AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
CELAKA, SEPERTINYA KAKEK JURA SERIUS DENGAN PERKATAANNYA


__ADS_3

Setelah mendapatkan perintah dari Sang Raja, Belka pun segera pamit dan pergi ke tempat yang telah di katakan Raja padanya.


Sesampainya ia di depan mulut Gua.. Tampak seorang pemuda sedang duduk bersemedi di atas bongkahan batu besar. Aura Biru Tosca Metalic terpancar terang, menyelimuti tubuhnya dan juga melindunginya sebagai perisai dari air laut.


Belka yang melihat Pria itu untuk pertama kalinya.. Langsung merasakan berdebar di dadanya, yang belum pernah ia rasakan sama sekali sebelumnya. Ada gejolak aneh muncul di dalam dadanya, membuatnya bingung sambil memegang dadanya yang terus berdegup tak mau berhenti.


'Perasaan apa ini.. Ke-kenapa saat mendekatinya, jantungku tiba-tiba berdebar semakin kencang? Oh tidak!! Apa yang sedang terjadi padaku?' gumamnya pada dirinya sendiri, ia berusaha bersikap tenang, menutupi kegugupan yang ia rasakan saat ini.


Belka menyelam lebih dekat lagi.. Menghampiri Pria tersebut, yang membuatnya terkesima seketika. Tak terasa pikirannya pun mulai hanyut bersama tatapannya pada sosok Pria biru tersebut.


'Aku belum pernah melihat Pria setampan dirinya.. Siapa Pria ini? Apakah dia yang di maksud Yang Mulia Raja!!' pikir Belka tenggelam dalam lamunannya sendiri.


Sedangkan Garda masih tetap fokus dengan semedinya.. Ia telah menutup semua indranya, agar ia bisa fokus dengan hukumannya tersebut. Dalam hati ia terus merapalkan Mantra doa yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Dewa Zando.


Wanita itu kemudian tersadar dari lamunannya, setelah terdengar suara riuh dari gerombolan para ikan hiu, yang kebetulan lewat ke arah mereka.


'Astaga, apa yang aku pikirkan barusan? Bisa-bisanya pikiranku kemana-mana pada saat seperti ini.. Oh iya, akukan di perintahkan beliau untuk menggoda Pria ini..!


Belka-Belka.. Apa yang sedang kau lakukan, sampai melamunkan Pria ini.. Sungguh pikiran yang tidak sopan Belka. Tapi, omong-omong bagaimana caranya..? Aku merayu Pria Tampan ini..' pikirnya mulai risau dengan skillnya sendiri, karena ia tidak mempunyai kemampuan merayu.


Belka mondar-mandir di tempat, memikirkan apa yang harus ia lakukan, sedangkan ia sendiri tidak tahu cara menggoda seorang Pria.


...****************...


Setelah lama mereka berjalan-jalan akhirnya mereka singgah di suatu tempat, di sebuah gunung hijau yang menjulang tinggi. Ravella dan Gapi turun dari punggung Jura,


sambil melihat kelima Spirit miliknya, dari ketinggian puncak gunung tersebut, lalu.. Ravella kembali melihat kearah Naga hitam tersebut dan bergumam.


"Kek.."

__ADS_1


"Heem.." jawab Jura yang sedang bersedekap tangan, melihat kearah kelima temannya.


"Menurut Kakek, berapa hari Para Kakek Spirit akan selesai berevolusi?"


"Entahlah, yang jelas.. Semua itu tergantung dari Ras mereka. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Akan Tetapi, jika kami para Ras Naga.. Membutuhkan waktu lebih lama dari Ras lainya..!"


"Hem.. Begitukah!" ujarnya sambil memegang dagunya, seolah sedang memikirkan sesuatu. Melihat itu.. Jura kembali bergumam.


"Apakah ada yang mengganggu pikiranmu Nak Dewi?" tanyanya.. Ketika melihat reaksi Ravella, saat sedang menatap fokus pada kelima Telur Raksasa yang sedang mengambang di udara.


Namun Ravella tidak merespon perkataannya.. Ia seolah sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri..


'Sebenarnya.. Untuk apa aku memiliki Spirit hebat? Apakah dunia ini sedang dalam kekacauan besar!! Padahal saat aku berada di duniaku yang sebelumnya..


Menurut Novel yang kubaca saat di kehidupan sebelumnya.. Novel itu tidak ada membahas Spirit atau bencana besar lainnya...! Isi cerita tersebut hanya membahas tentang Ravella yang di buang, dan Grasia si pemenang.


Aku jadi sulit menebak apa yang akan terjadi kedepannya.. Karena sebagian dari cerita ini sudah berada di luar kendaliku. Aku tidak bisa menyamakannya seperti di dalam Novel sebelumnya.


