Andi X Sarah

Andi X Sarah
55. Panas (SEASON 2)


__ADS_3


Panas



Liburan kali ini menyimpan sendiri ceritanya. Mengandung kenangan yang sulit sekali untuk Andi lupakan. Ia rindu akan pemandangan Gunung Marapi dan Gunung Singgalang yang berdiri menjulang, ia rindu dengan kopi racikan nenek yang begitu lekat dalam langit-langit mulutnya, dan ia rindu dengan wanita itu. Ingin sekali rasanya ia kembali menatap wajahnya yang selalu tersenyum di akhir percakapan.


Tentu saja, Andi sedih dengan kepergiannya yang tiba-tiba. Harusnya ia memberitahukan sendiri jika ia akan pergi. Namun, keadaan yang tiba-tiba membuatnya mengurung niat untuk melakukan hal itu. Selain itu, tidak mungkin baginya akan bertemu dengan Clara ketika semuanya tengah terlelap tidur. Biarkan ia sendiri mencaritahu tatkala Andi tak ada lagi di rumah. Janjinya tak akan ditepati, Andi ingin sekali menikmati masakannya.


Tidak ada kabar dari wanita itu semenjak perpisahan yang tiba-tiba. Tidak sedikit pun handphone Andi berbunyi berkat pemberitahuan darinya. Bodohnya, Andi terlalu segan untuk menanyai kabar lebih dahulu. Takut ia akan marah karena kejadian itu. Cukuplah Andi menyimpan rindu di balik sebuah foto mesra yang sempat ia abadikan di sana.


Liburan tidak menyisakan hal yang spesial setelah itu. Dua minggu libur dihabiskan untuk menongkrong di kedai tongkrongan dan makan pop mie di IndoApril tempat Kevin bekerja. Suntuk begitu suntuk dengan hidup yang monoton tanpa aktivitas. Ada sih, paling jadwal ronda papa Andi yang ia sendiri yang menggantikannya. Di sana ia sedikit dapat hiburan berkat cerita bapak-bapak ronda mergokin orang mesum di kos-kosan daerah mereka.


Bayangin aja dah, si cowok ngekos buat kuliah udah dua bulan. Trus, bapak ini udah curiga kenapa nih anak sering nangkring sama cewek di depan kosan. Usut punya usut, bapak ini bertanya nih sama tetangganya si cowok dan mengatahui jika itu pacarnya.


Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Sang bapak mendapatkan kesempatan ketika melihat si cewek masuk ke kamar kos. Awalnya bapak ngintip kan dari jendela, ga ada ngapa-ngapain. Si bapak pergi sebentar. Eh, malah kedengeran suara desahan gitu. Sontak bapak ini langsung balik dan mengintip lagi. Naujubillah, mereka sedang bercocok tanam berdua dengan berbagai gaya. Si bapak horny, tapi berusaha buat fokus dengan ingat anak bini di rumah. Namanya juga kan yang lagi beraksi cewek-cewek kuliahan yang masih mulus. Apa ga tertarik tuh bapak.


Mereka berdua yang lagi memanas di tengah aksi bercocok tanam dengan berbagai posisi. Jangan dipikirin posisinya plis ...


authornya juga lagi berusaha nih. Sebanyak apa dosa author bikin cerita absurd beginian yah.


Dah balik lagi ke ceritanya .... Si bapak manggil kawan-kawan yang ada di pos ronda.


Nah, ini nih yang paling ditunggu-tunggu Andi. Pintu kos di buka dan mereka sontak melepas barang masing masing dan menutupinya dengan handuk. Muka mereka sumpah pucat ga karuan soalnya bentar lagi kan mau diarak sambil telanjang.

__ADS_1


"Mesum lo anj!!!" Salah satu pemuda mukulin cowok sambil nempel-nempel sama cewek itu yang lagi telanjang.


"Ampun bang!!"


Untung aja mereka berdua ga disuruh reka ulang aksi bercocok tanam. Pak RT yaitu bapaknya Sarah sendiri datang dan menenangkan suasana kos-kosan yang rame karena semuanya pada penasaran sama ceweknya. Maklum, orang abis kepergok mesuk kan belum make baju. Yah, cewek lah yang jadi incarannya.


Mereka dibawa ke polsek dan si cowok pindah kos.


Setelah itu Andi pulang sambil ngebayangin kalau dia sendiri yang mergokin itu pasangan.


