
Zion pun telah sampai di bawah lembah tempat Rog jatuh pingsan, dan ia melangkah pelan melihat kesekitar lembah hutan tersebut.
Dan sebelum ia melangkah lebih jauh kedalam.. Ia berujar pada prajurit yang menunjukkan jalan. "Kau, apa kau berani kembali sendirian?" tanyanya memastikan.
"Ya, tetu saja Yang Mulia." ujarnya percaya diri.
"Baiklah, sekarang kau kembalilah dulu! Serahkan urusan di sini padaku." ujarnya memberi perintah.
"Baik Yang Mulia, jika begitu hamba pamit undur diri dulu." ujarnya menunduk hormat.
"Hem.." angguk Zion, sambil memperhatikan sosoknya yang sudah menjauh. Dan setelah sosoknya menghilang dari pandangan, Zion pun memanggil salah satu kesatria bayangan miliknya. "Kau, keluarlah."
"Wuss.. Saya menghadap Yang Mulia Raja..!" ujarnya langsung muncul di depan Zion, saat di panggil.
"Ikuti anak itu, dan kawal dia hingga sampai ketujuan. Lakukan tanpa sepengetahuan darinya. Jangan sampai dia mengetahui keberadaanmu!" ujarnya, pada bawahannya tersebut.
"Baik Yang Mulia Raja, kalau begitu saya pamit dulu." ucapnya langsung melesat hilang dalam sekejap. Setelah Prajurit bayangannya pergi..
Ia pun kembali fokus mencari jejak dari bau Serigala yang tertinggal di tubuh Rog. Ia mencari mengikuti nalurinya.. Hingga sampai pada jejak terakhir saat Serigala tersebut berbicara pada Rog.
Tiba-tiba lembah tersebut mulai berubah di penuhi dengan banyak kabut tebal.. Menutupi area sekitar lembah. Hingga pemandangan yang tadinya terlihat jelas, kini menjadi tersamarkan.
Dan muncul suara tanpa wujud, yang berasal dari dalam kabut sedang berbicara pada Zion.
"Siapa kau? Beraninya memasuki wilayahku, Apa kau sudah bosan hidup??" ujarnya bertanya dengan angkuh.
Zion hanya menyeringai dalam diam, ia sengaja tidak menjawab, kerena ingin memancing kerusuhan.
"Cih, kenapa kau hanya diam saja? Apa kau tidak punya mulut untuk berbicara?!!" ungkapnya dengan kedua mata yang menyipit heran. Kerana Zion tidak meresponya sama sekali.
"............." Zion masih tetap bungkam seribu bahasa, ia hanya fokus memejamkan matanya. Dan menyebarkan Auranya yang tak terlihat dan tak terjangkau oleh Serigala hitam. Ke seluruh area lembah, hanya Untuk melacak keberadaan Serigala Hitam tersebut.
Melihat tidak adanya tanggapan dan jawaban dari Zion, Serigala itupun mulai merasa jengkel. Dan kembali berbicara. "Sepertinya kau memang mencari mati ya..!
Baiklah kalau begitu, Jangan salahkan aku tidak memperinga... hah...." kata-katanya tiba-tiba terhenti, saat menyadari ada tekanan besar yang mengerikan muncul di belakangnya.
__ADS_1
"Heheheh... Ketemu kau!" ucap Zion menyeringai, ada perasaan berat dan mengerikan menghampiri punggungnya. firasat Serigala itu mengatakan untuk segera kabur dari lembah itu. Namun, ia mengabaikan kata hatinya, dan malah balik menantang Zion.
Yang tidak ia ketahui, siapakah Zion sebenarnya!! Merasakan adanya kehadiran yang berbahaya di sekitarnya! Ia dengan cepat langsung menghindar.
"Bwussshhh....!" Serigala itu melesap hilang, lenyap dalam kabut. Namun, seolah pergerakannya sudah terbaca, langkahnya kalah cepat dengan Zion, Karena Zion sudah berada di belakangnya lebih dulu.
