AYAH YANG DINGIN

AYAH YANG DINGIN
LANTAS, APA RENCANA ANDA?


__ADS_3

'aku tidak pernah merasa sesenang seperti hari ini sebelumnya, aku merasa kembali menjadi bocah berusia lima tahun, yang dikelilingi para orangtua dewasa.' ujarnya senang. 'aku benar-benar sudah tidak sabar, ingin bertemu dengan orang tua kami yang baru. Seperti apa wujudnya.. Dasar bodoh, tentu saja seperti manusia rog, ah dasar kau ini.' ujarnya berbicara dengan pikirannya sendiri.


"hmm kau tidak usah mengkhawatirkan masalah itu, dan lagi.. aku mempunya misi penting untukmu!"


"misi apakah itu paduka..?"


Dimansion baron aisher, lukas, arlo, dan zora. Telah tiba dikediaman baron aisher, kedatangan ketiganya, disambut dengan baik oleh sang baron. "maafkan saya tuan lukas, karena belum memberi laporan apapun keistana."


"tidak masalah, jika kau datang keistana, kita juga tidak bisa membicarakan masalah ini. karena itu.. aku langsung datang kemari, untuk menemuimu secara tatap muka." ujar lukas


"apa yang membuat anda datang kemari tuan lukas? biasanya.. jika sampai anda datang sendiri, pasti ada urusan penting yang ingin disampaikan!" tanya baron aisher.


"ya.. kau pasti terkejut, dengan apa yang sudah terjadi akhir-akhir ini bukan..! Aku juga tidak menyangka baginda raja, kabur begitu saja bersama master julius. dan sekarang, mereka masuk dalam jajaran buronan yang paling dicari dikekaisaran." jawab lukas.


"ya.. saya juga sempat tidak percaya saat mendengar kabar ini, apalagi.. Tuan julius juga ikut terlibat dalam pelarian baginda. Haah.. Untunglah pihak orsi mau mengerti dengan pembatalan secara sepihak, jika tidak, bisa saja mereka meminta kompensasi. Karena telah merasa dirugikan dalam masalah ini, oleh pihak kita yang sudah membatalkan perjanjian seenaknya." baron aisher sedikit merasa lega.


"lalu.. apa mereka meminta syarat lainnya darimu?" tanya lukas penasaran.


"hmm.. saat mendengar berita tentang pergantian kaisar baru, mereka malah ikut senang dengan apa yang terjadi. Dan memberi ucapan selamat, Bahkan, pihak mereka selalu siap menawarkan bantuan kerjasama kedepannya."


"hmm.. Ini sangat mencurigakan! Apa mungkin mereka mengenal sang kaisar?" tanya arlo penasaran.


"entahlah, saya juga kurang tau. Tapi selama itu membawa keuntungan untuk negara ini, bukankah sangat bagus menerima penawaran kerja sama dari mereka! Karena makin bertambahnya sekutu itu jauh lebih baik. bisa jadi pergantian kaisar membawa keberuntungan untuk negara ini." ujar baron aisher senang.


"ya.. saya juga setuju dengan pendapat anda! namun untuk kali ini.. kita tidak bisa bicara bebas seperti dulu, Apalagi kaisar sedang ada diistana sekarang. Kelihatannya, beliau akan lama tinggal dikota ini..! Apalagi beliau sudah menganggap kota ini sebagai istana kedua miliknya, setelah kota pusat." sahut arlo lagi.


"yah memang itu sangat menguntungkan bagi kita, tapi dengan penyihir hebat seperti beliau, bisa saja kita sedang dalam pengawasannya. Untuk itu kita harus berhati-hati, dengan segala tindakan yang akan kita lakukan kedepannya, karena belum tentu kaisar mempercayai kita begitu saja.. bisa jadi dia sedang menguji kesetiaan kita sekarang." ujar zora mengingatkan.


"lantas, apa rencana anda?" tanya baron aisher kepada lukas.


"hem.. Untuk sekarang tidak ada, Seperti mana kita masih belum mempercayai kaisar, begitupun kaisar kepada kita! Berhati-hatilah.. jangan melakukan tindakan apapun yang bisa mendatangkan kecurigaan. karena kalian tau sendiri, bagaimana jenius dan hebatnya kaisar muda itu!" ujar lukas menegaskan.


