AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
RABARUS, BANGUNLAH..!


__ADS_3

'Bahkan teriakannya sampai kesini.. Apa yang telah terjadi kepada Putraku..!!' Raja menjadi panik, dan segera menghilang, untuk melihat apa yang terjadi.


Sesampainya disana.. Raja Faran, terkejut melihat Putranya kejang-kejang di dalam piramida. dan di tubuhnya dikelilingi dengan elektrik biru yang menyengat.. Wajah Argus menjadi pucat seketika.


Di bawah alam sadar Argus.. Di suatu tempat yang nyaman, dan tenang. Matanya terbuka perlahan, dan berkedip.


'Dimana lagi aku sekarang..! Saat aku membuka mataku, kicauan burung kolibri.. terdengar sangat merdu. Dan tiba-tiba muncul lagi seseorang yang serupa denganku, seolah dia bisa mendengar pikiranku, iapun menjawab pertanyaanku.'


"Kau sekarang berada di alam bawah sadarmu yang terdalam.. Semua yang kau lihat, dan kau rasakan sekarang. Adalah tempat terdamai, yang pernah kau lihat. Tempat ini akan menjadi destinasi terakhirmu..! Dan aku akan memberimu dua pilihan, Kau harus memilih salah satunya."


"Apa maksudmu?" Tanya Argus tak mengerti.


"Jika kau benar layak memilikiku, kau harus memilih diantara keduanya. Kau lihat disana.. ada dua pintu yang harus kau pilih. Dan perlu kau ingat, salah satu dari pintu teersebut..! Jika kau sudah memasukinya, kau tidak akan bisa kembali lagi. Sementara, pintu satu lagi.. Adalah dunia yang sebenarnya.


Dan jika kau salah mengambil keputusan.. Kau akan selamanya tinggal dan terjebak di sini, tanpa ada siapapun yang menemanimu. Yang ada hanyalah kesepian yang abadi, sangking hampanya.. Kau akan melupakan siapa dirimu. Jadi, pilihlah yang benar.. Ini adalah ujian terakhirmu, dariku."


'Apa..! Itu pilihan yang menyesatkan, haruskah aku memilihnya.. Di depanku sekarang, terdapat dua pintu. Pintu yang sebelah kiri bewarna putih, sedangkan yang satu lagi bewarna hitam.


Tentu saja aku tidak boleh salah memilih, aku tidak ingin berakhir dalam kesepian abadi. Aku harus memilih salah satunya bukan! Namun, yang jadi masalahnya.. Aku takut salah. Ini memang terlihat sederhana.. Tapi sebenarnya tidak sesederhana itu.


Jawaban terletak pada warna pintu itu! Hmm.. Putih tidak selalu benar, dan hitam tidak selalu salah. Terkadang warna bisa menipu mata, dan jangan pernah percaya dengan apa yang kau lihat, sebelum kau memastikannya.


Tapi masalahnya, ini bukan sesuatu yang bisa kau uji begitu saja!! Mmm.. Ini sama saja seperti menggali sebuah kebenaran, yang terselubung dibalik kebohongan. Ah.. Sial, ini tidak mudah, salah-salah aku bisa selamanya terkurung disini.'


Argus mondar-mandir.. Memikirkan jawaban yang tepat. Ia menjadi bimbang hingga pada akhirnya, ia menetapkan pilihannya.


"Baiklah, aku akan memilih." Ujarnya mulai yakin.


"Hmm.. Aku akan menunggumu, Jadi cepatlah."


Tak lama setelah ia berujar, Pria yang menyerupai dirinya tersenyum, lalu menghilang.


"Hmm.. Apa maksudnya!! Apa dia sudah tahu, aku akan memilih yang mana?ah, Entahlah." Argus melihat kedua pintu, yang ada di depannya.


Arguspun melangkah mendekati salah-satu pintu.. Dan ia memantapkan hatinya, membuka pintu tersebut. Di luar alam sadar Argus.