Merasa terdistorsi dengan tekanan yang di keluarkan Zion, ia pun langsung memutar tubuhnya, berhadapan dengan sosok singa besar itu. Lalu.. melompat nekat menerkam Zion. Tapi, karena ukuran Zion, yang jauh lebih besar darinya..! Membuat ia kesulitan.
Serigala tersebut dalam sekejap di hempas jauh dengan tangan Zion, yang besar. Ia masih belum mengeluarkan cakarnya yang tajam.. Hanya menepuknya saja dengan tangan, membuat Serigala tersebut, terhempas dengan kasar hingga membentur batang pohon.
Sehingga Serigala Hitam itu jatuh tersungkur di tanah yang di penuhi dengan banyak daun-daun mati, dan ranting.
Tapi ia tidak menyerah begitu saja.. dengan cepat, ia berusaha bangkit dan membenarkan posisinya untuk menyerang lagi.. 'siapa dia? Bagaimana bisa ada seekor Singa besar di tengah lembah seperti ini..?' pikirnya meneliti.
Serigala tersebut memperhatikan Zion dari jauh, Zion yang juga menatapnya dengan tajam.. Tiba-tiba menghilang dari penglihatan Serigala tersebut. Serigala Hitam itu mengernyit, mencari keberadaan Zion yang lenyap begitu saja dari pandangannya.
'Hah..., Kemana dia? Aku harus waspada padanya! Karena pergerakannya sangat cepat dan tidak mudah di prediksi.' pikirnya mengamati. Zion yang muncul tiba-tiba, dan langsung menyambar lehernya dengan ganas.
"Euuhhh.." Pekik Sang Serigala kesakitan, Krena Zion langsung menggigit lehernya tanpa ampun. Hingga Setigala itu berteriak kesakitan. Darah segar muncrat hingga mengenai kumis dan dada Zion.
Sehabis ia menyambar lehernya.. Ia lalu membanting dengan keras tubuh Serigala tersebut ke pohon besar. Keadaan kamu kini berbalik, Serigala itu tengah mengalami kesakitan yang luar biasa di sekujur tubuhnya, karena mendapat serangan dari lehernya.
"Blueeppp Egggghhhh.. Si-siapa kau sebenarnya? Dan, mengapa kau tiba-tiba datang ketempatku lalu menyerangku??" ujarnya tak mengerti, dengan muncungnya yang telah banyak berlumuran darah kental yang masih segar.
Tidak hanya itu.. Lehernya terus mengeluarkan darah yang sangat banyak. Karena sebagian daging di lehernya setengah terkoyak, terkena gigitan Zion.
"Karena kau telah berani menyentuh orangku, asal kau tahu saja bocah, semua yang ada di benua utara ini.. Berada dalam perlindunganku. Dan kau!
Yang tiba-tiba datang dan mengaku-ngaku ini adalah wilayahmu, apa kau sudah hilang urat malu? atau karena kau tidak tahu siapa aku??" ujarnya sambil menyeringai.
Serigala tersebut merasa heran dengan perkataan Zion, yang terdengar seperti omong kosong baginya. "Heh.. Hehehe.. A-apa kau, heh.. heh.. s-sedang mengkhayal, Kucing besar! A-aku, bahkan tidak pernah mendengar t-tentang hal itu!!" serunya terbata-bata, terdengar seperti mengejek Ucapan Zion.
Zion, terdiam dan mendekati Serigala yang sebesar kuda. Zion melihat pada sosoknya yang tampak tengah sekarat dan banyak kehilangan darah segar.
"Hmm... Sepertinya kau anak yang baru keluar dari kandang ya..!" ujar Zion, berseringai tipis. Melihat sosoknya yang tidak sesuai dangan kesombongannya.
__ADS_1
Mendengar ejekan Zion, Serigala itu tampak tidak senang. Dan bergumam padanya.. Dengan terbata-bata. "Heh.. J-jaga u-ucapanmu kucing besar, J-jika Kau tidak tahu siapa aku! Heeh... Heee.." ia mencoba bernafas.
