AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KAISAR TERMUDA DIDUNIA


__ADS_3

Hallo all..! Maaf baru bisa update sekarang. dikarenakan saya sedang tidak mood hehe.. Karena sudah lama tidak update, jadi saya kasih bonus lebih.. tentang kaisar muda kita rafael. N sekali lagi maaf, jika terdapat typo atau kesalahan dalam menulis, karena saya masih pemula, dan juga masih dalam tahap belajar, untuk menjadi lebih baik lagi. Thank you so much! sudah mendengar keluh kesah saya yang tidak jelas. N Happy reading all.


dentuman hebatpun terjadi, namun badai hitam itu.. masih saja! tidak bisa menyentuh apapun, Yang ada disekitarnya, setelah rafael menggunakan sihir gravitasi. 'sialan, belum pernah aku merasa sekesal ini...! Bahkan, bocah bernama juliuspun, tidak bisa menanganiku. Akan tetapi.. apa ini? Mengapa aku tidak bisa menyentuh apapun? setelah ia memasang penghalang miliknya. Apalagi.. dia juga bisa mengunakan sihir gravitasi!! Seharusnya, energinya sudah terkuras habis bukan. Karena ia telah banyak mengeluarkan energi sihir yang sangat besar! untuk melindungi benua ini. Hmm.. Tapi diluar dugaanku, Baiklah! jika bocah itu bisa menahan seranganku kali ini, Aku akan mengakui kekalahanku.' serangan kali ini.. Bukan main-main, sosok badai hitam mengeluarkan petir bertegangan tinggi. "hei bocah, siapa namamu?" rafael tersenyum tenang, sambil mengambang diudara.


"hmm namaku rafael."


"hmm.. Baiklah, aku akan mengingat namamu. Jika kau bisa menahan seranganku kali ini..! Aku akan mengakui kekalahanku. Dan, segera pergi dari tempat ini. Namun, jika aku yang menang! Kau harus menyerahkan semua sihir dan seluruh kekuatanmu kepadaku.


"hmm.. Sayangnya, aku tidak bernegosiasi dengan spirit." ujarnya dengan sangat acuh


"cih sombong sekali kau anak manusia, kalau begitu.. rasakan ini." Badai hitam kini terbang tinggi kelangit, dan memperbesar dirinya. cahaya kilat merah, menyala-nyala disekitarnya. Semakin lama, badai hitam semakin melebar hingga menyamai ukuran benua. Dentuman hebat, terus bergema dilangit kelam. Seakan-akan ingin melahap keseluruhan, benua Barat.


'aku tidak menyangka, spirit sepertinya bisa mempunyai energi sebesar ini..! Kelihatannya, dia benar-benar ingin melebur negara ini, hanya dengan sekali serang. Hmm.. ternyata aku terlalu memandang remeh kepadanya, hehehe.. Spirit sepertinya, memang sangat layak menjadi milikku. Mmm.. ini benar-benar sangat berbahaya!' rafael melihat kesekelilingnya, dan mulai menciptakan sesuatu, sambil merapal mantra. Lalu mengangkat satu tangannya kelangit. "pentagram bentuk ketujuh, terbukalah segel suci, perisai kemuliyaan." Keluar cahaya hijau lembut, menerangi dan menaungi seluruh daratan benua. yang telah menggelap, karena hampir diselimuti awan hitam.


Dikerajaan valthoz, didalam istana. Semua yang masih menatap layar, dan masih setia menyaksikan pertarungan antara rafael, dan badai hitam. "apa-apaan kekuatan itu? inikah musuh sebenarnya yang akan kita lawan?!" ujar para bangsawan tersebut, yang masih berkumpul didalam aula istana. Sementara yang lainya.. Hanya diam dan memandang takjub penampakan dilayar.


(Marquees dozer) "kita beruntung! tidak jadi terlibat perang melawan beliau, penyihir sepertinya. Ehem.. Ehem.. maksudku, tepatnya sang kaisar ergben. Sipenyihir jenius, yang juga menjabat sebagai ketua dari dewan sihir. Dan juga.. telah menjadi penguasa baru, dari negeri ini"


(Duke rovel) "ya.. Kau benar, sekuat apapun kita mengumpulkan kekuatan dari pasukan sekutu! Aku yakin..tetap saja.. Masih belum tentu bisa mengalahkanya."


(marquees dozer) "mungkin, ada yang bisa menyamainya!"


