
"Apa yang sedang kau pikirkan Putraku?" gumam suara lembut wanita berambut panjang sepaha, lalu ia duduk di sofa dengan anggun.
"I-ibunda..!! Sejak kapan Ibu ada di sini??"
"Kau masih belum menjawab pertanyaan Ibunda, Anakku!" ujar Ratu menatap lembut Putranya.
Argus datang duduk di samping Ibunya.. Sambil memijit kepalanya yang terasa pusing, karena memikirkan banyaknya masalah yang terjadi di Mansion, Yang harus ia tangani.
"Saya Rasa, Ibunda Pasti sudah tahu apa yang ada di dalam pikiran saya! tanpa harus saya mengatakannya."
"Kemarilah.."
Ratu menepuk pahanya pelan, memberi tanda agar Putra kesayangannya itu berbaring di pangkuannya. melihat itu.. Argus pun menurutinya dengan patuh.
Ratu yang sangat keibuan, membelai kepala Argus dengan penuh kelembutan, sambil memandangi Putranya dengan sendu.. ia menghelah nafas panjang lalu berujar.
"Haah.. Putraku, aku tahu banyak yang sedang kau pikirkan. Akan tetapi.. Yang akan Ibunda bahas kali ini, bukan masalah lain. ini mengenai perasaanmu terhadap Putri kecil itu!" ujar Ratu, dengan sambil menatap keluar jendela.
"Bagaimana Ibunda Tahu?" tanya Argus tersentak kaget.
"Ibunda tidak melarang kau dengan siapapun Nak! tapi sebaiknya.. Demi kebaikanmu, buanglah perasaanmu terhadap Putri kecil itu! Karena ibunda tidak mau nanti kau merasa kecewa Anakku." ujarnya tersenyum lembut.
Mendengar perkataan dari Sang Ibunda yang sangat ia cintai dan ia hormati, membuat Argus terdiam sejenak. Lalu berujar kembali pada Ratu.
"Apa alasannya? Sehingga Ibunda menyuruh saya melupakan beliau!" ujarnya masih mencari tahu keinginan tersirat Ibunya.
"Karena Putri cantik yang kau sukai, adalah seorang Dewi dalam Ramalan."
"Dalam Ramalan! Maksud Ibu.. Dewi yang akan menjadi penguasa dari segala Dewi..!!!" ujar Argus langsung bangun dari pangkuan Ratu, karena terkejut.
Argus tersentak, tapi.. Kemudian, muncul senyum simpul di kedua sudut bibirnya.
'Pantas saja Auranya sangat berbeda dari anak-anak lain seusianya.. Bahkan kecantikannya pun tidak ada duanya, meski ia masih kecil. Akhirnya, aku menemui seseorang yang bisa menyamai Ibunda.. Tidak.. Tidak.. bahkan melebihi dari Ibunda!' pikirnya tersenyum takjub.
Melihat senyum kebahagiaan Putranya itu, yang seolah baru menemukan harta karun. Ratu segera memberi peringatan pada Putranya.
"Nak, Ibu tahu apa yang ada di pikiranmu saat ini! Tapi sebaiknya, kau lupakan niat tersembunyimu itu.. Anakku."
"Tidak Bu.. Awalnya saya memang masih meragukan perasaan saya padanya! Akan tetapi.. Setelah tahu dan mendengarnya langsung dari Ibunda!!
Saya telah bertekad, dan tidak akan berhenti mengejarnya. Sampai ia benar-benar menjadi milik saya Ibunda!" gumamnya percaya diri.
Tampak raut kesedihan muncul di wajah Sang Ratu, ia sudah tahu apa yang akan di lakukan Putranya.. Setelah mengetahui hal ini.
"Ibu sudah menduganya, pasti akan begini reaksimu Purtraku! Tapi dengarkan baik-baik perkataan Ibunda Nak. sebelum perasaanmu menyebar terlalu dalam, sebaiknya lupakan tentang Dewi itu.
Karena ia bukan di takdirkan untukmu, meskipun kau menangis air mata darah sekalipun..! Ia tetap tidak akan pernah menjadi milikmu, Putraku."
Argus kecewa Ibundanya tidak mendukungnya.. Ia lalu meraih kedua tangan Ratu, dan menggenggamnya sambil memohon.