__ADS_1


"Akhirnya.. Kau sudah sadar Putraku." Ujang Ratu, dan Raja bersamaan.


Kedua kelopak mata berkedip pelan, Tampak netra mata turquoise.. Sedang menatap kosong kepada keduanya..! Argus masih dalam kebingungan.


Setelah beberapa menit kemudian..


"Ibunda.. Ayahanda..!!" Ujarnya pelan.


Ratu dan Raja tersenyum hangat, mendengar panggilan Putra mereka. Lalu.. Muncul kedua orang dibelakang Raja, dan Ratu. Keduanya tersenyum bangga pada Argus.


"Akhirnya, kau berhasil Cucuku..!" Ujar sang Kakek, yang tampak lega.


"Benar, kau tau cucuku. Ayahmu, hampir saja melakukan hal yang membahayakan dirinya!! Karena takut kau gagal."


Argus, masih belum mengerti.. "Apa maksud Nenek?"


"Ayahmu ingin mengeluarkanmu dari piramida.. Karena tidak tahan melihatmu tersiksa." lanjut sang Nenek.


Wajah Raja memerah malu, lalu Raja memukul kepala Argus.


"Auuu.. sakit Ayahanda.. Apa kau tega memukulku, padahal Aku masih belum pulih."


"Cih dasar, Anak nakal. Haaah.. Tapi syukurlah, kau tidak kenapa-napa."


Setelah memukul Putranya, Raja lalu memeluk Putra bungsunya itu.. Dengan erat. melihat kekhawatiran sang Ayah, Argus balas memeluknya.


"Hampir saja aku kehilanganmu, bocah nakal."


"Hihihi.. Tapi sekarang aku masih hidup Ayahanda.. Anda terlalu khawatir berlebihan. Begini-begini didalam darahku, mengalir darah kalian. Jadi aku pasti bisa bertahan sampai akhir, meskipun hampir saja aku salah memilih."


Ujarnya yang disambut tawa oleh yang lainnya.


"Kalau begitu, mari kita kembali." Ujar Ratu, yang di angguki oleh semuanya.


...****************...

__ADS_1


Kaisar Zando, berjalan menyusuri waktu, dan berhenti tepat di didepan tubuh Rabarus, tampak Raga sang Pertapa suci, sedang mengambang bebas di udara, dalam bentuk Es. Begitupun dengan Spirit Lainnya.. Sang Kaisar melihat, kearah Tubuh Rabarus, yang sudah membeku. Lalu.. Naga Emas mendekatinya dan meniup tubuh Rabarus, yang sudah mengeras.


Tak lama.. Es yang membekukan tubuhnya.. telah menguap dan mencair. Tampak bentuk yang tadinya sempurna, kini sudah tidak beraturan lagi. Tulang-tulangnya sebagian ada yang patah, dan ada yang remuk dan hancur, Bahkan ada yang saling berdempet menembus kulit. Sedangkan tulang lehernya.. Sudah tidak bisa diluruskan lagi, akibat benturan keras dari pertarunganya dengan Dewa.


Salah-satu tanduknya patah.. Tubuh Api yang tadinya membara, kini sudah semakin meredup. Tepatnya.. Hanya tinggal menunggu waktu untuk melepas kepergiannya. Melihat kondisi Rabarus, yang sudah tidak berbentuk. Sang Naga Emas duduk, sambil memegang dagunya.. Lalu melihat kearah Tama.


'Hmm.. Jika kau pergi dalam keadaan seperti ini, sudah pasti Putra kesayanganmu. Akan menghukum dirinya dalam penyesalan, seumur hidupnya.' Kaisar menatap Tama, lalu menatap kembali Rabarus. "Wahai Rabarus, karena aku sudah melihat pengorbananmu menyelamatkan Permaisuriku, dan para Spirit miliknya. Maka, kau aku bangkitkan kembali, menjadi bentuk yang lebih sempurna dari sebelumnya."