(Duke rovel) "Haa.. Siapa itu?"


(marquees dozer) "siapa lagi, jika bukan pasukan perang, dari kekaisaran Utara. Kalau tidak salah, ia dijuluki dewa perang, dan memiliki pasukan terkuat dengan julukan singa putih."


(Duke rovel) "ah! Maksudmu, sang duke itu! oh, aku lupa siapa namanya. Tapi dia memang sangat terkenal, dia telah banyak menaklukkan musuh dalam peperangan. Sitiran brutal, dan juga berhati dingin."


(marquees dozer) "ya.. Dari rumor yang beredar.. Saya dengar, keduanya juga sempat terlibat, dalam pertempuran singkat. atas penculikan sang putri duke, bersama sikaisar jenius. Tapi keduanya dianggap seri, karena tidak ada yang kalah atau menang. Ya itu hanya berdasarkan rumor yang beredar dikalangan masyarakat, jadi versinyapun pastilah berbeda-beda. benar atau tidaknya.. saya juga tidak tau."


(Duke rovel) "Namanya juga rumor! Ada yang benar, dan ada yang dilebih-lebihkan. Hmm.. soal penculikan putri Duke..? Untuk apa seorang kaisar jenius sepertinya, sampai melakukan penculikan seperti itu!?"


(marquees dozer) "kalau soal itu! Saya juga kurang tau. Tapi yang jelas, ada dua kemungkinan. yang pertama.. sang putri tersebut pastilah mempunyai keistimewaan tersendiri. hingga membuat beliau merasa tertarik, untuk menculiknya. dan yang kedua.. Beliau memang sengaja melakukannya, untuk menarik perhatian sang dewa perang."


(Duke rovel) "hmm bisa jadi, pilihan yang kedua."


(marquees dozer) "ya.. Bisa saja, karena kita masih belum mengenal watak dari penguasa baru kerajaan ini, yaitu sang kaisar itu sendiri."


"gluduk... gluduk... akan aku lenyapkan daratan ini.. hingga tak bersisa, rasakanlah hukumanku, atas kesombonganmu wahai para manusia rendahan." badai hitam tiba-tiba terkejut, melihat cahaya yang keluar, berbentuk sebuah simbol lingkaran, dengan pola bintang ditengah lingkaran. semakin lama pola itu semakin membesar, meliputi seluruh daratan. 'heh.. Apa itu?' simbol tersebut semakin membesar, dan membentuk sebuah perisai raksasa. yang melingkupi seluruh daratan benua tersebut. Sementara badai hitam, telah membentuk dirinya, menjadi awan hitam yang sangat besar dan gelap.


"mahluk apa itu? sebenarnya, dia seakan ingin menelan benua ini.." tanya rhagel terkejut


"entahlah, apapun itu.. Aku percaya! Baginda kaisar, pasti bisa mengalahkan mahluk itu. Lihatlah.. perisai yang telah dibuat oleh baginda! Aku belum pernah melihat baginda, menggunakan perisai yang seperti itu, sebelumnya." ucap daskal kagum


"aku jadi penasaran, apa yang akan dilakukan baginda? Disituasi seperti ini." ungkap rhagel menyeringai

__ADS_1


Daskal yang mendengarkannya, hanya diam dan malas untuk menanggapi.


'hmm.. Sepertinya, semuanya sudah aman dan terlindungi, aku ingin tau! Apakah dia bisa menghancurkan perisai ini..?! Jika dia bisa menghancurkan perisai ini, berarti dia bukan spirit biasa bukan.'


Langit yang terlihat pekat dan gelap, tampak menyala-nyala. karena hamparan dari cahaya berwarna merah bercampur, warna keunguan.


(muri) "apa-apaan pemandangan ini..!? Badai yang secara tiba-tiba, berubah menjadi gumpalan awan besar."


(empat) "ini adalah mala petaka, benar-benar sebuah mala petaka, yang akan menelan negri ini."


(dua) "kita percayakan saja semuanya, kepada baginda kaisar." Semuanya menoleh, serta mengangguk tanda setuju.


'hmm.. aku tidak tau apa! yang dilakukan bocah itu? Padahal dia mempunyai energi sihir yang sangat besar dan kuat, ya.. melebihi sibocah julius. Tapi sangat disayangkan, jika kekuatan sihir sebesar itu, akan sirna disini.' "hahahaha rasakan ini... Duntam.. Geleduk.. Geleduk.. Jresssss bluaaaarrrrr."


