AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SAYA MINTA MAAF!


__ADS_3

sesampainya zaku dikamar, ia sangat terkejut melihat ruangan itu.. berserakan seperti terkena gempa. 'apa yang telah terjadi? apakah ada musuh yang menyusup kemari..?! tapi jika ada penyusup, tidak mungkin sampai gira dan saga tidak menyadarinya! hmm.. kenapa cuma ada mereka berdua, dimana yang lainnya? astaga, oh iya.. dimana dewi?' zaku mendekat keranjang tempat ravella biasa tidur. 'hmm disini hanya ada aroma jura, dan sibocah tengil. berarti.. melihat kamarnya berantakan seperti ini, berdasarkan watak sibocah gila itu! dia pasti memindahkan dewi ketempat yang jauh lebih aman. karena tempat ini memang sudah kacau tidak layak dihuni, tapi dimana yang lainnya? kenapa cuma ada mereka berdua?!! dan darah ini.. ini adalah milik ro..ya! apa yang telah terjadi padanya..? aku harus segera mencari yang lainnya.. dan mencari tau apa yang terjadi.'


zakupun menghilang, tinggal saga dan gira, beberapa menit setelah kepergian zaku. sagapun selesai bermeditasi, disusul dengan gira setelahnya.


'hmm.. akhirnya aku bisa menyempurnakannya.' ia menoleh kearah gira yang menghampirinya. "kau juga sudah selesai?" tanya saga.


"ya.. omong-omong.. apa yang terjadi, dimana yang lainnya..?" tanya gira heran. "bahkan dewi juga tidak ada disini..!"


"disaat kita sedang meditasi.. banyak yang telah terjadi, bahkan ada bercak darah roya disini..! daripada berspekulasi tidak-tidak.. lebih baik kita mencari mereka sekarang, ayo!" ajak saga.


"benar, aku juga tidak merasakan adanya jejak kaki musuh disini..! pasti banyak yang telah terjadi disaat kita sedang fokus latihan." keduanyapun menghilang, hanya tinggal kamar kosong tanpa penghuni.


saat zion sedang mencari lannox, tiba-tiba saja.. ia mendengar seseorang memanggilnya melalui telepati. 'yang mulia.. yang mulia.. ini saya.'


'hmm.. kau, katakan, apa yang terjadi diperbatasan?'


"yang mulia.. salah satu utusan kaisar, telah mati terbunuh."


"apa...!"


"saya menemukan mayatnya, tergeletak dipinggir sungai, dengan keadaan lidah terjulur keluar, dan kedua bola matanya pada hancur. sepertinya.. dia baru dibunuh beberapa menit yang lalu!"


"hmm.. ini sangat aneh! baiklah kerja bagus, terus awasi yang lainnya, dan laporkan tanpa terlewat satupun. jika ada yang mencurigakan, langsung pergi dari situ.. dan kau juga berhati-hatilah!"


"baik yang mulia." koneksipun terputus.


"hmm.. ini benar-benar mencurigakan! bukankah besok, dia akan menemui utusan penting! tapi sekarang, hmm.. aku curiga jika dia telah dijebak!"


sementara dibenua timur, kekacauan terus terjadi, kejadian demi kejadian aneh menimpa negara itu. para kaum bangsawan dan sang kaisar, kebingungan memikirkan bagaimana caranya mengatasi masalah tersebut. hingga rapatpun mendadak diumumkan! hanya untuk mengurus masalah yang menimpa negara itu.


...----------------...

__ADS_1


'hmm.. jika aku masuk Sekarang! dia pasti akan langsung mengusirku. tapi jika aku kembali tanpa membawanya sekarang, mereka pasti akan mengubahku menjadi nyamuk. haah.. serba salah jadinya. karena aku tau sekali, beliau kalau sudah mengatakan sesuatu yang ingin dilakukannya.. pasti akan ditepati. ini sangat memalukan saat mengingat kembali masa itu, tapi itu kenyataan. dan akulah korbannya sendiri, dia pernah mengutukku menjadi ayam. awalnya aku tertawa dan hanya menganggap itu sebuah candaan biasa! tapi tiba-tiba saja.. aku sudah berubah menjadi seekor ayam. untung saja koki dapur tidak melihatnya.. jika tidak! hmm.. habislah aku dijadikan santapan. haah.. itu benar-benar situasi yang sangat memalukan.'


raja faran terus mondar mandir didepan pohon suci, disana terdapat pohon unik! pohon itu tidak tinggi.. dan juga tidak kecil. namun sangat rindang dan besar, setiap dahannya berdaun emas, dan didekat pangkal pohon. terdapat pintu ajaib, yang hanya bisa dibuka keluarga kerajaan. dan didalam pintu ajaib itu.. ada sang ratu, yang sedang bermeditasi didalam sana.


'haah.. daripada harus pulang keistana dengan tangan kosong, lebih baik aku tunggu saja disini.. sampai ratuku selesai dengan semadinya. hmm sambil menunggu, sebaiknya aku tidur saja dulu.'


'hah.. hah.. aku harus cepat melapor pada baginda! sebelum mereka lebih dulu menemuinya. dimana baginda!' badar menoleh kekiri dan kekanan, namun tak ditemuinya wujud sang baginda. 'baginda.. dimana sebenarnya anda?' ia terus mencari dan mencari hingga saat ia berlari dengan panik, tanpa sadar badar menembusi dinding transparan. 'dimana ini..?' ia berjalan memperhatikan dengan teliti tempat asing itu.. dan tiba-tiba. "gedebug.." badar terjatuh "ah sialan, apa itu barusan?"


