Andi X Sarah

Andi X Sarah
44. Bang JAI (SEASON 2)


__ADS_3

Bang JAI


Pagi itu terasa santun karena semua keributan perlahan bisa diredam. Andi sangat berterimakasih dengan Kevin karena turut membantu menyelesaikan masalah ini. Setiap masalah, sepertinya anak itu selau campur. Itulah pengaruh Kevin dan Kodomo-nya yang sangat kuat.


Four Dog, sebuah nama kelompok yang beringas. Hampir membuat mampus beberpa senior pentolan Anotphosfer dengan alasan akan menghancurkan Antophosfer. Andi tahu mereka telah bubar, namun tidak sepenuhnya bubar. Four Dog, sesuai dengan namanya, mereka hanyalah berempat orang. Selebihnya itu bagaikan anjing-anjing yang mereka giring untuk dijadikan senjata. Dandi dan ketiga temannya tetap satu karena alasan yang sama, loyalitas tanpa batas.


Andi tetap memaspadai mereka. Four Dog bukanlah kelompok biasa, mereka kuat dan berbahaya jika berurusan serius dengan mereka. Memang, mereka tidak lagi menampakkan diri. Mereka seperti murid-murid lainnya, pergi ke sekolah dan pulang ke kedai untuk menongkrong hingga senja menjelang.


Hancurnya mereka ada sangkut pautnya dengan permintaan Andi kepada Ajiz untuk membuat aliansi sendiri. Ajiz menangkap sinyal itu dan cara terbaik untuk menguasai angkatan kelas 10, yaitu dengan menyingkirkan Four Dog. Andi juga tahu jika Ajiz tengah mengajak teman-temannya bergabung dengan ia di Kodomo. Mungkin saja kekuatannya belum cukup sehingga tidak kunjungi menghadap kepada Andi sesuai janji kemarin. Jika ia sudah merasa cukup, barulah Ajiz mendatangi Andi untuk berduel mangadu kekuatan.


Beberapa hari lagi merupakan hari terakhir sekolah dan tidak lama lagi mereka akan mengambil hasil belajar selama semester ganci ini. Class meeting juga sudah dilalui dengan semangat. Seperti biasanya, team volleyball kelas Andi tidak pernah kalah. Berkat Sarah dan Tami, mereka merebut lagi piala yang juga mereka raih di semester lalu. Berbeda dengan Andi, ia tidak beruntung membawa team basketnya untuk juara. Mau gimana lagi, Andi kan ga terlalu hebat main basket. Kalau futsal bolehlah.


Handphone Andi berdering di dalam kelas. Ia mengangkat tanpa memperhatikan nama penelpon di layar.


"Hallo? Iki sopo?" tanya Andi.


"Woi, cepet ke kedai soto sekarang."


"Lah, ini siapa?"


"Ini Naila ... ih,lo ga liat nama gue ya?" tanya Naila,


Andi melihat layar handphone-nya, ternyata memang Naila yang lagi nelponin dia.


"Oh iya, gue lupa lihat. Ngapain ke kedai soto?" tanya Andi.


"Cepetan, gue udah terlambat nih."


"Terlambat ngapain?"


"HEH, CEPETAN!!!"


"IYA!!! KOK MAKSA SIH!!!"

__ADS_1


Andi berlari dengan cepat menuju dinding sekolah buat dipanjat. Udah kebiasan sih, jadi mudah aja memanjat dinding sekolah yang lumayan tinggi. Satu-satunya jalan termudah menuju kedai soto, yaa cuma ini. Seperti pemuda suku Nias, Andi melompat dinding tersebut dengan gagah berani.


"Mana nih anak?!" Andi udah emosian dari tadi.


Lambaian tangan keluar dari mobil. "Woi, sini!"


"Woi!" Andi menepuk kaca mobil. "Ngapain *****?"


"Ikut gue, masuk ke mobil."


"Ngapain?"


"Jangan banyak tanya, bawel amat."


Jadinya Andi ngikut aja masuk ke dalam mobil. Mobil berjalan dengan diiringi musik yag bikin Andi ilfil banget. Nih anak nyetel lagu dj di aplikasi tiktak. Naila malah keasyikan dengan lagu itu, tapi enggak sama Andi.


Orang cantik punya selera musik yang agak lain kali ya ...


Mobil Naila masuk ke area parkir sebuah mall di tengah kota. Setelah memarkirkan, Andi ditarik untuk berlari ke dalam mall.


"Eh, kita mau ke mana sih?" tanya Andi sambil berlari. Tangannya masih melekat pada tangan Naila.


"Penulis faforit gue lagi show di mall ini."


"Siapa penulis lo?" tanya Andi lagi.


"Itu loh, Bang JAI." Napas Naila ngos-ngosan ketika sampai di kerumunan orang yang tengah menyaksikan seseorang yang tengah ada di panggang. "Kyaaaa .... itu Bang JAI!!!!"


Kaya kenal gue sama Bang JAI ...


APA?


Lah suara siapa itu? Andi terheran-heran dari mana suara itu datang.

__ADS_1


Ini suara Bang JAI, authornya cerita ini


******* ....


hahahah ... becanda.


Naila berusaha buat menembus kerumunan, namun tubuhnya terlalu lemah untuk melewati kerumunan tersebut. Begitu ramai orang-orang yang ingin melihat penulis Bang JAI yang lagi talk show buku terbarunya yang berjudul Captain Reira dan disiarkan oleh berbagai televisi nasional. Soalnya dia ga mau kalah tuh sama bimbel online Ruang Dosen yang bikin Bang JAI ga bisa nonton acara faforitnya.


"Eh, udahlah ... rame gini."


"Ih, lo masa gitu sih?!" Naila menunjuk panggung. "Itu Bang JAI, penulis terkenal. salah satu karyanya yang berjudul Andi X Sarah udah dibaca 69 juta kali di situs itu loh."


"Lah, kok kaya nama gue sama Sarah?" tanya Andi.


Naila mengangkat bahu. "Kebetulan aja kali."


"Ganteng kaga, malah banyak cewek yang ngefans."


"Lah elo ganteng ga bisa apa-apa."


Ganteng ...? Andi terbingung sesaat.


Suasana canggung tercipta. Naila menggaruk rambutnya sambil membuang muka. Tanpa disadari olehnya, Andi menarik tangan Naila ke belakang tubuhnya. Ia paksa masuk ke dalam kerumunanan tersebut. Perlahan namun pasti, disertai juga sama cacian orang yang ga suka didesak Andi, mereka akhirnya bisa mencapai barisan paling depan.


"Nah, kita sampai." Andi tersenyum senang.


Pipi Andi dibuat memerah tatkala Naila memeluk dirinya dengan sebelum tangan. Kepalanya bersandar ke lengan Andi.


"Makasih ...."


"Sama-sama ..."


***

__ADS_1


__ADS_2