
Tahukah apa yang tidak akan berubah di dunia ini?
Anda yang jomblo dan beban keluarga itu, kawan ….
Thor … seriuslah!
Oke maap, ini baru serius.
Tahukan apa yang tidak akan berubah di dunia ini?
Perubahan itu sendiri. Ya … sebagai biasa Author kesayangan kalian ini akan bercerita mengenai filosofi-filosofi yang bakalan bikin kalian puyeng. Aduh … entah kenapa Author bakalan ngelanjutin cerita ini padahal udah lama menjadi sarang laba-laba dan hampir menyerupai ruang hatiku yang kosong. Keinget aja waktu lagi berada di operasi kamar mandi di malam hari tatkala berjuang di antara hidup dan mati, author bakalan ngelanjutin cerita ini. Ya namanya cerita komedi ya, pokoknya ketawa aja udah.
Kembali ke mode serius ….
Semua orang akan berubah, termasuk power ranger dan mantan vokalis Band Nidja yang bakalan jadi calon presiden 2024. Entah apaan tujuan tuh orang pengen jadi presiden, mending saya. Ya … kita tidak akan pernah melihat sungai yang sama karena setiap mulekul dan senyawa kimia di dalam sana berubah seiring bergeraknya detik. Manusia sebagai sebagian dari realitas kehidupan yang fana ini mendepat reaksi pergerakan tersebut. Sebagai kesimpulan, manusia itu tetap berubah.
Terlalu serius kayanya ya, oke … bakalan diturunin tensinya.
__ADS_1
Namanya Andi … pemuda tampan dan rajin menabung yang pernah menjadi orang nomor 2 di sekolah. Yang pertama pastinya Pram dan Andi enggak pernah ngalahin status itu. Ya mau gimana lagi, udahlah Pram ganteng dan pintar, abdi negara pula lagi. Andi masih gitu-gitu saja main layangan di sore hari terus nge-push rank mobail lejen di malam hari sampai mampus. Gimana mau maju coba. Tapi, bagaimana pun Andi tetap menjadi Andi yang tampan dan rajin menabung. Hasil tabungannya dibeliin ke knalpot motor bebek terus ikut balapan di akhir pekan.
Separah-parahnya Andi, sebejat-bejatnya Andi, kalau pulang ya pulang. Mau lagi balapan, mau lagi main PS di rumah Agus, mau khilaf sama Sarah, kalau ditelpon sama Mama, Andi tetap pulang. Surga di telapak kaki Ibu, bukan kantong celana bapak satpam hotel yang tiap malam ngeliatin cewek-cewek dibawa om-om. Jadi, Andi kalau pulang ke rumah tetap menjadi anak baik yang jarang sholat. Ya yang namanya urusan agama itu masalah masing-masing ya. Tapi walaupun begitu, Andi tetap tidak pernah melawan sama orangtuanya.
Sumpah ini cerita parah banget, jangan dibaca serius. Ceritanya nabrak banget enggak kek karya-karya yang lain ….
Setamatnya Andi dan kawan-kawan setelah SMA, mereka mulai menjalani hidup yang hampir sebenarnya. Kalau hidup yang sebenarnya, itu masalah setelah kalian kerja dan mulai berkeluarga. Nah, Andi berada di taraf semi sebenarnya, itulah istilah yang dipakai untuk menjelaskan hal tersebut. Enggak jelas memang, jadi baca aja udah. Masing-masing mereka mengguanakan jati diri yang pernah mereka cari untuk menjadi bekal di kehidupan selanjutnya, bukan meninggal ya, tapi di masa-masa setelah tamatnya SMA.
Kita mulai dari Felix Lee. Pemuda keturunan Tionghoa ini masih dengan passion dagang yang diturunkan dari kedua orangtuanya.
Sebagai anak dari pengusaha toko beras dan kelontong tersebut, ia mendapatkan banyak pengalaman dalam berdagang. Mulai dari itung keuntunga, itung rugi, melayani pelanggan, ngejar maling beras, sampe mikul beras sudah ia jalani. Ototnya udah terjamin deh, tapi masih aja takut-takutan kalau diajak tawuran sama Andi. Nah, Felix sekarang membuka usaha konter handphone yang udah buka dua cabang. Usaha tersebut udah dia rintis semenjak SMA, sehingga kalau dikira-kira, yang paling banyak duitnya ya si anak ini daripada ketiga temennya yang cuma jadi beban keluarga.
