AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
BAGAIMANA KALAU AKU TIDAK BISA...?


__ADS_3

sebenarnya apa tujuan beliau mengadopsi kami, Paman??" Tanya Rog kepada yang lainnya.


'Bocah ini sering mengulang pertanyaan yang sama, setiap kali ia dalam keraguan akan pikirannya.' Jura menatap kearah Rog, yang sedang menunggu jawaban dari mereka.


Sementara yang lainnya hanya diam seolah menyerahkan semua kepada Jura, Jura yang cepat tanggap akan maksud temannya itu.. Tak lama ia pun memberi jawaban akan pertanyaan Rog.


"Hem.. Seperti pertanyaanmu yang sering berulang, begitu juga jawabanku yang tetap sama." Jura berhenti dan berujar pada yang lain. "Kalian duluan saja, aku akan menyusul nanti."


Mengerti akan maksud temannya itu, Tama dan yang lain mengangguk, lalu pergi melanjutkan untuk berkeliling.


"Baiklah, kau tahukan.. harus menyusul kami kemana..!"


"Hem.." Angguk Jura.


setelah melihat punggung teman-temannya semakin menjauh, Tama lalu menghadap kearah Rog, dan menepuk bahunya pelan.


"Nak, jangan mudah goyah hanya karena temanmu ada disini..! Kau harus lebih fokus dengan masa depanmu. Biarkan masalalu menjadi pelajaran untuk hidupmu."


"Tunggu, ba-bagaimana anda tahu jika aku sedang memikirkan temanku!! Apakah Paman Tama yang menceritakannya pada anda?"


"Tidak perlu kau cerita pun, aku sudah tahu. Karena aku sudah melihat masalalumu, saat pertama kali melihatmu. Aku tahu kau sedang gelisah sekarang karena takut temanmu menjadi ancaman bagimu, dan adikmu bukan.


Dan juga.. kepercayaanmu sering di khianati saat kau sudah mulai bersandar pada mereka, oleh sebab itu kau sulit mempercayai siapapun! meski terkadang tidak semua manusia seperti itu. Hanya takdir dari tiap individu yang membedakan semuanya, dan sayangnya kau dilahirkan kurang beruntung.


Namun, bukan berarti kau tidak bisa bahagia..! Hanya karena keadilan yang kalian harapkan telah mengabaikan kalian, bukan berarti keadailan itu tidak ada. Namun, kini telah berbeda, masa depan yang kau harapkan, akan segera terwujud dengan sosok kehadiran yang akan mengubah nasibmu.


Dan itu semua tergantung padamu Nak, jika kau ingin mengejar yang namanya kebahagiaan. maka raihlah cahaya itu, jangan sia-siakan kesempatan yang datang kepadamu. Namun, jika kau masih tidak bisa beranjak dan bertumbuh dari masalalumu!!


Selamanya kau akan tertinggal dan terjebak di sana.. Lihatlah temanmu, ia telah berani mengambil keputusan, dan mengubah nasibnya demi mencapai sebuah perubahan. Tentunya dibutuhkan banyak pertimbangan untuk mencapai posisinya yang sekarang."


"Jadi maksud paman, dia telah berubah dan tidak seperti dulu?" tanya Rog tak percaya.


Jura yang sedang melihat daun berguguran di antara cerahnya langit, hanya tersenyum lalu melihat kearah Rog.


"Hem.. sepertinya kau butuh ruang untuk berbicara secara empat mata, dengannya. Jika kau ingin tahu jawabannya, jangan hanya menebak lalu berspekulasi tidak jelas, Lebih baik kau tanyakan keorangnya langsung. Maka kau akan mendapatkan jawabannya." ujar Jura tersenyum, lalu menghilang bersama angin.

__ADS_1


"Apa maksudnya?" tanya Rog masih bingung.


Dari kejauhan, tampak sosok Dean sedang berjalan mendekat kearahnya.


'Haah.. Jadi paman itu menghilang, karena sudah tahu anak ini akan lewat jalan ini?'


Dean yang melihat Rog dari kejauhan.. Langsung datang menghampiri Rog. Banyak pertanyaan yang telah bersarang di pikirannya, dan ia harus membuang kebingungannya itu untuk mendapat jawaban yang pasti.


***


"Bangunlah, aku telah mendengar permohonanmu."


Mendengar Suara yang sangat akrab di telinganya, Rabarus membuka perlahan kelopak matanya.. Dan setelah pandangannya melihat dengan jelas, ia mengangkat kepalanya dan mencoba berdiri tegak, meski kakinya sudah hilang rasa.


Rabarus melihat kearah suara tersebut, tampak sosok dengan wujud sempurna yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata berdiri dihadapannya. Ia hanya bisa terpegun tak bergeming dari tempatnya.


'Jadi.. Apa yang aku rasakan memang benar, jika sosok yang ada di depanku sekarang.. adalah seorang Dewa Agung??' Pikir Rabarus dengan rasa takjub, hingga ia tidak menyadari air mata kebahagian mengalir membasahi pipinya.


