Andi X Sarah

Andi X Sarah
65. Saingan (SEASON 2)


__ADS_3


Saingan



Seharian ini Sarah hanya memantau dari segala arah. Mulai dari story Andi di berbagai media sosial yang Andi miliki, hingga memantau diam-diam rumah Andi. Dari tadi pagi Sarah kaya mantau kos-kosan mesum yang udah dicurigai sejak lama, menyusuk ke bunga-bunga buat ngelihat pergerakan Andi. Sampe-sampe preman-preman komplek juga dipaksa sama Sarah buat ngawasin Andi dan Clara.


Andi ngakunya sih mereka ga ada ngapa-ngapain dari telpon. Tapi kan Sarah ini orangnya suka negative thinking gitu, mikirin Clara megangin tangan Andi lah, ngeperawanin Andi lah. Lah Andi di perawanin, ada-ada aja.


Hingga senja menjelang, Sarah masih ngelihatin Clara yang pergi sendirian ke taman komplek yang banyak anak-anak main di sana. Mana tau ini cuma mau ngibulin dirinya sehingga Clara cuma tampak pergi sendirian, eh takutnya mereka malah ketemuan di sana. Ini sumpah Sarah udah over banget cemburunya.


Padahalkan Clara cuma pengen makan Sate Padang yang dijual di sana. Lagian Andi lagi pergi, makanya dia pergi sendirian.


Malam tiba, handphone Sarah berbunyikan suara LINE dari Andi.


**Andi : Siap-siap, gue mau jemput lo malam


Sarah : Ke mana?


Andi : Ke hatimu :*


Sarah : Serius (Stiker cium)


Andi : Pokoknya siap-siap aja**.


Langsung deh Sarah mandi, luluran, sampoan, sabunan, parfuman, dan bahkan push up sambil kayang dan sampoan. Pokoknya Sarah bersiap-siap dengan sesempurna mungkin. Yang dulu ga pernah nyentuh alat-alat make up yang dibeliin Andi, sekarang dia pake. Soalnya selama ini dia paling males pake bedak-bedak mahal. Paling banter pake bedak bayi dan pemerah bibir dipoles tipis. Kalau udah cantik yaaa cantik aja, pikirnya.


Sepuluh menit ia menunggu sambil kayang, eh maksudnya sambil goyang, eh salah. Sepuluh menit menunggu sambil duduk di ruang tamu, ia berkali-kali kembali melihat wajah di kamera hp agar memastikan wajahnya enggak ada yang kurang.


Hati Sarah kembali berbunga-bunga setelah mendengar klakson mobil dari depan. Sarah langsung keluar dengan senang hati.


Andi terheran-heran ngelihat Sarah yang berdan-dan cantik banget. Padahal ia belum pernah tuh beginian. Kalau mau jalan, paling pake celana jeans, kemeja kotak-kotak, sama salah satu sepatu converse koleksinya. Lah, ini sumpah feminism banget pake sepatu highheel segala.


"Lo mau kondangan?" tanya Andi. "Lagian mana ada kondangan malam-malam."


"Cantik ga?" tanya sarah.


"Lo cantik dengan lo apa adanya. Ayo masuk ...."


Sarah masuk ke dalam mobil. Mukanya sedikit cemberut.


"Jadi gue ga cantik kalau dandan begini?" tanya Sarah.


"Lah ngambek ... bukan begitu ... lo tambah cantik sih kalau begini, tapi kan ga kaya biasa aja."


Hidung Sarah kembang-kempis mencium sesuatu yang harum dari mobil. Ia tidak pernah mencium wangi parfum seperti ini sebelumnya. Ia mengendus ke segala arah, sampe ke ketek Andi. Yang pasti, parfum ini mana ada dipake cowok, femenim banget wanginya.


"Lo abis bawa jalan Clara, ya? Kok wangi parfum cewek?!!"

__ADS_1


"Lah, mana ada. Udah jelas dia jalan sama kita," balas Andi.


"Kita?" tanya Sarah dengan heran.


"Iya kita." Andi menunjuk ke belakang. "Noh di belakang ada Clara."


