Andi X Sarah

Andi X Sarah
7. Cowok Wangi


__ADS_3

Cowok Wangi


Satu sekolahan geger akibat skandal hombreng yang mereka lakukan. Tercyduk memalukan itu membuat popularitas Anak Amak sedikit tercoreng. Semua malah meminta link pidio sama Sarah, untung saja Sarah tidak sempat memvideokan mereka ketika di WC. Ia hanya ber-insta story ria setelah mereka tercyduk.


"No link, Hoax!" balas salah satu siswa pada Sarah di insta story-nya.


"Link pala bapak lo peang!"


Akibat Andi dan Agus ketahuan bermaho ria di WC, kesan kegantengan mereka menjadi tercoreng. Sebenarnya sih mereka cuma ketahuan ngerokok, karena tangan Andi udah kaya grepe-grepe ga jelas gitu di pantat Agus, ya sudah. Rumor pun tersebar kalo si Andi ganteng-ganteng tapi maho. Parahnya lagi, Sarah malah nge-Insta Story mereka berdua. Dengan wajah liciknya dia tersenyum sambil ngevideoin Andi dan Agus.


"Woi, ada yang lagi mahoan nih di WC. Ganteng tapi maho, sayang yahh. HAHAA," kata Sarah di Insta Story miliknya. Dia pun menyorot wajah tercyduk Andi dan Agus.


"Gimana perasaannya setelah kena grepe om Agus?" tanya Sarah ke Agus. Ia mengarahkan kamera handphone-nya tepat ke wajah Agus.


"Kami ga grepe njing. Si Andi....." Kalimat Agus dipotong Sarah.


"Andi megangin pantat lo ya? HAHAHAH."


"Sarah udahan dong. Malu nih kami," protes Andi.


"Udah ya, Andi ga mau divideoin nih. Daaahhh." Sarah mengakhiri videonya. Sebelum nge-send, Sarah nulis kata TERCYDUK di videonya. Alhasil, video tercyduknya Andi dan Agus tersebar.


Setiap mereka ke kantin, Andi ga mau duduk dekat-dekat sama Agus. Takut digosipin sama satu kantin. Agus juga ga mau duduk sama Andi, trauma udah dilecehin sama dia. Felix duduk sambil megangin tetenya yang sakit karena sudah dipencetin sama temen Kevin.


"Shitt!! Kegantengan kita tercoreng. Anjing! Gara lo, nih," kata Agus ke Andi.


"Yah masa gua, lo yang salah. Coba lo ngasih uangnya langsung. Mungkin kita ga dikira grepe-grepe di WC." Protes Andi. Ia tidak terima dengan kalimat Agus. "Kegantengan gua udah tingkat kota, ga bisa diganggu gugat."


"Mending lo berdua ga diapa-apain. **** gua udah terlecehkan," kata Felix sambil megangin tetenya.


"Ah mending lo-lo bertiga. Nih muka gua, memar kena bogem Kevin. Lo tau badan Kevin segede kapten amerika." Nanang megangin mukanya yang udah abis.


Mereka makan somay mereka sambil diliatin sama satu kantin. Ga tau dah di mana muka mereka disembunyiin, terutama Andi dan Agus.

__ADS_1


Tiba-tiba segerombol cewek-cewek yang tergabung di Anak Amak Lovers datang. Mereka adalah fansnya Anak Amak di sekolah. Seonggok cabe-cabe kiloan yang sering godain Andi ke kelas ada di barisan terdepan. Mereka sih kakak-kakak kelas IPS yang nge-fans sama Andi. Diikuti sama adik-adik kelas yang juga tergabung di Anak Amak Lovers.


"Bener lo sekarang suka lobang pantat Andi? Gua ga nyangka." Salah satu cabe kiloan bicara. Ia menyibakkan rambut ke belakang sambil memalingkan muka. "Jangan kau nodai adinda dengan tangan busukmu ituh!"


Trus salah satu adik kelas maju. "Bang Andi dan Bang Agus bener gay? Masa' iya? Padahal...hu....hu...hu." Adik kelas itu nangis-nangis ga jelas.


"Kok mereka bedua aja ditanyain, gua enggak?" protes Felix. Tangannya masih megangin ****.


