AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
KALAU BEGITU, MARI KITA AKHIRI DENGAN CEPAT


__ADS_3

Argus kembali keruang interogasi, dengan perasaan enggan. ia berjalan melewati lorong gelap, lembab dan suram. dari kejauhan, tampak sang Penjaga penjara misterius, yang ia temui tempo hari. sedang duduk membaca buku besar, buku itu tampak sedang mengambang di udara.


melihat kedatangan Argus, penjaga itu langsung menghentikan kegiatannya. buku itupun menghilang dari pandangan, Pria setengah manusia itupun menyapa Argus, dengan sopan. ia sudah mulai akrab dengan sosok Argus, yang tampak tenang dan ramah senyum, membuat siapapun mudah merasa akrab dengannya.


"Apakah Yang Mulia, mengirimkan Anda, untuk melakukan interogasi lagi?" tanyanya dengan sopan.


"benar, wah.. ternyata informasinya sampai begitu cepat ya.." jawabnya dengan santai.


"hem.." penjaga itu hanya merespon dengan senyum simpul.


"penjara nomor berapakah! yang ingin Anda interogasi tuan?"


"tahanan terakhir yang aku temui beberapa waktu lalu, ah! satu lagi.. aku membawakan tahanan baru.. untukmu, tik."


dalam sekejap, monster buas bertanduk hitam, dilempar hingga jatuh kelantai.


"apakah dia yang anda maksud? tuan.." si Penjaga menunjuk kearah monster tersebut.


"ya.. kurung dia di tempat yang aman, dengan penjagaan paling ketat. dan berhati-hatilah terhadapnya, jangan meremehkannya."


"apa maksud anda?"


Argus, mendekati telinga pria itu, dan berbisik memberinya peringatan.


"jika kau tidak berhati-hati dengannya, maka secara perlahan, dia akan menggerogoti pikiranmu, lalu mempengaruhimu. dan dengan sendirinya, kau akan menyerahkan jantungmu secara suka rela untuk menjadi santapannya."


Penjaga tersebut langsung terbelalak kaget, wajahnya yang semula tenang, kini berubah garang. dalam sekejap, Penjaga tersebut menunjuk jari telunjuknya, dan mengarahkan kepada monster, yang ada di hadapannya.


"ia berbahaya." ujarnya tegas.


tiba-tiba cahaya biru memanjang seperti tali benang, keluar dari ujung jarinya. cahaya itupun semakin memanjang, melilit tubuh monster besar itu dengan kuat.


"aaaaggghhhhh" pekik sang Monster kesakitan. "lepaskan aku.. lepaskan aku!!! berani-beraninya kalian membuatku seperti ini, kalian akan merasakan akibatnya nanti, tunggu saja pembalasanku." pekik monster itu, dengan marah. saat monster itu bicara, suaranya menjadi dua, ia seperti dua orang dalam satu tubuh.


Argus, terus memperhatikan monster itu, dan hanya menyeringai acuh padanya, dan tanpa basa-basi pria itu langsung memerintahkan para pengawal.


"pengawal...... cepat bawa dia keruang khusus, dan kunci dia dengan segel sihir level lima."


"baik" kedua pengawal itupun, membawa paksa monster tersebut dengan tubuhnya, yang masih terlilit benang pengikat.


"apa yang kau lakukan tadi?" tanya Argus, penasaran.

__ADS_1


"ah, maksud anda tali benang yang melilit tubuh monster itu?"


"mm.." Argus mengangguk mengiakan.


"itu.. adalah benang mana, selama benang itu melilit tubuh pemiliknya.. monster itu tidak akan bisa menggunakankan kekuatannya."


"hem.. seperti belenggu pengekang kekuatan?"


"benar sekali, mari tuan.. saya antarkan." ujarnya sopan.


Argus mengikuti dari belakang, dan masih saja merasa takjub dengan fasilitas tempat itu, baginya.. tempat ini sangat unik, ganjil, dan penuh dengan misteri yang tidak bisa di ungkapkan dengan logika. hingga memaksanya menggali ingatan lama miliknya, yang sudah jauh tertimbun.


