
Ngamuk
Beberapa jam sebelumnya ....
Sudah dua hari Andi tidak hadir sekolah karena abis dikeroyokin sama preman-preman di daerah itu. Sarah jadi prihatin karena enggak biasanya Andi kena keroyok, biasanya dia kan selalu menang kalo baku hantam. Eh pantes aja dia kalah, soalnya cuma sama Felix. Coba dia lagi sama Agus, pasti musuh mereka udah pada tumbang.
Desas-desus identitas para preman yang ngeroyok Andi udah didengar oleh Sarah. Ia mendapat informasi itu dari temen satu bengkelnya. Cewek-cewek begini, Sarah juga temenan sama komunitas motor trail khusus cewek. Tapi tetap aja ada cowok di sana yang ngebantu nyelesain masalah permesinan. Bengkel komunitas mereka yang punya cowok juga yang istrinya suka motor trail begituan.
"Jadi, itu Ghost Night, ya?" tanya Sarah kepada abang-abang yang sering main ke bengkel mereka.
"Iya, Neng. Dulu kan saya SMK Permesinan di sana, sekitar lima tahun yang lalu. Junior-junior saya itu punya kelompok yang namanya Ghost Night, mayoritas dari mereka preman bengkel sekitar sana."
Sarah mengangguk. "Temen saya baru aja kena begal sama mereka. Knalpotnya diambil."
Abang bengkel itu menunjuk Sarah. "Oh, itu cara lama, Neng. Mereka memang kaya gitu dari dulu. Trus, knalpotnya dijual. Emangnya temennya Neng SMA mereka?"
"SMA-nya Saya."
Ia mengangguk. "Oh, pantes. Mereka enggak akur sama SMA-nya Neng. Tahu kan pentolan kedai domino Momon di sana?"
Oh, ini pasti anak-anak KODOMO.
"Oh, anak KODOMO itu?" tanya Sarah.
"Nah, ntu die ... dulu pernah tawuran sama junior saya itu. Pokoknya mereka parah, deh. Untung aja saya dulu deket sama anak Prebeb. Mereka takut sama Prebeb, soalnya senior saya dulu yang megang."
"Tahu enggak di mana mereka nongkrong?"
"Tahu dong. kalau kedai mereka dekat pembelokan pertama jalan utama ke SMK permesinan. Bengkel mereka ada di depan itu. Kalau anak Prebeb, tempat saya dulu, ada di kedai belakang sekolah."
Seketika tubuh Sarah kaya zilong lagi ulti, membara gitu. Dia ambil helm motor trailnya dan mengegas berkali-kali motor yang bunyinya aduhai tiada duanya.
"Mau ke mana, Neng?" tanya abang bengkel itu.
"Mecahin kepala anak orang."
Waduh .... Gawat nih cewek.
Dia enggak peduli mau preman kek, mau geng motor kek. Pokonya kalau ada yang nyentuh Andi kaya gitu, dia bisa aja mecahin kepala anak orang karena saking bar-barnya. Apalagi dia udah sabuk hitam taekwondo dan juga jadi atlit, serta pelatih di salah satu pelatihan taekwondo di kota. Udah berbagai lawan pernah ia coba. Bahkan, pelatihnya aja dulu pernah kerna bogem saking geramnya.
"Lo enggak tahu ya kalau gue pernah makan kaca?" tanya Sarah ketika berbelok di tempat yang ditunjukin abang bengkel tadi.
Ia lihat belasan motor yang terparkir di bengkel dan kedai di hadapannya. Terdengar suara batu domino dihantam. Seperti biasanya, mulut mereka terpasang rokok yang tersulut. Pelepas candu setelah seharian berkutat di sekolah. Nyali Sarah tidak ciut, ia menggeber motornya sampe orang-orang di kedai dan di bengkel ngelihatin Sarah.
__ADS_1
Sarah turun sembari membuka helm. Tempat pertama yang ia tuju ialah kedai, karena bengkel tersebut hanya terdapat sedikit orang. Kurang greget kalo ngamuk di tempat yang sunyi.
Awalnya sih mereka terpana ngelihat cewek cantik yang turun dari motor trail. Mereka pada perhatiin body Sarah dari bawah sampe ujung rambut. Namun, mereka terdiam ketika Sarah tiba di meja domino.
"Ada yang kemarin ngambil knalpot anak orang, enggak?" tanya Sarah kepada mereka.
"Apa, dek? Nyari knalpot?" tanya salah satu dari mereka.
Sarah memukul meja sekuat-kuatnya. "Adek pala lo. Gue lebih tua daripada lo semua. Sekarang ngaku aja, kemarin siapa yang ngehajar anak SMA gue, trus knalpotnya diambil?"
"Maksud lo apa?" Yang nanya tadi berdiri.
"Oh, ngegas lo ya?" Ia menarik cowok itu keluar dari kerumunan.
Tenaga Sarah memang kuat banget. Kan udah terkenal sebagai hulk SMA mereka. Kevin aja sampe takut kalau berhadapan sama Sarah. Memang over power banget babang author ngebikin karakter Sarah.
Sarah menarik cowok itu ke bengkel di dapan dan ngedorong dia hingga tersungkur.