"Lo urus **** lo dulu! Masa dipencetin sama kelompok Kevin sih. Itukan rival kalian, masa kalah!"


Andi angkat bicara, "Nanti kami jelasin yah di konferensi PERS-nya."


"Ga ada konferensi PERS lagi. Kita bubarin group ini. Kami kesel kalian udah jadi maho. Yok kita pergi!"


Akhirnya fanbase mereka bubar karena isu kemahoan antara Andi dan Agus. Andi dan Agus jadi malu karena kemahoan yang sudah melekat pada mereka. Agus tercoreng sebagai korba, sedangkan Andi tercoreng sebagai tersangka. Kegantengan anak Anak Amak tercoreng akibat perbuatan tak senonoh. Bekibarlah benderi pelangi di mata murid lain tatkal mereka lewat.


Andi mendatagi Sarah yang menjadi biang kerok isu kemahoan dirinya. Seperti anak pintar lainnya, Sarah sedang asyik mempelajari rumus-rumus fisika. Sarah ga idup namanya kalau ga belajar. Dia ga bisa napas kalau ga ngitung sesuatu. Ngitung rumus, ngitung uang kas OSIS, ngitung viewer di insta story yang tadi. Beda dengan Andi. Andi mah seneng kalo ga belajar.


Melihat Sarah dipegang tangannya oleh Andi, terjadilah perguncingan abad ini oleh seonggok murid perempua di sudut kelas.


"Ih, Sarah kok mau dipegang-pegang Andi."


"Santai aja kali. Andi kan maho, ga mungkin tertarik sama Sarah. Dia suka yang batangan."


"Tapi, kalau mahonya model kaya Andi, gue mau juga dong. Ganteng banget selangit."


"Dia ga demen lobang kaya lo! Dia suka batangan."


"Eitss, gua juga punya batang loh."


"Jadi selama ini─" Dia menutup mulutnya tanda tak percaya. Baru saja mereka tidur sekamar tadi malam.


Andi mah ga denger apa yang mereka bilang. Dia menarik Sarah ke rawa-rawa. Karena sekolahan ga ada rawa-rawa, Andi hanya menariknya ke luar kelas saja.

__ADS_1


"Ih, najis gue dipegang-pegang sama lo. Dasar kaum pelangi!" kata Sarah sambil membersihkan tangannya dari najis tangan Andi.


"Gua lebih najis, njing. Elo nih ya, ga ada bosan-bosannya bikin masalah." Andi nunjukin muka Sarah.


"Ya, salah lo kali. Makanya jangan nge-gay di sekolah. Upsss. Hahahahahah," kata Sarah sambil tertawa. Kadang-kadang ngeselin juga nih cewek. Untung aja cantik. Kalau tidak, ah sudahlah apa yang terjadi.


"Ihhh dasar huluk." Tangan Andi menarik ancang-ancang mau mukul si Sarah.


HAP!!!


Nyamuk ditangkap!!!


Ayo apa yag terjadi???


Penasaran???


Tangan Andi ditahan oleh cowok yang ga ia kenal. Tingginya setinggi Andi, cuma dia agak coklatan daripada Andi. Alisnya tebel trus wajahnya maskulin gitu. Ganteng deh pokoknya. Hidung Andi melebar mencari-cari asal udara yang baru saja menyeruak ke hidungnya.


Ia mengendus ke seluruh badan Sarah ... sumpah dia ditampar.


Lalu dia bergeser ke pria itu.


"Njir, wangi bener nih anak," ucap Andi dalam hati.


Sarah saling tatapan sama pria. Matanya berbinar melihat pria tampan yang baru saja menahan tangan Andi. Jarang loh cowok yang berani gitu sama Andi. Rata-rata semuanya segan sama Andi.


Sarah tidak berkedip selama beberapa detik. Ia asik menikmati kegantengan kakak kelas cogan yang lagi ngelamatin dirinya. Lain halnya dengan Andi, Andi malah natap sinis cowok ganteng itu. Sementara hidungnya tetap ngembang buat ngendus betapa wanginya cowok itu.


Dengan suara gentle-nya, pria itu angkat bicara, "jangan main fisik sama cewek. Gua benci itu!"


Andi cuma bisa diam. Baru kali ini ada orang yang seberani itu bicara di depannya.


***

__ADS_1


__ADS_2