AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
LAKUKAN SESUKAMU


__ADS_3

Di luar mansion, para prajurit yang melihat kejadian tersebut! menjadi terkejut, sebagian ada yang takjub dengan ketahanan perisai pelindung tersebut. Roland, sebagai komandan pasukan, dengan cepat memberi arahan kepada prajurit, untuk segera melaporkan kejadian tersebut, kepada Duke.


"Komandan, apa sebenarnya yang telah terjadi? Mengapa banyak pasukan aneh, datang menyerang mansion ini, apakah perang besar akan di mulai malam ini?" Tanya kepala prajurit.


Sebagai komandan, Roland mengambil tindakan cepat. Dengan mengarahkan kepala prajurit, untuk memerintahkan para pasukan, agar dalam kondisi siaga.. Hingga menunggu datangnya perintah dari Duke. Meskipun dia tidak mengerti, dengan situasi yang terjadi saat ini.


"Aku juga tidak tahu, ada apa ini? Tapi yang jelas.. Musuh kali ini, sangatlah berbeda dengan yang biasa kita hadapi. Eru..!" Seru Roland.


"Ya Komandan."


"Cepat laporkan masalah ini, kepada Yang Mulia Duke, jangan dikurangi atau pun di lebihkan, Laporkan sesuai seperti yang terjadi sekarang."


"Siap Komandan." Erupun Berlari meninggalkan lapangan.


'Seumur hidup, baru pertama kali aku melihat yang seperti ini..!! Mahluk bersayap putih, dengan jumlah lumayan banyak, Datang menyerang Mansion. Apa sebenarnya yang mereka incar?? Apa mungkin, Yang Mulia membuat masalah dengan mereka!!' Pikir Roland sambil memperhatikan, mahluk bersayap putih, terus menyerang kearah Perisai. 'Untungnya.. Perisai itu sangat kuat. Jika tidak, akan sangat sulit menghadapi kumpulan bersayap seperti mereka.'


Seseorang yang tak kalah takjubnya dengan kejadian tersebut, datang menghampiri Sang Komandan.


"Komandan, apakah masalah ini sering terjadi di sini??" Tanya Robi, yang berdiri disamping Roland.


"Tidak, ini baru pertama kalinya, kami menghadapi masalah seperti ini. Aku juga baru melihat mahluk bersayap seperti itu!"


"Semenjak saya tinggal disini, berbagai kejadian unik yang bisa saya lihat. Dan sejujurnya, saya sangat menyukainya.. Karena ini seperti tantangan baru untuk saya." Gumam Dean, yang juga ikut menyaksikan.


"hem.. baguslah, karena akan banyak hal baru yang sering kau lihat." di dalam hati Roland. 'kejadian unik seperti ini.. sering terjadi, semenjak kekuatan Yang Mulia Putri, terbangun. Yah, aku sudah tidak heran lagi.. Tapi semenjak kejadian melawan monster! Yang Mulia kecil, tidak pernah lagi menggunakan kekuatannya.


Entah karena kekuatan beliau yang menghilang, atau kekuatan beliau, telah di segel dengan Duke. Karena Yang Mulia, sangat menyayangi Putrinya. Hem.. Begitupun dengan Kami, yang telah mengikat sumpah dengan beliau.'


*****


Sesampainya di dalam mansion, Eru mengetuk pintu dengan kerasnya, seperti sedang tergesa-gesa.


"Tok.. Tok.. Tok.. Yang Mulia, Ini saya Eru, datang untuk melapor."


Terdengar ketukan keras dari luar pintu, membuat suasana yang meneganggkan di dalam ruangan menjadi berisik.


"Masuk." Perintahnya dengan ekspresi dingin.


"Ceklik.. Ngiiik.. Tab.. Tab.. Tab.." Eru yang melihat suasana didalam ruangan, sangat terkesima. Sehingga ia hampir melupakan tujuan sebenarnya, datang menemui Duke. 'Astaga, aku pikir.. hanya diluar mansion saja, yang sedang genting. ternyata.. Disini Juga! Apa yang terjadi pada Tubuh Yang Mulia Putri?

