AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
DIMANA INI..!


__ADS_3

untuk bab kali ini.. akan lebih banyak berfokus pada kisah lannox, so happy reading all.


sebuah kastil megah yang berada diantara pekatnya kabut kini muncul, tampak sesosok pria yang sedang duduk di ujung menara kastil sambil bersandar menghadap kelangit malam.


"hmmmm siapa dia sebenarnya? belum pernah ada yang bisa, melepas segelku.. aku hampir saja mendapatkan dewiku. tapi, siapa orang yang telah menggagalkan rencanaku. aku harus segera mendapatkannya dan membunuh orang itu, karena sudah berani mencampuri urusanku, setelah apa yang aku lakukan. aku yakin sekali, yang lain juga pasti sudah mulai melakukan pergerakan. Tunggulah dewi kecilku, aku akan segera membuatmu berada disisiku."


kabut kembali memekat hingga istana yang baru terlihat dibawah kaki gunung kembali menghilang dalam sekejap.


"sayang.. ini sudah malam, berhenti membaca buku, kau bisa menjutkannya lagi besok. sudah saatnya kau tidur putriku cepat kemarilah, tapi sebelum itu bisakah kau jauhkan hewan jelek itu dari sini..!"


gapi yang sedang berada dalam pelukan ravella melihat ravella dengan wajah memelas.


"tidak ayah, jika ayah tidak menyukainya! sebaiknya biarkan kami tidur di kamarku saja, dengan begitu ayah tidak merasa terganggu dengan gapi."


lannox melihat kesal pada naga kecil itu, selain tingkahnya yang sok imut, ia juga selalu mencari perhatian ravella.


'awas saja kau, besok aku akan memberimu pelajaran dasar naga licik, beraninya dia mengambil waktuku bersama putriku.'


"baiklah kau bisa membawanya bersamamu, tapi dia harus tidur di bawah. tidak ada tawar menawar ravella, ayah sudah berbaik hati memberikanmu kelonggaran untuk membawanya."


'huh, bahkan dengan hewan saja. dia tidak mahu mengalah, oh ibu bagaimana bisa kau bertahan dengan pria seegois ayah?'


"baiklah, gapi kau tidur dibawah ya.. jika kau takut panggil saja aku, aku akan menemanimu."


"jangan khawatir nak, biarkan aku yang menemani naga kecil ini, dasar bocah tengik dengan anak kecil saja kau tidak mahu mengalah."


'bahkan zionpun membelanya, huh tunggu saja kau bocah, aku akan memberimu hadiah besok.'


"sudahlah cepat tidur ravella."


ravellapun menaiki katil yang ditiduri lannox, ayah yang tidak mahu jauh dari anaknya, bahkan saat tidurpun dia akan membawa ravella bersamanya. jika ravella menolak kamar ravellapun akan ditiadakan olehnya, ravella yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah pada tingkah ayahnya yang terkadang seperti anak kecil baginya.


"baiklah, ayah apa ayah tidak ingin mencoba bertemu ibu?"


"kenapa kau bertanya begitu?"


"entahlah, ravel merasa, ayah sepertinya sangat membutuhkan ibu. coba saja ayah seru ibu, ravel yakin ibu pasti akan datang menemui ayah."


"biar ayah pikirkan nanti, sekarang kau tidurlah sayang."


lannox menepuk pelan punggung putrinya, sambil memikirkan apa yang barusan dikatakan putrinya.


"agghhhh selamat malam ayah."


"malam sayang cup."


lannox mengecup kening putrinya.


ravellapun terlelap dalam sekejap, karena dikelonin sang ayah, setelah menidurkan putrinya. lannox bangun dari tempat tidurnya lalu ia membuka jendela dan berdiri disisi balkon sambil melihat bintang yang menggantung di langit malam, zion terus memperhatikan tingkah lannox yang terlihat gelisah dan bimbang.


"apa yang kau pikirkan bocah, tidak biasanya kau seperti ini?"


lannox terdiam kemudian ada sesuatu yang jatuh membasahi pipi mulusnya. kemudian lannox menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"aku sangat merindukan istriku zion, aku benar-benar merindukannya. hiks.. hiks.. melihat putriku yang semakin hari.. membesar tanpa kasih sayang seorang ibu disisinya. membuat aku semakin tidak tega melihatnya. anak sekecil dia sudah harus menanggung beban besar dipundaknya, sampai kapan semua ini akan berakhir zion! aku benar-benar kesal dengan semua ini."


"tenanglah nak, kau tahu bukan! putrimu itu mempunyai hati sekuat baja. dia pasti bisa melewatinya karena ini sudah menjadi takdir putrimu, dewa memberinya ujian bukan tanpa alasan nak. tenangkan dirimu bocah, kembalilah tidur jangan terlalu dipikirkan. seperti kata putrimu kenapa kau tidak mencobanya saja usulan anakmu? siapa tahu kau benar-benar bisa bertemu dengannya!"