Tak lama.. Setelah kaisar mengatakan itu, Kaisar Zando, menadahkan tangan kanannya. Tubuh Rabarus pun terangkat, mengambang di atas telapak tangan Kaisar.


Tiba-tiba muncul cahaya mengitari Tubuh Rabarus, Kaisar lalu menusuk ujung Jari telunjuk, tangan kirinya.. Dengan Kuku runcing miliknya. Ia menitikkan setetes darah miliknya, ketubuh Rabarus. Setelah itu.. Kedua tangan besar Kaisar menyatu, menutupi tubuh Rabarus. Setelah melewati proses, kebangkitan ulang.


Beberapa saat kemudian, ia membuka kedua tangannya.. Tampak tubuh Api yang berkobar merah, kini telah berganti putih, tanduk merahnya yang patah, telah berganti menjadi api merah, Rabarus masih dalam kondisi tertidur.


"Rabarus, bangunlah..!" Perintah Sang Kaisar.


Mendengar suara seseorang menyeru namanya.. Rabaruspun terbangun. Ia membuka matanya perlahan.. Tampak Tubuh besar menyilaukan, sedang duduk di depannya.


'Astaga.. Mahluk apa itu????? Bukankah aku sudah mati..!' Rabarus melihat tubuh raksasa yang ada dihadapannya dengan teliti, muncul perasaan takut. 'Jadi dia sosok naga EMAS!! bahkan bisa dibilang, energi yang aku rasakan darinya, tidak terbatas. Tidak, tepatnya.. Dia lebih berbahaya daripada Dewa yang aku lawan, Siapa sebenarnya Naga Ini..??'


Rabarus terus tenggelam dalam pikirannya sendiri.. Berbagai pertanyaan hinggap dibenaknya. Mendengar pikiran Rabarus, Sang Kaisar hanya menyeringai.


Mengabaikan Rabarus.. Kaisar Zando, menggerakkan jari telunjuknya. Tampak kuku runcing, bergerak seolah menarik sesuatu. Setelah ia menggerakkan Jarinya.. Keenam Spirit yang telah berubah menjadi bongkahan Es, melayang mendekat mengikuti gerakan jarinya.


Rabarus memperhatikan apa yang di lakukan Naga Emas, ia melihat keenam bongkahan Es kecil, melayang mendekat. Lalu berhenti, tepat didepan naga tersebut.


Kaisar Zando meniup keenam bongkahan Es tersebut, Es itupun mencair dan muncul sosok keenam Spirit yang sedang tidak sadarkan diri.


'Itu.. Bukankah Putraku, Tama, dan teman-temannya!! Sejak kapan mereka jadi seperti itu. Dan, apa yang dilakukan Naga Emas itu kepada anak-anak?? Celaka, melawan satu Dewa saja aku kalah.. Dan sekarang aku dihadapkan dengan sosok yang jauh lebih kuat lainnya. Kalau begini.. Lama-lama aku bisa mati terkejut.


Sebenarnya.. Apa yang telah dilakukan Putraku? Hingga dia bisa berjumpa dengan musuh-musuh yang sangat mengerikan.'


Mendengar Ocehan Rabarus yang sangat berisik, Kaisar menyeringai. Tapi ia masih diam mengabaikan, membiarkan Rabarus sibuk dengan pikirannya sendiri.


'Pokoknya.. Aku harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah seperti tadi. Bagaimanapun caranya, aku harus menyelamatkan anak-anak dari Naga besar itu??' Pikir Rabarus, Rabarus masih belum menyadari perubahan yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


'Ah, omong-omong dimana Dewa yang kuhadapi tadi? apa jangan-jangan.. Sosok Naga Ini, adalah Bentuk aslinya..!! Tapi itu tidak mungkin, jelas-jelas energi yang mereka punya sangat berbeda jauh, Lalu Siapa Naga ini??'


__ADS_2