__ADS_1


Bagaimana bisa Tubuhnya, mengambang dan mengeluarkan Cahaya seperti itu?!! Dan juga, aura mengerikan yang ada disekitarnya.. benar-benar menakutkan, Kakiku sampai dibuat gemetaran karenanya.'


"Cepat Katakan, ada apa?" Ucap Duke, dengan nada yang sedikit meninggi.


"Ah.. L..lapor Yang Mulia. diluar mansion, telah terjadi serangan yang cukup besar. Serangan datang, dari pasukan yang tidak dikenal. Tapi, untungnya.. Ada perisai pelindung yang menghalanginya. Dan, mansion juga masih dalam keadaan aman. Jadi, tolong beri kami perintah selanjutnya.. Yang Mulia!" Ujar Eru, menunggu jawaban dari Duke.


Lannox diam dalam pose berdiri disamping Ranjang, sambil melipat kedua tangannya. ia melihat keluar jendela kamarnya.. Tampak serangan bertubi-tubi datang, dari mahluk tidak dikenal. Ia menggeretakkan giginya.. Saat melihat kejadian tersebut.


'Cih, menyebalkan. Di saat seperti ini, gangguan malah datang. Padahal ini.. adalah hari terbangunnya Putriku.' pikirnya jengkel. "Untuk sekarang, bentuklah lima pasukan. dan, bersiaga disetiap area mansion. Terus pantau keadaan disekitar, Dan jangan lengah sedikit pun.


"Baik Yang Mulia, kalau begitu.. saya undur diri dulu. Tab.. Tab.. Tab.. Ceklik ngiiik." setelah melihat punggung Eru, menghilang dimuka pintu.


Suasana dalam ruangan kembali menjadi hening, Saat Zion melihat keluar.. tiba-tiba ia merasakan sesuatu.. Dan berujar kepada Duke.


"Nak, sepertinya.. Informan Kaisar, telah keluar dari perbatasan." Ujar Zion.


"Hmm.. Baguslah, jadi aku tidak perlu berurusan dengan mereka lagi." Ujar Duke acuh.


"Lantas, apa yang ingin kau lakukan, dengan ketiga informan tersebut?"


"Kali ini, biarkan saja.. Fokusku sekarang, hanyalah keselamatan Putriku!"


Sedangkan Tawaran yang diberikan Rabarus, di abaikan begitu saja, oleh keenam Raja Spirit.


*****


Di Benua Timur.. Mantan Raja, dan Julius. Duduk di ruang tamu berukuran sedang, Sambil menyeruput teh hangat.


"Baginda, untuk saat ini.. Anda akan tinggal disini. Sementara kar.."


"Singkirkan pangilan memalukan itu, Julius. Aku sudah tidak pantas lagi, menerima pangilan tersebut. kecuali, jika aku masih bisa kembali kekerajaan. Meskipun.. itu sudah tidak mungkin terjadi." Ujar mantan Raja, berwajah muram.


'Emm.. Melihat reaksi Baginda, ia benar-benar merasa terpuruk. Tapi ia tidak menunjukkannya, meskipun terdapat perasaan kecewa di dalam nada bicaranya.' pikirnya, sambil memperhatikan dalam diam. "Lantas, Panggilan seperti apa yang anda inginkan, Baginda?" Ujar Julius ingin tahu.


Julius menatap Raja yang Tampak bingung, dengan pertanyaannya. Ia diam seketika, seperti memikirkan sesuatu.


"Hah.. Terserah kau saja. Asal jangan kata Baginda, itu sangat memalukan untuk posisiku sekarang, yang sudah menjadi buronan Kekaisaran." Ujarnya tampak tak berdaya.


'Dia yang sudah terbiasa dikelilingi dengan kemewahan, pada akhirnya harus berakhir menjadi buronan kekaisaran. Kerajaan yang telah lama ia pimpin selama ini, jatuh karena kesalahannya sendiri. Inilah yang dikatakan, kesombongan akan membawamu, pada kejatuhan. Karena kau tidak akan pernah tahu, jalannya takdir.