"huh, entahlah! aku tidak yakin, bisa saja itu cuma imajinasi anak kecil karena terlalu merindukan sosok ibunya."


"hmmm saranku kau coba saja dulu, betul atau tidaknya itu urusan nanti. kau akan tahu jawabannya, setelah mencobanya bukan."


lannox merenungkan kembali apa yang dikatakan zion padanya, setelah lama ia merenung menatap keheningan malam yang sunyi senyap.


merekapun masuk kembali kedalam, lannox mengunci jendela dan kembali berbaring disamping putrinya, ia membelai kepala ravella yang sudah tertidur pulas. sementara zion tidur melingkar disisi gapi.


'apa kucoba saja, seperti yang dikatakan zion.'


"Arabella.. jika benar seperti apa yang dikatakan putri kita, aku ingin memelukmu aku sangat merindukanmu istriku. Arabel.. ara..! eh."


karena kelelahan saat menangis lannoxpun tertidur pulas menjemput mimpi indahnya.


zion tersenyum melihat ayah dan anak yang terlihat seperti


bayi baginya.


"jadi begitu! pantas saja, kaisar terlihat sangat akrab dengan cucumu!"


"ya kaisar sangat menyayangi anak itu, bocah itu sangat beruntung memiliki guru yang hebat seperti kaisar, ya tidak bisa dipungkiri, aku saja, sebagai kakeknya merasa iri melihat keakraban anak itu dengan kaisar. tapi juga sekaligus merasa sangat bangga padanya, karena mempunyai cucu pintar dan kuat sepertinya."


"ya.. untunglah dia tidak menuruni sifat jelekmu itu."


"huh enak saja kau bicara! memang apa salahnya! memiliki sifat sepertiku, aku saja bangga dengan diriku sendiri. aku tampan kuat dan juga pintar."

__ADS_1


namun zaku tidak menyadari jura sudah tidak ada disampingnya.


"huh kemana naga hitam itu pergi..! seperti hantu saja, datang dan pergi sesukanya. dasar naga jelek selalu saja begitu."


"ceklik, hei dimana ketua kita? kenapa dia tidak ada dimarkas..!"


"bukannya dia sedang tidak ingin di ganggu, biarkan saja, mungkin dia keluar menenangkan pikiran sejenak."


"ya kuharap memang begitu!"


"apa maksudmu rey?"


"tidak hanya saja, aku curiga dia mencoba melakukan hal gila. bisa jadi dia masih belum menyerah bukan!"


"hmmm kau benar juga..! sudahlah kita tunggu saja kabar darinya."


"lalu bagaimana dengan tim yang lain! apa mereka berhasil memecahkan teka-tekinya? atau jangan-jangan mereka sudah lebih dulu menyelesaikan misinya!"


"entahlah kita tunggu saja kabar dari rog! hmm ya sudah, lebih baik kita tidur saja sekarang. masih banyak pekerjaan, yang menanti kita esok hari."


"ya kau benar! dean"


'tempat apa ini, aku belum pernah kesini. dimana ini?'


taman luas penuh bunga-bunga berwarna-warni, kupu-kupu indah hinggap dan pergi sibuk sendiri, sepoi angin lembut membawa burung-burung menari-nari diantara pohon-pohon indah bagai bunga.


'dimana ini..! apakah ini surga?'


saat lannox sibuk menikmati keindahan alam yang hakiki, didanau nun biru tampak punggung sesosok gadis berambut panjang yang sedang mengayunkan kaki di bibir danau. gadis itu mengenakan gaun simpel nan indah bewarna ungu pastel seperti rambut indahnya dia bersenandung merdu sambil mengucek air dengan kakinya.


'siapa gadis itu! apa kudekati saja dia, siapa tahu kemungkinan dia tahu tempat ini.!


lannox mendekati wanita itu, dan mulai bertanya.


"permisi, maaf nona.. apa anda tahu dimana tempat ini."


wanita itu berhenti bersenandung, lalu melihat kebelakang tempat lannox berada. ia tersenyum dan berdiri., perlahan ia mendekati pria yang ada dihadapannya. lannox takjub seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sosok cantik dengan rambut ungu terang yang menyala lembut bagai bulan. tanpa sadar air mata jatuh dari pipi lannox dan ia tak bergeming sama sekali.. hanya bisa terpaku dengan apa yang dilihatnya. airmatanya semakin deras, wanita itu ikut merasakan kesedihannya iapun mendekati lannox dan memeluknya dengan lembut.