Oke, yang satu ini agak beban deh tapi sedikit terbantu sama statusnya yang sudah sebagai abdi negara. Jangan kira ini Pram ya, tapi ini adalah pemuda yang paling keling dan kekar daripada mereka bertiga. Agus sangat diharapkan untuk menjadi abdi negara oleh bapaknya. Abang lelakinya sudah menjadi perwira, kini giliran Agus yang mengikuti jalur yang sama, meskipun berada satu tingkat di bawah perwira, yaitu bintara. Agus beruntung lulus tes perekrutan polisi pada tahun pertama ia tamat SMA.
Jangan dikatakan itu hanya sekedar keberuntungan. Meskipun otaknya sebelas dua belas sama Andi, tapi dia latihan fisik tiap hari sampe kulitnya tambah keling aja. Sebelum lolos tes polisi, ia setiap pagi harus push up, sit up, pull up, dan lain-lain. Sebelum pergi main juga push up. Sebelum makan push up. Bahkan sebelum push up dia harus push dulu. Apa enggak tambah keker aja itu badan kalau tiap hari makanannya begini. Tapi, yang namanya usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Anak yang dulu nakal ini malah diagung-agungkan sekolah karena dia lolos menjadi polisi.
Selanjutnya adalah Tami. Tetangga Andi yang paling imut dan manjah ini berhasil memasuki Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang dikenal sangat berkompetitif saat memasukinya. Ya, Tami merupakan anak yang pintar meskipun agak goblok karena saking polosnya. Cewek yang waktu balitanya sering gantian kolor sama Andi ini pun sudah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di salah satu kantor pajak pemerintahan. Oleh karena itu, semakin merasa beban keluargalah Andi yang sampe saat ini masih gitu-gitu aja. Tami kan tetangga deket dan sahabat deket Andi bahkan sejak dari bayi.
__ADS_1
Baiklah, Author agak takut kalau ngebicarain yang satu ini, takutnya dia datang ke rumah buat gebukin karena ngasih informasi yang tidak-tidak. Namanya Sarah, cinta kesayangan Andi yang kedua, karena yang pertama sudah pasti mamanya. Sarah yang pinternya satu level di atas Tami ini kini menjadi mahasiswa kedokteran. Semenjak Andi sering babak belur karena kelahi di SMA, Sarah semakin sadar kalau dirinya harus bisa ngobatin orang-orang yang senasib kaya cowok gobloknya itu.
Sarah semenjak tamat SMA, ia semakin aktif di komunitas motor cewek yang diketuai oleh dirinya sendiri. Meskipun tidak sebar-bar waktu SMA, ia masih gila-gilaan bawa motor trail modifikasi yang bikin insecure anak geng motor di sekitaran komplek. Ya yang namanya Sarah, tetep aja brutal sama orang-orang yang sering ngegangguinnya. Salah satunya Andi yang sekarang takut gangguin Sarah kalau lagi main game.
Selanjutnya, ini yang paling beban keluarga sumpah. Kerjaannya molor mulu kalau enggak kuliah, main game, main bola sama preman komplek sampe magrib, sama begadang di pos ronda sambil main domino lawan papanya Sarah. Siapa sangka orang yang sering nyari masalah sama guru, eh sekarang malah pengen jadi guru. Sebagaimana pembukaan tadi, setiap orang akan bergerak dan berubah, termasuk Andi sendiri. Ia sadar, otaknya tidak akan sanggup di jurusan hukum ngapalin banyak pasal sebagaimana impiannya dulu. Sekarang, ia memanfaatkan anugerah Tuhan yang ngasih di bakat di olahraga. Oleh karena itu, Andi berkuliah di jurusan keguruan pendidikan jasmani.
Nah ini untungnya kalau kuliah sesuai sama minat. Andi termasuk jajaran orang dengan nilai paling baik di kelasnya. Lah orang udah biasa olahraga, jadi tahu praktek, meskipun ia susah payah ngapalin teori. Yang namanya udah minat dari awal ya, Andi semakin cinta sama jurusannya semenjak ia menginjakkan kaki di WC fakultas untuk pertama kali. Soalnya WC-nya super bersih, nyaman banget buat perjuangan sejenak menahan beban di perut sambil nyebat santai di sana.
Ya begitulah kisah mereka semenjak tamat SMA. Banyak sekali perubahan yang terjadi. Maka dari itu, sampai disinilah cerita di season kali ini. Author mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.
TAMAT ….
Author govlok …
Ya kali cerita ini tamat di episode pertama.
Di suatu hari yang cerah. Sarah datang dengan wajah sedih kepada Andi.
__ADS_1
“Andi, gue hamil ….” Sarah menggenggam tangannya.
***