'hmm.. setauku, aku mendengar sedikit, cerita itu. seingatku, Tuanku, memiliki fasilitas penjara peribadi, yang sangat di jaga kerahasiaannya. bahkan, kaisarpun tidak tau akan keberadaan fasilitas tersebut.


fasilitas inipun, dibangun di bawah tanah kekuasaan miliknya secara diam-diam, dengan tinggi lima lantai, setiap lantai mempunyai lima puluh ruangan yang berbeda. dan hanya tahanan tertentu yang akan di masukkan kemari, setiap ruangan memiliki struktur unik yang berbeda-beda dengan pola yang sangat rumit, di setiap ruangan.


Dan, lebih anehnya lagi.. semua fasilitas itu, tidak dibagun dengan kerja tangan manusia. melainkan di ciptakan oleh seorang penyihir, yang identitas kerahasiannya.. sangat dijaga ketat oleh beliau sendiri. dan Aku tidak pernah mengira! jika tempat ini benar-benar ada. dulu, aku hanya menganggapnya sebuah dongeng belaka.


dan yang lebih membuatku penasaran lagi, adalah identitas sipenyihir itu sendiri. heh.. orang seperti apakah dia! hingga mampu menciptakan ide gila, seperti tempat ini.'


larut dalam pikirannya sendiri, tanpa sadar merekapun akhirnya sampai pada ruangan yang dituju.


"bukakan pintu, untuk utusan Yang Mulia."


setelah Argus masuk kedalam ruangan, ranting-ranting itu saling bertaut kembali dan tertutup seolah tidak terjadi apa-apa.


...----------------...


baru saja keluar dari sihir ilusi, kini Tama, sudah di hadapkan dengan musuh baru.


'entah kenapa Aku benar-benar merasa lelah sekali.. tenagaku seakan telah terkuras habis. dan sekarang, sudah muncul musuh lainnya! tapi, kenapa aku tidak merasakan tekanan apapun darinya. apa benar dia lawan yang harus kuhadapi? bukankah ini terlihat tidak adil baginya! ya.. aku tidak meremehkannya sih, tapi melihat musuh yang sebelumnya kuhadapi, semuanya berakhir dengan tragis bukan.'


Tama, bergumam dalam hatinya, merasa kasihan dengan musuh di depannya itu.


setelah tertawa puas, Bayangan Hitam Besar itupun menunjukkan dirinya. saat ia melangkah keluar dari balik pohon besar, ekspresi Tama, langsung berubah.


"katakan siapa kau?" ia berpikir sejanak. 'kenapa Aku tak bisa merasakan apapun darinya?'


seorang Pria keluar, dari balik pohon. ia mengenakan celana hitam, dengan atasan kemeja biru bertali. Pria dengan perawakan tinggi tegap, rambut hitam tergerai sebahu. ia mamakai topeng putih, diwajahnya.


"Kau tidak perlu tau, siapa Aku. Aku tidak suka berbasa-basi jadi, mari kita mulai sekarang."

__ADS_1


tanpa mengulur waktu lagi.. Pria bertopeng putih itupun, mengeluarkan Pedang Aura miliknya, yang bewarna putih perak. tanpa menunggu lagi.. iapun langsung melesap maju.. lalu menghunuskan pedang kepada Tama. sadar musuh tidak bisa diajak bicara, Tama dengan cepat menghindar.


akan tetapi.. gerakan lawan lebih cepat darinya, kibasan Pedang Pria bertopeng mengenai bahunya, tampak darah segar mengalir membasi bajunya.


'cih, sialan.. Aku lengah. untung ini hanya luka goresan kecil.' tak lama keluar Api, dari luka tersebut. dan, luka itupun menghilang hanya tinggal noda darah, yang masih melekat di bajunya.


"hehehe.. ternyata kau bisa beregenerasi rupanya." gumam Pria bertopeng itu, dengan sinis.


Tama, hanya menanggapi dengan diam. tapi dalam sekejap, pria itu.. sudah ada di dekatnya, dan menebasnya lagi. dan kali ini, area punggung Tama, tarsayat luka panjang.


"ergh.. sial, ini sakit." 'pergerakannya terlalu cepat, hingga Aku tidak menyadari kehadirannya.' Rasa lelah.. membuat gerakan Tama semakin melambat, dan kepekaannya terhadap serangan, jadi berkurang.


