
Taman
Sore itu Sarah sedang berkeliling menggunakan sepeda salah satu temannya. Minggu sore memang waktu terbaik untk berburu senja. Kebetulan sekali sekolahnya memang dekat sama daerah taman perkotaan, jadi banyak objek-objek yang dijadikan tempat kumpul sore bagi anak-anak muda di kotanya. Abis beresin sekre OSIS, Sarah menyempatkan diri buat main-main dulu.
Hari beranjak menuju ujung senja dan taman semakin banyak dikunjungi oleh para muda-mudi. Ada yang lagi main skateboard, main mobail lejen, main gitar, main layang-layang, main sama ceweknya, main masak-masak, main klereng, main apa lagi yaa, main apa aja deh, dan Sarah melihat orang yang main kuda impok di sana.
Itu loh main kuda-kudaan (bukan kuda-kudaan yang itu yaa...) yang ada orang lari dan loncat ke atas punggung lawan. Beda daerah beda namanya.
"Lah, kok ada main kuda impok, sih?" tanya Sarah. Ia perhatikan lagi dan melihat sosok-sosok abstrak yang familiar. Dia melihat Anak Amak dan KODOMO lagi main kuda impok. "Pantes aja ...."
Sarah mendingan pergi daripada malah kesel sendiri dengan kelakuan mereka.
Sementara itu, Kevin melihat Sarah yang lagi sendirian main sepeda di taman. "Woi, liatin tuh. Ada Sarah."
Salah satu temen Kevin yang udah terlanjur jatuh cinta sama Sarah langsung meliri.
"Ya Allah, bidadariku lagi main sore," kata Revin. Hatinya udah dag dig dug ngelihat gebetannya lewat.
"Kan udah gua bilang, Sarah itu cantik, lo yang ngeyel," sambung Agus kepada Andi. "Buktinya aja sekarang banyak yang suka sama dia."
"Iya juga ya. Sekarang udah muncul loh fanbase-fanbase-nya Sarah. Masa' kalian yang terlanjur populer kalah dari dia," balas Kevin pada Andi.
Andi tertawa. Ia merasa tidak percaya bahwa mereka berpikir kalau Sarah itu cantik beneran. Cantik sih, tapi ga pakai embel-embel beneran. Biasa aja maksudnya.
"Eh, kami masih lebih populer dan fanbase kami─" Kalimat Andi terpotong.
"Bubar gara-gara isu kemahoan lo sama Agus," sambung Felix tanpa basa-basi.
"That's right." Andi mengangguk bangga lalu menatap ke Felix lagi. "Apa lo bilang? Maho? itu kan akal-akalannya Sarah aja."
Sarah terus berkeliling dengan sepeda yang ia kenakan. Ia sadar jika Anak amak dan KODOMO sedang melirik ke arahnya.
Udah biasa dilirik cowok, orang cantik biasa aja, kata Sarah dalam hati.
__ADS_1
Memang akhir-akhir ini ia jadi populer dan banyak yang nembak Sarah. Yaa semuanya ditolak soalnya ga ada yang bisa ngancurin tiga batu bata sekaligus seperti Sarah sendiri. Masa' entar ceweknya sendiri lebih perkasa daripada cowoknya.
"Cowok itu ngelindungin cewek," -Sarah fucking ways, kata Sarah waktu ngenolak cowok yang nembak dia karena ga bisa ngancurin tiga bata sekaligus.
Ketika Sarah asyik memerhatikan indahnya senja, tiba-tiba matanya terhenti melihat seorang pria berdiri di tepat di depan sepedaya. Sontak Sarah mengerem mendadak dan ban belakangnya terangkat kaya freestyler gitu.
"Uanjirr, ini cewek memang gila atau apa yaaa ...," ucap pria itu. Tapi dia tetap memasang wajah super tampannya agar terlihat menawan.
"Elu kan Memet yang waktu itu?" tanya Sarah sambil bertransformasi menjadi huluk betina.
EH ELO GA PUNYA MATA? GUA LAGI MAIN SEPEDA LO MALAH NONGOL. KETABRAK MAMPUS LO ANJIRRRRRR ....
Sarah masih menahan sepotong kalimat di atas untuk dikeluarkan. Soalnya dia masih mengingat perkataan Andi buat sellow dikit kepada semua orang. Ntar fanbase-fanbase Sarah yang baru berdiri bakal kecewa.
"Iya, Kok tahu?"
