AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
AYAH.. TENANGLAH. AKU MENGENALI RUBAH INI..!


__ADS_3

'Memangnya, tanda apa itu?' tanya Zaku penasaran.


Mendapat pertanyaan dari Zaku, Jura terdiam sejenak. Setelah beberapa saat kemudian.. Ia kembali membuka mulutnya.


'Tanda itu, adalah tanda kepemilikan dari Baginda Kaisar. Jika kalian perhatikan baik-baik.. Tanda yang ada di keningnya! Ada titik emas, yang sangat terang.


Itu seperti simbol milik Baginda, Heeh.. Ayahmu sangat beruntung sekali Tama, berarti.. Beliau sudah mengakui Ayahmu sekarang.


Apalagi.. Setelah Pak Tua itu di bangkitkan dengan menggunakan darah Baginda Kaisar. Bayangkan saja.. Kekuatannya sebelum dan sesudah ia bangkit dari kematian, sangat jauh perubahannya bukan!!


Mungkin inilah yang Master kita maksud beberapa hari lalu.. Saat itu ia merasakan perasaan yang sangat akrab dengan sosok Ayahmu.' ujar Jura menjelaskan.


'Bisa jadi itu karena ada darah Baginda, di dalam diri Ayahmu. Perasaan Dewi sangat kuat jika itu bersangkutan dengan Baginda Kaisar.


'Tunggu dulu, jadi.. Maksudmu? Ayahandaku, mendapatkan sebagian kekuatan Kaisar!! Apa mungkin gara-gara itu, kekuatannya menjadi tidak terbatas?' ungkap Tama takjub.


'Hem.. Memang benar! kekuatan yang sekarang Ayahmu miliki, jauh lebih besar di banding saat pertama kali ia datang ke Mansion ini.


Akan tetapi.. Ayahmu bukan memiliki sebagian dari kekuatan Baginda, tepatnya.. ia hanya memiliki satu persen saja dari keseluruhan kekuatan Baginda.


Meski begitu.. Kekuatannya saat ini, jauh lebih mengerikan daripada saat ia melawan Dewa.' ujar Jura yang telah mengamatinya selama sebulan ini.


'Jika kekuatannya yang sebesar ini saja, sudah sangat mengerikan! Sebenarnya.. seberapa besar kekuatan yang di miliki oleh Baginda Kaisar?' sambung Gira merasa takjub.


'Entahlah, kalau itu cuma beliau saja yang tahu.' ujar Jura ambigu.


Ia yang telah mengetahui identitas Dewa Zando, tidak bisa berbuat apa-apa selain membawa rahasia tersebut sampai mati.


Namun di kedalaman hati Jura.. Ia justru merasa pusing mengungkap semua misteri yang terjadi di seputar mereka.


'Apa sebenarnya yang telah terjadi Pada Pak Tua Garda? Setelah ia pergi bersama Master, namun ia tidak kembali lagi setelahnya, Ia lenyap begitu saja seperti hilang di telan bumi.


Menurut kedua kesaksian kedua bocah tersebut, jika Nak Dewi hanya kembali sendiri tanpa siapapun di sisinya. Dan setelah hari itu.. Sikap Master pun langsung berubah seratus delapan puluh derajat.


Ia menjadi sangat murung, dan tidak mau berbicara pada siapapun, kecuali hanya menangis seolah sedang menyesali sesuatu!!


Apa yang Beliau sembunyikan.. Dan apa sebenarnya yang di rencanakan oleh Paduka? Dari Pak Tua Garda! Sehingga Tuan Rabarus.


Keduanya di utus langsung di bawah titah Paduka, Setelah berbicara empat mata dengannya.. Ia mengatakan jika dia di utus oleh Paduka untuk melindungi Master, beserta yang di sayanginya.


Tapi yang anehnya lagi.. Kemana perginya Pak Tua Garda, apakah telah terjadi sesuatu padanya?? Dan sekarang.. Apa yang sedang di rencanakan Pak Tua Rabarus!!

__ADS_1


Sampai menunjukkan kekuatannya yang sangat besar itu, di hadapan semua orang. Apakah ia ingin memamerkan kekuatan barunya..!


Atau, ada sesuatu yang telah terjadi.. Yang tidak kami ketahui..!?' ujarnya bingung merangkai semua teka-teki yang terjadi.


***


Di sisi lain.. Tampak Rabarus yang tengah memperhatikan Duke dengan tatapan acuhnya.


Berbeda dengan Duke, yang tampak menunjukkan permusuhan di hadapan Rabarus.


Ia tampak tidak gentar sedikit pun demi melindungi Putrinya tersebut. "Jawab aku sialan, kenapa kau hanya diam saja haah..!! Kemana kau ingin membawa Putriku?" Ujarnya mulai tersulut emosi.


Karena Rabarus terus mengabaikannya.. Ia bersikap acuh seolah tidak menganggap keberadaan Duke, sama sekali.


Zion dan Argus yang baru saja menghampiri Duke, mencoba untuk menenangkan Sang Master. Yang tampak kesal, karena dimatanya sosok besar tersebut seolah sedang menghasut Putrinya untuk pergi dari Mansion.


'Hei Bocah, tenanglah.. Jangan gegabah. Sebaiknya kita dengar dulu alasannya dan juga, jangan lupakan pendapat Putrimu.


Ia pasti mempunyai alasan kenapa sampai ia mengajak Putrimu, karena aku tidak merasakan permusuhan sedikitpun darinya.' ujar Zion menenangkan Sang Master.


Saat ini pikiran ketiganya saling terhubung satu sama lain, membenarkan apa yang di katakan seniornya. Arguspun ikut bergumam.


