "Iya, gue tahu. Tapi, kalau rasa suka kan gue enggak pernah milih dia bakalan tumbuh sama siapa."
Tatapan Andi langsung menatap datar Memet yang berkata dengan nada rendah. Kayanya temannya satu ini butuh kehangatan seorang wanita. Maklum, di SMK-nya enggak terlalu banyak cewek.
"Tami itu bukan cewek yang mudah deket sama cowok lain. Walaupun deket, itu pun sama gue dan ketiga temen gue," balas Andi.
"Beneran?" Mata Memet berkaca-kaca karena kalimat Andi barusan telah menumbuhkan harapan pada dirinya.
"Iyeee .... Kok kita bahas Tami, ya. Padahal gue mau bahas sesuatu."
"Sekarang bicara ...." Wajah Memet kembali serius seperti bos besar yang lagi negoisasi.
"Lo kenal Wandra?" Andi menyerahkan handphone-nya. Di sana terpampang wajah penyebar video porno tersebut. "Dia mantan anak SMA gue. Salahnya, video skandal mereka malah disebarin sama cowok *** ini."
"Dia senior gue di atas gue dua tahun. Anak Ghost Night, anak geng motor. Lo mau minta tolong apa ke gue?" tanya Memet.
Andi menarik kembali handphone-nya. "Karena lo ketua Prebet dan Prebet geng paling berpengaruh di SMK lo. Gue minta tolong ke elo buat ngerahin anggota dan meminta setiap orang di SMK lo ngehapus video itu."
"Lo kira gampang? Lo kira dengan dihapusnya video itu di SMK gue, bakalan bisa memberantas penyebaran videonya? Masih banyak video itu di luar sana."
"Memang, sih. Setidaknya itu bakalan bisa ngurangin penyebaranya. Di SMA gue udah beres, kini SMK lo. Karena Dugong tahu, penyebaran terbesar selanjutnya ada di SMK lo."
Memet menghembuskan rokoknya ke arah Andi. Tidak puas sebatang, ia mengambil sebuah lagi di kotak rokok dan memnyulutnya.
"Maaf ...." Memet membuang muka.
"Kenapa? Itu kerjaan mudah, kan?" Andi heran dengan sikap Memet.
"Bukan masalah mudah atau enggaknya."
"Jadi kenapa?"
"Prebeb udah hancur ...." Memet menghentakkan tangannya ke meja. Seisi kedai langsung fokus kepada Memet. "Gue kehilangan taringnya!!!"
......
__ADS_1
Apa?
***