AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SEDIKIT HADIAH KECIL DARIKU BOCAH


__ADS_3

Lannox pun tertidur disamping Sang Putri, dan tiba-tiba.. semua yang berada di dalam mantsion, juga ikut tertidur pulas. termasuk Para Spirit, Gapi dan juga Garda.


"apa kabarmu Permaisuriku?" ia menyapa, sambil tersenyum tipis.


Pria tampan yang sangat misterius muncul di dalam kamar Duke, Pria berambut panjang sehitam malam berdiri di samping Ranjang Tempat Ravell tertidur. Ia mengenakan pakaian sutra hitam mewah, tampak sedikit terbuka. hingga kedua tulang selangka, dengan belah dada yang kekar, terlihat sedikit keluar mengintip diantara celah pakaiannya. Pria itu.. melangkah pelan mendekati sosok Ravella. tiba-tiba, tubuh Ravella, Melayang tinggi mendekati sosok Pria tersebut.


Setelah tubuh kecil itu mendekat, iapun menyambut tubuh mungil Gadis Kecil itu. secara perlahan, lalu memeluknya.


"aku akan membawamu bersamaku, malam ini."gumamnya pelan.


Lalu tatapannya jatuh pada Ayah Sang Putri, dilihatnya Lannox sedang tertidur pulas.


"untuk malam ini, kalian beristirahatlah secukupnya. karena kalian, baru akan terbangun ketika aku mengembalikan permaisuriku. hem.. sedikit hadiah kecil dariku bocah, ini akan bisa membantumu untuk menyembuhkan wabah."


Pria itu merentangkan telapak tangannya, tampak cahaya kecil putih muncul dari telapak tangannya, cahaya itu kemudian melayang dan berubah menjadi wujud manusia.


"hormat hamba Paduka."


"hem, Damu.. bantulah Anak ini, mengatasi wabah yang sedang terjadi. sebab Permaisuriku, tidak bisa membantunya untuk kali ini, setelah kau menyelesaikan misimu, segeralah kembali."


"baik Paduka, Hamba akan menyelesaikannya dengan cepat."


Pria itu pun, kembali menjadi cahaya putih kecil, dan ia memilih jari Lannox untuk bersemayam di sana. Kemudian ia berubah menjadi bentuk cicin putih gading. dengan ukiran indah. dan berhiaskan mahkota permata merah maroon, diatas cicin putih tersebut.


"mari Permaisuriku." setelah itu.. Pria itu pun pergi membawa Gadis Kecil itu, bersamanya.


nampak pintu gerbang besar, mulai terbuka lebar. dan, mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata. Pria itu.. memasukinya, setelahnya pintu pun kembali tertutup.


tubuh ravella kembali melayang bebas, dan perlahan menuju mendarat diatas ranjang besar dan mewah, milik Pria itu.


"khusus malam ini, kau akan tidur disini bersamamu permaisuri kecilku."


ditempat lain, disebuah lautan mati, seorang Pria yang mengenakan sepasang pakaian sherwani berkualitas tinggi, dan celana putih panjang. dengan motif keemasan. mengenakan mahkota perak sederhana di atas kepalanya. Ia sedang berdiri di balkon istana miliknya, dan melihat kearah langit malam.


"apa sebenarnya yang telah terjadi..? apakah sang penguasa sedang mininggalkan singgasananya..!"


ia melihat lautan tenang tanpa riak, maupun ombak, desiran angin pun senyap tidak terdengar. malam itu benar-benar hening, dan sangat tenang.


"hmm.. malam ini pasti akan sedikit panjang."


Setelah menyaksikan kejadian aneh di malai itu, iapun masuk kembali kedalam istananya. sementara diistana angin, Pria berambut birupun menatap langit, sambil menyeringai ia duduk di balkon puncak menara miliknya.


"heh ada apa dengan malam ini..? tidak biasanya alam setenang ini.! bahkan angin milikku pun, menjadi terlalu takut tak bergeming."

