
Sementara itu Zion yang sudah berada di markas para Spirit, tidak menemukan sosok siapapun disana. Ia lalu keluar mencari keberadaan mereka.. Namun, tidak ditemukan jejak para Spirit Dan Dewi kecil dimanapun.
'Oh tidak.. Apa aku terlambat, kemana para Kakek, dan Dewi pergi? Apa Jangan-jangan mereka sudah kembali kemansion! Kalau begitu.. Aku juga harus segera kembali, aku tidak ingin melihat kedua bocah itu bertengkar lagi seperti waktu itu.'
Akhirnya Zion pun kembali kemansion, namun saat ia tiba.. Ia malah di kejutkan dengan pemandangan manis, dari kedua anak manusia tersebut. Zion menghampiri sang Kakek, dan duduk disebelah Zaku.
Zion memperhatikan keduanya dalam diam. Melihat cucu kesayangannya baru muncul, Zaku langsung membelai kepala Zion.
'Kau telat Cucuku..' Ujar Zaku berbicara melalui pikiran.
'Apa maksud Kakek?' Tanya Zion bingung.
'Yah.. Dewi kecil kita sangat hebat, saat kedatangan kami tadi.. Kau tahu tidak, wajah Mastermu seperti apa? wajahnya seakan mahu meledak, saat kami tiba bersama Dewi, dan ternyata.. itu dikarenakan Dewi pergi tanpa pamit.
Dan Mastermu sangat emosi karena masalah itu, hingga dia mengeluarkan aura membunuh. Tapi, Dewi kita yang sangat peka dengan situasi tersebut, dengan sigap langsung menaklukkan mahluk buas yang bernama manusia itu. hahaha aku bangga dengan Dewiku.' Ucap Zaku, sambil tertawa.
"Plaaak.." Pukul Zaku, menepuk badan Zion.
'Auw.. Itu Sakit Kek, apa yang kau lakukan!! Aku mengerti kau senang, tapi tidak dengan memukulku, dasar Kakek Tua.'
'Ya.. Maaf.. Maaf.. Karena terlalu senang, jadi tanganku tanpa sadar langsung bergerak sendiri hehe.' Ujarnya beralasan.
'Cih.. Dasar aneh." Celetuk Zion ketus.
Zion memperhatikan dalam diam, situasi yang ia lihat, justru jauh berbeda dengan apa yang ada di dalam pikirannya.
'Aku tidak menyangka, Bocah itu bisa juga berpikir dengan kepala dingin. apa mungkin, Karena ia takut kejadian terakhir kali yang menimpanya, akan terulang lagi. Haah.. Dia benar-benar sudah berubah, semenjak Putrinya bangun, ia terlihat jauh lebih tenang.
Tapi itu justru lebih membuatku khawatir, ia jadi lebih sulit ditebak! Aku bahkan merinding setiap kali melihat ekspresinya saat sedang tersenyum..!! Ia jadi terlihat, seperti orang yang tidak kukenal.'
Kehadiran Zion, masih belum disadari oleh kedua kakak-beradik tersebut. Mereka berdua, masih menatap fokus kepada kedua Ayah dan Anak itu. Jika mereka menyadari ada sosok Singa besar di antara mereka! Keduanya pasti akan terkejut, karena belum pernah melihat Singa besar, dengan ukuran yang tidak normal.
Begitupun Zion, yang masih belum sadar akan keberadaan dua anak lelaki tersebut. Ia masih sibuk menyaksikan perubahan sifat dari Masternya itu! yang tampak lebih tenang dari biasanya, dan bisa mengontrol emosinya.
...***...
Ditempat lain.. Argus, berjalan mengelilingi mansion, lalu dari kejauhan, ia melihat seperti ada riak bergerak di udara. Karena merasa penasaran, ia mendekati perisai tersebut. Ia merasakan ada kekuatan besar dari tabir itu, dan mencoba menyentuhnya dengan jarinya.