"ti..tidak mu..ngkin, benarkah ini kau istriku Arabella?"


"tentu saja sayang, ini aku istrimu"


lannox langsung membalas pelukan Arabella dan memeluknya erat-erat seakan-akan ia bisa hilang kapan saja.


"arabel tahukah kau! betapa aku sangat merindukanmu, kenapa kau tega pergi meninggalkan aku dengan putri yang masih kecil. apa kau tahu! karena kehilanganmu aku sampai mencampakkan putri kita yang tidak berdosa, aku melampiaskan kemarahanku kepadanya tanpa dia tahu sebabnya kenapa."


"sayang, tenanglah ini bukan salahmu. semua adalah kehendak takdir, kau harus menggantikanku untuk melindungi putri kita. ingat jangan terlalu keras padanya, kau harus mendidiknya dengan penuh kelembutan, agar ia menjadi sosok wanita anggun dengan sifat keibuan."


lannox memenggan tangan Arabella lalu mengajaknya duduk di taman. setelah lannox duduk lebih dulu kemudian ia menarik istrinya kepangkuangnya dan memeluk erat seakan ia tidak ingin melepaskannya, ia tidak ingin waktu berlalu andai dia bisa menghentikan waktu akan dia lakukan agar momen bersama istrinya tidak akan pernah berakhir.


"aku memang sedikit keras dengan putri kita, tapi itu kulakukan karena aku tidak ingin kehilangannya sayang. sudah cukup aku kehilanganmu."


lannox mengeratkan pelukannya dan ia menenggelamkan wajahnya dileher Arabella. dan iapun menghirup harum aroma istrinya yang telah lama sangat ia rindukan.


"istriku.. tidak bisakah kau mengajak aku pergi bersamamu?"


arabella memegang erat tangan lannox yang tidak ingin melepaskan pelukannya.


"hmm belum waktunya bagimu untuk pergi bersamaku. sayang bisakah kau melepaskan pelukanmu dulu?"


"tidak, aku tidak akan melepaskannya, kau pasti ingin pergi lagi dan meninggalkan aku sendirian kan!. apa kau tidak tahu betapa kesepiannya aku tanpamu disisiku, aku sangat-sangat merindukanmu arabel! aku rindu sifat manjamu, aku rindu belai lembutmu, tatapanmu, kehangatan yang kau berikan padaku aku merindukan semua tentangmu."


"hmm, tapi kau curang sayang!"


"kenapa kau bilang aku curang?"


"lihat ini, tidak adil hanya kau yang bisa memelukku, sementara aku tidak."


Arabella mengeluh manja pada lannox


"oh maafkan aku istriku, lantas kau mahu aku bagaimana? siapa suruh kau pergi meninggalkan aku, sekarang rasakan sendiri dampaknya. haha"


"sayang kumohon lepaskan dulu, aku janji malam ini aku tidak akan pergi kemanapun aku akan menemanimu."


"benarkah! kau janji tidak akan pergi meninggalkan aku?"


"ia aku janji padamu suamiku, aku akan menemanimu malam ini jadi lepaskan dulu tanganmu."


"baiklah aku akan melepaskanmu istriku muach."


lannox merasa gemas lalu menciumi pipi Arabella, Arabella berpindah posisi duduknya, yang membelakangi suaminya kini menghadapi lannox, masih dipangkuan lannox kini mereka berhadapan. lannox terus menatap mata indah istrinya dan Arabella pun merangkul leher suaminya lannox balas merangkul pinggang istrinya dan mendekatkan wajah mereka sambil melepas rindu yang telah lama ia tahan, tidak lama merekapun berbaring dan tertidur sambil berpelukan.


"cih lihatlah wajahnya yang memuakkan! bisa-bisanya dia tersenyum manis saat tertidur begitu. apa dia berhasil bertemu dengan Arabella istrinya? haah.. tenyata cinta yang manis itu akan sangat menyakitkan jika terpisah, apalagi karena kematian, mereka akan menjadi luka yang membuat seseorang merana seumur hidup karena rindu yang mendalam. namun cinta juga bisa menjadi racun jika tidak seimbang, dan akan menjadi momok menakutkan ketika kedua belah pihak tidak sehati. dan yang akan terluka adalah pihak yang paling banyak menanam cinta hingga terlahir menjadi rasa sayang yang berlebihan, dan menjadi sebuah obsesi."

__ADS_1


'kata cinta memang menakutkan.'


"lannox,, sayang.. bangunlah malam sudah akan berganti pagi, sebentar lagi matahari akan terbangun dari singgasananya."


"tapi aku masih ingin berduaan denganmu istriku."


"sayang, kumohon bangunlah jangan seperti ini. apa kau tidak kasihan pada putri kita yang ada disampingmu!"


