
Lannox kembali keruangan kerjanya, lalu memanggil Argus, mendengar panggilan dari pemiliknya. Argus langsung bergegas kembali kedalam ruangan yang baru saja ia tinggalkan.
"hmm.. ini suara Yang Mulia, ternyata si Kucing Galak cukup berbaik hati membantuku."
Dalam sekejap, Argus pun muncul di hadapan sang Duke. Saat ia tiba, tampak sang Duke sedang duduk bersandar dikursi kerjanya, sambil memejamkan kedua mata. Melihat kehadiran Argus, tanpa berbasa-basi lagi.. Lannox langsung memulai percakapannya.
"katakan, ada apa kau mencariku?"
"ah, ternyata Yang Mulia sudah tahu.. kalau saya sedang mencari anda!!"
"jangan bertele-tele cepatlah katakan ada apa??"
"hmm.. Maafkan atas kesalahan saya Yang Mulia.. Kare.."
Belum sempat Argus menjelaskan, Lannox langsung memotong percakapan.
"memangnya, kesalahan apa yang telah kau perbuat??" tanya Lannox dingin.
"saya telah mengintrogasi seorang tahanan, seperti yang anda katakan. dan dia.. adalah mata-mata yang telah dikirim oleh Orsi."
"lalu...?"
"Bruuug.." Argus lagsung berlutut di hadapan sang Duke, karena merasa menyesal.
"saya benar-benar minta maaf Yang Mulia, sebagai spirit anda, saya telah gagal menjalankan tugas dari anda."
Lannox memijit pelipisnya, Karena merasa pusing.
"katakan yang jelas, Argus."
"haah.. Awalnya.. Saya mencoba mengintrogasinya, tapi anak itu.. tidak mau membuka mulut, dan begitupun hari berikutnya. Karena tidak tahan lagi.. saya pun mencoba mengintip ingatannya."
"lalu..!" Lannox mulai tertarik.
"Dan, saya mencoba mengintip ingatannya. Akan tetapi.. saya terlalu mengannggapnya mudah. saya tidak mengira anak itu lebih setia kepada tugasnya. Saat saya mencoba melihat ingatannya, ternyata.. dia telah lebih dulu menghapus sebagian dari ingatan penting, dari misinya. Dan saya telah gagal menggali nformasi lebih lanjut, maafkan atas kesombangan saya Yang Mulia. Saya bersedia menerima hukuman apa pun, atas kegagalan yang telah saya perbuat." jawabnya dengan yakin.
Lannox bangun menghampiri jendela di belakang kursinya, Cahaya matahari menembus masuk melalui jendela ruangan tersebut. Goerden berterbangan.. Terkena hembusan angin. Ia merenung melihat keluar jendela, tampak para kesatria sedang berlatih di lapangan. Ia merenungkan kembali, apa yang baru saja dilaporkan Argus.
'hmm.. Aku tidak bisa menerima kegagalan sekecil apa pun, jika itu adalah aku yang dulu! Tapi sekarang, aku bahkan, tidak bisa melakukan itu. Melihat bagaimana sikap putriku.. Yang penuh belas kasih. Aku tidak ingin menunjukkan citra buruk di depannya, heeh.. Meskipun aku bisa melakukannya, jika aku ingin.' ia diam, larut dalam pikirannya sendiri.
Setelah ia diam sejenak, Lannox kembali menatap tajam pada Argus, yang sedang berlutut dihadapannya.. dengan wajah masih menunduk.
"jadikan ini sebagai pelajaran untukmu!! Dan.. Hehehe.."
Ruangan itu dipenuhi dengan seringai tawa ngeri dari Lannox, Argus yang mendengarnya pun, merasa merinding seketika.
'sepertinya.. Aku bisa menebak apa yang beliau pikirkan!!"
"karena dia sudah tidak berguna lagi, lakukan penghapusan, dan jangan tinggalkan jejak apapun." perintahnya dingin tanpa ada emosi. 'Yah, ini jauh lebih baik, daripada melepaskannya begitu saja.. lalu membiarkan mereka berkeliaran bebas dan mengulanginya lagi.'
"Baik Yang Mulia, akan saya lakukan dengan bersih." ia menjawabnya dengan wajah menyeringai. 'seperti dugaanku, beliau tidak akan melepaskannya begitu saja.'