__ADS_1


begitupun ditempat lain, dibawah kaki gunung, kabut pekat pun ikut muncul mendadak dan, tampak mansion megah, sedang berdiri kokoh disana. seorang Pria, sedang duduk bersandar di ujung menara, dengan satu lutut yang ditekuk untuk menjadi penopang tangannya.


"hehe.. apa malam ini begitu istimewa..? aku jadi penasaran, ada apa dengan malam ini..! mengapa semesta menjadi bisu? seakan menyambut kedatangan sosok yang Teragung."


...****************...


diranjang Pria tampan berambut panjang, sedang berbaring menyamping menghadap kesebelah kiri, sambil memperhatikan sosok mungil yang sedang tertidur pulas.


"maafkan aku Permaisuriku, sukmamu pun terpaksa aku buat tertidur, agar kau tidak bisa melihat kehadiranku, tepatnya masih belum waktunya bagimu."


ia memegang tangan mungilnya sambil tersenyum, dan membelai pipinya yang sedikit berisi.


"tangan yang dulunya selalu menggenggam tanganku, kini menjadi sangat mungil dan begitu lucu.." ia mengecup punggung tangan Gadis Kecil itu. "setelah ini.. kesulitan akan terus mengikutimu..! jalan yang kau lalui pun, masih sangat panjang. aku akan terus mengawasimu, tetaplah kuat Permaisuriku." ia menhelas nafas. "haah.. sebenarnya, aku masih belum puas bersamamu. tapi, di duniamu, waktu begitu begitu cepat. kau harus segera kembali, karena aku takut, jika terlalu lama bersamamu..! aku jadi tidak ingin mengembalikanmu." ada riak kesedihan, hinggap di wajah tampannya.


ia mendekap Ravella, kedalam pelukannya. dan, mengecup lembut kening itu. pria itu pun, turun dari ranjang miliknya. tubuh Ravella, kembali melayang dan pindah kedalam pelukan sang pria misterius. ia memeluknya lembut, dan menggendongnya. pintu kembali terbuka, tampak Lannox masih tertidur pulas, dan Zion, sedang meliuk-liuk telentang, seperti sedang bermimpi indah. Pria itu tersenyum melihat Zion, yang tampak seperti Kucing Anggora baginya. tubuh Ravella pun, kembali melayang dan perlahan mendarat sempurna diranjangnya.


"(Permaisuriku, kali ini kau akan tertidur di waktu yang cukup lama..! dan, kau akan terbangun ketika Purnama Penuh bertemu Matahari. dan sukmamu pun, akan istirahat panjang bersamamu. karena selama ini.. kau selalu terjaga, walaupun ragamu sedang tertidur.)"


ia tersenyum melihat sosok kecil berambut perak panjang sedang tertidur lena, dengan poni yang hampir menutupi kedua kelopak mata indahnya.


"hem sayang sekali.. waktu kita terlalu singkat, sampai bertemu lagi Permaisuri Kecilku." setelah itu, ia pun pergi.


Pria itu pun kembali lenyap ditelan cahaya terang. tak lama, setelah kepergiannya, suasana alam menjadi normal kembali. suara jangkrik, deru angin, bahkan lautan kembali beriak dan berombak. suara burung merbah terdengar sayup-sayup dikesunyian dini hari, suasana dimansion kembali normal dan tak lama setelahnya, hari pun telah memasuki pukul enam pagi.


(jura) "mata indah itu kembali terbuka, apa-apaan ini, kenapa aku bisa tertidur pulas?"


tama, saga, gira, roya, zaku bahkan zion juga baru tersadar. para pelayan yang sudah waktunya masakpun, malah telat satu jam bangun daripada hari biasanya. begitupun sang kepala pelayan, dan para kesatria.


(ranov) "oh dewa..! bagaimana bisa aku telat bangun, tapi kenapa aku bisa tidur senyenyak ini?