Liburan yang singkat berganti hari dengan masa semester genap yang tiba. Mereka dihadapi dengan berbagai pelajaran tambahan di sekolah. Belajar taambahan itu bermaksud untuk bekal mereka ketika menghadapi banyak ujian, seperti UAS, ujian sekolah, dan ujian nasional. Belum lagi dengan berbagai try out dari dinas pendidikan setempat dan try out dari lembaga bimbel yang cuma gimik buat promosi.


Bulan Maret pun tiba. Ujian akhir semester dan Ujian Sekolah dilalui dengan sempurna. Tibalah mereka di puncak masa kebosanan masa sekolah di mana mereka tidak lagi mempelajari pelajaran yang sudah diujiankan, tinggal belajar pelajaran yang akan mereka hadapi di Ujian Nasional. Namun, pada masa itu juga yang akan mereka rindukan nantinya.


Tepat setelah Andi melaksakan Ujian Sekolah terakhirnya, Andi dihadapi oleh Sarah yang tiba-tiba datang.


Jujur, kesibukan membuatnya lupa dengan masalah asmara. Ia tidak pernah berbicara dengan Sarah semenjak mereka putus dan mulai melupakan masalah itu ketika ia sibuk belajar mandiri untuk ujian. Selain itu, ia tidak memungkiri jika ia mempunyai rasa dengan seorang wanita yang sempat ia temui. Ia sadar rasa nyaman yang selama ini tiba karena ia menyukai Clara. Namun, tidak sedikit pun usaha dirinya untuk mendekati Clara setelah mereka tidak pernah bertemu. Hanya rindu yang ia simpan.


"Cewek siapa?" tanya Andi. Ia melewati Sarah karena tidak ingin berbicara.


"Gue denger lo lagi suka sama seorang cewek."


"Trus, apa pentingnya bagi lo."


"Ya gue penasaran aja sama hal itu," balas Sarah dengan malu-malu.

__ADS_1


Andi berbalik. "Sar, lo ga pernah berubah ya dari dulu. Selalu terus terang dengan rasa penasaran lo. Tapi plis ... gue lagi ga selera bicara tentang asrama eh ... asmara kali ini. Selain itu, apa pentinya gue sama lo? Lo kan udah deket lagi sama Pram. Yaudah, sana aja main sama dia."


"Gue ga kaya bicara sama Andi." Sarah terheran. "Setidaknya lo cerita sama gue. Kita putus, tapi kita masih temenan."


"Dulu lo ga mau bicara sama gue, dan setelah berbulan-bulan baru kali ini lo ngajak gue bicara? Temen macam apa itu!"


Ia langsung berjalan menuju parkiran. Sedikit risih, sedari tadi Sarah tetap mengikutinya dari belakang.


"Mau lo apa sih?!" tanya Andi denagn kesal.


"Gue minta maaf." Mata Sarah turun karena tidak sanggup menyorot wajah Andi. "Kayanya kita ga bagus jauh-jauhan kaya gini. Ga bagus buat jantung juga karena dendaman. "


"Maksud lo apa?"


Sarah menggeleng karena takut Andi akan salah paham. "Ini bukan seperti yang lo maksud. Sebaiknya kita kaya biasa. Maksudnya, kaya ... aduh susah juga ... kaya gue sama Agus, kaya gue sama Felix dan Nanang, kaya lo sama Tami."


"Iya terserah lo mau ngapain. Ga peduli gue." Andi menaiki motornya.


Suara motor Andi berdendang di tengah keadaan panas yang terjadi. Muka Sarah disiramin sama asap motor Andi yang ngebul kaya vape.


"Lo cemburu kan gara gue dekat sama Pram?" tanya Sarah.


Pertanyaan tersebut menurunkan gas Andi pada motornya. Andi tatap mata Sarah dalam-dalam, "Lo cemburu kan gue suka sama Clara? Dia cewek yang baru gue temui di liburan semester kemarin. Anaknya baik dan bisa masak. Sehari-hari dia bantuin nenek gue di rumah dan ngasih makan ayam kalau sore hari. Dia bisa nyangkul kebun, nanam sawi, dan manen bawang.. Cewek desa, tapi ga kalah keren sama cewek-cewek gaul kaya lo. Udah, itu semua informasi yang buat penasaran sama Clara."


Andi pun pergi meninggalkan Sarah sendirian di parkiran.

__ADS_1


Semoga lo nemuin cewek yang lebih baik dari gue, ucap Sarah dalam hati.


***


__ADS_2