"Saya mohon bu.. Izinkan saya memilikinya!! berikan saya kesempatan untuk membuktikannya pada Ibunda.
__ADS_1
Saya janji, akan berusaha mendapatkan perhatian dan kasih sayang beliau hanya untuk saya.. Jika saya berhasil, maukah Ibunda merestuinya!!"
Melihat tatapan Putranya, yang sudah di penuhi dengan tekad yang bulat. Ratu, hanya bisa menghela nafas sambil bergumam.
"Haah... Begini saja anakku, Jika kau memang berhasil mendapatkan hati Dewi kecil itu seperti yang kau katakan! Ibunda akan merestui hubungan kalian berdua. namun, hanya di saat hari Dewi kecil itu sudah mencapai usia Dewasa.
Dan, jika kau gagal mendapatkan hatinya.. Kau harus siap di jodohkan dengan gadis pilihan Ibunda, dan Ayahmu! Bagaimana Nak?"
Argus merenung sejenak, ia paling tidak suka di jodohkan dengan gadis yang bukan pilihannnya sendiri. Tapi, karena merasa tertantang, Argus pun menyanggupinya tanpa berpikir panjang.
'Hem.. Aku tidak suka di jodohkan, tapi di satu sisi.. Ini tawaran yang menggiurkan, bahkan membayangkan Beliau dewasa saja.. Aku sudah sangat senang, apalagi jika sampai itu benar-benar terjadi, dan beliau berhasil menjadi milikku!!'
"Baiklah Bu.. Saya menyetujuinya. Dan jika saya berhasil, bolehkah saya mengadakan pesta pernikahan kami, selama sebulan penuh!!" ujar Argus dengan yakinnya.
Ratu menghela nafas lagi, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat reaksi Putranya yang terlalu berlebihan.
"Baiklah, apapun keinginanmu akan Ibunda tunaikan. Ibunda akan menyetujuinya.. Tapi, jangan terlalu senang dulu Putraku, sifat yang seperti ini akan selalu berakhir dengan kekecewaaan. Setidaknya.. Ibunda sudah mengingatkanmu Nak."
Tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang memanggil Ratu, dengan risau!
"Istriku... Istriku... Mina....! Kau di mana???" panggil Raja, yang hanya bisa di dengar oleh Ratu sendiri.
Menyadari Sang Suami kehilangan sosoknya.. Ratu tersenyum dan segera berujar kepada Argus.
"Ah, sepertinya.. sudah saatnya Ibu kembali Nak. Mulai hari ini.. Apapun yang terjadi kelak! kau harus menanggung Konsekuensi dari perbuatanmu sendiri Nak.
Dan, kembalilah dengan berlapang dada, jangan pernah ada dendam apapun! Karena itu memang sudah menjadi takdirmu. Ibunda akan selalu mengawasimu Nak!
Namun.. Tanpa sepengetahuan mereka, seseorang yang sedang memperhatikan keduanya.. Dari singgasana miliknya. Sedang tersenyum simpul.
'Hem, Seperti biasanya.. dia selalu bersikap bijaksana.' ujar Sang Dewa berseringai.
"Baik Bu.. Saya pasti akan mengingatnya." ujar Argus sambil memegang tangan Ratu, yang ada di wajahnya.
Tak lama setelah mendengar perkataan Argus, Ratu pun menghilang dari pendangan. Hanya tinggal Argus, dalam keheningan ruangan yang di penuhi dengan banyaknya tumpukan dokumen di atas meja. Ia tampak sangat senang, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
***
Di istana Elf, melihat ketiadaan Ratu, Raja duduk termenung di bibir rajang miliknya.
"Kemana Kau mina..? Mengapa kau pergi begitu saja tanpa mendengarkanku..!!"
Tak lama setelah Raja berujar, Ratu pun langsung muncul lalu berjalan menghampiri Raja, dan duduk di sampingnya sambil merangkul lengan Raja Faran, yang tampak sedang kesal.
"Kau mencariku Suamiku?"
"Cih, darimana saja Kau Mina.. Mengapa kau tidak mengatakan apapun, dan pergi begitu saja meninggalkan ku tanpa mendengarkan penjelasanku lebih dulu!" gumam Raja cemberut.