"ya.. semoga saja, baginda dan master julius, mereka baik-baik saja. Aku benar-benar turut prihatin bila memikirkan keadaan raja yang selama ini kita layani. Tapi disatu sisi.. Aku juga merasa sangat senang, dengan ketiadaan beliau!" timpal zora lagi

__ADS_1


mendengar perkataan zora, semuanya melirik kearah zora. "apa maksudmu zora?" tanya lukas mewakili yang lainnya.


"ya.. kalian tau sendiri bukan? Bagaimana tidak bisa diandalkannya raja kita itu..! Selama ini, dia hanya duduk santai tanpa melakukan apapun selain mengandalkan kita. bahkan, urusan internal kerajaan yang seharusnya dia selesaikan, malah tidak ia lakukan sama sekali. ia malah membebankan seluruh tugas kerajaan kepada lukas. Padahal lukas bukanlah mentri kerajaan, ataupun yang memegang jabatan kaum bangsawan. Kami hanyalah penyihir yang dijadikan tameng utama, yang bertugas melindungi raja dan kerajaan ini, bukan mengatasi masalah internal kerajaan. Dan jika keinginannya tidak terpenuhi, dia akan bersikap seenaknya menghukum seolah-olah itu kesalahan kami."


Lukas, arlo, dan baron aisher, tidak bisa menyela lagi, karena apa yang dikatakan zora adalah kenyataan yang memang harus mereka telan pahitnya. bahkan, keberadaan kaum bangsawan, seperti tidak ada fungsinya dikerajaan. 'ya.. Itu benar, mungkin ini adalah ungkapan dari isi hatinya selama ini, yang tidak bisa dia utarakan.' pikir baron aisher, membenarkan apa yang dikatakan zora.


Tiga hari telah berlalu.. Royapun telah selesai dari semedinya. "haah.. akhirnya.. selesai juga, walaupun masih belum begitu sempurna." ia merenung sejenak berusaha mengingat sesuatu, yang telah terlupakan. 'hmm.. aku sepertinya melupakan sesuatu, tetapi apa ya.. Mmm.. Mmm..' roya berpikir keras memeras otaknya, untuk mengingat apa yang telah ia lupakan sambil memegang dagunya. 'Oh astaga.. Anak dua itu, ia.. aku aku hampir saja, melupakan keberadaan mereka berdua. Sebaiknya, aku akan melihat keadaan kedua anak-anak itu sekarang.' iapun kembali kesosok manusianya, dan langsung menghilang dalam sekejap.


"kak, aku lihat hari ini.. raut mukamu kelihatan sangat senang sekali, memangnya keberuntungan apa yang telah kau dapatkan?"


"benarkah.. aku terlihat seperti itu..!" tanya rog kepada adiknya.


"Apa aku terlihat becanda.. Aku serius, memangnya apa yang terjadi padamu?"


"hmm.. tidak ada, mungkin mood kakakmu ini, yang sedang baik haha.." ia mengusap kepala ron.


'hmm.. tapi tidak terlihat seperti itu, sebenarnya.. apa yang telah kakak sembunyikan dariku?'


"hmm.. sepertinya kalian sangat betah tinggal disini?" suara seseorang mengalihkan perhatian keduanya, roya muncul tiba-tiba, membuat keduanya langsung menoleh kearah suara tersebut.


"ya ini aku, kalian berdua sepertinya sangat menikmati tempat ini ya..!"


"tentu saja.. kemana saja kau paman? Kenapa baru muncul sekarang..! Cih, Aku kira kau sudah melupakan keberadaan kami." ucap rog santai.


'hmm.. kelihatannya dia sudah mulai nyaman, memanggilku paman. Biasanya, sangat langka mendengar bocah ini memanggil kata paman, apa yang telah aku kulewatkan beberapa hari ini, hmm..!' ia merasakan ada perubahan lumayan drastis pada diri rog.


"tentu saja aku ingat, aku tidak pernah melupakan kalian berdua! Hanya saja, aku sangat sibuk akhir-akhir ini, Jadi, baru hari ini aku bisa menjenguk kalian." akunya meskipun kenyataannya, roya memang lupa dengan keberadaan keduanya, namun karena ia malu mengakui iapun berdalih.


"ya.. tidak apa-apa paman, dengan kau ingat kami saja, itu sudah cukup." ujar ron senang.


"paman, kudengar dari paman yang lain, kalau kau sedang bersemedi..! Apakah semedimu telah selesai?" tanya rog lagi.