"oh dewa! Kita pasti akan celaka." serangan menyilaukan, datang dari arah langit. semua yang menyaksikan kejadian tersebut, bertindak pasrah, jika memang terjadi sesuatu kepada mereka. tampak cahaya merah keunguan datang dari langit mengarah kebumi, ergben. Kekuatan yang maha dahsyat, turun dari langit hitam, menghujam keras dengan sekali hantaman. Semua yang menyaksikan tidak sanggup menatapnya dan berdoa. hanya mampu mempercayakan semuanya, dipundak sang kaisar. sementara di udara didekat kastil, tampak hanya rafael yang masih mengambang seakan menyatu dengan udara, dan menyaksikan! langsung serangan super kuat tersebut.


'bahkan serangannyapun sama besarnya, dengan perisai yang kubuat. Ternyata dia memang bukan spirit sembarangan, dia seserius ucapannya, kalau begini, Aku jadi semakin ingin memilikimu.' rafael mengarahkan kedua tangannya kelangit, karena melihat sebuah retakan.. dilapisan perisai yang dibuatnya. Kedua tangannya mengeluarkan cahaya biru, mengalirkan energi keperisai yang dibuatnya. untuk menahan serangan besar yang melebihi batas normal. "apa-apaan kekuatan ini...!! bahkan lapisan itu tak mampu menahan serangannya. gawat, ini sangat berbahaya, jika serangan itu sampai menembus perisainya, negara ini akan hancur. Kalau begini, tidak ada cara lain, aku terpaksa harus memanggilnya. Razakkk....!"


"bwussshhh.. saya baginda, apa perintahmu." sekelebat bayangan hitam langsung muncul, dihadapan rafael dengan semangatnya. Sambil menunduk hormat, ia menempelkan sebelah tangan kedadanya.


"kretak.. Kretak.." tampak retakan yang semakin membesar, menembus lapisan ketiga.


"sekarang, waktunya giliranmu Razak, buktikan kesetiaanmu kepadaku."


"dengan senang hati baginda." Razak langsung melayang tinggi, menuju kelapisan tersebut. Razak, tiba-tiba saja, langsung merubah dirinya semakin membesar. 'akan kubuktikan kepada baginda, jika aku berguna untuknya, aku bisa menjadi sebuah bencana jika diperlukan. Dan aku juga bisa berubah menjadi perisai pertahanan terkuat, yang bisa melahap serangan apapun itu. Jika digunakan untuk melindungi.' "Awsirra arrasshaz" setelah mengucap mantra tersebut, razak menyatu dengan perisai yang dibuat rafael. dan cahaya hijau lembut kini berubah menjadi semakin menghitam. Razak melahap serangan besar tersebut, dengan sangat mudahnya.


'haah.. A.. Apa yang terjadi..? mengapa energi seranganku, semakin menipis. Tidak bisa! Aku harus menambah daya serangannya' badai hitam teriak sekuat tenaga, dan berusaha menambah daya kekuatan pada serangannya. "hiaaaaaa......!" daya serangannya bertambah, akan tetapi. 'euh! Dasar sial, energiku hampir terkuras habis. Padahal, sedikit lagi aku hampir bisa.. menghancurkan perisainya!'


Razak terus menelan, serangan besar itu! dengan sangat santainya. Badai hitam yang tadinya dengan percaya diri bisa mengalahkan dengan satu serangan, mau tidak mau terpaksa harus mengakui kekalahannya. Tubuhnya yang telah berubah menjadi awan hitam, kini semakin mengecil, karena energinya yang sudah hampir terserap habis oleh razak.


"heh" tawa rafael bangga dan puas, menyaksikan apa yang dilihatnya. 'tidak sia-sia! aku menjalin kontrak dengannya, Spirit kesayangan milik dewa rummanoz. yang telah gugur karena peperangan antara para dewa Jutaan tahun silam.


