AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
ADA APA DENGAN PUTRIKU!! CEPAT KATAKAN.


__ADS_3

"tok.. tok.. tok.."


"masuk"


"ceklik, tap.. tap.. tap.. baginda, ini laporan terbaru tentang wabah. korban makin bertambah. sementara itu, belum ada tindakan yang dilakukan dari duke lannox."


"ya itu karena, aku belum mengkonfirmasi persyaratan yang diajukan anak itu!"


"apa maksud baginda? kalau boleh saya tahu, persyaratan seperti apa! yang dimintai oleh duke lannox?"


"ya persyaratannya tidak berat, hanya saja.. ini akan menggagalkan rencanaku!"


"apa itu baginda?"


(flashback) disaat ravella menduduki sebuah batu besar di sebuah danau. tanpa dia sadari, ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


"ini... bukankah ini aura seorang dewi..! mungkinkah dia anak dalam ramalan yang diceritakan?" 'sebaiknya aku segera hampiri saja, heh, benar-benar sebuah keberuntungan besar.'


namun saat ia akan mendekatinya, tiba-tiba saja sosok mungil itu, lenyap dari pandangannya.


"eh menghilang! kemana dia..? padahal dia ada disini, dan sudah didepan mataku. tapi, tiba-tiba dia menghilang begitu saja!


siapa sebenarnya anak itu? apakah dia benar-benar anak dalam ramalan!!"


"ada apa dengannya..! bukankah seharusnya aku yang marah? kenapa dia yang lebih galak?"


"entahlah bocah! mungkin saja dia salah makan.!"


"cih dasar orang aneh! dan kalian, apa yang sedang kalian lakukan dikamarku?"


(jura) "sebaiknya kita harus bicara sekarang, ini mengenai putrimu."


tampak raut wajah yang dingin menjadi pucat.


"a..apa.. maksudmu? ada apa dengan putriku!! cepat katakan."


sementara dizona mana, dua kakak beradik sedang bersantai menikmati pemandangan indah disekitarnya.


"kak.. apa menurutmu orang tua baru kita orangnya baik?"


"entahlah, ron..! aku juga tidak yakin. jangan mudah percaya pada apapun yang kau lihat sebelum kau memastikan ketulusan mereka yang sebenarnya."


"hmm lantas apa kedua paman itu juga tidak bisa dipercaya?"


"mereka kelihatannya bisa dipercaya." 'cuma aku masih penasaran, siapa sebenarnya yang akan menjadi orang tua angkat kita, orang seperti apa dia..! sampai membuat kedua orang gila itu begitu menyayangi dan patuh kepadanya. rasa penasaranku semakin hari, semakin besar terhadap orang yang di agungkan itu.'


"kak, setelah bertemu dengan orang tua baru kita, aku akan benar-benar berterimakasih kepadanya. karena telah membuat kita berkumpul bersama lagi, kupikir kita akan terpisah selamanya. dan, hanya saling menjenguk satu sama lain hanya untuk bertanya kabar. tapi tidak aku sangka, setelah dipersatukan kembali sebagai keluarga! kita juga mempunyai orang tua angkat, kuharap dia orang yang baik."


'dia polos sekali.' "lantas apa yang ingin kau lakukan? jika dia benar-benar baik!"


ron berpikir sejenak dengan wajah imutnya yang masih terlihat polos.


"aku akan setia mengabdi kepadanya."


"lalu, bagaimana jika dia orang jahat yang hanya memanfaatkan kita berdua? apa kau juga masih akan mengabdi padanya hem..!"


"hehe, itu beda lagi ceritanya, jika dia orang jahat yang hanya memanfaatkan anak-anak, heh lebih baik kita segera kabur dari sini kak. aku tidak mau membuang waktuku yang sia-sia hanya untuk orang seperti itu."


'ya jika itu benar-benar terjadi, mungkin aku hanya bisa membuatmu keluar dari sini seorang diri, tapi tidak denganku.' raut wajahnya yang tenang seketika berubah menjadi riak kesedihan. 'karena aku sudah terikat kontrak dengan pria itu, jika aku mengkhianatinya! aku akan mati. dan kau tidak akan pernah, melihat kakakmu ini lagi. untuk itu, jika dia benar seperti yang aku khawatirkan! maka aku akan membantumu untuk kabur keluar dari sini. setelah berhasil membuatmu kabur, aku bisa tenang. dan berharap kau bisa hidup bahagia, jangan seperti aku yang kehidupannya sudah rusak, tidak mempunyai masa depan.'


tanpa mereka tahu, semuanya akan berubah, dan prasangka itu, kelak akan menjadi sebuah cinta.