Tangan Sarah menunjuk mereka satu per satu. "Siapa yang kemarin ngeroyok pacar gue?"
"Aduh ...," keluh cowok yang tadi didorong oleh Sarah. "Lo siapa, sih? Datang-datang udah ngamuk gini. Samlekom kek, gimana kek."
"Emang mau bertamu pake samlekom. Gue kan mau ngamuk," balas Sarah.
"Gue mau tahu siapa yang ngehajar cowok gue kemarin, trus ngambil knalpot mahal dia?" Mata Sarah melihat ke knalpot mereka.
Terlihat salah satu knalpot yang khas banget. Sarah tahu banget bentuk knalpot Andi yang udah di-chrome di bengkelnya dia. Enggak salah lagi, knalpot itu milik Andi yang udah dipasang di salah satu motor bebek mereka.
Sarah mengambil obeng dan pelaratan bengkel di sana.
"Woi, cewek gila? Lo mau ngapain?" tanya seseorang di sana.
"Ini knalpot cowok gue. Lo yang nyuri, ya?" jawab Sarah sembari membuka knalpot di moto bebek itu.
Tangan Sarah udah jadi anak bengkel sejati. Penuh dengan oli dan urat-urat tanganya keluar waktu ngebuka knalpot itu. Sarah udah terbiasa membuka knalpot berkat pergaulannya di bengkel khusus cewek itu. Jadi, hal ini bukan masalah besar. Bentar aja udah kebuka knalpotnya.
****, ni cewek datang dari mana? udahlah pake motor trail besar, lah sekarang ngebuka knalpot sendiri, decak kagum mereka.
Knalpot tersebut berhasil dibuka dengan mudah. Salah satu dari mereka mendekat karena ngerasa Sarah udah berlebihan.
"Woi, lo itu siapa? Berani-beraninya datang ke sini, sampe-sampe ngebuka knalpot gue?" tanya cowok itu sembari memegangi leher Sarah.
"Ini knalpot cowok gue yang diambil. Lo yang ngambil, ya?" jawab Sarah. Ia sulit berbicara kerena lehernya sedang dicengkram oleh dia. Namun, Sarah tidak ciut begitu saja.
__ADS_1
"***!!!!!"
Sarah melihat dengan jelas ancang-ancang pria itu ingin menampar dirinya. Sarah dengan cepat memasang kuda-kuda untuk menghindar dan menghantam perutnya dengan sebuah tendangan. Namun, tanpa Sarah duga, pria itu sudah tepar duluan. Seseorang menghantam wajah pria itu dengan satu pukulan.
Melihat teman mereka yang tepar, orang di satu kedai tersebut langsung berdiri dan siap-siap menyerang. Sarah tidak mempedulikan hal itu, ia fokus dengan wajah yang sedang menolongnya.
Pram? tanya Sarah dalam hati.
Tanpa basa-basi. Sarah ditarik tangannya oleh Pram untuk dibawa ke mobil.
Semuanya sudah berbari untuk menghadang. Wajah garang Kevin dan Revin terlihat di barisan terdepan. Ternyata Kevin sudah mengumpulkan anggota buat ngebalas apa yang udah dilakui Ghost Night kepada Andi. Sementara itu, Pram tidak ingin lebih lanjut pada perkelahian ini karena ia dalam masa pendidikan bintara polisi dan sekarang ia sedang pesiar.
Apa itu pesiar, Bang?
Itu loh waktu khusus anak anak pendidikan kedinasan buat turun di masyarakat. Jadi mereka enggak jenuh dengan pendidikan yang monoton. Moga aja gak salah yaa ...
"Tolong bawa motor Sarah ke kedai. Kalau ada yang lecet, lo yang gue bogem," ucap Pram kepada Kevin.
"Serah lo dah. Bawa Sarah jauh dari sini," balas Kevin.
Revin melirik kepada Kevin. "Udah lama ya enggak gelud beginian?"
"Iya ... intinya jangan ada yang takut! Kita jangan nyerang kalau belum diserang. Gue mau negosiasi dulu buat nyerahin orang yang udah ngebogem Andi."
Revin mengangguk. Ia biarkan Kevin berjalan sendirian ke kerumunan di sana. Kevin masih mengingat orang-orang lama di Ghost Night yang pernah tawuran dengan mereka. Namun, kebanyakan ialah anak-anak baru.
"Gue mau tahu siapa yang udah ngehajar anggota Antophosfer di sini?" tanya Kevin.
"Lo siapa?"
"Gue Kevin, ketua KODOMO."
Seseorang maju dari kerumunan mereka. Ia adalah Wandra, sang penyebar video skandal itu. Wandra pernah bertemu dengan Kevin ketika bertarung sebelumnya. Hanya saja, Kevin tidak tahu menahu tentang masalah video skandal tersebut.
"Kita bertemu lagi," ucap Wandra.
"Oh, elo ... pengecut Ghost Night yang lari waktu ketuanya berlutut hadapan gue."
"***!!!!!" Wandra berlari sekencang-kencangnya dan ingin menghantam Kevin.
Teknik Kevin terlalu diatas level, ia dengan mudah menghindar. Dengan satu pukulan, Wandra terjerembab di jalanan beraspal sembari memegang wajah yang kesakitan.
***
__ADS_1