AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
AMUKAN ZAKU


__ADS_3

"Astaga.. To-tolong katakan kalau yang aku lihat ini cuma ilusi.. Bukan?" ujar Gira


"Ju-Jura.. I-ini ti-tidak mungkin!" Saat Zaku melihat Saudaranya yang sedang sekarat, ia mencoba mensugesti pikirannya, menolak percaya dengan apa yang ia lihat. Dan pandangannya pun beralih pada sosok putih yang kini terkapar lunglai.


Melihat itu, mata Zaku terbelalak kaget, sepintas muncul ingatan akan Rabarus. "heh.. Bu-bukankah dia..., ti-tidaaak, Zioooooooonnn.....!" Teriakan pilu Zaku, menggema keras di seluruh Mansion.


Hingga membuat siapapun yang mendengarnya menjadi ngeri.. Sontak saja Emosi Zaku yang tadi masih bisa di jinakkan, kini langsung meledak-ledak liar naik ke ubun-ubun..!


Dalam sekejap tubuh manusianya langsung bertransformasi menjadi Singa Raksasa, Argus dan Si penyihir beserta Monster ULOK yang mendengarnya.. merasa ngeri dengan auman Singa Raksasa itu.


'Egh! Bukankah itu Senior? Tidak-tidak mungkin! Tubuh Senior tidak sebesar itu. Jadi, perasaan yang tadi sangat akrab kurasakan.. Berasal dari Monster Singa Itu?' pikirnya tiba-tiba menyeringai.


"Hehehe.. Bagus Ini jadi semakin menarik, aku tidak menyangka ada Spirit yang mirip dengan Senior, bahkan ukurannya juga tidak normal. Aku jadi penasaran ingin mencaritaunya!


Hmm.. Apakah aku bisa memilikinya? Akan sangat bagus jika Senior melihat ini, hiihiihii...!" pikirnya nakal.


Tiba-tiba Argus jadi bersemangat karena menemukan hal yang baru yang telah menarik perhatiannya. dia yang tadinya tidak bersemangat dan terlihat bosan..


Kini dengan semangat yang berapi-api ia mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya! Argus mulai serius dengan musuh yang ada dihadapannya tersebut. Hingga membuat si Penyihir dan ULOK yang menyaksikan jadi ngeri.


"Hahaha.. Ini benar-benar menarik sekali, akhirnya ada yang membuat moodku kembali bergairah untuk bertarung." ujarnya lalu berlari dengan kecepatan angin. Satu-persatu kepala ULOK di buat putus dan hancur.


Sedangkan Monster ULOK yang lainnya di buat menghilang satu-persatu, dan tiba-tiba tubuh mereka sudah berada di udara. Dalam sekejap Puluhan ULOK meledak di udara hingga menghujani telaga dengan banyak darah segar.


Melihat itu.. Penyihir yang tadinya meremehkan Argus, kini terhenyak seolah apa yang ia lihat seperti mustahil. Tapi itulah kenyataannya.. Pasukan Monster ULOK dalam waktu yang sekejap telah di bantai habis oleh Argus.


'Ti-tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi..? Monster kuno yang susah payah aku panggil, malah berakhir dengan tragis, siapa sebenarnya bocah itu?


Berarti sejak tadi dia tidak serius dan hanya bermain-main dengan kami..! Sial, ini tidak termaafkan. Harga diriku sebagai seorang penyihir hilang karena bocah sialan itu!

__ADS_1


Kalau begitu aku juga harus serius..' pikirnya sambil menatap tajam kearah Argus.


Tongkat dengan kepala tengkorak yang ia pegang sejak tadi, kini mulai ia gunakan. Penyihir itu mengangkat tongkatnya mengarah ke langit.. Sedangkan matanya menatap tajam tidak berkedip sedikitpun.


Ia mulai berkomat-kamit dan tampak di langit, muncul cahaya terang jatuh kearah Argus. Melihat apa yang dilakukan oleh Si Penyihir lusuh itu!


Argus mengangkat salah satu alisnya 'Eum.. Apa lagi yang akan Penyihir jorok itu lakukan?' pikirnya heran. ia lantas melihat pergerakan cahaya di atas permukaan telaga, melaju turun kearahnya.


Dengan cepat Argus mengangkat kepalanya dan melihat kearah Cahaya biru terang itu! "Cih, dasar Penyihir Jorok sialan? Keberadaannya benar-benar merepotkan." ujarnya.. Lalu dengan cepat menghindari cahaya tersebut.


"PYUUUUUUUNNGGGG... BOOOOOOOOMMMMM!" cahaya biru itu jatuh tenggelam kedalam telaga, dan dalam sekejap muncul ledakan dari dalam telaga.


Air yang tadinya tenang kini.. Merambat keluar bagai air terjun dadakan naik tinggi keudara.. Lalu jatuh kembali menimbulkan riak ombak, di permukaan danau tersebut.


Penyihir itu menyipitkan kedua matanya.. menyaksikan hal tersebut, ia tampak kesal karena serangannya tidak mengenai target yang telah ia tujukan.


Tiba-tiba terdengar suara tawa keras pecah membahana di keheningan.. Si penyihir yang mendengar tawa mengejek dari Argus, kini menjadi geram sehingga penyihir itu benar-benar tampak kesal di buatnya.