"kak, kenapa kau diam saja."


"ah tidak, sepertinya sudah saatnya kita makan siang, ayo kita mencari makanan."


"kita cari kemana? aku lihat tidak ada orang yang tinggal disini, dan tidak ada para pedagang yang menjual makanan."


"anak bodoh ini, kau ternyata sudah terlalu lama hidup enak huh."


rog menggelitik sang adik yang kelihatan kebingungan.


"hahaha kakak hentikan itu sangat geli."


"hah.. ingat adikku, hidup ini sangat keras, tidak seperti yang kau pikirkan, dasar adik bodoh."


"aku tidak bodoh, tapi aku bicara hanya berdasarkan kenyataan dasar kakak sok tau heh."


ron cemberut dengan pipi yang sedikit chubby, sambil memalingkan muka. rog hanya tersenyum senang lalu membelai kepala sang adik yang terlihat menggemaskan dimatanya


"hahaha baiklah-baiklah, mulai sekarang kakak akan mengajarimu hidup yang sesungguhnya, dan mengajari bagaimana caranya untuk berburu."


"yah serah kakak saja, kemanapun kau pergi, aku akan selalu mengikutimu."

__ADS_1


kedua kakak adik itu sangat senang, mereka akhirnya bisa bersama, bercanda tawa, dan mempunyai keluarga yang baru, yang akan merubah kehidupan mereka.


sementara ditempat lain disebuah markas diperkotaan, ada gang kecil yang sangat kumuh dan tidak diperhatikan oleh siapapun.


"ada apa kalian ingin menemuiku?"


(dean) "tuan, kami diserang oleh musuh yang tak dikenal. dan teman kami satu-satunya telah mati mengganaskan, dia telah mengorbankan dirinya untuk kami berdua."


"lalu?"


"untuk itu, kami mohon pengertiannya tuan, izinkan kami untuk membalaskan dendam teman kami."


"tek" pria itu menyeduh teh hangat lalu meletakkannya dengan sedikit kasar. dia memperhatikan kedua pria yang ada dihadapannya dengan sangat teliti."


'berbeda dari cerita yang kudengar, bukankah menurut info!diantara anak-anak ini, roglah yang paling cerdas, juga sangat berbakat. setiap misi yang dilakukannya selalu berhasil, dan dia bisa menjawab teka-teki yang diberikan dengan sangat mudahnya. tapi sayang sekali, jika dia harus mati dengan sia-sia. hem.. meski ini terdengar sangat aneh! seorang anak berbakat bisa mati dengan mudahnya, hanya demi mengorbankan nyawanya? bukankah dari rumor yang tersebar, dia sangat dingin dan tak berperasaan.'


"memangnya apa kalian sudah tau! kalian berhadapan dengan musuh yang seperti apa! dan, apa kalian sudah mencari secara ditail informasi dari pihak musuh yang akan kalian hadapi?"


(rei) "i..itu.. masih belum tuan, kami sangat terkejut dengan apa yang terjadi, jadi kami tidak sempat memikirkannya."


"sangat gegabah, dan lamban, kalian bermimpi ingin balas dendam, sementara kalian tidak mencari tau kelemahan musuh dan malah ingin mengantarkan nyawa dengan sia-sia. apakah itu yang kalian pelajari dipelatihan?"


(dean) "maafkan pengetahuan kami yang kurang ini tuan, tapi, saya sudah kehilangan anggota tim saya. dan Sekarang, saya telah kehilangan sahabat saya satu-satunya. saya tidak bisa bersabar lagi. jika harus dikeluarkan dari orsi saya sudah siap tuan."


"apa kau tahu peraturan apa yang telah dibuat, jika seseorang berani melanggarnya??"


rei melihat kearah dean dengan perasaan risau.


'anak ini, kenapa dia jadi bodoh! apa dia tidak tau, hukuman apa yang akan terjadi? jika dia berani melanggarnya'


(dean) "i..itu.. yang saya tahu! jika seseorang melanggar aturan yang telah dibuat dalam subuah guild. sama saja dengan menyerahkan nyawanya, setelah memasuki berarti tidak ada jalan keluar baginya, dan jika berani meninggalkan guild berarti harus ma..mati..."


"ya.. bagus kalau kau sudah mengetahuinya, jadi jika kau meninggalkan guild, jangankan balas dendam bahkan mungkin kau tidak bisa melihat langit diesok hari apa kau sudah mengerti sekarang?"