__ADS_1


Hem.. Tapi tumben sekali.. Belum ada pergerakan apapun dari Kaisar, apa mereka berhenti mengejar kami, atau ia sengaja memberi kami jeda, sebelum menjebloskan kami kedalam jeruji..!! Aku tahu betul, bagaimana kejamnya dia mempermainkan buruannya. Setelah ia bosan dengan mainannya.. Dia akan langsung menghabisinya.


Jika saja aku tidak terlibat, dengan masalah kerajaan. Aku pasti sudah hidup damai dan menikmati keseharianku dengan tenang, tanpa harus merasa khawatir setiap hari. Omong-omong apa kabarnya spirit yang telah aku tinggalkan! Jika dia hidup, dia pasti akan membalasku. Karena aku sudah memanfaatkannya, untuk mengulur waktu, agar kami bisa kabur dari incaran Kaisar Muda.


Sayang sekali, padahal sangat sulit membuat kontrak dengannya. Dan alasanku tidak pernah memanggilnya.. Itu dikarenakan dia selalu meminta tumbal. Dan aku tidak ingin mengabulkannya, karena harus mengorbankan banyak nyawa.


Dan aku terpaksa melakukannya terakhir kali, disebabkan aku tidak punya solusi lain, dan aku menyesalinya sekarang. Sudah terlalu banyak nyawa, yang telah aku korbankan hanya untuk memanggilnya. Dan mungkin, ini adalah balasan yang harus aku terima.'


Setelah bergelut dengan pikirannya sendiri, Julius kembali membuka suara.


"Bagaimana kalau saya memanggil anda, dengan sebutan Tuan?"


"Ya, lakukan sesukamu." Ujarnya Pasrah.


"Baiklah, setelah beberapa hari.. Saya akan berusaha menghubungi murid saya, Untuk mencari tahu kondisi kerajaan." Ujar Julius.


"Berhati-hatilah Julius, bisa jadi.. Kaisar Muda itu, sedang merencanakan sesuatu. Melihat bagaimana tenangnya situasi akhir-akhir ini.. Tanpa adanya pembunuh, dan penyihir yang muncul."


"Anda benar Tuan, sepertinya.. anda semakin peka saja dengan keadaan."


"karena menjadi pelarian denganmu, aku menjadi terbiasa dengan situasi tersebut."


......................


'Haah..mereka masih saja belum mempercayaiku, padahal aku sudah berniat baik menawarkan bantuan. Jika begini.. Aku tidak bisa ikut membantu apapun. Yah, sebaiknya aku akan tunggu saja, sampai mereka sendiri yang memintanya.' keluhnya.


Melihat reaksi Ayahnya.. Yang sudah menyerah menawarkan diri. Tama merasa senang, dengan begitu.. Ayahnya bukanlah musuh, seperti yang mereka pikirkan.


'Aku tidak menyangka! Perisainya benar-benar kokoh, sudah setengah jam berlalu.. Tapi mereka masih belum bisa menghancurkannya Sedikitpun.' Gumam Tama.


'Ayahmu memang bisa diandalkan, ada bagusnya juga Ia di sini.. Jika kita masih menggunakan Perisai sebelumnya! Sudah tentu.. Mereka bisa memasukinya dengan mudah.' Ujar Roya.


'Kau benar.. Tapi siapa mereka? Apa Jangan-jangan mereka adalah utusan Dewa!!' Tanya Zaku.


'Jika apa yang kau katakan itu benar!! Dewa hanya mengirim utusan? Itu lebih baik, dari pada Dewa turun Tangan.' Balas Saga.


'Bisa jadi, itu bukan dia.. Karena yang kita hadapi dulu, adalah Dewa pembantai, Bukan Dewa lainnya.' Ujar Gira menimpali.


'Ya.. Aku setuju denganmu, Bisa jadi ini adalah perbuatan Dewa lain. Hanya saja, ini baru spekulasi, kita masih belum tahu siapa pelakunya? semoga, perisainya bisa bertahan lama.. hingga Dewi sadar.' Celetuk Jura.

__ADS_1


Tak lama setelah Jura berbicara.. tiba-tiba muncul Petir menyambar didekat mansion. Dan tampak dari kejauhan, seseorang sedang berjalan dari arah sambaran petir tadi. Ia menyeringai, mengarah lurus kemansion.


__ADS_2