
Hari minggu merupakkan hari yang nikmat sekali untuk berebahan diri. Tiada hari yang paling sempurna untuk memanjakan diri sendiri di atas kasur sembari melakukan apa saja tanpa bergerak sedikit pun. Sensasi kenikmatan itu terbayar karena sudah melakukan banyak hal selama seminggu ini. Mungkin berkuliah seperti Andi, bekerja seperti Tami, dan menjadi pilar keamanan komplek seperti Memet.
Biasanya pagi minggu itu tidak luput dari gangguan-gangguan keci. Di kala ada sebagian orang yang ingin berdiam diri di rumah, tetapi masih ada pengganggu-pengganggu kecil yang bikin waktu sendiri menjadi terganggu. Bayangin aja bapak-bapak depan rumah Andi malah karokean sambil dangdutan sama istrinya pakai speaker gede. Enggak tahu dah, terkadang Andi tidak mengerti lagu yang mereka bawakan karena berbahasa Batak. Bapak Togar ini memang dikenal sebagai penyanyi komplek dan sering manggung kalau ada kondangan sekitaran RW.
“Waduh sumpah ini gue kaga bisa konsen untuk bermeditasi.” Andi membuka matanya karena meditasi yang gagal.
Meditasi Yoga yang diajarkan Kevin telah gagal Andi lakukan. Kata Kevin, meditasi dengan gerakan ini mampu meningkatkan kapasitas paru dan juga konsentrasi. Andi mah mau-mau aja ngelakuinya karena lagi gabut, episode anime yang ia tonton sudah habis. Padahal pukul tujuh pagi udaranya masih segar sekali, tetapi sayang sekali konsentrasi diganggu oleh Bapak Togar yang dangdutan pakai speaker gede. Parahnya lagi, mamanya Andi malah ikutan ke sana.
“ANDEEE!”
Andi menghela napas karena meditasi gerakan kedua sudah gagal oleh panggilan seorang wanita bar-bar yang baru saja masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk. Jelas sekali ia menyelonong masuk sendirian karena Aisyah sedang pergi sepedaan dan mamanya ke rumah seberang untuk dangdutan. Benar saja, ketika Andi mengecek ternyata wanita itu adalah Sarah.
“Woi, brisik banget sih gue mau meditasi!” sindir Andi.
Sarah bertegak pinggang memakai baju bola Manchaster United dengan nama punggung penyerang bernama Rooney. Ia sudah siap memakai lejing olahraga warna hitam ketat. Rambut yang biasanya tergerak sebahu, kini sudah terikat ke belakang.
__ADS_1
“Lo ngapain kaga pakai baju?”
Andi melihat dadanya yang memperlihatkan dua titik cokelat dan ia langsung menutupi dada pakai tangan. Ia lupa kalau sedang tidak memakai baju dari tadi. Segera Andi memasang baju ke dalam kamar, lalu kembali turun menghadap Sarah.
“Lo ngapain pakai baju beginian?”
“Pergi ke Car Free Day yuk. Nyari jajan-jajanan heheh ….”
Wajah Andi menatap datar karena mendengar tujuan Sarah ke sana. “Woi, ke Car Free Day itu buat olahraga, bukan beli jajanan. Bukannya bakar kalori, malah ngundang kalori. Lo gimana sih.”
“Yaah … padahal kan gue yang traktir.”
Namanya juga Andi, kalau gratis langsung menggaskan keinginan.
Sementara Andi mengganti baju, Sarah melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang lagi dangdutan lagu Bang Hari Roma Irama di depan rumah Andi. Saking asyiknya suara Pak Togar yang sedikit berlogat Batak, Sarah sampai goyang bersama anak-anak yang ikut melihat. Ia menoleh ke belakang tatkala pacarnya itu sudah menghidupkan motor sembari membawakan helm couple warna ungu yang sengaja Sarah belikan untuk mereka berdua.
__ADS_1
“So sweet banget sih ….” Sarah kagum ketika Andi memasangkan helm ke kepala Sarah. Tapi tidak lama kemudian, Andi malah menepuk helem teresebut. “Bajigur nih anak.”
“Ayo naik … malu gue pakai helm couple warna ungu. Kenapa lo beli warna ungu sih? Kaya warna janda tahu!”
Sarah mengangkang waktu naik motor Andi. “Kan gue suka warnanya. Di belakangnya juga lucu ….”
Hati Andi terasa panas waktu sekumpulan anak-anak menertawai Andi yang memakai helem warna ungu dengan gambar kartun bebek lucu di belakangnya. Bukannya jadi couple goals banget, tapi malah ngundang malu. Andi segera menurunkan kaca helmnya, lalu mengemudikan motor ke lokasi Car Free Day.
Car Free Day yang dituju berada di sekitaran taman kota. Andi bisa memarkir motor tanpa dikenai biaya karena udah kenal sama tukang parkir berkat kasus dompet yang dicuri sewaktu itu. Dengan setelan paling keren menurut Andi, mereka berdua gandengan di tengah kerumunan orang yang sedang jalan pagi. Bukannya olahraga, malah pergi pacaran. Kan sudah menjadi rahasia umum juga kalau tempat-tempat seperti ini juga dijadikan ajang memadu kasih dengan dalih berolahraga bareng.
Mereka menyempatkan diri untuk menelusuri jalanan. Andi bangga deh ngegandeng Sarah. Mungkin ada banyak cewek yang bikin mata Andi ngelirik, soalnya pada bohai juga ketika memakai pakaian olahraga. Tetapi tetap saja Sarah adalah yang terbaik dari semua cewek di sini. Meskipun Sarah tidak bohai, setidaknya masih empuk. Loh kok empuk sih (?)
“Loh Sarah?”
Langsung ingin sekali Sarah menyeleding wanita itu. Kenapa bisa sempat-sempatnya ketemu di tempat ini.
__ADS_1
“Loh Tasya?” tunjuk Andi.
***