
Doja tetap diam tidak menggubris perkataannya.
Ban: 'sialan.. Ada apa dengan anak ini?'
Mereka terus berjalan melewati lorong-lorong gua, Doja yang masih mengenakan jubah hitam miliknya kiniterus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan dari temannya, dan ban yang mulai khawatir dengan perubahan temannya itu, mulai bersikap waspada.
Ban: 'ada apa sebenarnya! Kenapa saat tiba disini, sikapnya malah berubah jadi aneh? Apa Jangan-jangan..! Dia terkena sihir manipulasi..? Aku harus berhati-hati. Bisa jadi musuh sedang mengincar kami..!!'
Ban melirik kearah temannya yang tengah fokus, dan.. Mulai sedikit mundur menjauh kebelakang. Langkahnya perlahan-lahan mulai melambat. Ia terus memperhatikan sosok yang ada didepannya, yang terlihat hanya diam sejak tadi.
Ban: 'ada yang tidak beres dengan anak ini.. !'
Tak lama setelah berjalan jauh, Mereka pun sampai didepan pintu gerbang.
Doja pun tanpa ragu-ragu masuk kedalam, dan diikuti oleh Ban, tampak patung besar berjejer seperti prajurit yang sedang berjaga.
Ban: 'apa-apaan ini..! Bagaimana bisa ada instana semegah ini didalam gua.. Hmm ya meskipun kami berada didalam perut gunung sih, tapi orang gila seperti apa? Sampai sanggup membuat istana megah, yang tersembunyi seperti ini..? dan patung-patung raksasa ini.. mereka terlihat seakan begitu hidup. Mangkok apa yang ada ditangan mereka itu!' Tap.. Tap.. Tap.. doja tunggu aku..!
Setiap mereka berjalan melewati patung besar, api menyala sendiri ditangan patung itu.
Sementara itu.. ditempat argus, Argus yang masih kebingungan dengan pernyataan dari kedua orang tersebut.
Argus: Siapa sebenarnya kalian..?
Unknown: oh, apa ayahmu belum memberitahumu..?
Argus: heh apa maksudmu?
Unknown: hah bocah kurang ajar itu.. Pasti merahasiakannya dari cucuku. Baiklah, kalau begitu.. Mari kita kembali ketempatmu lebih dulu, Aku juga sudah lama tidak berkunjung kenegeri para elf haha.
Pasukan 1: apa itu... Mengapa badai itu terlihat aneh?
muri: apapun itu, beliau sudah memerintahkan kita untuk tetap tenang, semuanya jangan panik. 'bencana apa lagi ini.. Kenapa langit menjadi semakin gelap? Badai apa itu.. Kenapa semakin lama badai hitam semakin dekat kemari? Jika itu bukan dari baginda, lantas siapa yang telah berani menyerang dengan sangat bodohnya. Secara tidak langsung mereka telah mengundang amarah baginda, hmm aku kasihan dengan apa yang akan terjadi dengan orang bodoh itu.'
Lukas: 'aku harus segera mengirim pesan kepada baron aisher. Sebelum terlambat namun,'
Lukas melihat kearah Rafael yang sedang berdiri didepan mereka.
Rafael: bagaimana.. Apa kalian menyetujuinya, atau, kalian tidak menolaknya?
Zora: 'cih.. Sialan, sebaiknya untuk sementara aku ikuti saja dulu permainannya. Aku juga penasaran, kenapa Lukas sampai menyetujuinya! Aku akan menanyakan ini nanti.' haah baiklah, a.. Aku juga s.. setuju cih.
Zora memalingkan wajahnya kesamping.
Arlo: 'ada apa dengan mereka? Kenapa dengan gampangnya, mereka menyetujui secepat itu..! Ah sialan.
Lukas membuka telapak tangannya, seolah memberi kode kepada arlo.
__ADS_1
Arlo: 'a.. Apa maksudnya..!'
Tiba-tiba saja, keluar tulisan ditelapak tangan lukas.
Arlo: '(terima saja dulu, aku akan ceritakan nanti.) eh apa maksudnya? Cih baiklah jika dia sudah bilang begitu' a.. Aku juga setuju.
Rafael: hem.. Tik, kalau begitu, besok kalian akan mendapatkan misi pertama, umumkan titahku, agar semua mengetahuinya. Mulai dari sekarang, negara ini milikku sepenuhnya. dan telah menjadi satu dengan benua Barat.
...----------------...
Semua yang mendengar pernyataan dari pemimpin yang baru, menjadi terkejut tak percaya. Sementara Dimantion keenam spirit, dan garda, juga zion. Yang tengah berkumpul duduk diaula pertemuan.
Zion: kakek, apa kau sudah yakin dengan info yang kau dengar?
Zaku: tentu saja, aku mendapatkannya dari orang yang terpercaya.