Setelah mendapatkan perintah, Argus langsung kembali keruang tahanan, dengan perasaan ceria.
***
"apa yang kau pikirkan! Sampai seserius itu cucuku??" tanya Zaku, sambil membelai kepala Zion.
"hmm.. Tidak ada, Hanya masalah internal biasa."
__ADS_1
"apa sangat rahasia!! Hingga kau tidak bisa menceritakannya pada kami?"
"hem.. nanti kakek juga akan tau sendiri."
"baiklah.. jika begitu, tapi.. Jika ada masalah yang tidak bisa kau pecahkan, jangan sungkan untuk memberitahuku, dan yang lainnya."
"baiklah, ujar singa berbulu putih itu. Omong-omong apa kakek, sudah mendapat kabar dari kakek rubah??"
"masih belum!!" ujar Zaku singkat.
"lalu.. Apa kalian tidak mencoba menghubunginya?"
"sudah kami lakukan, dan tidak ada satu pun panggilan dari kami, yang ia jawab." gumam Roya, menimpali.
"apa mungkin, telah terjadi sesuatu pada kakek Rubah?" tanya Zion khawatir.
"entahlah, semoga saja tidak terjadi apa-apa padanya!!" jawab Saga.
"kita tunggu saja dalam dua hari ini, jika dia masih tidak muncul juga pada hari itu, berarti telah terjadi sesuatu padanya!!" sahut Jura lagi.
"apa yang kalian lakukan???" tanya Lannox, yang baru saja muncul.
"oh, apa urusanmu sudah selesai?? Cepat sekali kau kembali." tanya Zion menyelidik.
"ya.. hanya menyelesaikan sedikit urusan, apa yang kalian bicarakan tanpaku? Kelihatan serius sekali..!!"
"kami sedang membahas tentang si Rubah Api." celetuk Zaku, sambil menopang pipinya.
"hmm.. Oh iya, Zion, kau bilang ada yang ingin kau katakan padaku, apa itu??"
"ya.. Itu mengenai informan kaisar, yang telah kita kirim keperbatasan."
"ada apa dengan mereka??"
"tentu, dia sudah mati bukan?"
"ya.. tapi, apa kau tahu dalang disebalik kematiannya!!" tanya Zion, sambil menyeringai.
"tidak, memang apa kau sudah tau, siapa dalangnya?"
"ya tentu saja, karena itu aku ingin berbicara denganmu. Mereka adalah Orsi, dan utusan penting yang mereka katakan ingin menenemuinya secara langsung, ternyata adalah utusan untuk menghapus jejak mereka, dan bukan untuk menerima misi." gumamnya kesal.
"apa!!! Orsi lagi.. Orsi lagi.. Heeh, aku benar-benar bosan, selalu saja nama mereka! di setiap kasus yang aku tangani." ucapnya kesal.
"yah, sangat disayangkan, anak itu telah tiada.. Padahal, jika anak itu masih hidup, kita bisa saja mendapatkan lebih banyak informasi."
"ini, benar-benar mencurigakan, bahkan Argus pun melaporkan dalang yang sama, namun dengan misi yang berbeda!!"
"apa!!! Jadi bocah itu juga?" tanya Zion lagi.
"hem.." Lannox mengangguk membenarkan.
Sementara.. Spirit lainnya hanya fokus mendengarkan keduanya saat sedang berbicra.
"hem.. Berarti, kalian juga harus berhati-hati dalam berbicara. Saranku.. Sebaiknya, selediki lagi setiap pelayan dan kesatria yang ada di dalam mansion ini, bisa jadi disini juga banyak mata dan telinga mereka." sambung Jura.
"benar, jika dalang dari semua masalah adalah Orsi. Berarti, mereka tidak bisa di anggap remeh. Besarnya koneksi, dan jaringan informasi yang mereka miliki, Tentu saja akan sangat sulit untuk digapai keberadaaan mereka." sambung Saga.
***
__ADS_1
Ditempat lain di sebuah danau.. Seorang Pria bertubuh biru memakai kalung emas, dan mengenakan gelang emas, dikedua tangan dan kedua kakinya. dengan mengenakan pakaian sutra hitam tanpa lengan, dan celana sutra hitam panjang diatas pergelangan kakinya. Ia juga mengenakan anting emas di telinga kirinya, anting dengan simbol bintang dan ditengah-tengahnya.. Ada permata safir kecil yang berkilauan.
