
"dia telah mengetahui kedatanganku, spirit satu ini. memang berbeda dari yang lainnya, tidak heran kalau dia menjadi kaisar penguasa para spirit."
"kalau begitu, aku langsung saja. aku datang kemari, untuk meminta bantuanmu?"
"bantuan apa?"
"jangan berpura-pura zando, kau pasti sudah mengetahui keadaan putriku bukan???"
"ya, aku tahu..!"
"kalau kau sudah tahu, lalu mengapa kau mengabaikannya..? apa kau benar-benar spirit putriku! atau cuma sekadar perjanjian diatas kontrak..!!! bukankah seharusnya kau bertanggung jawab atas kesalahanmu? jika kau tidak membawanya! dia tidak akan jadi seperti sekarang."
(garda) 'dasar bocah keras kepala, apa yang sedang ia lakukan? aku saja tidak bisa berkutik dihadapan naga itu, apalagi dia..! anak yang masih seumur jagung.'
(jura) 'dia benar-benar nekat.'
(tama) 'ya.. tepatnya dia bodoh, dan gila.'
(zaku) 'benar, sama sepertimu.'
(tama) 'sialan kau, aku tidak menggangumu, kenapa kau mulai lagi...?'
(zaku) 'cih, karena kau menghalangi pemandangan.'
(gira) 'hei sudahlah, apa kalian lupa perkataan kaisar? jika kita tidak bisa akur, maka kita selamanya akan mematung seperti ini.'
(garda) 'ya gira benar, dasar kalian para bocah sialan, gegara kalian, aku yang tidak tahu menahu, jadi ikut dihukum dengan kaisar.'
(zaku) 'heh.. rasakan, bukankah kau sendiri yang bilang, jika kita adalah teman? maka dari itu, seorang teman memang harus ikut merasakan sakit dan menderita, itu baru pantas disebut teman hahaha.'
(garda) 'kau.. awas saja, setelah kita terbebas dari sini, siap-siap saja, kalian merasakan latihan tanpa istirahat.'
(zaku) 'hahahaha kau sedang berkumur ya..? ha....! apa..! aku tidak dengar.'
(garda) 'brengsek awas saja kau.'
(jura) 'sebaiknya kalian yang diam, pertengkaran kalian hanya akan memperpanjang masa hukuman kita.'
semua spirit menjadi diam bungkam. zando masih santai dan tenang. menghadapi emosi lannox, yang seolah-olah menuduhnya memanfaatkan putrinya.
"dengar nak, putrimu tidak kenapa-napa. aku tahu kekhawatiranmu sebagai orang tua. tapi, ini juga bagian dari kesalahanmu bukan? jika kau tidak berkeras dengannya!! dia tidak akan kabur darimu. aku tidak akan menjelaskannya panjang lebar, aku akan menunjukkan langsung semua kejadiannya kepadamu."
zando mengeluarkan bola kristal yang telah merekam semua kejadian, setelah lannox melihat semuanya. ia kaget, dan tidak bisa berkata-kata lagi, iapun jatuh berlutut kelantai, pandangannya menjadi kosong.
(zion) 'dia benar-benar merasa terpukul dengan apa yang dilihatnya, sebenarnya dia hanya mencari pelampiasan atas kemarahannya sendiri. dan untunglah, kaisar bertindak sangat cepat, jika tidak.., dewi pasti akan menghilang lagi.'
tiba-tiba saja mereka sudah berada dikamar lannox. namun, gema suara zando masih terdengar jelas.
"renungkan kesalahanmu, jika kau tidak belajar dari kesalahan yang telah kau lakukan, kau akan kehilangan putrimu."
dan, suara itupun menghilang. meninggalkan zion, lannox, dan tentunya ravella.
"apa kau sudah mengerti sekarang? kemarahanmu tidak akan menyelesaikan masalah."
......................
"dean bagaimana, apa kau sudah mendapatkan jawaban dari teka-teki ini..?"
"rey, mulai dari sini, kita akan berpisah."
"apa maksudmu dean?"
"kita akan melakukan misi ini sendiri-sendiri, dan kuharap! kau bisa melakukannya. ayo kita bertaruh rey, siapa yang lebih dulu menyelesaikan misi ini, sampai jumpa lagi kawan."
dean menghilang dan tiba-tiba ia sudah berada diatas genteng penginapan, sementara rey masih terperangah, tak percaya dengan apa yang terjadi.
"kenapa! dean jadi berubah drastis seperti ini, aku tidak menyangka? kehilangan seseorang teman, bisa membuat orang lain berubah total. hah, dia terlalu terbawa perasaan. dan, menyangkut pautkan masalah pribadi dengan pekerjaan. aku tahu loyalitasnya, terhadap orang terdekatnya sangat tinggi. tapi aku tidak menyangka, sampai seperti ini. apa mereka punya ikatan persaudaraan? hah entahlah, yang jelas, aku yang akan memecahkan misi ini lebih dulu."