"ada apa dengan putri kita? bukankah dia juga sedang tertidur pulas!"


"hmm apa kau tidak tahu watak putri kita! jika kau terus tidur, dia pasti akan mengambil kesempatan untuk kabur."


"apa kabur!"


lannox langsung bangun dan menatap Arabella.


"sayang jangan menakutiku seperti itu!"


"jika aku tidak bilang begitu, kau pasti tidak akan bangun bukan!"


"dasar, ternyata istriku masih saja suka jahil ya.."


lannox mencubit pelan hidung Arabella, dan Arabella hanya mengeluh manja. tidak lama Arabella memegang wajah lannox dengan kedua tangannya.


"suamiku sudah saatnya aku pergi. ingat jaga Putri kita baik-baik. jika kau merindukan aku serulah namaku tiga kali. jika dewa mengizinkan aku akan datang kedalam mimpimu."


Arabella melayang terbang keatas seolah ditarik dengan sosok yang tidak terlihat. lannox berdiri memegang tangan Arabella yang akan terlepas.


"tunggu jangan pergi Arabel, tidak jangan tinggalkan aku.. Arabella.....! Arabella huh.. huh.. huh.. ternyata cuma mimpi"


'tapi serasa nyata, sentuhannya waktu yang kami lalui bersama.'


"bagaimana? apa kau sudah menemuinya??"


lannox mengusap wajahnya lalu bangun pergi mencuci muka. dan mengambil sebilah pedang lalu membawanya untuk latihan olahraga pagi. zion mengikuti lannox namun sebelum pergi, ia memasang penghalang untuk ravella dan gapi, agar saat mereka pergi tidak ada yang bisa menggangu tidur dewi kesayangannya.


"dengan begini sudah aman. hei bocah kau terlihat berbeda dari tadi malam, apa yang terjadi..! apa berhasil..?"


"bwusshhhh.. bwusshhhh.. pak pak pak. huh.. huh.. huh.. bisakah kau diam!"


setelah pemanasan dan membuat keringat. lannox duduk di paviliun yang ada di taman.


"bagaimana aku bisa diam, jika melihat bocah yang tadi malam menangis tersedu-sedu dihadapan ku. sekarang malah menjadi aneh dan bersemangat."


pipi lannox memerah karena malu dan berusaha menghindari tatapan zion.


"hahaha aku sangat mengenal bentuk wajah itu."


"diamlah bisakah kau pergi.!"


"tidak, aku tidak akan pergi sebelum mendapat jawaban darimu?"


zion terus mengekori lannox kemanapun lannox pergi.


"baiklah aku menyerah, aku akan cerita. padamu apa yang terjadi."


"benarkah! berarti dewiku tidak berbohong, kalau begitu kau kejam sekali lannox, sampai meragukan putrimu sendiri."


"aku tidak pernah meragukannya zion, hanya saja aku terlalu takut untuk berharap. karena itu aku selalu menepis omongan putriku, aku selalu menganggapnya imajinasi anak-anak."


"ya tapi setelah mencobanya, apa kau masih menganggap itu sebuah imajinasi?"


lannox tersenyum puas.


"tidak, tidak lagi. mulai sekarang aku tidak akan meragukan dan akan selalu mempercayai apa yang putriku katakan."


"bisakah kau singkirkan senyuman pahitmu itu, kenapa kau jadi terlihat menjengkelkan ya..!"


"hahaha makannya kau carilah pasangan zion, nanti kau akan mengerti apa yang aku rasakan. cinta tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, tapi harus dirasakan dengan hati dan perasaan, barulah kau akan mengerti apa artinya cinta"


"sudah.. sudah.. lebih baik aku pergi saja, kau jadi tidak asik lagi. pergi pacaran saja sana, dengan pedangmu, jangan hiraukan aku lagi heh."


"hahaha hari ini kau sungguh sangat lucu zion."


"cih..cih.. lihatlah efek sampingnya padahal dia cuma bertemu lewat mimpi, tapi sikapnya jadi berubah seratus delapan puluh derajat. dasar bocah aneh.


'haah.. tapi aku lebih senang melihat dia seperti sekarang, terlihat tanpa beban, wajahnya jadi seperti anak-anak yang baru saja mendapatkan mainan baru hahahahah. kenapa sekarang aku merasakan seperti sudah membesarkan seorang anak lelaki.'


"pagi zion! kau terlihat bahagia sekali pagi ini..! apakah telah terjadi sesuatu yang baik padamu..?"


"eh kakek jura,..! sejak kapan kau ada disana?"


"hahaha kau memang sangat mirip dengan kakekmu nak!"

__ADS_1


"aku tidak Sudi disamakan dengan pria tua genit itu."


"hahaha.."…


__ADS_2