AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
MISI BARU DARI ORSI


__ADS_3

"Tombak ini adalah hadiah dari Paduka Dewa, untukku. sejujurnya.. aku pun tidak tahu siapa nama beliau yang sebenarnya!!


Karena aku tidak punya hak untuk mencaritahu hal tersebut. Akan tetapi.. Paduka sering di panggil dengan gelar beliau, yaitu..!! DEWA AGUNG"


"Begitu Rupanya.., kalau begitu silahkan Tuan memasuki Samudra ini."


'Heum.. Kenapa dia tiba-tiba jadi berubah.' pikirnya merasa aneh. "Heum, sebelum aku memasuki ke kedalam dasar, ada yang ingin aku tanyakan!"


"Apa itu?"


"Apa kau mengenal beliau?"


Sosok Bayangan Hitam tertsenyum.. Yang membuat alis Garda terangkat.


"Akan saya ceritakan setelah anda keluar dari tempat ini." ujarnya menunduk hormat.


"Tidak perlu bersikap formal padaku, karena aku bukan seorang Dewa." ujar Garda.


"Akan tetapi.. anda adalah utusan Dewa Agung!" sambil tersenyum ia bergumam. "sampai ketemu lagi Tuan." ujarnya lalu tak lama, ia menggerakkan Telapak Tangannya kearah lautan.


Dalam sekejap lautan tersebut langsung berubah membentuk sebuah pusaran besar, dan semakin lama.. pusaran tersebut semakin dalam dan bertambah kencang udara yang bertiup.


Pusaran tersebut membentuk sebuah lubang yang sangat dalam, sehingga sampai kedasar Lautan.. Garda terkesima melihat hal tersebut. Dan bergumam dalam hati.


'Ia bahkan bisa membuat lautan mengikuti keinginannya sendiri.. Tepatnya, lautan ini sudah seperti bagian dari dirinya.'


Setelah selesai membuat lubang di dasar samudra.. Lalu Pria Bayangan Hitam itu berujar padanya..


"Silahkan masuk Tuan, Saya berharap anda berhasil melewati ujian."


Mendengar ucapan Pria itu.. Ekspresi Garda berubah bingung. Meski ia tidak mengerti apa maksud ucapannya!? Akan tetapi..


Saat ia mulai memasuki kedalam pusaran yang telah di buat Pria Bayangan Hitam itu, Ia melayang secara melambat, dan Garda berujar padanya.


"Apa maksudmu?"


"Maafkan saya Tuan, saya tidak di izinkan berbicara apapun, sebelum Tuan bisa Lolos dari ujian tersebut." ujarnya sambil melihat kearah Garda yang sudah semakin jauh kedalam.


Dan, Pusaran air laut itu pun perlahan kembali tertutup tanpa mengenai Tubuh Garda sedikitpun.


Garda yang melihat dari kedalaman Pusaran, tiba-tiba pandangannya langsung terhalangi dengan permukaan air laut yang mulai menyatu kembali.


Dan ia pun mulai menggunakan Aura pelindung untuk melindungi tubuhnya agar tubuhnya tidak basah terkena air laut.

__ADS_1


Dan saat ia sudah tiba di dasar kedalaman Samudra.. Lautan telah kembali menyatu sepenuhnya.


Di dalam dasar kedalaman samudra yang tampak sangat gelap dan dingin.. Garda pun melihat kearah sekitar, sesekali tampak gerombalan ikan hiu melewatinya.


Mengabaikan penglihatannya.. Garda pun memulai mengatur posisinya untuk bersemedi sambil merapal doa seperti yang di perintahkan Sang Paduka.


Dan, Lima jam kemudian.. Garda mendapatkan ujian pertamanya. Tiba-tiba terdengar suara tawa, yang sangat mengerikan. Tak hanya itu.. Ia bahkan merasakan adanya Tekanan yang sangat kuat berasal dari sosok yang sangat besar itu!!


Mahluk tersebut sedang berada di hadapannya sekarang.. Sosok itu menatap Garda tajam dan menyeringai di hadapannya, yang tengah fokus dengan semedinya.


"He..He..He..He..He.. Aku tidak menyangka! ada penghuni langit yang berani datang kemari..!" ujarnya dengan intonasi berat dan garau.


Sedangkan Garda terus Fokus dengan Semedinya.. Ia tidak menghiraukan sedikitpun suara tersebut. Meskipun kehadiran sosoknya mengeluarkan Tekanan yang sangat mengerikan di sekitarnya.


Melihat tidak adanya reaksi dari Garda.. Mahluk itu pun mengitarinya. Air laut yang tadinya tenang.. kini terasa begitu birisik karena kehadirannya.


Mahluk itu melihat keatas, tampak bayang dari cahaya matahari yang terhalang oleh lautan. Lalu ia melihat kembali kearah Garda yang tengah fokus bersemedi..


"Heum.. Apa kau ingin mendengarkan sebuah cerita Legenda?? Yang mungkin belum pernah ada yang tahu akan kisah ini, kecuali para penghuni Samudra bermuda.