'maafkan aku rey, sepertinya.. aku tidak akan bekerja untuk orsi lagi, aku sudah terlalu banyak merasakan kehilangan, dari timku yang sudah kuanggap sebagai keluarga. hinga teman-temanku, bahkan sahabat terbaikku. aku harap, kau berhasil kawan, dan kembali dengan selamat. karena setelah ini.., kita akan menjadi musuh.'
deanpun menghilang, dan mencari sekutu untuk mengalahkan orsi.
__ADS_1
"apa maksudmu daskal???"
"ada utusan dari dewan sihir untuk baginda!!"
daskal mengulurkan surat bersampul hitam, yang berarti, keadaan darurat.
"Rafael membuka sampul surat, dan."
(kepada yang terhormat ketua dewan penyihir, baginda Rafael. saya baru mendapatkan sinyal dari pasukan gagak merah. para penyihir hitam dari benua selatan, dalam waktu dekat,akan mengirimkan sinyal perang. sementara itu.. pasukan gagak merah sedang terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan. mohon jawaban baginda, karena saya tidak bisa mengirimkan bantuan, jika tanpa persetujuan dari baginda.
"Rhagel Orlan")
dalam sekejap, keluar api dari telapak tangannya, dan surat itupun terbakar ditangan Rafael. kemudian pria itu berjalan melewati lorong menara sambil diikuti daskal, ia memikirkan kebetulan yang terjadi saat ini.
'bagaimana bisa semua ini terjadi, disaat aku akan melakukan kunjungan? mahu tidak mahu, aku terpaksa menunda keberangkatanku.' iapun berhenti "daskal?"
"ya..baginda."
"sampaikan pesanku, kirimkan lima prajurid siluman, untuk menjemput pasukan gagak. dan perintahkan para dewan, untuk segera mempersiapkan pasukan terbaik. karena kita akan segera menyambut kedatangan tamu yang tak diundang." seringai Rafael.
"baik baginda, akan saya laksanakan." daskalpun pergi meninggalkan Rafael. 'hmm.. ini sangat aneh! penyihir hitam dari benua selatan, jarang melakukan pergerakan, ataupun melakukan perang! selama ini, mereka selalu tenang dan duduk manis, tapi apa yang telah terjadi? (pohon tidak akan bergoyang jika tidak ada angin.)'
keesokan harinya, lannnox sudah bersiap-siap untuk berangkat, dan hanya membawa pasukan seperlunya, serta beberapa dokter. sebelum keberangkatannya, ia duduk disamping putrinya, dan terus memandangi wajah sang buah hati.
"sebentar lagi.. ayah akan berangkat ravel, dan ayah tidak jamin apa misi ini akan berhasil? tapi, ayah akan usahakan secepat mungkin untuk menyelesaikan misi ini, dan menemanimu lagi."
lannox mengecup kening sang putri, dan dengan berat hati ia melangkahkan kakinya. dan melewati zion, lalu ia menghentikan langkahnya
"zion"
"ya.."
"aku titip putriku."
"itu bukan kata-kata terakhir bukan? Karena jika kau tidak kembali, aku akan menggantikan posisimu sebagai ayah."
lannox menyeringai.
"cih jangan mimpi, karena aku akan segera kembali."
lannox tersenyum, dan iapun segera berlalu pergi meninggalkan ravella, dan zion.
tak lama dua puluh menit kemudian, gapi berlari memasuki kamar.
"ada apa denganmu? seperti sedang dikejar saja."
"paman.. paman.. ayah dewi telah pergi."
"lalu...?"
"aku bolehkan, tidur disamping dewi..? ya.. paman, biarkan aku ikut menjaga dewi..!selama ini, aku tidak bisa mendekati dewi, karena ada ayah dewi.. yang mengerikan."
"heh, baiklah."
"ye..... terimakasih paman."
gapi meloncat berputar-putar ditempat, karena kegirangan.
'cih dasar, dia sampai sesenang itu.. ya, tidak heran, selama ini.. lannox sangat keras padanya, hingga tidak ada ruang baginya untuk bersama pemiliknya sendiri.'
gapi naik keatas ranjang tempat ravella terbaring, ia duduk disamping ravella sambil melihatnya.
"dewi.. kapan kau akan bangun...? aku tidak punya teman bermain, jangan lama-lama tidurnya, apa dewi tidak bosan? berbaring terus..! hmmmm"
melihat tidak ada jawaban, gapi lansung berbaring berguling disamping ravella.
zion termenung memikirkan sang kakek.
'sebenarnya apa yang membuat mereka! jadi seperti itu? aku tidak sempat menanyakannya kepada kakek kaisar.'
...----------------...
__ADS_1
lannox telah sampai dikota dakus, melewati jalur teleportasi sihir, agar tiba dengan cepat. jalur yang dilewati tiga hari, bisa ditempuh dalam dua jam.
