AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
SIAPA DIA, AYAH??


__ADS_3

Di istana negara Ergben.. Sang Kaisar berbaring di sofa panjang.. Tak lama terdengar suara ketukan dari luar pintu.


"Tok.. Tok.. Ceklik. Baginda, ada hal penting apa hingga anda memanggil saya?" tanya Daskal, yang baru saja masuk.


Tampak sang Kaisar sedang berbaring, dengan buku menutupi wajah tampannya. Mendengar pertanyaan Daskal.. Kaisar bangun dan dan duduk bersandar sambil melipat kedua kakinya.


"Hmm.. Aku ingin kau menyampaikan pesanku untuk Putri kecil Duke. karena dalam sepuluh hari lagi, aku akan datang mengunjunginya." ujar sang Kaisar sambil tersenyum.


'Hmm.. Jadi sudah tiba waktunya bagi beliau berkunjung..!' Daskal melirik kearah Kaisar, yang tampak sedang tersenyum memikirkan sesuatu. "Apa anda sebegitu merindukannya, Baginda!!"


Mendengar pertanyaan yang berani dari Daskal, Raffael langsung menatap tajam. "Bukan urusanmu."


'Heran, beliau terkadang bersikap ramah, tapi dalam waktu yang besamaan beliau juga bisa berubah kejam. Aku harus berhati-hati berbicara.' keluhnya melihat sosok Kaisar yang tidak bisa di tebak. "haah.. Baiklah Baginda, kalau begitu saya akan segera mengurusnya." Daskal pun pergi meninggalkan kamar Kaisar, dengan perasaan bingung.


***


Di alam mimpi. "Hal lain.. Apa itu?" Tanya Lannox tampak khawatir.


"Kau tahu Lan.. Portal ke dimensi Monster, yang telah di buat Putri kita! Kini telah terbuka kembali."


"Apa maksudmu Arabel..? aku masih belum paham!!"


"Apa kau ingat saat pertempuran melawan para penyihir dan Monster, saat itu.. Putri kita berjuang sendiri untuk melindungimu, dan yang lainnya!!"


Lannox menyaring apa yang di katakan istrinya.. ia memegang dagunya sambil mengingat kembali apa yang telah terjadi.


"Ya.. Aku baru mengingatnya, setelah kejadian itu.. Putri kita langsung menghilang tanpa jejak."


Arabella tersenyum mendengarnya, karena ia sudah tahu siapa yang telah menyembuhkan Putrinya waktu itu.


"Kau benar sayang.. Portal itu kini telah terbuka kembali. Jadi mulai kedepannya, kalian harus berhati-hati dengan kemunculannya yang mendadak. Dikarenakan Portal tersebut bisa muncul secara tiba-tiba kapanpun dan dimana saja.


Kemunculannya tidak bisa di prediksi, bahkan para Spirit juga tidak bisa menembusnya. Kecuali hanya satu orang, dan kau bisa mengandalkannya."


Tampak kelegaan di raut wajah Lannox.. Dan ia tampak bersemangat mendengarnya.


"Katakan istriku, siapa orangnya? Aku akan melakukan apapun untuk membawa Putri kita kembali." Ujar Lannox tampak bersemangat.

__ADS_1


***


Di dalam Mansion, kekhawatiran pun terjadi. para Spirit berkumpul untuk mengetahui keadaannya.


"Apa kondisinya baik-baik saja kek?" tanya Zion khawatir.


"Kau tidak usah cemas cucuku, anak ini baik-baik saja." Ujar Zaku menenangkan cucunya.


"Lalu kenapa dia tidak bangun Kek! Bukankah ini sudah dua hari berlalu. Jika ia tidak sakit, lantas kenapa dia masih tertidur? Aku belum pernah melihatnya seperti ini?!" Ujar Zion, yang mencemaskan keadaan sang Master.


"Tenanglah cucuku, hem.. sebaiknya aku pergi sekarang, tidak hanya kau yang mengkhawatirkan bocah ini..! Kawan-Kawan ayo." Zaku merasakan kehadiran sosok lain.


Mendengar ucapan Zaku, Yang lainnya yang juga merasakan kehadirannya, menggangguk setuju dan dalam sekejap menghilang. Hanya meninggalkan sosok Zion, dan sang Master yang masih tertidur nyenyak.


Tak lama.. setelah keempat Spirit pergi, Seseorang yang lainnya pun muncul dan membuat Zion muak akan keberadaannya, yang menurutnya sangat mengganggu. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena keduanya mempunyai Master yang sama.


"Apa yang telah terjadi pada Master Kucing?? Kudengar dari para pelayan, kalau Master sedang sakit. Apa itu benar?" tanya Argus yang juga tampak khawatir.


"Entahlah, yang jelas Master tidak sakit." Ujar Zion, yang juga tidak tahu penyebabnya.


"Tidak sakit...," ujar Argus sambil melihat tubuh sang Master yang tengah terbaring. 'Hmm.. Tidak ada luka apapun pada tubuh Master.' Argus melihat seluruh organ tubuh Duke, dengan matanya. "Lalu.. Sudah berapa hari beliau seperti ini?"


"Bagaimana dengan keadaan Putri? Apakah Putri tahu akan kondisi Master!!" Tanya Argus yang juga penasaran, karena tidak melihat sosoknya beberapa hari.


"Hem.. Sejak kapan kau peduli tentang Putri Master?" Tanya Zion mulai curiga.


