Andi X Sarah

Andi X Sarah
39. Ancaman Andi (SEASON 2)


__ADS_3


Ancaman Andi



Sekolah terasa panas semenjak ia menyadari Agus telah dihajar oleh Dandi dan kawan-kawannya. Ujian tidak terlalu menjadi beban baginya karena selama ujian berlangsung, Andi hanya berpikiran cara untuk membalas dendam. Teman-teman Anak Amak juga belum ada yang tahu selain dirinya. Agus lebih memilih menghindar untuk bertemu.


Kekesalannya kepada komplotan Dandi hampir sebanding dengan kekesalananya kepada Dugong. Sebagai ketua dari Antophosfer, ia yang seharusnya yang menggerakkan anggota untuk membalas mereka. Ini tidak bisa ditoleransi lagi, sudah tiga orang pentolan Antophosfer yang ia hadang. Pertama adalah Andi, kedua ialah Arman, dan yang terakhir ini merupakan Agus. Entah siapa lagi yang mereka incar untuk mencari perhatian berandal sekolah.


Walaupun kelas 10, mereka tidak bisa dianggap enteng. Buktinya, banyak komentar yang mengatakan kehati-hatian terhadap geng Four Dogs, terutama Dandi sendiri. Dandi bukanlah orang sembarangan. Ia mantan anggotanya Dugong sewaktu SMP, dan berkembang dengan cepat setelah Dugong tamat dari SMP-nya. Four Dogs lama berhasil mengambil alih pemegang sekolah mereka.


Sarah mengejar langkah Andi yang cepat menuju kelas Dugong. Berkali-kali ia menahan langkah Andi, tetap saja Andi tidak mendengarkan perkataanya. Andi bukanlah orang yang mudah untuk dihentikan jika sudah berkecamuk amarah di hatinya.


"Andi, gue bilang berhenti. Berhenti Andi ...." Sarah berhenti dari langkahnya. "Jangan dibalas, gue ga mau lo terlibat masalah."


Benar ... gue selalu berbuat masalah. Apa yang harus dihentikan? Kalau buruk, buruk saja sudah ...

__ADS_1


"Maaf, Sarah ... kali ini gue ga bisa dengerin kata lo Sar." Andi tetap berjalan lurus.


"Berhenti kalau lo masih cinta sama gue!!!" teriak Sarah.


Tidak ia dengarkan ancaman Sarah. Ini bukan masalah cinta atau tidaknya. Namun, ini merupakan harga dirinya dan teman-teman yang ia lindungi. Sudah berapa kali mereka merendahkan para senior mereka sendiri.


Andi membuka pintu kelas Dugong. Tampak Dugong tengah berkumpul dengan teman sekelasnya. Semuanya dibuat terkejut ketika Dugong ditarik secara paksa dan Andi hempaskan ke arah dinding.


"Kalau lo ga gerak juga, mundur aja lo dari ketua Antophosfer!" teriak Andi. "Agus udah babak belur mereka hajar!"


Seseorang datang balas menghantam Andi. Ia merupakan Hasbi, teman satu geng Dugong.


Andi berdiri dan menendang perut Hasbi hingga ia terpental beberapa langkah. Seluruh anak cewek keluar kelas karena takut jika terjadi perkelahian hebat. Sebagian anak laki-laki yang nyalinya ciut juga turut menghindar.


"Antophosfer enggak pernah ngurusin masalah antar kelompok di sekolah," balas Dugong. Seperti biasanya, ia selalu dengan pembawaan tenang.


Kesal dengan jawaban santai dari Dugong, Andi memegang kerah Dugong dengan sebelah tangan. Hasbi dengan cepat menyerang Andi, namun Hasbi terlalu lemah baginya. Tangan kirinya dengan mudah menahan Hasbi untuk bergerak.

__ADS_1


Dugong terkejut melihat Andi yang bisa menahan dua orang sekaligus. Satu-satunya orang yang pernah ia lihat sedang seperti ini ialah Kevin. Namun, kali ini ia kembali melihat satu orang yang bisa menahan dua orang sekaligus.


"Ini bukan masalah antar kelompok, ini masalah Antophosfer. Mereka punya rencana buat ngehancurin Antophosfer!"


"Dia bilang begitu karena ga tau sistim Antophosfer itu bagaimana. Dia bilang Antophosfer itu adalah geng yang gue buat waktu SMP. Padahal, geng gue udah bubar semenjak tamat. Dia punya dendam kesumat sama gue."


"Tetep aja ini ga bisa dibiarkan. Lo sebagai ketua Antophosfer harus gerak, atau gue yang gerak sendiri!" balas Andi.


"Jangan gegabah, *******! Dia itu ngincar Arman, lo, dan Agus biar gue keluar. Incaran utamanya itu gue. Dalam waktu yang dekat, gue bakalan datangin dia dan mengakhiri masalah ini. Gue lah incaran utamanya, setelah dia dapat mangsa utama, dia bakalan berhenti."


Andi mendorong Hasbi yang sedari tadi ia tahan dengan mudah. Perlahan ia melepaskan genggaman kuatnya pada kerah Dugong.


"Lo sendiri, lo ga bakalan kuat. Tolong Gerakin Antophosfer."


Kepala Dugong menggeleng pelan. "Enggak, gue ga mau gunain Antophosfer buat masalah gue. Biarin gue sama Hasbi yang nyelesaiin ini. Beberapa anggota lama kami juga masih duduk di kedai."


"Seminggu ini mereka ga habis, gue yang menggal kepala dia! Termasuk kalian berdua. Ga peduli gue lo ketua Antophosfer." ancam Andi.

__ADS_1


Dugong dan Hasbi sampai-sampai menelan ludah karena ancaman Andi begitu serius. Ia merupakan pedang utama Antophosfer semenjak Kevin dan Pram sudah tamat. Baginya, Andi lah yang terkuat di SMA ini. Tidak ada yang bisa mendominasi kehebatannya. Namun, semenjak kedatangan Dandi. Ia mulai ragu. Seorang yang dulu begitu lemah, kini begitu kuat berkat dendam kepadanya.


***


__ADS_2