"flashback:" 'saat aku berusia sebelas tahun, saat itu.. Aku sedang tidak bisa tidur, lalu aku keluar.. Secara diam-diam dari kamar. dan pergi keperpustakaan dimenara sihir, Ayah pernah mengatakan! jika aku beruntung. Aku bisa menemukan harta karun langka milik dewa rummanoz. Ya.. Mungkin saja itu cuma candaan seorang ayah kepada anaknya, untuk mengelabui anak-anak sepertiku. Haah sayangnya! aku bukanlah anak-anak yang gampang dibodohi, oleh trik murahan para orang tua seperti itu. Akan tetapi..! Setalah aku memasuki rusng perpustakaan. Aku berjalan mencari judul buku yang menarik buatku baca. Dan, tiba-tiba saja.. Saat aku akan memasuki lorong kelima, barisan tengah. Tampak satu buku menyala terang.. Menarik perhatianku, Seperti sedang memanggilku untuk segera dibaca.'


'melihat cahaya yang menyilaukan dari buku tersebut, akupun merasa tertarik dan menghampirinya. Inikah yang dikatakan orang-orang, laron yang terpikat oleh cahaya. Ya, itulah kata yang terpikirkan olehku, saat melihat buku itu! Aku mencoba menghampiri buku itu. Dan tiba-tiba saja, buku itu melayang menuju kearahku, Aku meraihnya pelan-pelan. dan langsung membuka lembar demi lembar, yang membuat aku semakin lama semakin penasaran, akan akhir dari cerita buku tersebut.'


'alkisah, buku ini tentang seorang dewa! yang memegang kehancuran ditangannya. Ia memiliki kekuatan penghancur yang bisa memusnahkan apapun yang diinginkannya. Dan juga, Ia memiliki spirit kesayangan yang selalu setia mendampinginya kemanapun. Singkat cerita, saat tiba peperangan besar diantara para dewa, spirit kesayangan miliknya terluka parah, terkena serangan dari dewa pembantai, saat hendak melindunginya. Sang dewa tersentak kaget, tak bergeming sesaat dari tempatnya, karena terkena percikan darah dari spiritnya. Darah segar yang mengalir dari tubuh spirit suci tersebut, akhirnya membuatnya kalap, dan langsung menyerang dengan membabi buta, semua yang ada disekitarnya."


"luapan amarahpun kian terjadi, gempa dimana-mana, gunung-gunung memuntahkan lahar dari perut bumi. Ombak dilautanpun ikut mengamuk, angin kencang seperti badai ada dimana-mana, udara yang tenang telah berubah menjadi senjata tajam, yang siap menyayat siapapun yang berada disekitarnya. Paradewa lain yang menyaksikan tak mampu menghentikan amarah sang dewa tersebut, dan berlari menyelamatkan diri mereka masing-masing. Tak lamasetelahnya, iapun tersadar dari kemarahannya. tapi, saat ia mulai berpikir jernih? spirit kesayangannya telah pergi meninggalkannya..! Iapun merasa sangat menyesal, karena emosinya yang sesaat, telah membunuh spirit kesayangan miliknya sendiri. Akhirnya, iapun menyerahkan seluruh energi kehidupan yang ia punya. dan melanggar hukum alam, untuk membangkitkan kembali spirit miliknya yang telah mati."


"dengan ini.. Kau akan hidup kembali. namun! Aku tidak bisa bersamamu, dan menjagamu kedepannya. kau akan terlahir kembali didunia manusia, sebagai spirit yang baru. Untuk itu! Demi melindungimu dari bahaya! Dan, agar tidak terulang lagi.. kejadian seperti sekarang. Maka, Aku akan memberikan seluruh kekuatanku padamu, untuk melindungimu dimasa depan."


Ia mengeluarkan seluruh kekuatan yang ia miliki, cahaya hitam keabu-abuan mengalir keluar dari tubuhnya. Dan berpindah pada kedua tangannya, Ia lantas mentransfer kekuatan tersebut pada spirit itu. setelah menghidupi dan memindahkan seluruh kekuatannya, Iapun berkata. "kau akan tertidur untuk beberapa kurun waktu lamanya, kelak.. akan datang seorang anak lelaki. Seorang penyihir berdarah murni.. yang akan menemukanmu, dan ketika saat itu tiba! bersumpah setialah kepadanya."


"Siuuunnngggh Srek... Srek... Srek... Srek..." buku yang bercahaya itu langsung meloncat keluar dari tangan anak itu. Ia melayang dan berubah menjadi sebuah bayangan hitam. "kau pastilah anak yang disebutkan tuanku, buatlah kontrak denganku! Dan aku akan bersumpah setia hanya kepadamu."

__ADS_1


"haah k.. Kau bisa bicara...!"