"Gua kan yang nendang pala lo kemaren," kata Sarah sambil tersenyum dingin.
"Gua suka cewek yang agresif."
"Oh, ya?" Kesabaran Sarah mulai habis melihat tampang maho Memet. Ganteng sih ... tapi ga gitu amat kali. Sarah mengambil kuda-kuda yang kuat agar mempersiapkan tendangan tiba-tiba.
Kaki mulai agak rileks. Cengkraman tangannya pada rok mulai ia lepas. "Lo mau apa?"
"ID LINE lo, Sarah. Gua jomblo dan lo jomblo kenapa ga─" Tiba-tiba sebuah sepatu nyantol ke muka Memet.
Andi berlari sambil ngos-ngosan. Dia memasang target ke Memet yang lagi memegangi hidungnya yang kena sepatu Andi. Sepatu Andi bau banget kaya baunya kaki gorilla yang baru main bola.
"Berani-beraninya lo muncul di hadapan temen-temen gua?" kata Andi dengan keras kepada Memet.
"Emangnya ngapa? Gua datang baik-baik, kok. Lo ga suka gua bicara baik-baik dengan Sarah?" tanya Memet.
"Ya ... gua ga suka aja."
"Kenape lo? Lo suka sama dia ampe-ampenya lo ga suka gua ngomong sama Sarah?" balas Andi dengan tertawa.
Andi jadi salah tingkah. Jemarinya ngerapiin rambutnya sebentar.
__ADS_1
"Yaaa .... Ga gitu juga kali." Andi diam sejenak. Ia memikirkan kalimat apa yang akan dikeluarkan. "Soalnya Sarah udah ada yang punya di sekolahan jadi lo jangan ganggu-ganggu dia."
Hati Memet seketika remuk. Kalimat Andi barusan nge-jleb banget Memet. Ketampanan tingkat kelurahan miliknya akhirnya bisa dikalahkan oleh seseorang yang telah merebut Sarah. Matanya berkaca-kaca, hidungnya udah agak ingusan gitu. Mau nangis, tapi masih dia tahan.
"Siapa gerangan pria yang telah merebutmu, wahai adinda-ku?" Suara memet udah kaya di teater-teater romance.
"Dia." Sarah menunjuk Andi.
ANJIRRRR ....
Andi ternganga melihat telunjuk Sarah menuju padanya. Senyum Sarah begitu lepas, kaya ga ingat dia baru ngucapin apa. Andi udah ngerasa sekaranglah waktu yang tepat buat bunuh diri pake racun anggota o'om Hitler yang diletakkan di dalam mulut, tinggal digigit trus mulutnya bakal berbusa dan mati. Masalahnya Andi ga punya racun itu. Jadi dia cuma bisa diam ngelihat temen-temennya yang juga denger apa yang dibilang Sarah.
"HWAAAAHWAAA EMAKKK!!!! GUA HARUS UPGRADE KETAMPANAN GUAA!!!" tangis Memet sambil berlari menjauh.
Sarah tenang-tenang saja senyam-senyum sama Andi. Dia ga nyadar kalau ga jauh di belakangnya ada sekumpulan Anak Amak dan KODOMO yang lagi nguping pembicaraan. Dirinya mendekati Andi denga langkah yang pelan.
"Ingat, ini cuma pura-pura," kata Sarah dengan tajam. Dia menempelkan telunjuknya ke leher. "Gua udah bosen digangguin sama anak SMK sebelah, dan apabila ada orang yang tahu, lo bakal mati ditangan gua. DENGER LO?"
Andi menelan ludah. "Iya, gua ngerti. Tapi yang jadi masalahnya ...."
"Apa masalahnya? Kebaper lo gara kalimat gua tadi?" tanya Sarah.
"Bukan itu, Sar. Masa' gua baper gara lo. Najis gua, njir."
"Jadi apa?"
"itu ...." Andi menunjuk ke arah Anak Amak dan KODOMO yang udah ternganga di sana.
JADI SELAMA INI BENER RUMOR KALAU MEREKA PACARAN???!!!! pikir mereka dalam hati.
Sementara itu Sarah mendekat ke arah mereka. Tubuhnya mulai bertransformasi ke mode huluk betina. Anak Amak dan KODOMO udah was-was menerima serangan lanjutan dari Sarah.
Namun, dengan polosnya Agus bertanya, "Jadi, kalian bener pacaran?"
"Tadi itu cuma pura-pura, bego!"
Agus masuk puskesmas satu malam.
__ADS_1
***