AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
APAKAH MEREKA MUSUH?


__ADS_3

Didalam dinding air tersebut.. Terdapat pohon unik, batang besar dengan dahan di atasnya bercabang dua, tapi mempunyai daun yang sangat lebat. Dan di tengah cabang tersebut.. Terdapat kubus merah, sedang mengambang. Di sekitar kubus itu.. Dikelilingi dengan tiga lingkaran aneh.


'kubus apa itu.. Kenapa ada tiga lingkaran mantra, yang saling bertautan dan mengelilinginya..? setelah ketiga bola energi tersebut, menyatu menjadi satu. mereka langsung terbang, menuju arah kubus merah itu berada. Dan, cahaya dari bola energi itu.. Langsung menyerap masuk kedalam kubus.


Tak lama.. Tiga lingkaran mantra aneh itu pun, mulai memudar lalu menghilang. Dan, hanya tinggal kubus yang masih melayang.'


"tik" Ayah Tama, menjentikkan jarinya.


'Kubus itu pun langsung jatuh, dan disambut oleh Ayahku!'


"ini milikmu, ambillah. Aku sudah lama, menyimpannya untukmu." ujarnya kepada Tama.


Tama menerimanya dengan, ekspresi masih bingung.


"memangnya apa ini?" tanya Tama lagi.


"bukalah, kau akan segera tahu!"


Tama melihat kotak tersebut, lalu membukanya. Dan saat ia melihat isi kotak tersebut, tampak kekecewaan diwajahnya!


'Heeh.. Hanya sebuah buku tua dan usang! Apa bagusnya??' ia melihat kearah ayahnya..!


"hahaha kau pasti berpikir ini harta karun bukan..? Maaf mengecewakanmu." ujar sang Ayah tertawa, sambil mengusap kepalanya.


Mata tama menyipit.. Dan sedikit kesal melihat reaksi ayahnya, yang seperti sedang menertawakanya.


"apa kau sedang mempermainkanku??" tanyanya kesal.


"hihihi.. Tidak juga, ayahmu ini sangat serius..!" ia tersenyum konyol, tapi setelahnya, ia kembali kemode serius.


"sejujurnya.. Ini lebih berharga daripada harta karun, sebaiknya kau buka dulu. Ayah akan memberikanmu waktu, untuk melihatnya. dan, jika kau tidak suka, kau bisa mengembalikannya padaku." ujarnya serius.


Tama, terlihat sedang menimbang-nimbang apakah dia harus membukanya, atau mengembalikannya.


"saranku, kau lihat dulu.. baiklah, aku akan meninggalkanmu disini. Jika kau sudah selesai, panggil saja aku, aku akan datang menjemputmu. Ngiik tab."


Tak lama, Pria itu pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Tama mengambil buku tua itu, dan membukanya. Dan setelah ia melihat isi buku tersebut.. Kedua sudut bibirnya terangkat, Ia kembali bersemangat.


'aku tidak mengira.. Dibalik buku tua dan usang ini, terdapat banyak mantra kuno. Ternyata ini adalah buku sihir, khi.. khi.. khi.. Dari mana Pak tua bangka itu mendapatkan buku seperti ini..?!! Baiklah, aku tidak punya waktu untuk bersantai, aku akan langsung menyerapnya.'


Tak lama.. Tama menggunakan sihirnya, Buku itu melayang dihadapan Tama. Setiap halaman demi halaman, keluar huruf-huruf aksara kuno. Melayang menyatu dengan aura tubuhnya, dan, beberapa menit kemudian. Ia pun selesai menyerapnya, setelah itu ia langsung memanggil Sang Ayah.


"Ayahanda.."


Dalam waktu yang sekejap, Pria itu pun muncul dihadapannya.


"apa kau sudah selesai, putraku!!"


"ya.. Aku tidak tertarik, nih ambil kembali bukumu." jawab Tama percaya diri, lalu menyerahkan kembali bukunya.

__ADS_1


Pria itu pun mengambil bukunya.. Lalu tersenyum.


"hmm.. karena buku ini sudah tidak berguna lagi, Sebaiknya dimusnahkan saja." dan buku itu pun, langsung terbakar di tangannya.


"heh.. Ayahanda, jika tidak ada lagi.. Aku ingin pulang sekarang!!"


"dasar bocah nakal, setelah menyerapnya kau ingin pergi begitu saja. Hmm.. Kau begitu tergesa-gesa! Aku jadi penasaran, orang seperti apa? Yang telah membuatmu seperti ini..!"


"yang jelas, dia sosok yang sangat berharga buatku." jawab Tama, sambil melipat tangan.


"apakah dia seorang wanita??" tanya si Ayah menyeringai.


"aku tidak punya banyak waktu, untuk menjelaskannya. Sebaiknya, cepat keluarkan aku dari sini??." jawabnya tidak sabar.


"hmm.. Baiklah."


......................


'Roya, apa kau merasakannya juga..?!!' ujar Jura, melirik Roya.


Roya yang sedang terbang bebas dilangit mansion, pun menyadari dan membalas Jura.


'heh.. tentu saja aku juga merasakannya. tapi, aku merasakan ada energi asing lainnya yang sangat berbahaya!!' ujar Roya, lalu.. Mendarat ketempat Jura berdiri, dan langsung merubah diri menjadi manusia.


'sebaiknya tetap waspada.' ujar Jura tenang.