(dean) "mohon maafkan atas kebodohan saya tuan, lantas apa yang harus saya lakukan? jika untuk membalaskan dendam saja saya tidak bisa!"


"hem.. kalian pergilah dulu, akan aku pikirkan jawabannya nanti. karena aku juga merasa dirugikan telah kehilangan orang yang sangat berbakat sepertinya."


"baik tuan.. kami pergi dulu, tap..tap..tap.. ceklik"


'anak-anak itu, mereka masih sangat muda. jadi aku mengerti sekali emosi yang mereka tunjukkan, seharusnya perasaan itu tidak boleh ada, karena itu hanya akan menjadi bumerang untuk diri mereka sendiri."


ia bersandar pada kursinya dan melemaskan badan yang sangat lelah.


'dan mengenai anak yang bernama rog, entah kenapa aku tidak yakin kalau dia sudah mati! kelihatannya aku harus menyelidiki lagi masalah ini, dan banyak orang-orangku telah mati sia-sia. bahkan menurut rumor yang baru-baru ini beredar, bahwa pasukan yang dikirim dalam misi selalu kembali dalam keadaan tidak bernyawa, bukannya mendapat jawaban malah kami juga harus menderita kerugian besar karena kehilangan orang-orang terlatih. tapi untunglah mereka hanya berasal dari kelas bawah.'


"huh aku kesal sekali.. kalau mereka tahu siapa dewi sebenarnya! apa mereka bisa sesantai ini dasar bodoh." 'aku juga terlalu asik latihan dengan para bocah spirit, sampai mengabaikan pandanganku dari dewi, aaaahh jika paduka tau bisa mati aku.'


garda mnggosok kesal kepalanya dan duduk di bibir danau. tiba-tiba pemandangan yang ia lihat berubah.


'ah dimana ini? bukankah seharusnya aku berada didanau!'


terdengar suara bariton yang sangat berwibawa datang dari arah belakang, garda segera berbalik melihat dengan wajah penuh keterkejutan.


"ka..kau.. ka.. kaisar para spirit...!"


ia tersenyum tenang lalu melangkah perlahan mendekat dan melewati garda, berbicara sambil memunggunginya.


"kau tidak perlu khawatir, dewimu aman bersamaku."


"a..apa.. maksudmu?"


zando berbalik melihat garda yang sedikit panik.


'sialan mengapa setiap kali dia melihatku, auranya begitu mengerikan? tekanan ini, mirip dengan seseorang, siapa dia sebenarnya?'


"untuk itu aku mengundangmu kemari."


"ke..kenapa harus aku! dan kenapa bukan para spirit lainnya?"


"karena aku yang memilihmu."


"memangnya kau ingin aku melakukan apa?"


"aku ingin kau menemani dewi, dampingi dia.. aku tidak bisa selalu ada bersamanya, bukankah itu bagian darri tugasmu juga?"


"ba.. bagaimana kau bisa tahu?"


"hem.. kau tidak perlu tau itu. jadi, temani saja dia. karena sebentar lagi, orangtuanya akan menyerah dengan keegoisannya sendiri. kau sudah bertindak cukup bagus, dengan memberikan tamparan keras untuknya sebelum kau pergi bukan"


'ha, bahkan dia juga tau tentang itu! tapi bagaimana dia bisa bicara seakan-akan dia sudah tahu masa depan.'


"kau sudah menasehatinya disaat dia sedang bodoh. ah maksudku, menegurnya disaat dia melakukan hal-hal bodoh. karena yang lain, tidak akan berani menegurnya sepertimu."

__ADS_1


"cih kenapa tidak kau saja yang melakukannya!"


"aku sudah mengatakan apa yang ingin kukatakan, bersiaplah dan jika ada yang bertanya! katakan bahwa aku yang mengutusmu."


bawa ini, jika kau menunjukkannya dihapan para penjaga, mereka akan membukakan pintu gerbang untukmu."


garda menyambutnya "tuk. ini.. segel naga emas."


dalam sekejap, garda sudah berada dipintu gerbang istana.


"gila.. gerbang apa sampai sebesar dan semegah ini, aku tau dia itu naga emas, dan seorang kaisar. tapi, apa perlu sampai seluruh istananya terbuat dari emas! apa ini tidak terlalu mencolok?"


"siapa anda?"


"ah aku hampir lupa, aku adalah utusan kaisar untuk mendampingi sang dewi!"


"jika kau utusan kaisar tunjukan segelnya!"


garda mengeluarkan segel berukir naga emas memakai mahkota.


"ini.. apa masih belum cukup?"


