
Selain dijadiin tempat kalau lagi lapar, Tami juga jadi temen curhat sama Sarah. Memang sih Sarah itu anaknya bar-bar dan suka meledak-ledak sendiri, tetapi dia juga wanita dengan hati yang bisa sedih kalau cowoknya lagi macam-macam. Contohnya aja, waktu Andi enggak ngehubungin Sarah seharian aja, pasti dia curhat dan tanya ke Tami. Tami disuruh menyelinap ke kamar Andi buat mergokin dia lagi ngapain. Padahal kan Andi memang lagi fokus ngerjain laporan dan tidak mau diganggu oleh siapa pun. Soalnya kalau Sarah udah nelpon, durasinya sampai satu jam.
Pernah suatu kala Sarah mergokin Andi pakai baju bagus dan tidak mengabari Sarah ketika pergi, Tami diminta buat nanyain hal itu sama Aisyah. Ternyata Andi lagi mau main warnet sama Felix. Warnetnya ini warnet elit gitu, satu jamnya aja mahal, jadi Andi menempatkan diri dengan memakai baju bagus. Selain itu mereka juga setelah itu pergi ke mall buat makan mekdi.
Nah, curhat yang terakhir ini ialah mengenai media sosial Instagram milik Andi dipenuhi oleh akun yang bernama Tasya itu. Waktu Sarah ngelihat IG Tasya, cewek itu bukan cewek biasa-biasa aja. Followernya aja puluhan ribu dengan konten-konten make up artist dan vlog harian yang dia unggah di youtube. Komenanan akun Tasya isinya cowok-cowok sagne yang ngerayu parah, soalnya Tasya itu cantik membohai dengan kulit bening kaya vampir. Pakaiannya aja sexy dan bikin mata pria slebew ke mana-mana. Oleh karena itu, Sarah khawatir.
Tami jadi bimbang memberitahukan surat undangan itu ke Sarah, takutnya Sarah malah jadi down kalau ketahuan Andi ternyata berteman secara personal. Tidak mungkin Tasya mengundang Andi hanya karena mereka saling mengikuti di Instagram, pasti sudah berkenal satu sama lain di dunai nyata, setidaknya pasti pernah bertemu. Oleh karena itu, Tami mengurungkan niat untuk memberitahukan fakta ini.
Pukul lima sore hari menyelinap pada denting jam tangan hadiah dari Andi dua tahun lalu. Pendingin udara mobil mewahnya kini berganti dengan udara segar dari luar tatkala ia buka. Rambut terikatnya kini tergerai bak adegan-adegan di tipi. Kalau ada Memet, pasti dia udah mimisan. Ia sudah tidak sabar mau berbaring di atas ranjang sambil nyemil manjah setelah seharian masuk berkerja.
Ia melihat ke arah rumah Andi. Sudah terparkir sebuah mobil Brio putih yang tidak diketahui oleh Tami siapa pemiliknya. Tidak lama kemudian, keluarlah seorang wanita dari rumah Andi sembari melambai kepada Aisyah. Ternyata wanita itu ialah Naila. Mumpung Naila lagi ada dan Tami tahu kalau Tasya itu satu jurusan dengan wanita itu, Tami ingin mengorek sedikit informasi. Mana tahu ia bisa mengidentifikasi hubungan antara mereka berdua.
“Nailaaa,” panggil Tami.
Suara Tami itu kaya bocil, kecil banget. Orang budeg aja sampai tambah budeg kalau Tami manggil sejauh itu. Sewaktu ia mendekat, barulah Naila sadar jika Tami sedang menghampiri.
“Wah Kak Tami ….” Ia tidak jadi membuka pintu mobi. “Kakak kalau pakai baju dinas gini kelihatan cantik dan dewasa banget loh.”
Tami melihat pakaian dinasnya, memang sih udah banyak dipuji sama orang kantor, terutama para satpam muda yang pengen sama dia.
“Ah biasa aja kok. Tumben ke rumah Andi?” tanya Tami.
“Iya, udah jarang nih main sama Aisyah. Sekalian nganterin buah-buahan ke Tante.” Naila tersenyum kemudian, “Gimana hasil foto Memetnya?”
“Amaan terkendali, kan sudah pakai amplop. Kalau udah ada amplopnya, pasti lancar. Hehehe … oh iya, kamu kenal Tasya ya?” tanya Tami.
“Iya, aku kenal dia Kak. Kak Tasya itu senior aku di kampus. Emangnya kenapa?” tanya Naila balik.
Kedua bahu Tami terangkat. “Enggak ada sih … tadi waktu scroll-scroll Instagram, ketemu foto dia di expoler. Ternyata dia selebgram kaya kamu. Cantik banget orangnya ya?”