"oh tidak.., ada apa ini..? mengapa aku bisa tertidur dengan pulasnya, celaka.. aku belum mempersiapkan sarapan pagi untuk yang mulia, mana sebentar lagi waktunya yang mulia sarapan lagi, aku harus begegas Sekarang."


sang pelayanpun bersiap-siap setelah mencuci muka dan mengenakan seragam pelayan miliknya, iapun langsung berlari kearea dapur.


(reni) " marri.. marri.."


(marri) "uh, ada apa..? inikan belum pagi.. jangan ganggu aku, aku sedang mimpi indah."


(reni) "anak ini.. bisa-bisanya.. hah baiklah. sepertinya aku harus membangunkannya dengan paksa, maaaaaarrrrrriiiiii.............."


(marri) "aaah.. telingaku sakit reni, tidak bisakah kau bangunkan aku dengan sopan."


(reni) "sopan kepalamu? apa kau tidak tahu ini sudah jam berapa haah?"

__ADS_1


(marri) "bukankah baru jam empat pagi.."


(reni) "dasar bodoh, ini sudah pukul enam pagi, dan matahari sudah terbit, dan kau masih ingin tidur..! apa kau lupa pada tugasmu..! bagaimana kalau yang mulia sampai murka melihat pelayan dirumah ini tidak becus menjalankan tugasnya, apa kau mahu dipecat hah.. dan kembali menjadi pengangguran."


(marri) "apa.. sudah jam enam! pantas saja kau jadi mirip seperti ibuku, sangat bawel dan cerewet, kerjanya mengoceh panjang dipagi hari."


(reni) "kalau begitu, tunggu apalagi.. ayo cepat kita bekerja."


reni berjalan cepat sambil membawa sapu, marripun bergegas bersiap-siap bangun mencuci muka dan mengenakan seragam pelayan, kemudian ia bergegas mengejar reni. sementara ditempat para kesatria.


(Roland) "haaah.. aku pasti sangat kelelahan, sampai telat bangun."


dilihatnya para prajurit masih tidur, dan ada yang sudah bangun, sementara yang lainnya masih terduduk setengah sadar, seperti sedang mengumpulkan nyawa.


(Roland) "hei semuanya.. treng.. treng.. treng.. bangun cepat bangun, cuci muka kalian dan, segera bergegas kelapangan untuk latihan, aku akan memberi waktu lima menit, dalam lima menit jika kalian tidak muncul, bersiap-siaplah menerima hukuman dari yang mulia."


"apa yang mulia.. baik komandan, saya akan segera cuci muka dan menyusul."


semua para prajurit langsung bangkit, tunggang langgang berlari, karena takut dihukum lannox.


(Roland) 'hihi.. ternyata jika memakai nama yang mulia, memang sangat ampuh rupanya.'


"apa yang sedang kau lakukan?"


terdengar suara tegas datang dari arah belakang.


(Roland) 'eh suara ini..' roland berbalik melihat lannox yang sedang menatap sinis dengan sebuah pedang panjang ditangannya. "se.. selamat pagi yang mulia."


lannox berjalan melewatinya kemudian berhenti.


"Roland.."


(Roland) "ya.. yang mulia"


"sudah lama kita tidak latihan bersama, ayo temani aku, karena aku ingin melihat hasil latihanmu."


(Roland) 'a..apa... ada apa ini..? sudah lama sekali beliau tidak mengajak latihan..! heh.. apa moodnya sedang tidak baik..? celaka! sepertinya aku benar-benar akan menjadi korban pelampiasan yang mulia hari ini. nasibku memang tidak beruntug, hah.. seharusnya aku mencari tahu tentang ramalan hari ini.'


"jangan buat aku menunggu."


(Roland) "ba..baik yang mulia."


roland berlari mengejar lannox yang sudah berada lebih jauh darinya

__ADS_1


(zion) "apa yang terjadi..! bagaimana bisa aku juga ikut tidur nyenyak, sampai tidak sadar hari sudah terang, ini benar-benar aneh..?"


__ADS_2