Senyum Clara memancar kepada Sarah tatkala mereka bertatap-tatapan. Clara tahu kalau Sarah ga bakalan suka kalau mereka satu mobil bersama, apalagi sama Andi. Tapi kan enak aja bikin Sarah kesel gitu.


"Ngapain sih ngajak cewek jelek ini?!!!" protes Sarah.


"Mulut itu gue cabe entar yaa. Ga ada bilang Clara ini jelek."


"Iya, dia jelek, putih, mulus, dan manis." Kalimat Sarah melambat.


"Nah, itu cantik bego."


"Pokoknya gue ga mau dia di sini," protes Sarah kembali.


"Jelasin Clara," pinta Andi kepada Clara.


Clara berdehem. Ia sentuh pundak Sarah.


"Aku mau pulang ke Sumatera Barat. Malam ini aku berangkat. Makanya diantar, sekalian ajak kamu."


"Ngapain kamu ajak aku?" Sarah sok imutan make aku kamu.


Mereka berangkat ke bandara dengan segala perdebatan dari Sarah dan Andi mengenai kehadiran Clara di sini. Sarah berharap banget mereka pergi jalan romantis berdua, makan di bawah bintang gemintang disertai angin yang menerpa wajah mereka, mereka merangkai kisah malam ini dengan indah, pokoknya yang romantis-romantis. Eh malah ada dia.


Sesampainya di bandara, Sarah nyempil di antara Andi dan Clara biar mereka ga deketan. Sarah sedikit dikacangin karena Andi selalu mengajak bicara Clara. Ya namanya kan orang mau pergi, pasti melepas rindulah sedikit di sini. Mereka bakalan tidak berbincang dengan waktu yang lama.


"Udah sampe sini aja ... Aku bisa sendirian kok." Clara memandang Andi dan Sarah.


"Yaudah, pergi aja ..." Sarah masih cemburuan.


"Sarah, baikan dong sama Clara. Dia mana ada suka sama gue. Lo gila banget sih cemburuan kek begini. Hahahah."


Tangan Andi mengelus rambut Sarah hingga membuatnya tersipu.


"Sarah, datang ya dengan Andi ke pernikahan aku."


Tatap mata Sarah bergeming karena terkejut.


Menikah??? maksud lo??? cepet banget ....


"Maksud lo ... lo bakalan nikah, gitu?" tanya Sarah.


Clara mengangguk. "Tiga bulan lagi ... masih lama."


"Jadi, lo selama ini─"

__ADS_1


"HAHAHA ... aku mustahil sekali suka sama Andi. Aku kan udah punya calon." balas Clara."


"Anggota TNI lagi. Bukan kaleng-kaleng," sambung Andi.


Sarah mendekati Clara. Ia genggam tangan Clara.


"Maaf, ya ... gue berpikiran buruk sama lo."


"Hahaha, iya maafin aku juga. Aku udah buat kamu kesal."


"Gue pasti datang kok sama Andi. iya kan Andi?"


Andi menganguk senang, ternyata Sarah mau pergi bersamanya ke kampung kelahiran.


"Oke, aku tunggu kalian di hari bahagia aku."


Perlahan Sarah mendekat ke telinga Clara. "Lo cepet banget kawin? Ga hamil luar nikah, kan?"


"Gilaaa ... mana ada ...."


"Hahaha, oke deh ... goodbye ..."


Clara mengangguk. "Bye ... langgeng ya buat kalian berdua."


"Kamu juga ...."


Mereka berdua saling melepaskan tangan. Ia tatap punggu Clara hingga ia berbelok ke koridor yang lain. Sarah berbalik dan melangkah sembari menggenggam tangan Andi.


"Selanjutnya kita ke mana?" tanya Sarah.


'Terserah lo ..."


"Terserah gue???"


"Iya ...."


Senyum Sarah mekar. Mereka akhirnya bisa jalan bareng setelah sekian lama enggak ada sama-sama lagi. Ia sudah tidak sabar mendengar cerita Andi mengenai Clara yang masih belum ia ketahui latar belakangnya.


Dan satu hal lagi yang bikin dia seneng.


Satu pesaing akhir disingkirkan, Sarah tersenyum licik di dalam hati.


AHAHAAHAHAHHA


Aneh banget ....


***


Besok epilog, yaa ...

__ADS_1


__ADS_2