AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
MENCARI PUTRI


__ADS_3

Di tempat lain.. Setelah kembali kenegaranya! Kaisar Raffael kembali dengan perasaan kesal dan sangat kecewa. Karena sudah beberapa kali ia datang ke Mansion, akan tetapi.. Ia selalu saja tidak bisa bertemu dengan Sang Pujaannya.


Dan alasan yang selalu dilontarkan Pria itu pun, tetap sama seperti sebelumnya. Beberapa kali Raffael pulang dengan tangan kosong karenanya.


Pikirannya di penuhi dengan perasaan gelisah dan merasa tidak nyaman, ia tidak pernah seperti ini sebelumnya..! Dan ini adalah yang pertama kali baginya.. ia merasa seperti ini.


'Sial, kemana sebenarnya Putri berlibur? Kenapa keberadaannya sangat sulit dilacak. Aku tidak tahu jika ia akan liburan selama ini.


Padahal aku sudah membuang banyak waktuku, hanya demi bertemu dengannya, dan agar bisa lebih akrab lagi dengannya.


Akan tetapi.. Aku merasa jalanku untuk bisa bertemu denganya sangat sulit! Dan selalu saja di halang-halangi. Cih, aku belum pernah merasa seputus asa ini..!


Dan Razak yang tidak pernah gagal dalam misi sekalipun.. Malah sebaliknya. Karena ia selalu gagal jika menyelidiki Pria tersebut.


Siapa sebenarnya Pria itu? Dan kenapa Razak, tidak pernah bisa menyelidiki identitasnya? Mengapa setiap kali dia menyelidiki orang itu.. Ia selalu saja berakhir dengan kegagalan.


Pasti ada sesuatu yang telah terlewatkan olehku, tanpa aku sadari..!! sehingga Razak, yang tidak pernah gagal sekalipun dalam misi, akhirnya selalu berakhir dengan menyerah. hanya karena alasan yang tidak masuk akal. Karena ia merasa bosan, saat sedang berada di dekat Pria tersebut.


Hem.. Apakah Razak telah ketahuan? atau, Jangan-jangan ia sudah terkena sihir manipulasi..!! Soalnya perasaan yang dirasakan oleh Razak, hanya berlaku saat ia berada di dekat Pria itu saja.' pikirnya menelaah semua kejadian tersebut, yang menurutnya sangat janggal!!


Dan Tak lama.. Orang yang ia pikirkan pun muncul, namun Raffael belum menyadari keberadaan Spiritnya itu.. Razak yang memperhatikan kondisi Masternya sejak tadi, merasa tidak biasa melihat pemandangan tersebut.


'Apa yang terjadi pada Baginda? Tidak biasanya ia mengabaikan keberadaanku! Apa mungkin beliau sengaja mengabaikanku?' pikir Razak memegang dagunya.. Lalu mencoba memanggil Masternya seperti biasanya.'


"Ginda.. Baginda.. Baginda Kaisar???" panggil Razak beberapa kali.


Akan tetapi.. Raffael benar-benar tidak bisa mendengar panggilan Razak. Karena ia terlalu larut dalam pikirannya sendiri.. Sehingga membuat Razak merasa khawatir dengan tingkah Masternya yang tidak biasa.


'Aku sudah memanggil beliau beberapa kali, akan tetapi.. Beliau masih saja tidak mendengarkannya! dan Baginda seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Heeh.. Memangnya apa yang sedang beliau pikirkan? Sampai seserius itu??'


Melihat tidak adanya tanggapan, Razak duduk di Sofa bludru sambil bersedekap tangan dan melipat kedua kakinya.. Ia bersandar pada sandaran Sofa.


'Sebaiknya, aku tunggu saja sampai ia benar-benar sadar akan keberadaanku!' pikirnya.


Lalu Razak merenung menatap langit-langit plafon, tampak lukisan di langit-langit plafon. burung-burung camar sedang terbang di langit biru yang berawan.

__ADS_1


***


Di Istana Langit, setelah Dewa Zando mengirim bayangan miliknya, untuk pergi menjalankan tugas rahasia darinya.. Tak lama, ia pun menghilang dari Singgasana miliknya.. Dan hanya tampak Singgasana kosong, yang di kawal dengan para prajurit Istana.


Damu yang baru saja kembali.. Mendapatkan sosok Sang Paduka, sudah tidak ada di tempat. Melihat ketiadaan Sang Paduka, Damu beranjak pergi ingin keluar meninggalkan Istana.


Namun.. Saat ia baru turun di luar stana.. Ia sedang menuruni tangga Istana. Tiba-tiba saja di pertengahan tangga, ia melihat dari kejauhan sosok Tamu berkunjung ke Istana, di saat Dewa tidak ada di tempat.


Melihat itu, Damu berpikir dalam diam.. Dan ia secara peribadi ingin menghubungi Sang Dewa melalui Pikiran.


'Sial, kenapa di saat seperti ini malah ada tamu yang berkunjung ke Istana!' ujarnya.. Dalam hati. 'Aku harus menghubungi Paduka segera, karena jika tamunya orang seperti mereka, aku tidak bisa berbuat apa-apa.


Tidak ada cara lain, aku harus segera menghubungi Paduka sekarang!'


Saat Damu yang tampak gelisah, baru saja ingin menghubungi Dewa! Tiba-tiba terdengar Suara Dewa Zando, sudah lebih dulu berbicara padanya melalui pikiran.