Saat ia menyentuh Perisai yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa itu, tiba-tiba muncul cahaya putih bergoyang-goyang seperti riak air. Argus terkejut dan menyeringai.. Seolah-olah ia menemukan lagi hal baru, yang sangat menarik dimatanya.
'Wow.. Siapa yang telah membuat Tabir ini? Dan sejak kapan ada tabir disini..! terakhir kali sebelum aku kembali aku melihat tempat ini tidak ada perisai sama sekali..! Tapi sekarang, malah sudah ada Tabir kokoh terpasang mengelilingi sekitaran area mansion.
Ini sangat menarik, setelah aku kembali. tempat ini di penuhi dengan banyak kejutan, yang menyenangkan. Terutama Putri Master! Mungkin, aku akan terus menetap disini.
__ADS_1
Aku ingin selalu berada disisinya, dan melihatnya tumbuh mekar. Aku tidak sabar menunggu hingga saat itu tiba! Setelah ia tumbuh mekar.. Aku akan menjadikannya milikku, meskipun harus melawan Master.' timbul bisikan hati kecilnya, lalu ia tersenyum dengan malu-malu.
Argus telah berambisi ingin memiliki Putri Ravella.. Dan setelah ini, ia semakin tidak bisa mengontrol perasaannya tersebut.
...***...
Di tempat lain.. Setelah menyelamatkan anak-anak.. Razak pun menghancur ratakan semua markas yang ada di pulau tersebut, hingga tidak bersisa sama sekali. Ada empat tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut, dan salah satunya termasuk bangsawan elit, yaitu Marquess Alejio.
'Marquess Alejio tidak pernah terlibat dalam urusan negara.. Ia lebih tertutup di banding bangsawan lainnya. Namun menurut rumor yang beredar.. Marquess memiliki hobi yang aneh, dimana dikatakan dia mengumpulkan anak-anak lalu dibawa kerumahnya.. Setelah itu dia akan bermain sepuasnya dengan anak-anak tersebut.
Tapi kenyataannya.. Dia menyiksa mental dan fisik anak-anak, untuk dijadikan bahan percobaan di laboratorium miliknya. Anak-anak yang berhasil melewati masa kritis, akan dijual kembali dengan harga mahal. Tentunya perdagangan anak dibawah umur, dilakukan secara ilegal. dan yang jadi permasalahannya.. Mereka bertransaksi dengan pihak rahasia, yang di samarkan nama dan identitasnya.
Bahkan Marquess sendiri tidak tahu identitas dari mereka, siapa? Karena pihak penerima menggunakan identitas palsu' Razak merenung sejenak.
"keluarlah..." Perintahnya pada kedua sosok bayangan hitam.
"Wusshhh.. Wusshhh.. Kami menghadap Master." Ujar keduanya serentak.
"Bawa Anak ini kehadapan Baginda Kaisar, aku akan berburu yang tiganya lagi."
"Baik Master." Jawab keduanya, lalu menghilang bersama Marquess Alejio.
'Hmmm.. Kemana mereka akan bersembunyi? Aku sangat suka melihat ketiganya berlari ketakutan.'
"Hehehehe.. Kalian tidak akan bisa lepas dariku!" Seringainya sambil menunggu hasil buruan.
...*****...
..."Ayah....!!" Panggil Ravella....
..."Ya sayang.." Jawabnya tersenyum....
..."Apa ayah mendengarku?"...
..."Tentu saja, Ayah mendengarmu."...
..."Lalu.. Apa yang ayah pikirkan? Kelihatannya Ayah sedang berada ditempat lain?"...
......"Apa maksumu Nak?"......
..."Ya.. raga ayah bersamaku, tapi pikiran Ayah ditempat lain!!"...
......"Benarkah?? Apa Ayah terlihat sperti itu!!"......
__ADS_1
...^^^"Hmmm.. Apa Ayah sedang memikirkan sesuatu?" Ucap ravella sambil memainkan rambut sang Ayah, dengan Jari kecilnya.^^^...