"hehehehe.. hanya seginikah! kemampuanmu? si Kesatria Legenda yang di rumorkan itu! cih, ternyata apa yang kudengar cuma sampah tidak berguna. kalau begitu, mari kita akhiri dengan cepat."


dalam waktu singkat, tubuh Pria bertopeng mengeluarkan cahaya perak keabu-abuan.


'ergh.. apa yang terjadi padaku? kenapa pergerakanku jadi lemah dan lambat begini? apa karena kelelahan yang di sebabkan kurangnya istirahat? aku juga sudah banyak mengeluarkan tenaga dalamku. di pertarungan sebelumnya! heh.. bisa jadi.. Karena itu. semenjak Aku tiba di sini, Aku terus melakukan pertarungan tanpa jeda. baru saja berhenti, dan sekarang sudah di hadapkan lagi dengan musuh baru! ini seperti tidak ada habisnya. sudah bepara lama aku di sini? rasanya sudah seharian!'


Tama tidak tau, sudah berapa hari ia terjebak di sana. lalu.. ia menatap tajam pada Pria bertopeng, yang tampak biasa saja.. jika di lihat dari luar.


kecepatan Pria itu semakin bertambah, pergerakan, dan ketangkasannya. berubah menjadi lebih gila lagi, dari sebelumnya!


'siapa sebenarnya Pria ini? Aku tidak boleh mati di sini, setidaknya sampai Aku bisa bertemu dengan Dewi.'


secepat kilat, pria bertopeng melesap maju, menebas tubuh Tama tanpa henti. Punggung Tama, yang terluka kembali mengeluarkan api. dan setelah api itu padam, luka itupun menghilang lagi, begitupun seterusnya. serangan demi serangan datang bertubi-tubi bak siksaan yang tiada henti. dan tak bisa di elakkan, kecepatan, dan kelincahan pria bertopeng semakin menjadi-jadi. sedangkan Tama, di buat semakin kualahan. hingga tak berdaya sama sekali, Tama akhirnya terjatuh terkapar karena kelelahan yang amat sangat.


'Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya..! apakah ini akhir dari semuanya?'


Tama termenung sesaat memandang kelangit malam, dengan tubuh terkapar.


"hihihihi.. ada apa denganmu? baru segitu saja kau sudah ambruk. hahaha... tapi sayangnya, Aku adalah orang yang tidak punya belas kasih terhadap apapun. sekarang.. rasakan penghakimanku. (kressseez.. kressseez..)"


muncul bola hitam dalam cengkeraman tangan Pria bertopeng, semakin lama bola itu semakin membesar.


"rasakan penderitaan kedua saudaraku, yang telah kau bunuh."


dalam sekejap mata, bola itu menghilang dari cengkramannya, dan langsung muncul di hadapan Tama. Tama, yang sudah di buat tak berdaya karena kelehan yang amat sangat, hanya bisa menerima dengan pasrah. ia bahkan tak bisa menghindar lagi.. tubuhnya sudah kaku, tak bisa di gerakan.


'heh.. pada akhirnya! hanya begini saja.. aku terlalu sombong, dan percaya diri sekali. dengan bodohnya aku menganggap lawanku adalah musuh yang sangat mudah!


aku sudah berusaha bertahan sebisaku, tapi, kenyataan berkata lain. Dewi.. maafkan aku nak! karena tidak bisa menepati janjiku padamu. jika ada kesempatan lain, aku berjanji.. akan lebih mengabdi padamu, dan meluangkan waktuku lebih banyak lagi untukmu.'

__ADS_1


air mata jatuh menetes dari pelupuk matanya yang sayu, saat itu.. bola hitam langsung mengarah lurus kepadanya yang tak berdaya, karena Tama, sudah banyak kehilangan tenaga dalam. dan saat Tama, sudah mulai menyerah, ia menerima serangan tersebut tanpa adanya perlawanan. Dan, tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan pun terjadi.


nantikan episode selanjutnya.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian, dengan Like, Vot, n Komen. terima kasih sudah mampir. 😊


__ADS_2