Hem..Hem..Hem..Hem.. Jika kau tertarik untuk mendengarkan kisahnya, hentikanlah semedimu." ujarnya menyeringai menguji kefokusan Garda.


***


Sedangkan di sebuah Bar terpencil yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, seorang Pria paruh baya berkacamata, Sedang duduk di kursi kerjanya.


Edgar membuka surat tersebut, dan di dalamnya berisi sebuah pesan untuk melakukan misi penting! Dalam hati ia bergumam.


'Setelah lama mereka hanya berdiam diri saja tanpa pergerakan apapun!! kini.. mereka sudah memulainya kembali. Pesan Ini berasal dari O, salah satu wakil dari kedua belas Para ELIT.'


Setelah mendapatkan pesan tersebut.. Edgar pun langsung bergegas memanggil ketiga orang anak asuhnya yang sudah terlatih. Ketiganya adalah Pengganti dari Tim Dean, dan Rog.


"Tok.. Tok.. Tok.."


"Masuk." perintahnya.


"Ceklik, Tap.. Tap.. Tap.. Kami menghadap Tuan." ketiganya berdiri di depan meja kerjanya Edgar.


Tampak Edgar yang sedang sibuk mengurus dokumen, karena banyaknya permintaan dari para konsumen. Ada yang hanya sekedar membeli informasi.. Dan ada juga yang menjalin bisnis transaksi.


Ketiga Pria, sedang berdiri menunggu Edgar dengan sabar sambil menyelesaikan pekerjaannya. Melihat itu.. Edgar mempersilakan mereka untuk duduk lebih dulu.


"Kalian duduk saja dulu.." ujarnya tanpa melihat ketiga Pria tersebut.

__ADS_1


"Baik Tuan." jawab ketiganya serentak.


Setelah setengah jam berlalu, Edgar pun langsung meletakkan dokumen yang telah selesai ia kerjakan di samping meja kerjanya.


Dan setelahnya, ia bangun lalu menghampiri ketiga Pria tersebut, ia duduk di Sofa dan memperhatikan ketiga anak asuhnya itu dengan seksama.


"Apa kalian tahu kenapa aku panggil kemari?" tanyanya sambil melihat kearah mereka.


"Ya.. Tuan."


"Bagus, hari ini kita mendapatkan misi spesial dari atasan, Ini ambillah." ujar Edgar meletakkan surat hitam tersebut di atas meja.


"kalian baca dengan teliti jangan ada yang terlewatkan satupun, Karena misi kali ini.. adalah misi peringkat lima.


Jadi sebaiknya kalian kembali dengan membawa hasil, jika tidak.. Kalian tahu sendiri akibatnya..!!" ancamnya kepada tiga Pria muda tersebut.


"Siap Tuan."


"Kalian boleh pergi sekarang." ujarnya sambil mengibaskan tangannya.


"Baik Tuan." ketiganya pun langsung berdiri, setelah memberi hormat pada Edgar.. Merekapun langsung keluar meninggalkan Edgar sendirian tanpa banyak tanya.


Setelah kepergian mereka bertiga.. Edgar membuka kaca matanya, dan meletakkannnya di atas meja. Ia mengusap kedua matanya yang rasanya agak perih, setelah seharian menghadap dokumen tanpa jeda.


'Semoga mereka bisa kembali hidup-hidup.. Karena misi kali ini terlalu berbahaya untuk anak-anak seperti mereka.


Meskipun kinerja mereka sangat baik, akan tetapi.. Aku masih ragu jika mereka bertiga mampu memecahkan kasus tersebut.


Apalagi, isi dan kode dari pesan tersebut terlalu rumit untuk di pecahkan. Aku juga tidak punya pilihan lain, karena saat ini hanya mereka bertiga yang tersisa di markas.


Sedangkan tim senior sedang ada misi lain, yang jauh lebih sulit dari ini. Anak-anak ini masih berumur Tujuh belas tahun, tepatnya lebih muda dari Rog dan Dean.


Akan tetapi, mereka telah banyak memecahkan beberapa kasus sulit, dan tim mereka ada di urutan sepuluh teratas.


Jadi aku berharap mereka bisa memecahkan kasus kali ini..' gumamnya dalam hati..


Edgar menghela nafas, dan bersandar pada Sofa sambil melihat keluar jendela. Tampak hari masih terang.


'Haah... Kenapa hingga hari ini, masih belum ada kabar apapun tentang pencarian Putri gelap Duke!!? Apa mereka telah gagal..??' pikirnya yang tampak cemas.


***


Sementara di asrama.. Setelah kembalinya dari kantor Edgar, ketiga Pria muda tadi membuka isi surat tersebut, lalu membacanya dengan sangat teliti.

__ADS_1


Seperti yang telah di beritahukan Edgar tadi..!


Apakah isi surat tersebut, misi dan kode seperti apa yang harus mereka pecahkan??


__ADS_2