Andi X Sarah

Andi X Sarah
40. Becek


__ADS_3


Becek



Pagi ini tampak cerah dengan bayang-bayang burung nan berterbangan ria. Cahaya mentari begitu nyaman dan hangat memancar, menyinari setiap hati yang tengah berharap untuk disinari. Wewangian parfum Sarah menyeruak tatkala dirinya berjalan di koridor sekolah. Semua orang pasti tau siapa gerangan yang telah lewat. Setiap pasang mata memandangi Sarah yang lagi lewat.


Katrok banget! Kaya ga pernah ngelihat orang cantik lewat, ucap Sarah dalam hati.


Sarah semakin pede dan menebar pesona kepada setiap cowok yang sedang ia lewati. Kapan lagi dia bisa tebar pesona gitu kalau ga sekarang. Soalnya bentar lagi mereka bakal libur semester.


Ada yang tidak beres dari dirinya karena setiap orang dilewatinya pasti ngelihatin Sarah. Entah apa yang sedang dia lewat. Sarah mengendus bajunya seketika.


Parfum gue harum banget ya? ..... Enggak kok, biasa aja.


Ia semakin heran dan penasaran hal apa yang membuat setiap orang melihatnya seperti itu. Beberapa langkah kemudian, tampak dua orang cowok yang masih adik kelasnya Sarah. Parahnya lagi, mereka berani-beraninya ngelihatin Sarah lama-lama. Sarah paling pantang kalau diliatin begitu sama adik kelas yang cowok.


Tak lama kemudian, dua orang cowok itu hilang dari peredaran. Kaya intel yang baru ngeciduk pengedar, Sarah langsung menyergap mereka dan membawanya ke belakang bangunan sekolah. Mereka pun diseret paksa.

__ADS_1


"Woi, lo ngapain ngelihatin gue sambil ketawa gitu, hah? Mau mati lo?" introgasi Sarah dengan paksa.


Dua orang adik kelas itu jadi pucat ngelihat Sarah yang lagi marah-marah. Apalagi Sarah kalau marah, suaranya kaya om-om.


"Enggak, Kak. Sumpah, kak. Kami ga ada ketawa," balas salah satu dari mereka.


"Oh, lo mau gue laporin gara cabut kemarin, ya? Trus siapa yang ngerokok di WC cewek? Kalian, kan?"


Mereka berdua saling menatap panik.


Salah satu dari mereka angkat bicara, "Lah, itu kan udah lama Kak? Masa lalu ga usah diungkit lagi. Biarlah masa lalu dikubur oleh masa depan yang lebih indah. Ngomongin masa lalu, saya trauma kak sama mantan saya."


"Beneran mau tau, Kak?"


"Iya, kasih tau gue."


"Itu loh, bagian belakang bajunya Kakak kok becek gitu? Abis main lumpur?"


APAAA??????

__ADS_1


Dirinya mengingat sesuatu jika selama bersepeda ke sekolah tadi, ia banyak melewati jalanan yang becek. Pasti kotoran dibajunya itu berasal dari percikan becek dari ban sepeda.


"Bagian mana aja? Tunjukin?" Sarah berbalik badan. Ia penasaran bagian mana yang terkena becek. "Jangan sampai lo sentuh. Ntar lo sentuh tali kutang gua."


"Trus gimana cara nunjukinnya?" tanya adik kelas.


"Foto kek, gimana kek."


Adik kelas itu memfoto seragam belakang Sarah. Sarah hanya bisa menggeleng-geleng tatkala dirinya melihat foto baju bagian belakangnya yang becek kaya orang baru masuk sawah. Nyesal Sarah gara-gara udah kepedean kalau orang ngelihatin dia karena cantik, ternyata bukan.


Tidak ada pilihan lain jika harus melewati koridor yang sepi dari murid-murid. Ia tidak mau dilihat seperti tadi lagi. Malu tau, masa' cewek cantik kaya dia ke sekolah dengan baju yang becek kaya bocah SD yang seharian main pake seragam sekolah. Kumal banget bagian belakang seragamnya.


Melihat tidak ada murid-murid yang lewat, Sarah berlari agar cepat menuju sekolah. Di saat berbelok kaya Rossi yang lagi nikung, ia menabrak seseorang. Sarah terjatuh plus ditimpuk sama banyak buku. Matanya memicing karena kesakitan di bagian kepala. Di saat itu juga seseorang menyentuh kepalanya.


"Sarah, lo ga apa-apa?" tanya Pram sambil tertawa. "Belok lo ganas banget. Kaya murid dikejar guru gara ketahuan masuk sekolah lewat pagar."


Mata Sarah terbuka perlahan. Dilihatnya Pram dengan senyuman manis yang dilempar padanya. Rambutnya tersisir rapi ke belakang dengan polesan pomade. Sebuah Sweater melapisi Pram dari dinginnya pagi. Ia terlihat keren jika memakai sweater itu. Ditambah lagi parfum yang wangi banget, kaya nyemprotnya satu ember. Sarah seakan menatap pangeran yang tiba-tiba datang sewaktu dirinya membuka mata.


Ganteng banget ....

__ADS_1


***


__ADS_2