"aduh.. siapa yang berani-beraninya menginjak kepalaku, benar-benar cari mati rupanya." raja mengusap kepalanya yang kesakitan.


"astaga.. baginda, itu anda..?! syukurlah, saya dari tadi mencari keberadaan anda, tapi tidak ketemu. dan tiba-tiba saja saya sudah ada disini. tempat apa ini baginda? kenapa banyak sekali kabutnya! saya belum pernah melihat tempat seperti ini."


"kau... dasar kurang ajar...!!!"


"auw... adududuh... sakit baginda, sa.. saya minta maaf! saya benar-benar tidak sengaja, menabrak kepala anda!"


raja faran terbangun dari tidurnya, gara-gara badar menginjak kepala raja faran, saat sedang mencarinya. raja faran menjambak rambut badar tanpa ampun, apalagi saat ia teringat badar mengatainya bodoh. dan tiba-tiba saja, terlintas niat jahat dipikirannya.


"haah.. syarat, akan tetapi.. sayakan sudah meminta ampun baginda, kenapa anda masih menghukum saya! ini benar-benar tidak adil."


"oh, jadi sekarang kau bilang aku tidak adil ha.. jika begitu, aku akan bersikap adil Sekarang. aku akan mengampunimu, jika kau berani membuka pintu itu!" raja menunjuk kearah pintu yang ada dibelakangnya.


'celaka, firasatku tidak enak! jebakan apalagi yang akan dia buat untukku? aku harus cepat-cepat kabur dari sini, sebelum aku menj...'


"hehehe.. aku tau apa yang akan kau lakukan badar! namun, aku tidak akan melepaskanmu, begitu saja."


"ba.. baginda, tu..tu. tunggu dulu, saya akan jelaskan maksud kedatangan saya kemari."


"apa kau ingin mengelabuiku dengan berdalih badar..!"


"ti..tidak baginda, tapi.. ibunya maharatu sedang bergegas kemari, karena anda tidak kunjung datang. beliau bilang jika beliau sampai bosan menunggu dan, akan mencari keberadaan baginda."

__ADS_1


"apa kau serius?"


"demi nyawa saya yang berharga baginda, saya tidak berbohong."


raja faran terlihat meragukan, omongan badar, namun dia juga tidak memungkiri jika mertuanya itu sedikit gila. 'hmm.. kalau begitu! aku harus cepat melakukannya.. sebelum beliau datang menangkapku.'


"cepat kau lakukan perintahku, jika kau melakukannya dengan patuh! aku akan mempercayai kata-katamu."


'trik apalagi, yang akan dilakukan baginda, untuk menjebakku!' "memangnya.. anda ingin saya melakukan apa bagimda?."


"heh.. tidak banyak, aku hanya memintamu untuk mengetuk pintu itu. dan jika kau berhasil melakukannya.. aku akan melepaskanmu." badar berpikir keras, meski dia sudah tau niat terselubung sang raja.


"b..baiklah baginda, s..saya akan melakukannya." akhirnya raja faran melepaskan rambut merahnya, dan badar bangkit berdiri.. mendekati pintu besar tersebut. pintu itu bercahaya kuning terang, terus bersinar membuat badar ragu untuk menyentuhnya. ia menoleh kearah raja! dan raja masih mengawasinya dari belakang. "jangan bertele-tele, ayo lakukan!" badar lalu mendekatkan tangannya dan ingin meraih pintu tersebut! namun, belum sempat ia menyentuhnya, tiba-tiba saja badar sudah terpelanting jauh. raja yang menyaksikan secara langsung, dengan sangat santainya ia tersenyum.


'rasakan.. karena itulah aku tidak ingin melakukannya, karena jika aku membuka paksa pintu tersebut! akupun akan terkena dampak yang sama, walaupun aku seorang raja, tapi efek yang dihasilkan karena menyentuh pintu tersebut tetaplah sama, dan aku sangat puas melihat pertunjukan barusan.'


saat raja faran masih menikmati kepuasannya.. karena telah berhasil mengerjai badar, dan tiba-tiba terdengar suara lantang dari balik pintu. 'lancang sekali..! siapa yang telah berani mengganggu semadiku?'


'astaga.. dia sudah bangun! aku harus cepat-cepat kabur dari sini, sebelum dia melihatku.' saat raja faran melangkah pelan secara diam-diam, kakinya terhenti karena pegangan dari seseorang.'


"euh.. ini tidak adil raja, setelah mengerjaiku! anda malah ingin kabur begitu saja.."


"huh.." 'jangan bilang dia ingin balas dendam padaku?' "cih, lepaskan kakiku badar.." raja menarik kakinya, tapi kekuatan tangan badar tidak bisa diremehkan begitu saja. ia terus memegang pergelangan kaki sang raja! raja yang melihat badar tidak ingin melepaskan kakinya. membuat raja menjadi berang, namun ia tidak bisa meninggikan suaranya.. karena akan terdengar dengan ratu.


"cepat lepaskan kakiku badar.."


"hihiy.. maafkaan saya baginda, tapi saya tidak bisa melepaskannya begitu saja."


"kau.. berani-beraninya..!"


"apa yang sedang kalian berdua, lakukan?"

__ADS_1


raja menjadi panik, saat mendengar suara lembut menegur mereka berdua.


__ADS_2