Mendengar ucapan Argus.. Sangking kesalnya Penyihir itu sampai mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Tiba-tiba ia mulai terlihat serius merapalkan mantra lagi.. Dan kali ini berbeda dari sebelumnya.


'Oh tidak, Penyihir sialan ini lebih merepotkan dari Monter tadi. Kalau begitu aku harus menyerangnya lebih dulu.' pikirnya langsung bergerak cepat, dan saat ia bergerak dengan kecepatan angin.


Tiba-tiba saat Argus ingin mendekati Penyihir tersebut, sebuah pusaran hitam keunguan muncul di hadapan Argus.


Argus yang melihat pusaran itu langsung berhenti seketika, dari lubang pusaran besar itu muncul gerombolan mahluk berkelebat hitam.. Terbang melayang berserakan keluar dari lubang pusaran tersebut. Dan tak lama terdengar teriakan keras dari suara Penyihir..


"Serang...! dan bawa jiwanya padaku!" ujar Si Penyihir membuat kedua Alis Argus Mengernyit, dan setelah mendengarkan perintah dari Si Penyihir.. Para pasukan mahluk berkelebat hitam itu.. langsung melihat kearah Argus, dan terbang menyerangnya.


"Hahahaha... Rasakan Kengerian dari Pasukan Hantu Penyerap Jiwa milikku. Cih, Jika kau benar-benar hebat! mari kita lihat apa kau bisa menghindarinya..!! Hahahahahaha.." Penyihir itu tertawa Lagi, kali ini ia benar-benar murka.

__ADS_1


Perkataan Argus telah menyulut emosinya.. Ia memanggil sihir terlarang. Dimana untuk mengambil suatu jiwa, maka bayaran atas pemanggilan mereka, haruslah nyawa yang terbaik pula.


Dan, Si Penyihir itu pun telah memanfaatkan kematian ULOK. Dan mempersembahkan korban nyawa yang istimewa. Yaitu dengan mempersembahkan puluhan nyawa Monster ULOK, sebagai pembayaran pemanggilan Hantu Penyerap Jiwa.


...🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥...


Di sisi lain, Tampak tubuh Singa Raksasa sedang mengamuk meluluh lantakkan segala yang ada di hadapannya. Zaku melihat tubuh saudaranya dan Cucu kesayangannya itu! telah terkapar kaku tak berdaya.


Zaku yang sudah berada di luar kendali.. Kini menghempas kasar apapun yang ada di sekitarnya. "GUUUAAAARRRRRRRRRRRRRRRR...! BWUUUS..! BWUUUS..!" Cakaran kukunya yang besar dan tajam menghantam mencakar apapun yang ada di sekitarnya.


Melihat hal tersebut.. Rabarus dengan cepat bertelepati pada Gira. 'Bocah Ular, dengarkan aku! Kondisi saat ini justru sedang tidak baik-baik saja.. Bisakah aku meminta bantuannmu!'


'Katakan, apa itu Pak Tua?' gumam Gira cepat.


'Aku ingin kau alihkan perhatian anak itu dari tempat ini.. Kemarahannya kini tengah berada diluar kendali, justru itu berbahaya untuk Mansion. besarnya ukuran tubuhnya tidak membantu apapun untuk saat ini. Amukannya hanya membuat Area Mansion menjadi hancur.


Aku akan segera memindahkan bocah Singa itu, ke Zona Mana sekarang. Cepatlah.' perintahnya mendesak.


'Baiklah Pak Tua, kalau begitu akau akan melakukannya.' Jawab Gira cepat, dan langsung beranjak pergi.. Dan menghilang dari pandangan Rabarus.


Setelah kepergian Gira.. Rabarus meletakkkan kedua tangannya ketanah. Dan dalam waktu singkat tubuh Jura, dan Zion. Menghilang di telan Lubang hitam yang tiba-tiba muncul dari bawah tubuh kedua Spirit yang tengah sekarat itu.


Setelah memastikan keduanya menghilang dan benar-benar aman, Rabarus bangun berdiri. dan tubuhnya melayang perlahan naik keudara, sambil merapalkan sebuah mantra.


"(ZANNUR.. ZANNUR.. URGDILGRA TRAHS SYAHIYAHI ARMAGULA HEYASSHI. WAHAI KAU YANG TAK TERLIHAT DAN TAK BERBENTUK, JADILAH NYATA, TUNJUKKAN KETIADAAN MENJADI WUJUD.)"


Setelah Rabarus selesai merapalkan mantranya, iapun membuka kedua matanya perlahan. Dan, tampak sosok tampan nun indah sedang melayang memperhatikannya dalam diam, sambil bersedekap tangan dengan angkuh.


Sosok berkulit putih pucat, berambut hijau zamrud dengan panjang sebahu. Di atas kepalanya terdapat mahkota kecil, yang terlihat sangat indah dan elegan.

__ADS_1


Tubuhnya di balut dengan pakaian putih Gading berlengan pendek sesiku, luarannya mengenakan jubah sutra panjang bewarna hitam.


Pria itu masih belum menyadari, jika Rabarus kini bisa melihat keberadaannya. Apa yang akan terjadi..? Mampukah Rabarus melawannya!!


__ADS_2