"Tentu saja.. Karena aku adalah spirit, aku telah lama menunggu kehadiranmu. Agar mudah menemukanku, aku merubah diriku menjadi sebuah buku. Jadilah kontraktorku, maka kau tidak akan menyesalinya."


"kenapa aku harus menjadi kontraktormu?"


"karena kau adalah penyihir berdarah murni, seperti yang dikatakan tuanku."


"hmm.. Apa keuntunganku? Jika aku menjalin kontrak denganmu!?"


"aku akan menyerahkan seluruh hidupku, dan menjadi senjata sekaligus pelindungmu, serta akan bersumpah setia hanya kepadamu."


"bagaimana jika kau berbohong? dan melanggar perjanjian kontrak!"


"aku, akan binasa."


"hmm.. Baiklah, lantas apa yang harus aku lakukan.. Untuk membuat kontrak denganmu?"


"cukup katakan namamu, dan berikan setetes darahmu kepadaku, setelah itu kontrak secara otomatis akan terjalin."


"baiklah, tisssshhh.. Aku rafael zantino eyden." tak lama.. Spirit itupun juga menusuk jarinya, dengan jarum, dan menyebutkan namanya.


"tissshhh.. Aku razak bersumpah setia, melindungi dan mengabdi dengan seluruh jiwaku, kepada tuanku rafael zantino eyden." tidak lama setelah mereka mengucap sumpah, kontrakpun telah siap.


kembali kemasa sekarang: razak terus menelan energi badai hitam, awan gelap semakin lama semakin mengecil, serangannyapun semakin lama, semakin menyusut. Dan, perlahan-lahan mulai menghilang.


"eeerrrrkk aku benar-benar kenyang."


"sialan siapa kau sebenarnya..!? Beraninya kau menelan energiku! Dasar spirit rendahan, kurang ajar. Lepaskan aku sialan.." badai hitam menjadi kecil tak berdaya, ditangan razak.


"sesama spirit tidak boleh saling merendahkan, kau pastilah spirit gelap yang berasal dari dunia bawah bukan?"


"cih! Apa urusanmu sialan, cepat lepaskan aku bangsat."


"pantas saja kekuatan yang kau miliki.. sangat payah, dan jelek, sungguh tidak terpuji."


Badai hitam semakin jengkel mendengarnya. "tutup mulut busukmu, dasar bedebah! Kubunuh kau."


"mahluk sekecil ini, ingin membunuhku..! Cih, apa kau bercanda? Bahkan menolong dirimu saja.. kau tidak bisa."


Rafael yang melihatnya dari kejauhan, menyeringai bangga. 'hmm.. inilah kenapa, aku tidak pernah ingin menggunakan razak, dipertempuran sebelumnya. Karena dia adalah, kartu terakhir yang kumiliki.'


"dasar spirit sialan, tunggu saja kau.. ketika energiku kembali nanti, Akan kubalas kekalahanku ini."


"hahahaha.. Bicara saja sesukamu bocah. Oh ya ampun, aku hampir lupa. baginda.....! Aku berhasil mendapatkannya!!" teriak razak bangga. Ia lalu.. melayang terbang mendekati sosok rafael, yang masih mengambang diudara didekat kastil. lalu razak menyerahkan badai hitam yang telah mengecil, kepadanya. Sedangkan para warga kota yang sempat panik! Kini bisa bernafas lega. Begitupun para dewan sihir, dan para pasukan lainnya. Dan juga, kerajaan valthoz. yang baru saja ia taklukan, rasa haru memiliki seorang kaisar hebat sepertinya.. malah membuat mereka tidak menyesal samasekali, karena telah menjadi bagian dari negara ergben.

__ADS_1


Pasukan satu: "yuhuuuu.. hidup baginda kaisar.. Hidup baginda kaisar.." sorak sorai riuh bergema diseluruh benua, apalagi.. Didekat kastil. seluruh pasukan bersorak, teriak bangg, memiliki seorang kaisar jenius dan kuat sepertinya. Bahkan, rumor kemenangan rafaelpun! akhirnya tersebar sampai keseluruh negara tetangga. hingga berita inipun diterbitkan disurat kabar harian, Diseluruh negara. Dengan tema! kaisar termuda didunia, dan terjenius, telah berhasil menundukkan sebuah negara, tanpa perang, dan menaklukkan bencana besar.


__ADS_2