"Jangan banyak bicara bocah, katakan pesan terakhirmu?" ujar Zion, memberi kesempatan pada Serigala tersebut, untuk berbicara.
"Heh.. Heh..., j-jangan sombong dulu, K-kucing besar. H-hanya karena kau bisa mengalahkan ku!" ujarnya berseringai, yang tampak tidak gentar sedikit pun.
Dan saat ia mengatakan hal tersebut, tiba-tiba dari arah berlawanan, ratusan pasukan Serigala datang untuk menyelamatkan Pemimpin mereka, dan menyerang sosok Zion.
Melihat itu.. Zion menyeringai lagi, menertawakan Serigala Hitam tersebut. "Hehehe.. Hanya karena jumlah pasukanmu lebih banyak, bukan berarti kau bisa selamat dariku bocah.
Setelah mengatakan hal tersaebut, Zion berbalik menghadap pada Pasukan Serigala. Dan bergumam sebentar, sebelum ia mengeluarkan jurusnya. "Hah.. Dasar pasukan bodoh, Kalian bertindak tanpa berpikir siapa lawan kalian." ujarnya mengasihani Para Serigala.
Serigala Hitam yang mendengar omongan zion mengangkat satu alisnya, dan melihat kearah Pasukannya yang tengah berlari menuju kearahnya dan Singa Putih Di hadapannya itu.
'Memangnya, apa yang akan dia lakukan? Kenapa dia terlihat Tidak peduli sedikitpun.' pikirnya hanya mengamati, karena ketidak berdayaannya, setelah di serang Zion. Lehernya banyak mengeluarkan darah. Dan kondisi tubuhnya mulai menurun.
Zion menarik Nafas sebentar, setelah jarak Pasukan Serigala sudah tepat di hadapannya! Ia mulai mengaum keras, mengeluarkan suara Rajanya...
Lembah itu kini bergema kencang, dipenuhi dengan Auman Zion, hingga para burung-burung dan kelelawar terbang berhamburan.
"GGGGUUUUUAAAAAAAAAARRRRRRRR!!!!" aumannya membuat Para Serigala berhenti ketakutan, mereka tidak berani mendekat dan berbalik mundur menyelamatkan diri masing-masing.
Pemimpin Serigala yang menyaksikan hal tersebut, jadi terlihat kesal, karena ia di tinggal oleh pasukannya sendiri. Dan auman Zion yang barusan, sudah cukup membuktikan siapa dia sebenarnya. Dan membuat Serigala Hitam itu merasa ngeri.
Zion kembali membalikkan tubuhnya, dan melihat kearah Serigala Hitam yang sedang sekarat. Ia tampak sudah pasrah, dengan apa yang akan dilakukan Zion padanya.
Zion menatapnya tajam, dan Serigala tersebut hanya menunduk Pasrah. Lalu bergum pelan.."Heh.. A-aku benar-benar menyedihkan, b-bahkan p-oasukanku sendiri, meninggalkan a-aku. Hah... L-lakukan saja dengan cepat tanpa rasa sakit, aku sudah siap." Gumamnya pada Zion tanpa melihat Zion.
Dan apa yang terjadi selanjutnya.. Mebuat Serigala Hitam itu tidak percaya dengan penglihatannya.
*****
Di Mansion... Malam semakin larut dan dingin, merasuk hingga ke tulang. Ravella sudah tertidur menelusuri mimpi.
'Heuh... Dimana ini? Kenapa banyak sekali kabut menghalangi pandangan ku? Aku ragu untuk pergi.. Namun, langkah kakiku bergerak sendiri, dan akupun mengikuti kemana langkah kakiku membawaku.
__ADS_1
Aku terus berjalan.. Sepenjang jalan yang kulalui, hanya terlihat kabut dan sesekali pepohonan yang tampak begitu samar.
Hingga tiba di suatu tempat, kabut pun memudar lalu menghilang secara perlahan, yang membuatku terkejut dan berlari cepat.