Melihat bagaimana besarnya kekuatan yang ia miliki..' ujar Argus, membuat Rabarus yang mendengar pembicaraan ketiganya, mendecih kesal.


'Cih, sebaiknya jaga ucapanmu Bocah Elf! Karena Aku adalah seekor Rubah jantan, bukan betina. Dan kau, dengarkan baik-baik.. Sebaiknya kau tidak perlu khawatir. Karena aku akan melindungi Putrimu, di mulai dari sekarang.


Jika kau masih tidak percaya padaku, kau bisa menanyakannya langsung pada Putrimu!!' ujar Rabarus sambil duduk bersedekap tangan.


Lannox dan kedua Spirit miliknya, terpukau dan tak percaya dengan apa yang mereka alami saat ini. Karena pikiran mereka bertiga, bisa di tembus dan di dengar oleh Rabarus.


Argus dan Zion berkeringat dingin, melihat Rabarus yang berseringai sedang berbicara pada mereka bertiga.


'Sial, siapa kau sebenarnya? Tidak ada yang bisa memasuki alam pikiran kami, selain kedua Spirit yang telah terikat kontrak denganku!!' ujar Lannox, yang juga mersa terkejut dengan hal tersebut.


Sedangkan Zion dan Argus bergumam dalam hati.. 'Siapa dia sebenarnya..!! Bagaimana bisa dia melakukannya? Jadi sejak tadi, dia bisa mendengar pembicaraan kami..!' pikir Argus yang tampak sedang merasakan tekanan besar,


Saat Rabarus berbicara padanya, hingga membuat tubuhnya serasa membeku seketika Sampai tidak bisa ia gerakkan. 'Apa in..? kenapa tubuhku menjadi berat dan kaku..!'


Berbeda dengan Argus, Zion masih aman karena Rabarus tidak mengganggunya.


'Sial.. Tak hanya kuat, dia bahkan bisa masuk ke alam pikiran yang kami buat. Jika di jadikan sebagai musuh, dia sangat berbahaya. Ada baiknya, jika kami Tidak memancing amarahnya.'

__ADS_1


Rabarus memperhatikan Argus, dan memberinya sedikit tekanan yang membuatnya tidak bisa bergerak. Keringat dingin pun keluar membasahi keningnya.


Melihat itu, Rabarus bergumam dalam hati. 'Hem.., jadi bocah ini yang dikatakan Jura, Putra dari Ras Elf berdarah setengah Dewa.'


Sedangkan yang lain sejak tadi, hanya memperhatikan saja.. Kediamman mereka yang hanya saling menatap satu sama lain, tanpa bicara.


Melihat hal tersebut, Akhirnya Ravella pun membuka mulutnya yang sejak tadi hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan betapa protektifnya Sang Ayah padanya.


'Haah.. Jika begini terus kapan selesainya! Mereka sepertinya saling berkomunikasi melalui pikiran masing-masing.' pikir Ravella menghelakan nafas jengah.


"Ayah.. Tenanglah. Aku mengenali Rubah ini..!" ujar Ravella melihat sekilas kearah Rabarus.


"Euh, Apa maksumu Nak?" ujar Duke mengerutkan dahinya.


"Beliau adalah Kakek Rabarus, Ayahandanya Kek Tama. Dan lagi...," Ravella berbisik ketelinga Ayahnya, yang membuat ekspresi terkejut di wajah Duke.


"Beliau sebenarnya adalah Rubah Api Suci, milik Kakek Zando." jadi ayah tidak perlu khawatir." bisiknya yang sangat mengenal dengan perasaan akrab, yang ia rasakan dari Rabarus.


"Apa... Benarkah itu?" tanya Duke tak percaya, sambil melihat kearah Rabarus.


Mendengar hal tersebut dari putrinya, muncul ide licik di kepalanya.. Yang membuat Ravella dan yang lainnya terkejut.


***


Sedangkan di tempat lain.. Di dalam Lautan Samudra Bermuda. Tampak Garda tidak terpengaruh sedikit pun dengan ucapan dari sosok tersebut.


Dan sosok tersebut, adalah penguasa dalam lautan Bermuda, Si Raja Naga hitam. Ia terus melingkari tubuh garda dengan sosoknya yang besar.


Garda yang tidak bergeming sedikit pun, hanya fokus dengan semedinya. Ia menutup semua indranya. Sehingga bisikan apapun tidak bisa menembus dinding perhtahanan dirinya.


Sosok Naga hitam tersebut, sangat kagum dengan keteguhan yang di miliki Garda. Bahkan ia tidak terpengaruh dengan cerita yang bisa membuat siapapun mendengarnya bisa langsung penasaran.


Dan dalam hati ia berseringai sambil berujar seolah sedang berbicara pada seseorang.. Hehe.. Sebenarnya apa yang sedang Beliau rencanakan? sehingga sampai harus mengutusku untuk menguji anak ini..!?


Tapi yang jadi masalahnya sekarang.. Bagaiamana caranya meruntuhkan pertahanan dirinya. Pertahanan diri anak ini lumayan juga! Eum.., ia bahkan tidak terpengaruh sedikitpun dengan caraku.


Apa yang salah dengan caraku? Apa karena aku bukan seorang wanita, Makanyan ia tidak terpengaruh sama sekali dengan ku..!


Haruskah aku mengirim seorang wanita untuk mengujinya... Sebaiknya aku coba saja dulu.' pikirnya.. Lalu memanggil bawahannya tersebut.


Sedangkan Sang Dewa yang sedang duduk di singgasananya.. Hanya berseringai mendengarkan pikiran Raja Naga, si penguasa dalam lautan.

__ADS_1


__ADS_2