"ah itu cukup maafkan ketidak tahuan saya, anda pastilah tamu terhormat kaisar, silakan masuk dan berjalanlah lurus kedepan, saat didepan pintu istana, anda akan disambut, dan para dayang akan membimbingmu ketempat nona."


pintu gerbang tertutup kembali, tepat saat garda sampai didepan pintu istana, garda disambut ramah oleh para pelayan yang membukakan pintu, dan tak lama datang seorang dayang menghampiri garda


"selamat datang tuan, anda pastilah tamu yang dibicarakan kaisar, beliau sudah mengatakan akan ada seorang tamu jauh yang akan berkunjung keistana untuk menemui nona, dan itu pastilah anda! mari saya antarkan ketempat nona berada."


'istana ini terlalu mewah dan megah, persis seperti naga itu, dia juga kelihatan paling mencolok diantara para spirit lainnya! tapi kenapa dia tidak pernah menunjukan sosok manusianya?'


"silahkan masuk dewi ada didalam."


pintupun dibuka, saat garda memasukinya dilihatnya hal tidak wajar.


"ini... apa benar ini kamar? kamar apa yang sampai seluas ini..!!"


garda terus berjalan.. dilewatinya taman yang indah.. perkarangan bunga bewarna warni berjejeran sepanjang jalan yang ia lewati, dan tepat didepan ada pohon-pohon yang menghalangi bergerak sendiri.


'pohon-pohon rimbun itu bergeser seperti gerbang, lalu memberi jalan untukku lewat. akupun masuk melewatinya, dan tak lama, nampak punggung seorang anak kecil yang sedang berlari mengejar seekor kelinci. hem.. kelihatannya dia baik-baik saja, syukurlah aku sangat khawatir jika terjadi apa-apa padanya.'


"hei kau mau lari kemana tunggu aku kelinci, jangan lari terus."


"a..apa.. maksudmu? ada apa dengan putriku!! cepat katakan."


(jura) "aku tidak memukan keberadaan putrimu dimanapun? bahkan panggilanku tidak dijawab olehnya. aku sangat khawatir takut terjadi apa-apa pada dewi!"


'tidak.. tidak mungkin, apa yang telah aku lakukan! keegoisanku membuatnya kabur, dan... tidak! aku tidak bisa begini terus a..aku harus mencarinya.' "kalian.. keluarlah"


"bwushhh.. bwussshh.. bwussshh.."


tampak pasukan bayangan milik lannox berdatangan.


"ya yang mulia."


"bagaimana hasil penyelidikan, apa kalian sudah menemukan keberadaan putriku? jawab... kenapa diam..!"


"belum yang mulia, kami masih belum menemukan keberadaan beliau."


tiba-tiba aura lannox jadi mengerikan, seluruh mantion di buat panik, kecuali para spirit.


"ini semua bermula gara-gara anak panti, jika bukan karena mereka! putriku tidak akan kabur, aku harus menemuka mereka dan melenyapkannya. aku tidak suka perhatian putriku teralihkan pada hal lain."


(zion) "cukup nak, kau sudah keterlaluan"


"diam... ini pasti gara-gara kalian, jika bukan kalian yang menghasutnya putriku, putriku tidak akan berpikir sejauh ini."


(jura) "jika kau melakukannya, maka kau harus siap menanggung konsekuensi kehilangan putrimu selamanya."


lannox tersentak "selamanya.. tidak.. itu tidak boleh terjadi, aku tidak mahu kehilangan putriku, cuma dia harta yang kumiliki."


tiba-tiba ia teringat kembali perkataan istrinya waktu didalam mimpi.


"sayang, tenanglah ini bukan salahmu. semua adalah kehendak takdir, kau harus menggantikanku untuk melindungi putri kita. ingat jangan terlalu keras padanya, kau harus mendidiknya dengan penuh kelembutan, agar ia menjadi sosok wanita anggun dengan sifat keibuan."


lannox meraih ranjang yang ada di sampingnya, ia terduduk tak berdaya disana, jura yang mengerti akan situasi yang dialami lannox segera berbunyi.


"sepertinya dia ingin sendirian, ayo kita pergi."


zion masih tak beranjak dari tempatnya,


"hei bocah, kau juga ayo keluar.. jangan mengganggunya, ini bukan saat yang tepat untukmu bertindak."


"a..aku juga..!" jura mengangguk "ya.. apa harus aku paksa baru kau mau keluar?"

__ADS_1


"tidak perlu, ya.. ya.. baiklah." sebelum ia pergi, ia mengatakan sesuatu pada lannox yang tampak sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.


__ADS_2