...'Hmm.. Putriku sangat peka sekali, terkadang perkataannya seperti orang dewasa. Padahal aku sudah menyembunyikan Emosiku, agar dia tidak menyadarinya.' Pikirnya saat melihat Putrinya, lalu, ia mengecup rambut Putrinya. "Kau berpikir terlalu berlebihan sayang, Ayah hanya memperhatikan kedua bocah lelaki tersebut. Lantas, apa yang ingin kau lakukan kepada kedua anak-anak ini??"...
...Memikirkan pertanyaan Duke, Ravella lalu berbisik kepada sang Ayah. Membuat Duke tersenyum lembut....
...^^^"Tentu saja sayang, kau bisa melakukan apapun yang kau mahu, asal sebelum keluar, kau harus izin dulu dengan Ayah."^^^...
..."Hihihi.. Baik Ayah, muaach terima kasih karena Ayah telah mengizinkan mereka untuk tinggal disini. Ravel janji, setiap keluar Ravel akan izin dengan Ayah." Ucap Ravella senang, lalu ia mengecup pipi Duke, Duke sangat senang dengan sikap putrinya....
..."Baiklah, kalau begitu biarkan Ranov, yang mengurus segala kebutuhan mereka. Kau makanlah dulu, pelayan sudah menyiapkan makanan enak untukmu."...
..."Baik, Ayah juga makan bersamaku kan..!"...
..."Tentu saja.. Karena itu Ayah disini. Roland..."...
..."Ceklik, saya Yang Mulia.."...
...Mendengar panggilan dari dalam, Roland bergegas masuk kedalam ruangan. Dan melihat Yang Mulia Kecil, sudah berada dalam gendongan Duke....
..."Bawa kedua bocah ini menemui Ranov, dan katakan padanya untuk memberi mereka pakaian, dan kamar, untuk keduanya. Karena mulai hari ini, kedua anak ini.. akan tinggal di sini."...
...Mendengar itu, Roland sempat terkejut. Namun ia tidak bertanya, dan langsung menuruti perintah Duke....
...'Aneh, darimana kedua bocah ini datang? Dan, siapa mereka berdua, Kenapa mereka tinggal di sini??' Pikir Roland menelaah. "Baik Yang Mulia.. Ayo anak-anak ikuti aku. Ceklik." Yang di angguki keduanya. Ron menyerahkan Gapi kepada Tama, Gapi, yang ketakutan melihat Tama, dengan mata memelas yang penuh Arti....
...Keduanya pun pergi keluar mengikuti Roland dengan patuh.. Sebelum keluar, Ron sempat tersenyum kepada Putri Ravella. Menyadari itu, Duke dengan garang menunjukkan Aura permusuhannya. Melihat Tatapan tajam Duke, Ron terkejut dan ketakutan, lalu, segera menyusul Kakaknya....
...Menyadari ketakutan Gapi, Tama langsung mengerti, dan meminta izin kepada Putri Ravella, untuk membawanya keluar dari kamar....
..."Nak Dewi, kami akan keluar jalan-jalan kesekitar."...
..."Baiklah, Gapi, aku titip dulu pada Kakek ya..!"...
..."Baik Dewi, serahkan saja pada kami."...
...Sedangkan Diluar pintu, Pertemuan yang tidak disangka pun terjadi. Dean yang hanya tahu jika Rog sudah mati.. Terkejut saat melihat sosok itu keluar bersama Komandan, dan seorang Anak kecil di sampingnya. Begitupun dengan Rog, yang tidak kalah terkejutnya melihat sosok Dean, yang sedang mengenakan seragam kesatria Elit."...
..."Tidak mungkin, apa mataku yang salah lihat..! Rog Kaukah itu???" Ucap Dean terkejut, namun masih ragu-ragu tak percaya dengan apa dilihatnya, ia sampai mengucek kedua matanya karena tak percaya....
..."Haa.., Deaaannn...!!!! Kau....?" Rog pun, sontak menunjuk kearah Dean, karena terkejut....
...Bagaimana kelanjutannya.. See U episode selanjutnya....
__ADS_1