"tuk.. tak.. tuk.. tak.."
lannox melewati tiap jalan, dengan menaiki kuda hitam. ia berjalan pelan sambil melihat kearah sekitar, bau bangkai mayat dimana-mana, dan tampak masih ada beberapa mayat yang masih baru.
'kaisar hanya melaporkan wabah ini sudah memakan banyak korban. tapi, dia tidak melaporkannya dengan rinci. kenapa mayat-mayat ini tidak diurus dan dimakamkan secara baik? mereka seakan-akan dibiarkan mati, begitu saja, tanpa ada yang peduli. sungguh pemimpin yang tidak bertanggung jawab."
terdengar suara wanita sayup-sayup, dari arah rumah kosong.
"long..tolong... siapapun, tolong kami tuan, anak saya tidak sadarkan diri.. sudah beberapa hari."
lannox jadi teringat akan putrinya, ia segera turun dari kudanya, saat ini, lannox hanya mengenakan jubah hitam biasa. tanpa mengenakan pakaian uniform miliknya, jadi orang-orang tidak mengenalinya.
"apa tidak ada penanganan dari pihak kekaisaran yang datang memberikan obat?"
"sudah tuan, mereka sempat datang kemari.. namun, karena melihat tidak adanya perkembangan yang terjadi.. merekapun kembali kekaisaran, dan para penduduk kota dibiarkan begitu saja."
"apa masih ada penduduk yang tersisa selain kalian?"
"ada tuan, sebagian penduduk telah dievakuasi. namun karena tidak adanya pasokan obat-obatan dan, bantuan dari pihak kekaisaran tidak kunjung datang. kami terpaksa memisahkan diri mencari cara masing-masing untuk mengatasi wabah ini."
"lalu apa kalian berhasil?"
"seperti yang anda saksikan tuan, usaha kami gagal, dan banyak nyawa yang telah melayang sia-sia, tanpa adanya penanganan yang tepat."
"aku telah membawa dokter dari kekaisaran, biarkan mereka mengecek anakmu."
"oh dewa.. syukurlah bantuan telah tiba. mari tuan, akan saya tunjukan jalannya."
lannox memberikan kode pada para kesatria, dan memanggil dokter yang telah dibawa.
"roland."
"ya.. yang mulia"
"dirikan kemah, dan bawa para penduduk yang masih hidup, untuk segera dirawat."
"baik yang mulia"
rolandpun pergi meninggalkan lannox dan para dokter, yang tengah sibuk mengurus para pasien. setelah mengevakuasi para penduduk kota, dan mendata mereka satu-persatu. lannox keluar dari kemah. dan pergi duduk dibelakang kemah yang ada pohon besar.
'sepertinya para dokter hanya bisa merawat fisik luar mereka saja. akan tetapi, obat-obatan yang dibawa sepertinya tidak berguna samasekali. bagaimana caranya untuk mengobati para pasien?? aku benar-benar tidak mengerti. dan lagi.. bukankah awal mula terjadinya wabah ini adalah dikota vala..! tapi kenapa aku disuruh pergi kekota dakus..? dan bagaimana bisa wabah ini bisa mencapai kota dakus. apa lagi.. yang direncanakan ular tua itu. jika aku sudah selesai mengatasi wabah dikota ini, aku akan segera pergi kekota vala. untuk sekarang, aku akan menyelidikinya lebih dulu.'
"argus" pusaran angin kecil muncul dihadapan lannox.
"saya menghadap yang mulia, apa yang bisa saya bantu?"
"aku ingin kau mencari tahu kondisi kota vala saat ini. dan, laporkan semua yang terjadi dikota itu tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun."
"baik yang mulia, akan saya caritahu secepatnya, saya mohon undur diri."
pusaran angin kecilpun menghilang dari pandangan. lannox terdiam, dan memikirkan apa yang terjadi, dan tak lama.
"a..apa ini..?"
tiba-tiba saja, tangan kanan lannox mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan, dan cahaya itu berbicara dengan lannox.
"anak muda, aku bisa mengatasi wabah ini, tapi kau harus meminjamkan aku tubuhmu..!"
"siapa kau..? apa maksudmu!"
"maafkan aku, tugasku hanyalah menyelesaikan wabah."
cahaya itu langsung bergerak, memasuki paksa tubuh lannox. sementara itu, roland berlari kearah lannox, yang sedang berdiri diam, dan memberikan laporan.
"yang mulia.. yang mulia.. para pasien tiba-tiba saja berteriak kesakitan. para dokter juga kualahan karena tidak ada obat yang cocok dengan pasien. dan, mata Pasien mengeluarkan darah hitam."
lannox bangun dari duduknya.
"baiklah, sediakan wadah besar dan, isi air bersih"
__ADS_1
setelah mengatakan itu, lannox pergi meninggalkan Roland.
"baik yang mulia, aneh, mengapa yang mulia terlihat sangat berbeda?"