__ADS_1
“Kira-kira begitulah Kak. Primadoa fakultas. Senior pada ngincarin dia. Tapi, Kak Tasya itu orangnya pemilih. Sampe ke explore-nya Kakak ya foto si Tasya itu?”
Tami mengangguk. “Iya, aku jadi penasaran dong. Kamu dan Andi saling follow. Jadi heran kenapa Andi bisa nge-follow dia. Tumben-tumbenan aja Andi kenal sama selebgram. Eh tahu ga ig dia itu isinya cuma anime. Dia wibu parah.”
“Hehe iya Kak, Andi wibu banget. Mereka saling follow karena memang kenal. Waktu itu ketemu di futsal,” balas Naila.
Sialan nih Andi, futsal hanya kedok rupanya …. Tami jadi kesal. Ternyata benar, mereka memang pernah bertemu, apalagi di tempat futsal. Cara itu udah jadi cara lama Andi buat kenalan sama cewek. Semasa SMA, banyak cewek baik adik kelas dan senior yang Andi minta kenalan sewaktu ketemu di lapangan futsal. Biasanya tuh kan cewek-cewek suka nontonin teman sekelasnya kalau tanding fustal. Waktu itu, Andi lagi di masa-masa fakboynya sebelum jadi wibu nolep seperti sekarang.
“Oh gitu ya di futsal … Kakak jadi iri kenapa Andi bisa kenal sama orang famous,” balas Tami sambil menutupi fakta bahwasa sebenarnya dia kesel.
“Kan Kakak udah kenal sama aku … heheh ….” Naila melihat jam tangannya. “Aku pamit dulu ya Kak, udah sore. Mau mandi soalnya, udah bucuk nih.”
Tami mencium pakaiannya. “Iya nih, udah bucuk. Mau luluran juga.”
“Oke deh, daaah Naila.”
“Dah Kak Tami cayang-cayang muah ….”
Ternyata sudah diketahui\, Andi pernah bertemu tatap muka sama Tasya. Tami menyematkan julukan `sialan` di akhir nama Tasya. Soalnya Sarah ngajarin Tami jadi toxic akhir-akhir ini.
Mumpung lagi di rumah Andi, Tami menelinap masuk ke dalam kamar Andi. Mata Tami langsung terbuka lebar tatkala Andi tanpa pakaian atas dengan berselimut sampai ke pinggang. Satu tangannya masuk ke dalam selimut sementara satu tangannya lagi berposisi memegang hape seperti lagi nonton film. Terdapat kotak tissue di sebelah kepala Andi yang beberapa di antara tissue tersebut sudah kerimuk dan basah. Sontak Tami memandang aneh. Ia pernah baca di efbi kalau cowok lagi begitu, pasti nonton film-film yang unfaedah.
“Kamu lagi ngapain, Ndi?” tanya Tami.
“Waduh ….” Andi sesegara mungkin memasang baju dan menutup hapenya. “Eh elo Tam.
“Kamu lagi ngapain?” Ia melihat ke sekitar ranjang Andi yang berantakan. “Koka da tissue di samping kamu? Lagi Ngapain?”
“Oh ini. gue lagi nonton anime boruto terbaru. Ternyata kyubi udah meninggal. Lo bayangin aja dari kecil itu, kyubi udah ada di dalam tubuh Naruto dan bikin Naruto tersiksa. Akhirnya kyubii yang bikin hidup Naruto berubah lebih baik. Tapi sekarang dia udah meninggal, gue jadi mewek ngelihat adegannya ….”
Tami mengangguk kepalanya. “Oh gitu yaa.”
Ternyata cowok kadang-kadang bisa jadi aneh kalau lagi nonton anime. Sekarang, Tami mengabaikan hal itu. Tangannya menyampakkan undangan itu ke atas ranjang Andi.
__ADS_1
“Waduh … pasti ketinggalan di mobil lo? Pantes gue kehilangan benda.” Andi meraihnya.
Tami mengangguk. “Iya, ketinggalan di mobil. Tasya itu siapa sih? Temen jurusan lo?”
“Oh enggak, dia anak Jurusan Bahasa Inggris, seniornya Naila. Selebgram juga kaya dia. Entah kenapa Tasya ngundang gue ke ulang tahunnya.”
Telunjuk Tami mengarah ke lehernya seperti ingin menggorok seseorang. “Awas ya macam-macam. Gue pecahin biji lo ….”
Andi menelan ludah. Lama-lama Tami toxic-nya ampi sama aja kaya Sarah.
***
__ADS_1