Zion yang sudah tahu jika Argus, selama ini tidak pernah tertarik sedikitpun, dengan keadaan sang Putri. meski ia mendengar rumor jahat yang beredar bebas di mansion, tapi tiba-tiba saja sekarang Argus malah membahasnya.


Melihat kepekaan Zion, Argus dengan cepat beralasan, dengan gestur tubuh yang mencurigakan.


"A.. Hahaha.. Aku, hanya khawatir dengan keadaan beliau. Pasti Putri Master sangat sedih."


"Kau yang selama ini tidak pernah tertarik dengan keberadaannya, mengapa tiba-tiba jadi peduli?" Zion menyelidik, karena ia merasakan kebohongan, dari setiap kalimat yang keluar dari mulut Argus.


"Haah.. Kenapa sih kau ini suka kali curigaan kepadaku!! Padahal aku berniat baik, dan tidak ada maksud apapun dengan Putri." jawab Argus santai.


"Baguslah kalau begitu, sebaiknya kau pegang kata-katamu. Karena aku sedikitpun tidak pernah percaya padamu bocah elf." Ujar Zion ketus, dan tegas.

__ADS_1


"Cih, kenapa kau sangat membenciku? Oh.. Apa Jangan-jangan kau cemburu padaku, karena Master lebih memperhatikanku, daripada dirimu!!" Ujar Argus sarkastis.


"Terserah apa katamu!! Tapi aku peringatkan kau, jangan coba-coba kau menyentuh Putri Master." Ujar Zion dengan nada mengancam.


"Khe.. Apa kau mengancamku kucing jelek! Apa hakmu melarangku?? Jangan bilang kau menyukai Putri..!" Argus mulai merasa tertantang dengan ucapan Zion, nadanya seakan menegaskan jika ia sedang cemburu, dengan Larangan Zion.


Ekpresi Argus yang tadi tampak biasa.. Kini mulai menunjukkan sifat aslinya. Zion yang melihat perubahannya secara tiba-tiba setelah menyebut sang Putri.. lalu menyeringai menunjukkan taringnya.


"Heheh... Jadi inilah sifat aslimu? Bagus, dengan begitu aku tidak akan menahan diri lagi. GGGGRRRRR.... GGGGRRRRR..." tekanan dari kedua Spirit, membuat kamar Duke berantakan, diakibatkan aura berlawanan yang keluar dari keduanya.


Tiba-tiba suasana di dalam kamar berubah menjadi tegang dan kacau, Zion dan Argus sama-sama mulai terpancing emosi, hanya karena masalah sepele.


"Hohoho.. Jadi sekarang kau mengajakku untuk bertarung hah..!! Baiklah Mulai sekarang aku pun tidak akan menahan diri lagi, Ayo kita keluar agar tidak mengganggu Master. Wusshh.."


Dalam sekejap keduanya menghilang dan muncul di tengah-tengah lapangan kedua, area tempat latihan terbuka berdekatan dengan asrama pasukan militer. Kemunculan keduanya yang tiba-tiba membuat para pasukan terkejut, karena keduanya tampak sedang bertarung hebat, hingga menimbulkan banyak ledakan besar di sekitarnya.


***


"Bukankah itu kedua Spirit Yang Mulia.. Apa yang terjadi pada mereka berdua?? Jika mereka latihan aku masih maklum. Tapi.. Sertinya ini bukan latihan! Tampaknya kedua Spirit, sedang bertarung!!" Ujar salah-satu prajurit, yang sedang menyaksikan ketegangan tersebut.


"Kau benar, tapi menurut yang ku dengar dari pasukan inti. Mereka berdua sebenarnya tidak pernah akur, setiap kali bertemu pasti akan terjadi percekcokan." sambung yang lainnya.


"Hei.. Hei.. Bukan itu masalahnya sekarang, kalian lihatlah baik-baik dengan mata kepala kalian, jangan pakai mulut. bukankah area tempat mereka sedang bertarung sekarang, terlalu berdekatan dengan asrama kita!! Jika ledakan sebesar itu terus terjadi.. Yang ada asrama kita bisa hancur lebur." ujar yang lainnya yang baru saja tiba, karena mendengar keriuhan para prajurit.


"Ah, kau benar.. Untuk menghindari kemungkinan yang terjadi, sebaiknya ayo kita semua menyelamatkan diri.. Dan menjauh dari asrama dulu. Jika keadaan sudah tenang, baru kita kembali lagi kemari." saran yang lainnya.


"Bukankah seharusnya, kita melaporkan masalah ini kepada Yang Mulia!!" ujar yang lain.


"Hem.. Kalau begitu salah-satu diantara kita harus pergi kemansion, untuk segera melaporkan masalah ini kepada Yang Mulia Duke."


"Biar aku saja." tawar yang lainnya.


"Baiklah, kalau begitu kita juga sebaiknya pergi sekarang."


***


Di wilayah Hobgoblin, Hobgoblin dan yang lainnya telah kembali kerumah. Melihat ayahnya sudah kembali, sang Putra yang tadinya murung kini berubah ceria. Dan menyambut kedatangan sang Ayah.

__ADS_1


"Ayah.. Kau sudah kembali? Bagaimana buruannya, apa Ayah dapat banya hari i..??" perkataan Putra Hobgoblin tersebut, langsung terhenti saat ia melihat sosok cantik sedang tersenyum padanya!!"


"Siapa dia, Ayah??" tanyanya dengan pipi memerah.


__ADS_2