
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan vote, like, n komen.😎😎😎
"kenapa gelagat mereka terlihat aneh dan sangat mencurigakan...? tidak mungkinkan seperti apa yang aku pikirkan..! mereka sepertinya terus menggunakan serangan mereka bertubi² tanpa memberi jeda.., sedikitpun. dan mengapa banyak para penyihir..? cih mereka sungguh cerdik menggunakan penyihir sebagai tameng dan bahkan mereka mempunyai penyihir cadangan ketika penyihir yang lain kelelahan dan yang lain datang membantu bergantian menyerang sementara yang kelelahan beristirahat, sepertinya aku harus bergerak cepat. jika apa yang kupikirkan benar! ayah dan yang lainnya pasti berada dalam bahaya."
"ayo serang terus, penghalangnya sedikit lagi akan hancur, serang dengan kekuatan penuh"
para monster mengeluarkan mana dari mulut mereka untuk menyerang, sementara sang penyihir mengunakan mantra kekuatan untuk menambah stamina para monster. dan para penyihir juga membangkitkan kaktus raksasa pemakan daging, semakin lama kaktus itu semakin membesar dan mengeluarkan durinya untuk menghantam penghalang sihir, serangan demi serangan terus dikeluarkan tanpa jeda sedikitpun hingga membuat tim lannox tersudut. sementara darah terus mengucur tapi tak satupun yang menyadari lannox telah terluka tapi ia terus mencoba bertahan berpura² agar tak membuat yang lain curiga dan khawatir.
(perro) "tidak mungkin apakah semuanya akan berakhir hanya sampai disini..!"
(daka) "semuanya jangan panik.. jika memang harus seperti ini kita harus tetap melindungi yang mulia walau nyawa taruhannya oleh karena itu jangan pernah ada kata mundur."
(yoan) "ya bukankah kita adalah prajurit terpilih, sebagai pasukan singa putih, militer yang disegani. dikekaisaran ini.. seharusnya, ini tidak akan membuat kita menyerah."
(Roland) " ya.. dan aku sebagai wakil komandan juga bertanggung jawab demi keselamatan semuanya. untuk melindungi yang mulia lannox dan yang mulia zion dengan segenap jiwa raga kita bersiaplah semuanya buat lingkaran, bentengi yang mulia dengan mana kita yang tersisa, perkuat pertahanan tubuh kalian dengan aura. "
"siap" semuanya berdiri membuat lingkaran dan menjadi tameng begitupan para spirit mereka juga ikut berjuang dengan menggunakan sisa mana yang mereka miliki.
"huhh, kalian tunggu dulu! kalian anggap apa aku ini.. pajangan huh! jangan remehkan aku sebagai spirit kekaisaran, aku juga akan berjuang dan bertanggung jawab untuk melindungi kalian, semuanya dengarkan aku, kita jangan menyerah hanya karna kalah jumlah. atur formasi. pasukan satu, buat penghalang piramid dengan sisa mana yang kalian punya, dan pasukan dua.. lindungi pasukan satu dengan aura sebagai pertahanan agar tubuh kalian tidak terluka terkena benturan serangan dari luar, dan kau roland! lindungi lannox dengan nyawamu."
"baik yang mulia"
"siap yang mulia"jawab yang lainnya serentak
para prajurid dan spirit bergabung menyatukan mana membangun benteng piramid didalam penghalang yang telah di buat lannox.
"yang mulia zion memang hebat, bisa bertindak cepat dalam keadaan darurat."
"ya tapi mengapa komandan lebih banyak diam tidak seperti biasanya..?"
"jangan berisik fokuslah dengan musuh yang ada dihadapan kalian, jangan buang tenaga kalian hanya untuk bergosip" lannox menatap tajam pada kedua prajurid itu membuat mereka kembali fokus.
"ba.. baik komandan."
"aku akan membantu kalian" zion memejamkan matanya dan keluarlah cahaya yang menyilaukan dari tubuhnya yang seputih salju.. semua pasukan tetiba merasa ada perubahan pada tubuh mereka, seperti ada pancaran energi yang menyerapi tubuh mereka penghalang piramidpun bersinar terang dengan megah.
__ADS_1
"apa itu.. mengapa penghalangnya menjadi bersinar terang seperti itu! tidak mungkin mereka memperkuat pertahanannya dengan keadaan terpuruk begitukan..! bagaimana caranya...?" ucap penyihir yang memakai jubah hitam
"entahlah rog.. tapi yang pasti, kita juga tidak boleh berhenti hanya karna pertahanan mereka semakin kokoh bukan!."
"hmm kau benar ranca.. semuanya jangan menyerah terus serang." para monster menyerang mengarahkan serangan kearah dimana lannox dan yang lainnya berada.
"tidak ini tidak mungkin..bagai..mana.. bisa..! semuanya cepat menghindar"
"cepat gunakan penghalang sihir, kita tidak akan bisa menghindar dengan tepat waktu." para penyihir segera memasang penghalang booom ledakanpun terjadi.
"aku tidak percaya kenapa serangannya malah berbalik sungguh benteng yang kokoh." ucap ranca kagum
"disaat seperti ini sempat²nya kau memuji musuh rog."