Sedangkan Kaisar tidak berekspresi sama sekali.. Membuat ia sulit di tebak. Melihat Rabarus tidak berkedip saat memandangnya, akhirnya Sang Kaisar Menyeringai lalu berujar.


"Ma-maafkan hamba! Hamba bersalah." ujar Rabarus segera menunduk.


Mengabaikan Rabarus, sang Kaisar lalu berujar.


"Ikuti aku." ujar Kaisar, dan dalam sekejap mereka sudah berpindah tempat.


Rabarus merasa sangat senang dan takjub, ia mengikuti Kaisar Zando dengan patuh.


"Baik."


Kaisar Zando membawanya keistana langit, dan kebetulan ada Garda yang sedang duduk menunggu kehadiran Sang Paduka.


Dalam sekejap Kaisar Zando sudah ada di singgasana kebesarannya, Rabarus yang berada disampingnya terkejut melihat istana megah dan indah itu.. Dimana-mana terdapat nuansa emas.


'Hem.. Hem.. Sangat cocok dengan beliau.'

__ADS_1


Garda yang baru sadar akan kehadiran Sang Paduka, segera berlari dan berujar.


"Paduka.. Kemana saja anda selama ini? setelah kembali anda langsung menghilang begitu saja bagai di telan Bumi, tanpa mengatakan apapun. Egh.. Tu-tunggu dulu, siapa dia Paduka??"


Garda melihat sosok Rubah Api Suci, sedang duduk seperti kucing di samping singgasana Sang Paduka.


'Siapa Spirit ini? Tubuhnya di penuhi Api putih yang biasa dipanggil dengan Api suci. Dan, kenapa tanduknya sangat aneh? Tanduk Apinya berbeda dengan tubuhnya? Api di tanduknya sangat merah.. Aku belum pernah melihat tanduk yang terbuat dari Api..!! Siapa mahluk ini? Apakah dia Monster, atau Spirit!!


Sosoknya jadi mengingatkanku pada seseorang, namun dia tidak bertanduk, dan Api di tubuhnya juga berbeda!! Mungkinkah Paduka menemukan Spirit Baru..?'


...----------------...


Zion Dan Argus akhirnya menyelesaikan hukuman lari mereka, keduanya terengah-engah karena kelelahan yang amat sangat.. Zion yang tidak pernah merasa selelah itu.. Dengan cepat membaringkan diri di atas rumput hijau yang terbentang luas.


Begitu pun Argus yang tidak kalah lelahnya.. Ia juga ikut berbaring di sampingnya.. Lalu berujar kepada Zion.


"Ini semua gara-garamu Senior, jika tidak kita tidak akan di hukum seperti ini. Dan ini adalah hari terburuk dalam hidupku."


"Cih, jika kau mematuhi kata-kataku ini semua tidak akan pernah terjadi. Jadi salahkan saja dirimu.. Jangan malah melemparkan kesalahan pada orang lain. Dasar Junior bodoh."


"Haah.. Mulai lagi, kenapa kau suka sekali mengajakku berdebat setiap kali bertemu denganku? Apa karena kau kesepian dan tidak punya teman makanya kau menggangguku??"


"Cih, jangan besar kepala dasar bocah. Aku masih tetap sama dengan keputusanku sebelumnya.. Aku tidak masalah kau berbicara atau berteman dengan Putri Master, tapi lebih baik kau singkirkan perasaanmu itu!!"


Argus sedikit terkejut mendengar ungkapan Zion, Ia tidak bisa mengelak, dan langsung terdiam memikirkan bagaimana Zion, bisa tahu perasaannya, yang akhir-akhir ini ia sembunyikan rapat-rapat.


"Bagaimana kalau aku tidak bisa...?" tanya Argus dengan wajah datar.


"Kalau begitu, bersiaplah dengan segala kemungkinan yang terjadi." setelah Zion mengatakan apa yang ingin dia sampaikan, setelahnya ia bangkit berdiri dan langsung pergi meninggalkan Argus, yang sedang memandang langit.


Ia tampak tenang dari luar, namun berbeda dengan perasaannya.. yang tampak kacau, karena hati dan pikirannya tidak saling sinkron.


'Perasaan itu datang dan tumbuh begitu saja.. Tanpa aku minta. Semakin hari perasaan ini semakin liar dan tidak bisa aku kontrol. bahkan meski hanya melihatnya saja, itu sudah cukup membuatku senang. Tapi sayangnya aku tidak bisa merasa puas hanya dengan melihatnya..


Ya.. Aku akui keegoisanku, seiring berjalannya waktu, aku menjadi serakah dan menginginkan lebih. Aku tidak mudah puas hanya dengan melihatnya saja.. Aku ingin menjadikannya milikku. Aku tidak ingin jika Bunga langka itu.. di hinggapi dengan banyak kumbang.

__ADS_1


Aku akan merawatnya hingga ia tumbuh dengan mekar.. lalu memetiknya hanya untuk diriku sendiri. Jadi, inikah yang dirasakan Rowena!! Huh.. Aku mengerti sekarang. Tapi..., maaf senior! Aku tidak bisa mewujudkan keinginanmu, meski harus melawan Master.'


__ADS_2