Ia berjalan di atas permukaan air danau.. Dan melihat kesekitar tempat itu, hingga kepelosok gunung. Tapi, tak ia temukan apa pun disana!! Kecuali hanya keheningan.
"jika kau tidak ingin keluar, aku akan menghancurkan tempat ini..!!" ancam Garda, dengan lantang.
Setelah apa yang dikatakan Garda, tempat itu pun.. Berguncang hebat seperti sedang terkena gempa. Karena getarannya, hingga membuat suara seseorang berteriak ketakutan.
"hentikan.. Saya menyerah, saya akan menyerahkankan diri. Tapi, tolong hentikan guncangan ini..!!" pinta suara itu dengan memelas.
"baiklah, aku akan menghentikannya." setelah mengatakannya, guncangan itu pun berhenti.
Dan tak lama.. seseorang pun muncul dari dalam danau, ia langsung berlutut dihadapan Garda.
"sa.. saya menghadap tuan..!"
"baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi.. Cepat kembalikan apa yang telah kau ambil secara diam-diam jika tidak, matilah jawabannya..!"
Mendengar omongan Garda, seseorang yang ada di hadapan Garda.. langsung terkejut. Melihat perubahan di wajahnya.. Garda pun langsung bergumam.
"jangan berpura-pura terkejut, aku tau barang itu ada di dalam istanamu. Haruskah aku yang mengambilnya sendiri..!!"
Mendengar Seringai Garda, membuat seseorang yang berada di hadapannya.. merasa ngeri.
'gulp' ia menelan ludahnya. 'jika aku biarkan dia yang mengambilnya sendiri.. Sama saja dengan menghancurkan tempat ini. Agar aman, lebih baik aku serahkan saja.'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dimensi lain.. Tama dan Pria bertopeng, saling berhadapan. Pria itu langsung membuat perisai pertahanan, Sedangkan Tama, merapal mantra singkat.
'apa yang akan dia lakukan?' pikirnya mulai waspada.
"(ZAKLIUS ROUDAMUN ZAKHLAS)"
Setelah mengucapkan mantra, tiba-tiba kaki Pria Bertopeng tidak bisa digerakkan.
"apa-apaan ini.. Bukankah seharusnya dia menyerang, tapi kenapa kakiku..!!"
Melihat kakinya makin lama semakin mengeras, Pria itu pun mengumpat kesal.
"kau.. bedebah sialan, apa yang kau lakukan dengan tubuhku?"
"khe.. khe.. khe.. Aku akan langsung mengakhirinya, oh iya.. omong-omong percuma saja kau membuat perisai pelindung. Karena aku bukan ingin menyerangmu, tapi hanya mengutukmu. Jadi.. Terimalah hadiah kecil dariku."
Tama meninggalkan Patung tersebut, dalam keadaan sedang menganga, tangan kanannya seperti ingin meraih sesuatu.. Dan kakinya seperti sedang berlari.
"heh.. Pose yang bagus, sayang sekali aku tidak bisa melihat wajah disebalik topeng itu." ujarnya menertawakan, Patung Pria bertopeng.
Tama pun kini melanjutkan perjalanannya, ia melihat kesekitar tempat itu.. Tapi, saat dia sedang menapaki langkah kakinya. Suasana ditempat itu.. tiba-tiba saja berubah menjadi gelap, dan dipenuhi dengan kabut tebal.
"heeh.. Apa yang terjadi? Tempat ini, suka sekali berubah-ubah." gumamnya sambil mengosok kepalanya, karena heran akan tempat itu.
Tapi, saat ia sedang berbicara sendiri.. Terdengar suara tawa memekakkan telinganya..
"hahahaha.. hahahaha.. Kau boleh juga."
"cih, aku sudah melakukan tugasku, sekarang tepati janjimu." gumam Tama.
"hahaha.. Baiklah, sesuai janjiku di awal, aku akan menepatinya."
__ADS_1
Dan setelah ia berbicara.. Tak lama tempat itu berubah menjadi panas.
"apa-apaan ini..!! Apa lagi sekarang? Apa dia menipuku!!!"