"ya aku sempat kagum sebentar.. mungkin jika kita terlambat memasang penghalang.. kita juga bisa hancur terkena serangan itu."
semua serangan mereka berbalik menyerang diri mereka sendiri. tetiba timbul cahaya emas dalam piramid yang membuat semua mata terkejut dan seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"ra..ravel bagaimana bisa kau kesini nak, ini berbahaya sudah ayah bilang kau harus membantu merawat prajurid yang terluka bukan." lannox melihat putrinya sendiri dengan khawatir sekaligus terkejut, tetapi anehnya warna netra matanya yang biasa merah kini telah berubah menyala seperti bara api."
"ayah.. dan semuanya, kalian telah bekerja keras. sekarang izinkan aku menggantikan kalian"
"a.. apa maksudmu nak?" lannox memegang bahu kecil putrinya dengan tatapan kebingungan melihat tingkahnya yang terlihat begitu tenang tanpa ada rasa takut dimatanya. dan zion yang sedang berkonsentrasi sejak tadi untuk mengontrol pusaran energi miliknya, ia tak bisa melihat kedatangan sang putri ataupun menyapannya"
"kakek hentikan konsentrasimu." ravella mengangkat tangannya dan menyentuh zion yang dikelilingi cahaya. seketika zion tersadar energi yang ia pancarkan barusan terhenti dan menghilang bagai kehabisan tenaga.
"de.. dewi.. bagaimana bisa anda berada disini..? ini sangat berbahaya untuk anda berada disini.dewi" zion mengusap tangan ravella dengan wajahnya. ravella hanya tersenyum menanggapi sambil mebelai bulu zion yang lembut. zion menatap ketenangan ravella dan, ia merasakan aura berbeda dari ravella entah apa itu! tapi ia berusaha menepis pikirannya.
"jangan khawatir kek, aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang. tapi aku akan memindahkan kalian ketempat yang lebih aman. mata ketiga terbukalah." keluar cahaya dari dahinya dan membentuk pusaran besar, semuanya menghilang dalam pusaran cahaya dan, dalam sekejap mereka sampai ketempat jura dan gira berada. "kakek gira kek jura.. aku titip ayah dan yang lainnya pada kalian."
"baik nak dewi.. serahkan semua yang disini kepada kami" ujar jura
"hmm aku pergi" ravella mengangguk lalu menghilang ditelan pusaran cahaya
"tunggu dulu putriku.. apa maksudmu mahu kemana ka..?" jura menahan lannox agar tidak mencegah kepergian putrinya.. lannox hanya bisa melihat punggung ravella tertelan cahaya tanpa mendengar jawaban darinya.
__ADS_1
"tenanglah bocah aku akan menjawab semua rasa penasaranmu dengan ini." tik gira memetik jarinya dan keluarlah sebuah layar besar bewarna biru terang yang terbuat dari mana miliknya.
"ti.. tidak mungkin, mengapa kalian diam saja.. cepat tolong putriku jangan biarkan ia terlibat dalam perang ini." semua yang ada disana dibuat terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka saksikan.
"ini adalah ujian pertama bagi putrimu, kita tidak bisa ikut campur karena ini memang sudah menjadi takdirnya."
"tapi kek gira.. bagaimana bisa kau sekejam itu membiarkan dewi bertarung seorang diri.. tanpa ada satupun yang membantu disisinya"
"cukup zion simpan pertanyaanmu untuk nanti, nak sekarang lihatlah kelayar kau akan tahu jawabannya" ujar jura meyakinkan
"ada apa ini..! apa yang telah aku lewatkan. mengapa kalian begitu tenang apa kalian ingin membunuh putriku..? jika terjadi sesuatu pada putriku aku bersumpah akan membunuh kalian."
"puk puk, bocah tenangkan dirimu.. kau akan tahu setelah melihatnya." gira menepuk bahu lannox untuk menenangkannya yang terlihat panik dan ketakutan. seakan ia akan kehilangan putrinya.
...****************...
"ada apa putraku! mengapa kau terlihat gelisah begitu..?"
"ayah, bisakah kau mengabulkan permintaanku..?"
"apa maksudmu putraku...! tentu saja aku akan mengabulkan permintaanmu selama itu dibatas yang masih wajar."
"bisakah ayah mengirimkan titah pada kediaman duke untuk membawa ravella kemari...?"
"dan kenapa aku harus melakukannya..? tuk tuk tuk" kaisar menatap putranya menunggu jawaban. sambil mengetuk jari memecah keheningan.
"mengapa kita kembali lagi kesini bukankah tadi kita dalam perjalanan ke mansion duke"
"entahlah sudah ketiga kalinya dan aku jadi lelah dan bosan siapa sebenarnya pria itu..? mengapa dengan gampangnya dia menangkap kita dan memindahkan kita"
"aku juga tidak tahu, yang jelas sekarang lebih baik kita melaporkanya pada pangeran tentang apa yang terjadi."
para kesatria yang dikirim juga ikut merasa kebingungan tanpa mereka tahu sedang dipermainkan, sementara raphael dalang dari perperangan ini, terkejut melihat sosok yang dikenalnya berada ditengah pertempuran, sedangkan seseorang yang sejak tadi mamantau sang putri tersenyum menyeringai
"kekuatan ini, tidak salah lagi dialah yang aku cari.. selama ini. kita akan segera bertemu dewiku hmm" pria misterius itupun tetiba menghilang ditelan kabut.
__ADS_1
udah dulu ya.. aku ngantuk bye² 🥱🥱🥱