"Maaf Sayang, aku tahu semuanya, jadi kau tidak perlu menjelaskan apapun padaku. aku omong-omong aku baru saja mengunjungi Putra kita."
"Hem.. Maksudmu Argus!!" tanya Raja, mengernyitkan kening.
__ADS_1
Ratu mengangguk sambil merangkul lengan suaminya.. Ia pun menyandarkan kepalanya di pundak Raja Faran.
"Benar.. Ia tampak sedang bersemi, namun sayangnya perasaan itu hanya baertepuk sebelah tangan." Gumam Ratu dengan Sendu.
"Apa maksudmu Sayang?" tanya Raja memegang tangan Ratu.
"Argus mencintai Putri dari Masternya sendiri.. Dan Putri itu bukanlah Putri biasa."
"Seorang Putri dari Masternya.. Sejak kapan Argus menjalin kontrak?"
Raja faran tampak bingung, dan baru mengetahui jika Putranya sudah terikat Kontrak, Setelah mendengar perkataan Istrinya.
"Apakah Masternya seorang manusia?"
"Hem.."
"Pantas saja dia jarang pulang, bahkan sampai jatuh cinta dengan manusia segala..! Apa Jangan-jangan dia menolak perjodohan karena itu?"
"Tidak, ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah itu! Ia baru saja memulai menanam benih, bahkan belum tumbuh tunas.
Tapi setelah aku mengatakan yang sebenarnya.. Aku takut tunas itu akan segera tumbuh dan semakin tidak mudah di kendalikan." ujar Ratu khawatir.
"Biarkan saja Mina.. Anak kita sudah besar, sudah saatnya ia memilih jalannya sendiri. Jika gagal, Paling nanti juga dia mengadu dan menangis dipojokan kamar, karena patah hati." ujar Raja bersikap acuh.
"Hmm.. Perkatan dan tindakanmu sangat berbeda Sayang. Aku takut di saat itu terjadi, kaulah yang paling ku khawatirkan! Kau akan melakukan apapun untuk menghiburnya."
"Ehem.. Aku tidak akan seperti itu ko." ujarnya berpura-pura batuk. "Tapi Mina.. Kau bilang dia bukan Putri biasa! Apa maksudnya bukan Putri biasa??" tanya Raja Faran Penasaran.
...****************...
"Apa maksudmu?" Tanya Lannox penasaran, dengan bahasa non Formal, Karena mereka cuma ada bertiga.
"Melihatnya saja aku langsung tahu, jika Putrimu sangat Istimewa. Dia anak yang ada dalam Ramalan bukan?" ujar Raja Zavier.
"Bagaimana kau bisa tahu, Putriku anak dalam ramalan?!"
"Apa kau melupakan kemampuanku Lan!! Aku bisa melihat masa depan siapapun, saat menyentuhnya." ujar Raja bersandar pada sandaran sofa, sambil melipat kedua tangannya.
Ratu yang sejak tadi hanya diam mendengarkan, kini mengeluarkan suaranya.
"Jika apa yang dikatakan Zavier itu benar! kau harus berhati-hati Lan. Karena jika sampai ada yang tahu kebenarannya.. Anakmu akan menjadi incaran dari orang-orang yang haus akan kekuasaan.
Tak hanya itu, Para Penyihir yang mungkin sudah mengetahui hal ini pasti akan mencari keberadaanya. akan bertindak lebih agresif untuk merebutnya, bahkan Para Dewa juga menginginkannya." ujar Ratu Annora.
"Hanya tinggal menunggu waktu, sampai hal ini benar-benar terungkap. Untuk itu.. Sebelum itu terjadi.. kita juga harus mencari solusi untuk melindungi Putrimu." sambung Raja.
"Benar, Putri Bella.. Putri kami Juga." sambung Ratu lagi, sedangkan Raja mengangguk setuju dengan Istrinya.
"Hem.. Aku sangat berterima kasih pada kalian berdua. Omong-omong, sudah sejak lama aku memikirkannya.. Aku selalu penasaran akan masalah ini.
Bisakah kalian ceritakan padaku, mengapa Para Dewa juga mengincar Anak yang berada dalam Ramalan!?" tanya Lannox, pada keduanya.
__ADS_1