Daripada itu.. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti? Bagaimana jika saat Grasia muncul, Ayah tiba-tiba langsung berubah membenciku, dan tidak mau mengakuiku sebagai Putrinya..!!


Jika saat-saat seperti itu benar-benar terjadi padaku..! Aku akan mempersiapkan diri dari sekarang, dan akan pergi meninggalkan Ayah dan semua orang yang kusayangi yang ada di Mansion.'


"Kek.." panggilnya lagi.. Ia melihat Gapi yang sedang sibuk sendiri bermain, sambil berguling-guling di antara rerumputan hijau. Tampak kelima kupu-kupu kecil, sedang mengejarnya.


Ravella masih belum sadar, jika kupu-kupu tersebut, adalah jelmaan dari sosok kelima peri yang selalu mengikuti Gapi dalam diam. Mengabaikan Gapi yang sedang bermain, Ia kembali menatap Jura, dengan sorot mata yang rapuh.


Seolah ia sedang di sudutkan dengan keadaan.. Jura yang bisa merasakan perasaan dari Sang Master, merasakan perasaan perih bertengger di dadanya.


"Ya, Sayang.. katakan apa yang telah mengganggu pikiranmu Nak Dewi..!" ujarnya merasa khawatir, dengan keadaan Dewinya tersebut.

__ADS_1


Ravella tiba-tiba menghampirinya.. Dan memeluk tubuh besar Naga Hitam itu. Ia diam sejenak, sebelum melanjutkan kembali apa yang ingin dia katakan.


Jura pun membiarkan Masternya melakukan apapun yang dia inginkan, ia tidak ingin memaksa jika memang Masternya tidak ingin menceritakannya. Baginya.. Kebahagian Sang Master adalah lebih utama dari apapun.


"Kek.., Seandainya kelak aku akan pergi dari Mansion, apakah kalian akan tetap tinggal di sana, atau mengikutiku??"


Jura yang terkejut dengan perkataan dari Dewi kecilnya itu.. Segera merespon dengan ekspresi yang tampak marah. Ravella yang tidak mengerti, kenapa ekspresinya yang biasanya selalu tampak tenang, kini terlihat berubah drastis.


"Apa yang kau katakan Nak Dewi..? Apa kau bodoh, kami ini adalah Spiritmu sayang. Tentu saja.. Kami akan selalu mengikuti kemanapun Kau pergi. Kami tinggal di Mansion, itu karena keberadaan dirimu Nak.


Namun, jika kau pergi meninggalkan tempat itu.. Maka, kami juga akan pergi bersamamu. Jadi, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kami Nak Dewi.


Jika sampai itu terjadi, aku bersumpah.. Aku akan menghancurkan segalanya yang telah membuatmu marah dan pergi meninggalkan kami." ujarnya tampak serius, dengan perkataannya tersebut.


Ravella yang mendengar sumpah dari Spiritnya itu.. Tampak terkejut, ia belum pernah melihat ekspresi Jura semarah itu.


'Celaka, sepertinya kakek Jura serius dengan ucapannya. jika seperti itu! sudah pasti bumi ini akan hancur hanya dengan kamarahan mereka. Ini berarti peringatan juga untuk diriku,


jangan pernah mencoba meninggalkan mereka apapun yang terjadi.. Karena sudah pasti, mereka akan melampiaskannya pada yang lain.


Dan resiko terbesarnya.. Akan berdampak pada yang tidak bersalah dan tidak tahu apapun. Haah.. Jika di pikirkan lagi, mereka sama saja dengan Ayah dan kakek Zion.


Hanya saja.. mereka lebih pintar menutupi perasaan mereka, dan tidak pernah mengekangku seperti Ayah.' pikirnya menelaah sesaat. "Hem.. Hem.. Kakek tenang saja, itu tidak akan pernah terjadi. Kecuali.. Jika kalian mengkhianatiku." ujar Ravella berpura-pura cemberut.


"Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi Sayang, karena kami telah menjadi begian dari dirimu, begitupun dirimu yang telah menjadi bagian dari diri kami." ujarnya. 'dan, jika itu sampai terjadi.. Kau tidak akan pernah tahu! apa yang akan di lakukan Paduka Dewa pada kami Nak..!!


Tentu saja, beliau akan sangat Murka dan dalam sekejap kami bisa berakhir menjadi serpihan Debu, Tanpa bisa bereinkarnasi.' pikirnya yang tiba-tiba membuatnya merinding sendiri,


saat mengingat kembali apa yang telah terjadi pada Pria yang telah di hukum oleh Sang dewa. Karena pernah berniat buruk dan ingin menculik Permaisuri kesayangannya itu.

__ADS_1


__ADS_2