Tidak hanya Roya, dan Jura saja yang merasakannya. Begitupun dengan ketiga Spirit lainnya.. Aura Hijau, Biru, Putih. Langsung menghilang ketika ketiganya, membuka mata dan menghentikan semedi mereka. Zion, yang Juga merasakan, langsung keluar dari sarangnya.


"ya.. Ini cukup mengejutkan, ada dua energi. namun, yang satunya lebih berbahaya!!" ujar Zaku.


"apakah mereka musuh?" tanya Zion khawatir.


"entahlah, kita akan tahu nanti." jawab Zaku lagi.


"Zion, tetaplah disini..!" perintah Zaku, kepada cucunya.


"baik." jawabnya patuh.


Lalu.. ketiganya pun langsung menghilang, dan kini, kelimanya sudah berada di atap Mansion. Dari kejauhan, tampak dua orang sedang mendekat, dengan kecepatan penuh.


"aku tidak merasakan permusuhan. Meskipun, salah satu dari mereka, mempunyai energi yang sangat berbahaya." ujar Gira.


"hem.. Kita akan segera tahu setelah mereka tiba, meskipun dia sudah berbeda.. Tapi, masih tetap sama." ujar Jura santai.


"cih, aku jadi penasaran, seperti apa bentuknya? setelah membuat kita semua khawatir!!" celetuk Zaku.


*****


Sesampainya didepan istana langit, Garda menaiki tangga.. Untuk menemui sang Dewa di istana utama. Namun, saat ia tiba disana.. Tampak singgasana miliknya sedang kosong.

__ADS_1


'Hah.. Ternyata beliau sedang tidak ada di tempat sekarang. Hmm.. Kalau begitu, aku akan datang lagi nanti.'


Setelah meninggalkan istana utama, Garda pergi kekolam ikan milik Sang Dewa. Kolam itu sangat besar dan luas, Terdapat sepasang ikan yang sangat besar di dalamnya. Saat Garda tiba disana, tampak sepasang ikan sedang melompat tinggi, lalu masuk kembali kedalam awan.


Garda duduk bersila sambil bersandar dipagar jembatan, yang berada ditengah kolam, ia memperhatikan sepasang ikan tersebut, saat ia sedang melamun larut dalam pikirannya.. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang.


"apa yang kau lakukan, sendirian disini??" tanya Renma, saudara keduanya, sambil menepuk bahu Garda.


"kakak.. Kapan kau ada disini..?"


"sangat tidak sopan, bukannya menjawab malah balik bertanya!!" jawabnya ketus.


"hehehe.. Maaf, sangking fokusnya melihat kedua ikan itu.. Aku sampai tidak sadar dengan kehadiranmu." ujarnya sambil tertawa dipaksakan.


"apa yang terjadi padamu? Tidak biasanya kau seperti ini." tanya Renma, khawatir.


'Hmm.. Aku juga tidak tahu, apa yang harus aku katakan.' ia melihat lagi kearah Renma. "tidak ada apa-apa aku, hanya sedang bosan saja. Kakak sendiri.. apa yang sedang kau lakukan disini?"


"hari ini adalah giliranku, bertugas memberi makan kedua ikan itu."


"omong-omong Paduka, sangat perhatian sekali, dengan kedua ikan tersebut. Apa istimewanya dari ikan besar seperti mereka?" Ujarnya heran


tampak sesekali.. Kedua ikan itu, melompat melewati keduanya.


*****


Tak lama.. Sosok kedua orang yang ditunggu pun muncul, dihadapan kelima Spirit. keduanya melayang mendekati kelima Pria tersebut.


"hei teman-teman apa kalian menungguku? Khi.. Khi.. Maaf, apa aku terlambat??" tanya Tama, Kepada lima spirit lainnya.


"tidak, kau tepat waktu, karena besok adalah harinya." ujar Saga.


"oh benarkah, hampir saja aku melewatkannya." lalu Tama menoleh kearah Pria di sampingnya. "Ini semua karenamu Pak Tua! Jika kau tidak menahanku, aku sudah lama tiba disini." Ujar Tama kesal.


"hei.. hei.. Haruskah kau menyalahkan ayahmu ini, akui saja.. memang kau saja yang terlalu lemah."


"bagaimana bisa ada dua Tama disini??" tanya Gira bingung.


"Hei.. Tama, sejak kapan kau mempunyai kembaran? Satu yang sepertimu saja sudah merepotkan, apa lagi dua??" celetuk Zaku, sambil mengejek.


"Ah maafkan aku tidak memperkenalkan diri, Namaku Rabarus. Aku adalah ayah dari anak ini." jawabnya memperkenalkan diri.


"Jadi dia ayahnya.. Aku kira beliau kembarannya. Hehe.. Kalau begitu, maafkan saya karena tidak tahu." Jawab Zaku sopan.


"hmm.. jadi kalian adalah teman dari Putraku?" tanyanya, memperhatikan kelimanya.


Rabarus melihat kelima Spirit tersebut, namun dari kelimanya, ia sangat tertarik dengan satu Orang, secepat kilat ia sudah berpindah dihadapannya.


"Hmm.. Kau terlihat berbeda dari yang lainnya??" ujar Rabarus sambil memegang dagunya, ia melihat wajahnya dari dekat, kemudian ia tersenyum.

__ADS_1


Siapakah dia, seseorang yang membuatnya tertarik...! Nantikan di episode selanjutnya.


__ADS_2