Garda: hmm sejak kapan kau punya informan? Setahuku, kerjaanmu hanya tidur bermain dan bermalas-malasan saja.
Zaku: diam kau pak tua jelek, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu.
Garda: oh ya.. Sejak kapan seorang zaku, tidak suka berbicara!
Zion: hah mereka mulai lagi.. sebaiknya aku pergi saja dari sini.
Namun langkah itu terhenti, karena suara dari jura.
Jura: hmm sekarang wilayah barat telah memenangi peperangan.
Saga: ya.. Kasihan sekali mereka, prajurit mereka juga tidak berpengalaman dalam perang. Jadi sangat wajar bukan, jika mereka kalah sebelum memulainya.
Tama:Tidak heran, menurut dari kabar angin yang kudengar, raja mereka terkenal sangat angkuh dan sedikit besar mulut. Setidaknya apa yang sudah terjadi sekarang, menjadi sebuah pelajaran untuknya.
Roya: berarti pemenangnya adalah anak yang pernah kau lawan waktu itu saga?
Saga yang tengah duduk sambil bersedekap tangan, dan memejamkan matanya.
Saga: haah.. Ya anak itu cukup lumayan untuk seorang manusia. Dia dikelilingi dengan sihir yang sangat besar.
Garda: hmm ternyata si bocah lannox, dikelilingi dengan calon menantu yang cukup merepotkan ya..! Hihihi.. Tapi aku tidak mempermasalahkan masalah itu, karena musuh kita yang sebenarnya. Adalah para dewa yang sekarang sedang mengawasi dewi kita, Dan celakanya lagi, kita bukanlah tandingan mereka.
Gira: ya, kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu kita bukan! karena kita tidak pernah tahu. Kapan mereka mulai bergerak lagi. Cih.. "gira mengepalkan kedua tangannya" Apalagi, waktu itu.. kita dengan gampangnya dikalahkan olehnya. Dan untunglah, kaisar zando cepat datang, jika tidak.. Mungkin sekarang kita tidak ada disini sekarang.
Semuanya yang ada diruangan, terdiam mendengar perkataan gira.
Roya: apa mereka sekuat itu..?
Zaku: kalian berdua beruntung tidak ada disini, waktu itu.
__ADS_1
Jura: hem sebaiknya, gunakan waktu luang kita untuk berlatih.
Zion yang terlihat khawatir, dan bergelut dengan pikirannya sendiri.
Zion: 'hmm bagaimana kabar bocah itu, apakah dia berhasil menyelesaikan misinya?'
Ditempat lannox, semua prajurit sedang berbenah untuk bersiap-siap kembali.
Lannox: 'kemana anak itu..! Aku belum mendapat kabar apa-apa darinya. Sejak ia pergi untuk mengecek kearah selatan, hmm sebaiknya aku langsung kesana sekarang, perkerjaanku disini juga sudah selesai. ' rolan...!
Roland: ya yang mulia.
Lannox: roland, dengar.. Aku ada sedikit urusan. Jadi setelah ini, kalian langsung kembali saja dulu.
Roland: tapi yang mulia..
Lannox: jangan membuat aku mengulanginya lagi roland.
Roland: baiklah yang mulia.
Lannox: pergilah..
Setelah kepergian roland, lannoxpun segera menghubungi zion.
Zion: apa kau masih hidup bocah?
Lannox: heh tentu saja.. Pak tua seperti yang kau lihat.
Zion: cih..
Lannox: pak tua, sepertinya kau terlalu lama bersantai seperti kucing pemalas, sekarang sudah saatnya bagimu untuk bekerja.
Zion: sialan kau bocah, jangan samakan aku dengan kucing rumahan.
Lannox: hem kenyataannya memang mirip, saatnya pembicaraan serius. Pak tua, segeralah kemari. aku akan menunggumu. karena aku belum mendapatkan kabar dari argus sejak ia pergi, aku merasakan sesuatu telah terjadi padanya.
Zion: heh pada akhirnya kau juga sangat membutuhkanku bocah, baiklah papa akan segera kesana hihihi... Tut.
Lannox: sialan kau pak tua, beraninya dia memutus sambungan sebelum aku selesai bicara.
Sambunganpun terputus, Zion langsung bergegas ketempat lannox. Sementara argus yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Argus: cepat katakan, siapa kalian sebenarnya? 'sebaiknya aku harus mencari celah untuk segera pergi dari sini, mereka bukanlah tandinganku.'
Unknown: tenanglah cucuku. Kami akan mengatakannya saat kita sampai nanti, jadi Sebaiknya urungkan niatmu untuk pergi dari sini.
Argus: 'huh apa.. Bahkan dia mengetahui keinginanku untuk kabur dari sini. Apa mereka bisa membaca pikiranku.. ?'
__ADS_1
Didunia roh, sang kaisar yang tengah menduduki singgahsananya.
Zando: tuk.. tuk.. Hmm sebentar lagi..!