"ya sudah, untuk itulah aku langsung datang kemari, melihat bagaimana keadaan kalian berdua. Sepertinya kalian berdua sangat nyaman tinggal disini..!"

__ADS_1


"hihi.. Benar paman, kita sangat betah tinggal disini, Meskipun kita sudah tidak sabar berada didekat keramaian." jawab ron dengan semangat.


"hmm.. Bersabarlah nak, untuk saat ini.. Kalian berdua lebih aman tinggal disini."


"baik paman, kami mengerti kekhawatiranmu. Oya.. Apa paman ingin makan juga! Kebetulan sekali, kami memanggang daging domba." ujar rog menawarkan hasil buruannya.


"terima kasih, kalian lanjutkan saja lagi. Sudah waktunya untukku pergi, aku akan datang lagi untuk berkunjung nanti."


"baik paman." ucap keduanya serentak, setelah berpamitan dengan keduanya, royapun menghilang dari pandangan.


"kakak, sebenarnya siapa para paman itu? Kenapa mereka tidak kelihatan seperti manusia normal pada umumnya!"


"Entahlah ron, aku juga tidak mengerti. Mereka memang kelihatan berbeda dengan manusia pada umumnya! Tapi, kita percayakan saja pada mereka. Apalagi.. Berkat mereka, kita bisa merasakan kehidupan nyaman seperti sekarang ini, bukankah itu sangat menyenangkan..!" ujar rog ceria.


"hmm.. Kau benar-benar aneh kak! Biasanya, kaulah yang paling tidak percaya kepada mereka. Mengapa sekarang kau malah berubah kak! Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"


"jangan berpikir yang tidak-tidak ron, ya.. Awalnya memang begitu! hanya saja.. Bila kakak pikirkan kembali, sepertinya mereka bisa dipercaya."


"kenapa kau bisa seyakin itu kak! bisa saja ini cara mereka memanipulasi keadaan, agar mendapat kepercayaan kita. bukankah itu yang selalu kakak ajarkan kepadaku selama ini?"


"Ya benar.. Kau memang anak pintar ron, tapi entah kenapa! kali ini aku ingin mempercayai mereka. Firasatku mengatakan, mereka bisa dipercaya. Kita lihat saja nanti..!"


"bagaimana jika firasat kakak salah?"


"kalau begitu.. Kita berdua akan kabur dari sini."


"baiklah, jika kakak sudah bilang begitu."


'tumben sekali hari ini, ron agak cerewet daripada biasanya..!'


...****************...


Sementara ditempat lain, sang dewa pembantai.. turun menyamar menjadi manusia biasa. Kini ia telah berada dinegara ergben. 'heh.. Aku tidak percaya, aku sampai harus menyamar seperti ini.. Hanya untuk menyelidiki keberadaan rummanoz! Hehehe.. Aku benar-benar sudah tidak sabar ingin membunuhmu dengan tanganku sendiri.'

__ADS_1


Diistana angin, pria berambut biru menyeringai dingin sambil memperhatikan langit. 'ternyata dia mulai bergerak ya, kenapa dia begitu ambisius sekali.. ingin membunuh rummanoz.' "Dasar dewa satu itu.. dari dulu, naluri membunuhnya terlalu dominan. Apapun menurutnya mengganggu, pasti akan lansung dibasmi habis begitu saja. Haah dia benar-benar tidak sabaran sekali, hmm.. Sepertinya akan ada hal menarik tidak lama lagi."


sementara dilaut mati.. Seseorang pria tampak begitu kesepian di istananya, ia hanya merenung berdiri diluar balkon kamarnya, sambil memandang bulan. 'aku ingin melihatnya.. Tapi belum waktunya bagiku untuk menemuimu.. Kerinduan ini semakin hari semakin dalam terhadapmu, dari dulu.. aku hanya mampu sebatas memandang wajahmu, aku cemburu saat melihat kemesraanmu dengannya. Meski aku tau itu salah, tapi aku tidak bisa menahan pandanganku sedikitpun saat bersamamu. Terkadang aku mencuri waktu hanya untuk berada didekatnya, mencuri pandang menatap wajahnya, tanpa bisa memiliki keberadaannya disisiku, meskipun itu sudah cukup buatku. Tapi, tidak untuk kali ini.. Itu tidak akan pernah terjadi lagi.'


__ADS_2