
Jatuh Cinta
Lo itu sebenarnya cantik ... masih terngiang kalimat itu oleh pikiran Sarah tatkala dirinya melangkah di koridor sekolah. Ia tidak tahu apa yang ada dipikiran Andi saat itu. Tidak biasanya cowok berandal seperti dia memuji Sarah, apalagi masalah kecantikan.
Masih terlihat jelas wajah malu-malu yang ditunjukkan Andi saat itu. Wajahnya memerah dan bersikap salah tingkah. Terutama tadi pagi, ia sama sekali tidak tersenyum kepada Sarah.
"Bukannya dia memang ga pernah senyum sama gue, ya?" tanya Sarah pada dirinya sendiri.
"Siapa yang ga pernah senyum sama lo?" Seseorang tiba-tiba bertanya.
Sarah berbalik dan mendapati Pram yang lengkap dengan senyum super manis ampun. Ia merapikan rambutnya agar terlihat lebih rapi. Trus ngambil tas mek ap di kelas, ngecor wajahnya pake bedak, trus balek lagi.
Oke, ini lebay banget.
"Oh, ga ada, Pram," balas Sarah sembari tersenyum. Senyum maksa gitu, antara malu dan deg-degan karena ketemu sama Pram
"Ah, jangan bohong, Sarah." Pram mendekatkan kepalanya. "Andi?"
Seketika Sarah jadi malu banget karena mendengar kalimat Pram. Wajahnya memerah dan berupaya untuk menyembunyikan. Napasnya terhenti untuk sesaat. Kakinya menegang untuk menyeleding kakak kelas yang satu ini. Kakinya mundur beberapa langkah.
"EH, ANJ......" Sarah menahan perkataannya. Ia mengingat kembali saran Andi untuk selow dikit sama cowok-cowok. Ingin rasanya Sarah membacok Pram seketika, tapi dia sadar bahwa Pram terlalu tampan untuk dibacok. "NNNgak mungkin, Pram. Masa' dia sih. Itu loh anak kelas aku, introvert banget orangnya."
"Oh, gitu ya─"
"Pram, gue masuk dulu, ya. Takut terlambat," kata Sarah dan langsung meninggalkan Pram.
Pram memerengkan kepalanya karena heran.
Kan bel istirahat baru bunyi ....
Kini ia bisa menghela napas dengan lega. Untung saja Sarah bisa menghindari percakapan barusan. Wajahnya masih kebas karena malu yang menggerogoti. Sementara itu, cowok-cowok yang udah ngerokok di WC sengaja menghindari Sarah, takut kecium baunya. Cowok-cowok yang mau cabut sengaja memutar untuk mengelabuhi Sarah. Kalau enggak, sleding dari Sarah bisa-bisa nyantol di kepala mereka.
Udah kebiasaan rutin Sarah untuk patroli di jam istirahat. Berkeliling sebentar, trus beli cireng Mang Uya di kantin. Geser dikit, beli susu indomilik kesukaannya.
"Jeng, nyari om-om, yuk," pinta Vanesa yang tiba-tiba datang.
"Astaga, gue kira setan mana yang datang," jawab Sarah sambil memegang dada.
"Gimana, sih. Tapi mau beli aipon X. Ga dapet om-om, ga dapet penghasilan, dong."
__ADS_1
"Itu, elo. Kenapa ya kalau gua ngomong sama lo, topiknya om-om mulu," balas Sarah. Matanya memantau para cowok untuk disleding satu per satu.
"Canda doang. Sensi banget kalau lagi dapet."
Mereka berdua berjalan ke WC. WC cowok dan cewek agak dekatan gitu. Tampaklah asap yang ngepul di atap WC cowok. Ngepulnya banyak, ga kaya biasa. Baunya harum lagi, wangi bubble gum.
"Sekarang rokok wangi bubble gum, ya?" tanya Vanesa. Ia mengendus ke sana-sini untuk mendapatkan wangi itu lagi.
"Eh, njir ... lo ngendus jangan ke ketek gua juga kali."
Vanesa tertawa sejenak. "Hahahah ... iya, sory."
"Itu namanya vape. Bukan vape yang buat ngebacok serangga di rumah," kata Sarah sambil melirik ke WC cowok.