'Aku tahu, kau tidak perlu panik seperti itu, biarkan saja mereka masuk.'


'Haah.. Syukurlah, Hamba kira Paduka akan lama perginya. karena biasanya, jika Paduka sudah meninggalkan Singgasana.. Paduka pasti akan lama baru kembali ke istana.' ujarnya pada Dewa, sambil menghela nafas.


***


Semuanya tampak panik dan keluar mencari dan sesekali mereka meneriaki Nama Putri Kecil Duke.. Mereka kelihatan sangat khawatir. Para Spirit yang baru saja sadar jika Sosok keberadaan Sang Master telah menghilang.


Dan Ikut merasakan kepanikan yang sama! bahkan tidak hanya Sang Master yang menghilang dari Kastil, tapi juga Garda.


"Cih, bagaimana kita bisa lengah..?" ujar Jura, yang ikut kesal pada dirinya sendiri


Tak hanya itu, ia juga merasa sangat khawatir, Karena Sang Master tidak bisa di hubungi sama sekali melalui telepati.


"Ini karena kita terlalu fokus membahas masalah yang tidak boleh diketahui Dewi, Sampai-sampai kita tidak sadar, jika mereka berdua sudah menghilang hampir setengah jam yang lalu!" sahut Gira.


"Tunggu, apa Jangan-jangan Dewi marah! karena merasa kita terus mengabaikannya sejak tadi." gumam Tama, tiba-tiba jadi khawatir.


"Aku Rasa Tama ada benarnya.. Beliau pasti marah, karena merasa di abaikan oleh kita. Dan ia pasti merasa tidak di anggap dengan Spiritnya sendiri. makanya beliau pergi begitu saja.. Tanpa mengatakan apapun." sambung Saga.


"Nak Dewi tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya.. bukan? Apa lagi kalau bukan marah namanya..!' Gumam Zaku, yang membuat mereka bertambah yakin, akan hipotesis mereka soal Kemarahan Sang Master.

__ADS_1


"Benar sekali.. Biasanya beliau akan bersabar menunggu tanggapan dari kita semua. meski beliau tidak tahu apa yang sedang kita rencanakan. Tapi sekarang,," sambung Roya menghentikan ucapannya.


"Tapi menurutku, kita memang sudah bersikap keterlaluan pada beliau! Kita juga memutuskan sendiri masalah kali ini, tanpa melibatkan Beliau bersama kita.


Meskipun, yang kita lakukan adalah demi kebaikan Dewi sendiri. Tapi Sebenarnya.. dia berhak tahu tentang masalah ini. Akan tetapi..


Kita juga sudah berjanji pada Baginda Kaisar, sebab itulah kita tidak bisa melanggar titah Baginda! Meskipun itu perintah dari Master sendiri.


Karena ini juga bagian dari misi, untuk melindungi Dewi.. Jika kita mengabaikan Perintah Baginda Kaisar begitu saja.. Sama saja dengan mengantarkan nyawa. Ujar Jura.


Setelah mendengar perkataan Jura, semua Spirit menjadi bungkam. dan hanya menunduk merenungi kembali tindakan mereka selama ini. Dan setelahnya.. beberapa saat kemudian.


"Hem.. Apa kalian juga tidak bisa menghubungi si Pak Tua Garda?" tanya Zaku, sambil melihat kelima temannya itu.


"Itulah permasalahannya sekarang, bahkan aku pun tidak bisa melacak keberadaan mereka berdua." ujar Saga, tampak Khawatir.


Keenam Spirit sedang berunding sesama mereka, perihal kehilangan Putri dan Garda.


"Lalu.. Kita harus bagaimana sekarang? Jura, apa keputusanmu??" Gumam Tama, yang sedang bersedekap tangan, Sambil melihat kearah Jura.


Begitupun dengan Spirit lain, yang juga setuju dengan Tama. Jura, masih bungkam dan mencari solusi masalah tersebut, dengan kepala dingin. Ia tampak khawatir, Kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada Master!!


Tentunya yang paling di rugikan dalam masalah ini adalah Jura, karena ia sangat berperan penting. Selain menjadi Spirit Dewi, dia juga di lantik sebagai Pilar ketujuh oleh Dewa langsung.


Jadi posisinya serba salah dalam hal ini, Jura benar-benar berpikir keras mencari solusi terbaik. Dan setelah beberapa menit bungkam dengan pikirannya.. Akhirnya Jura pun berujar pada Semuanya.


"Sebaiknya.. Mari kita berpencar menjadi tiga tim. Tama dan Saga, kalian berdua periksa ke Zona Mana. Cari dan lacak keberadaan Dewi..


Zaku dan Roya.. Kalian berdua cari Di seluruh wilayah Duke, kalau bisa.. Cari keseluruhan kota. Sedangkan Aku dan Gira, Akan mencari di Mansion, Sampai bertemu lagi di Zona Mana."


Ujar Jura pada keempat temannya itu.. Setelah mendapatkan arahan Jura, keempat temannya pun langsung beranjak pergi, menghilang dari pandangan keduanya.


Dan hanya tinggal Jura dan Gira, yang masih belum bergeming dari tempat mereka berdiri.. Saat keduanya ingin pergi meninggalkan tempat tersebut!


Dari kejauhan muncul sosok Duke, yang terlihat sedang panik karena telah mendengarkan kabar Putrinya yang hilang.


"Tunggu..." teriak Duke, saat melihat kedua Spirit Putrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2