"Yah, kalau itu gue tau."
"Gue kira lo sekatrok itu."
Seseorang baru saja keluar dari pintu WC cowok yang penuh dengan asap vapor. Sarah dan Vanesa langsung berbalik agar tidak ketahuan. Merasa cowok itu bisa jadi umpan yang tepat, ia mendatanginya.
"Hei, nama lo siapa? Kelas 12, kan?"
"Gue nanya, njing." Sarah menepuk jidat.
Harus selow, Sarah, ucap Sarah dalam hati.
"Eh, maaf, bang. Kelas 12, kan?"
Njir, sopan banget, gumam cowok dalam hati. "Iya, gua kakak kelas lo. Gua Revin."
"Sarah tau abang sama teman-temannya lagi nge-vape. Bisa panggilin teman-temannya? Sarah ga bakal marah, kok."
Kakak kelas itu terdiam. Ia tidak tahu nasib ke depannya bagaimana. Namun, Sarah tersenyum manis. Manis banget sampe kakak kelas itu meleleh, mimisan, dan pingin halalin secepatnya.
"Bang, boleh, ya?"
"Oh, boleh kok, Sar. Bentar ya ...," jawab Revin sambil ngelapin hidungnya yang mimisan. Baru kali ini dirinya melihat Sarah semanis ini. Biasanya kaya huluk ngejar mangsa.
Revin kembali menuju WC tempat dirinya nge-vape bersama teman-temannya.
__ADS_1
"Coy, buka, dong. Ini gua, Revin," panggil Revin dengan mengetok-ngetok pintu WC.
Mereka membuka pintu. Sosok Sarah sudah seperti hantu yang kasat mata. Mereka jadi terdiam tidak bisa bergerak. Mau kabur ga ada jalan lain. Mu pura-pura pingsan trus di bawa ke UKS, ujung-ujungnya sepatu bisa nyantol di atas loteng. Mau kayang, ntar di bawain guru agama islam karena dikirain kesurupan.
Sarah tersenyum ....
BUNUH AJA ABANG, DEK .....
Berita menyebar tentang penyergapan Sarah ke WC cowok. Sudah sekian lama tidak ada korban keganasan Sarah yang muncul di permukaan, kini akhirnya ditemukan tewas dengan hidung mimisan dan senyuman di bibir mereka. Mereka terpaksa digotong ke kelas akibat melihat wajah Sarah yang cantik luar biasa.
"BREAKING NEWS!!!! SEKELOMPOK COWOK DITEMUKAN TEWAS DENGAN HIDUNG MIMISAN DAN SENYUMAN DI BIBIR MEREKA. SARAH IS COME BACK."
Mata Kevin berulang kali melihat OA ANTOPHOSFER yang baru saja mengirim berita terbaru mengenai keberandalan sekolah. Dengan rasa tidak percaya, ia tertawa puas di tempat duduknya.
"Bisa-bisa aja nih admin kampret," kata Kevin sambil tertawa. "Woi, liat nih ... kocak banget."
Anak KODOMO lainnya mendekat dan melihat isi pesan OA ANTOPHOSFER. Semuanya pada ketawa saat membacanya. Tidak lama kemudian, Revin datang dengan keadaan lemas. Ia berjalan dengan lemas hingga menghempaskan diri untuk duduk di kursi.
"Tolong gua, coeg!" ucap Revin.
Melihat keadaan anak buahnya yang udah tepar, Kevin langsung naik pitam.
"Siapa yang buat lo begini?" tanya Kevin dengan keras. "Bilang sama gua! Ga ada yang berani sama gua di sekolah ini."
Tidak seperti biasanya, Revin malah tersenyum tidak jelas. "Tolong gua, Kevin."
Kevin mendekat ke tema-teman yang lain. Ia berbisik, "Coy, kayanya Revin bicara kotor lagi di WC. Setannya jadi ngikutin, nih. Itu kan pantangan di sekolah kita."
"Gua ga kesurupan, bego!!!" balas Revin masih dengan senyuman lebarnya.
"Jadi lo kenapa, njing? Gua gasak juga lo ntar."
Revin tersenyum lagi. "Gua jatuh cinta,"
"Sama siapa?"
"Sama Sarah."
"APA????!!!!!"
__ADS_1
***